backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Gondok

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 05/01/2023

Gondok

Adanya benjolan di leher sering kali menimbulkan rasa khawatir, bahkan meskipun tidak disertai gejala lain. Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan benjolan timbul di leher, salah satunya penyakit gondok. Banyak yang menggangap gondok dan gondongan adalah dua kondisi yang sama. Padahal, penyakit gondok berbeda dari gondongan. Agar lebih jelas, ketahui selengkapnya tentang penyakit gondok di bawah ini.

Apa itu penyakit gondok?

gondok adalah

Penyakit gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid yang tidak normal. Kondisi ini ditandai dengan adanya benjolan yang terlihat di bagian depan leher.

Kelenjar tiroid berbentuk menyerupai kupu-kupu di leher dan berfungsi menghasilkan hormon tiroid yang diperlukan banyak organ di dalam tubuh.

Pada penyakit gondok, kelenjar tiroid bisa bertambah besar atau ditumbuhi satu atau lebih benjolan kecil. Namun, gondokan umumnya bukanlah tumor atau kanker.

Kondisi ini juga tidak selalu menandakan kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik. Sebaliknya, kelenjar biasanya masih bisa berfungsi secara normal meski sedang membengkak akibat gondokan.

Namun, penyakit gondok terkadang memang bisa disebabkan oleh kelenjar yang menghasilkan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tiroid.

Meskipun tidak sakit, benjolan yang terlalu besar bisa membuat Anda susah bernapas, menelan, dan batuk-batuk.

Penyakit ini sangatlah umum dan dapat dialami oleh siapa saja. Namun, gondokan lebih sering menyerang perempuan daripada laki-laki.

Jenis-jenis penyakit gondok

Berdasarkan bagian kelenjar tiroid yang membesar, penyakit gondok bisa terbagi menjadi 3 jenis berikut ini.

1. Gondok difus

Jenis gondok ini terkadi ketika kelenjar tiroid mengalami pembengkakan seluruhnya dan terasa halus saat disentuh.

2. Gondok multinodular

Beberapa gumpalan yang disebut nodul bisa muncul pada kedua sisi tiroid, sehingga kelenjar jadi membengkak.

3. Nodul tiroid tunggal

Pada kasus ini, satu nodul tiroid muncul pada salah satu sisi kelenjar tiroid. Kebanyakan nodul bersifat jinak sehingga tidak akan mengarah pada kanker.

Tanda dan gejala penyakit gondok

Umumnya, penyakit gondok tidak menimbulkan gejala apapun selain bagian bawah leher (di bawah rahang) yang terlihat membesar.

Pada beberapa kasus, benjolan terkadang berukuran sangat kecil dan hanya bisa diketahui setelah dilakukan pemeriksaan tubuh secara menyeluruh.

Namun, jika berukuran cukup besar atau berada di posisi tertentu, benjolan dapat menghalangi saluran pernapasan atau kotak suara dan menimbulkan gejala berikut ini.

Gejala penyakit gondok adalah sebagai berikut.

  • Sulit menelan.
  • Tenggorokan terasa sesak dan kencang.
  • Pembuluh darah leher membengkak.
  • Sulit bernapas.
  • Batuk-batuk.
  • Tenggorokan kering dan serak.
  • Mendengkur.
  • Pusing saat mengangkat tangan ke atas.
  • Kapan harus periksa ke dokter?

    Bila Anda mengalami satu atau beberapa gejala di atas atau jika Anda khawatir mengalami penyait gondok, lakukanlah pemeriksaan ke dokter. Tubuh setiap orang berbeda-beda. Sebaiknya bicarakan dengan dokter untuk menentukan penanganan yang terbaik bagi kondisi Anda.

    Penyebab penyakit gondok

    Ada beberapa kemungkinan penyebab penyakit gondok, di antaranya sebagai berikut.

    1. Kekurangan yodium

    Yodium penting bagi produksi hormon tiroid. Jika tubuh kekurangan yodium, kelenjar tiroid akan membuat sel baru untuk menghasilakn hormon tiroid.

    Akibatnya, kelenjar akan bertambah besar dari ukuran semula.

    2. Penyakit Graves

    Gondok terkadang muncul ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme).

    Pada penyakit Graves, antibodi yang dihasilkan malah keliru menyerang kelenjar tiroid sehingga kelenjar ini memproduksi tiroksin secara berlebihan. Hal ini dapat membuat tiroid membengkak.

    Inilah yang membuat gondok dapat disebabkan oleh penyakit Graves.

    3. Penyakit Hashimoto

    Bukan hanya saat terlalu banyak, gondok juga bisa terjadi karena tubuh kekurang hormon tiroid (hipotiroidisme).

    Meski sama-sama penyakit autoimun, berbeda dari penyakit Graves, penyakit Hashimoto justru menyebabkan tubuh kekurangan hormon tiroid.

    Pada kondisi ini, kelenjar pituitari harus menghasilkan hormon perangsang tiroid (TSH) untuk menghasilkan lebih banyak hormon tiroid. Akibatnya, kelenjar tiroid pun membengkak.

    4. Kanker tiroid

    Jenis kanker ini jauh lebih jarang terjadi daripada kasus-kasus tiroid non-kanker alias jinak. Kanker tiroid biasanya ditandai dengan pembengkakan tiroid hanya di satu sisi.

    5. Kehamilan

    Hormon yang diproduksi pada masa kehamilan yaitu human chorionic gonadotropin (HCG) bisa menyebabkan tiroid semakin berkembang.

    6. Peradangan

    Tiroiditis adalah radang yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tiroid. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan produksi tiroksin, baik kelebihan atau kekurangan.

    Faktor-faktor risiko penyakit gondok

    Selain penyebab di atas, ada juga sejumlah faktor risiko penyakit Gondok. Berikut di antaranya, dilansir dari Mayo Clinic.

    • Kekurangan yodium.
    • Berjenis kelamin wanita.
    • Berusia 40 tahun ke atas.
    • Riwayat kesehatan pribadi atau anggota keluarga dengan penyakit autoimun.
    • Kehamilan dan menopause.
    • Obat-obatan tertentu, termasuk obat penekan sistem imun, antiretroviral (ARV), obat jantung, dan obat untuk penyakit mental.
    • Terpapar radiasi (misalnya dalam pengobatan kanker) pada area leher dan dada atau jika Anda bekerja di tempat yang tingkat radiasinya tinggi.

    Diagnosis penyakit gondok

    apa itu gondok

    Pada penyakit gondok, dokter mungkin mendeteksi benjolan dengan meraba leher dan rahang sambil meminta Anda untuk menelan.

    Dalam kasus tertentu, dokter mungkin juga bisa merasakan nodul tiroidnya. Kemudian untuk memastikan diagnosis, dokter mungkin menganjurkan pemeriksaan berikut ini.

    • Tes hormon. Pemeriksaan darah bisa menentukan seberapa banyak hormon yang diproduksi kelenjar tiroid dan pituitari.
    • Tes antibodi. Beberapa penyebab gondok berkaitan dengan produksi antibodi yang tak normal. Tes darah bisa memastikan adanya antibodi-antibodi tersebut.
    • Alat yang mirip tongkat (transducer). Alat ini akan digunakan pada leher Anda. Kemudian gelombang suara akan memantul dari leher, membentuk suatu citra di komputer. Citra tersebut menunjukkan ukuran kelenjar tiroid dan apakah adalah kelenjar yang mengandung tiroid yang belum disadari dokter sebelumnya.
    • Scan tiroid. Prosedur ini menunjukkan ukuran dan sifat tiroid (jinak atau tidak). Sayangnya, prosedur ini lebih invasif dan memakan waktu serta biaya.
    • Biopsi. Selama biopsi berlangsung, dokter menggunakan ultrasound untuk memandu jarum ke dalam tiroid untuk diambil jaringan atau cairannya yang akan diuji.

    Pengobatan penyakit gondok

    Pengobatan gondok tergantung pada gejala yang dirasakan, penyebab penyakit, serta ukuran gondoknya.

    Jika ukuran benjolan cukup kecil dan tidak mengganggu, dokter mungkin hanya akan meminta Anda untuk terus memantau kondisinya.

    Bila Anda punya hipotiroid, dokter mungkin memberikan pengganti hormon tiroid dengan levothyroxine.

    Untuk radang kelenjar tiroid, dokter mungkin memberikan aspirin atau obat kortikosteroid untuk mengatasi peradangan. Bila Anda mengalami hipertiroid, dokter akan memberikan obat untuk menstabilkan hormon.

    Pengangkatan seluruh bagian kelenjar tiroid bisa jadi pilihan apabila Anda sampai susah bernapas atau menelan atau ada kanker pada tiroid.

    Terapi yodium radioaktif (RAI) bisa digunakan untuk mengatasi kelenjar tiroid yang terlalu aktif. RAI diberikan lewat mulut dan akan masuk ke aliran darah, menghancurkan sel-sel tiroid.

    Biasanya, gondok memang mengecil, tapi bisa jadi menyebabkan kelenjar tiroid kurang aktif. Untuk menanggulanginya, dokter mungkin memberikan hormon tiroid buatan yang perlu diminum setiap hari.

    Perubahan gaya hidup untuk mengatasi penyakit gondok

    Berikut adalah daftar perubahan gaya hidup untuk mengatasi penyakit gondok.

    1. Cukupi asupan yodium

    Asupan yodium bisa Anda penuhi misalnya dari makanan laut (ikan, udang, atau kerang) dan garam.

    Jika Anda tinggal di daerah pantai, sayuran dan buah-buahan mungkin mengandung yodium juga meski jumlahnya tak seberapa.

    Anda butuh sekitar 150 mikrogram yodium setiap hari. Ini harus dicukupi terutama bagi ibu hamil dan menyusui serta bayi dan anak-anak.

    2. Patuhi anjuran dokter

    Tergantung diagnosis dokter dan penyebab penyakit, beberapa orang yang kelebihan yodium justru bisa mengalami penyakit gondok.

    Bila sudah didiagnosis kelebihan yodium, batasi asupannya dan hindari makanan laut seperti udang hingga rumput laut.

    Jika Anda punya pertanyaan, silakan hubungi dokter untuk menentukan solusi terbaik bagi kondisi kesehatan Anda.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 05/01/2023

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan