home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Manfaat Rumput Laut yang Menakjubkan untuk Kesehatan

8 Manfaat Rumput Laut yang Menakjubkan untuk Kesehatan

Bagi Anda yang menyukai makanan seperti sushi atau onigiri, sudah pasti tidak asing lagi dengan rumput laut alias seaweed. Namun, tahukah Anda bahwa rumput laut tidak hanya lezat, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan? Simak penjelasan mengenai kandungan gizi serta manfaat rumput laut untuk kesehatan tubuh.

Kandungan gizi rumput laut

Rumput laut atau seaweed masuk ke dalam kelompok algae dan terdiri dari beberapa jenis seperti alga cokelat, alga merah, dan alga hijau.

Makanan yang disajikan dengan rumput laut ini rata-rata berasal dari Asia.

Tidak hanya mempunyai rasa yang unik, kandungan gizi rumput laut cukup beragam.

Berikut adalah fakta gizi serta komposisi rumput laut mengutip dari Panganku, yaitu:

  • Kalori: 41
  • Air: 87 gram
  • Karbohidrat: 8.1 gram
  • Serat: 2.2 gram
  • Kalsium: 80 mg
  • Fosfor: 20 mg
  • Natrium: 250 mg
  • Kalium: 380 mg
  • Beta karoten: 1958 mcg
  • Vitamin C: 7 mg

Apa saja manfaat rumput laut?

Rumput laut disebut juga sayuran laut atau marine vegetables. Mempunyai rasa yang berbeda dari sayuran lainnya, memang menggugah selera penggemarnya.

Tak hanya sekadar enak, kandungan gizi berupa serat, mineral, dan vitamin juga bermanfaat untuk tubuh.

Simak beberapa manfaat atau khasiat rumput laut untuk kesehatan tubu, di antaranya adalah:

1. Membantu mempertahankan atau menurunkan berat badan

Beberapa jenis rumput laut, seperti rumput laut cokelat, mengandung pigmen fucoxanthin, yang dapat membantu melancarkan metabolisme serta mengubah lemak menjadi energi.

Hal ini diperkuat oleh sebuah penelitian mengenai Fucoxanthin from edible seaweed.

Dijelaskan bahwa alginat (serat alami yang terdapat pada rumput laut cokelat) dapat membantu sekitar 75% untuk menghalangi penyerapan lemak pada usus.

Ada pula kandungan serat pada rumput laut yang bermanfaat untuk membuat Anda kenyang lebih lama sehingga menunda rasa lapar.

2. Membantu mempercepat penyembuhan luka

Manfaat atau khasiat rumput laut yang tak kalah penting adalah membantu luka agar cepat sembuh.

Rumput laut yang kaya akan vitamin K ini bekerja sama dengan trombosit – jenis sel yang dapat membentuk gumpalan atau pembekuan darah.

Vitamin jenis ini ada pada jenis rumput laut mana pun, tetapi kandungan vitamin K pada rumput laut hijau lebih sedikit.

3. Menjaga kekuatan tulang dan gigi

Rumput laut juga mengandung kalsium yang bermanfaat untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi.

Apalagi, tubuh manusia tidak dapat memproduksi kalsium dengan sendirinya.

Tidak hanya itu saja, menjaga asupan kalsium juga dapat membantu menjaga fungsi jantung, otot, serta saraf.

4. Meningkatkan energi

Kandungan lainnya yang terdapat pada rumput laut adalah zat besi. Manfaat yang bisa Anda dapatkan adalah memproduksi energi agar tetap aktif.

Zat besi pada rumput laut juga bermanfaat untuk membentuk hemoglobin, sel darah merah pembawa oksigen ke seluruh tubuh.

Maka dari itu, tubuh yang mempunyai cukup asupan zat besi juga bisa mencegah terjadinya anemia karena kadar hemoglobin seimbang.

5. Mengurangi risiko diabetes

Manfaat atau khasiat lainnya yang terdapat di dalam rumput laut adalah membantu mengurangi risiko kondisi diabetes.

Hal ini karena adanya kandungan fucoxanthin pada rumput laut yang bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan gula darah.

Lalu, ada pula kandungan berupa alginate yang juga dapat membantu mencegah peningkatan kadar gula dalam darah.

6. Terhindar dari pembengkakan kelenjar tiroid

Kandungan yodium yang ada pada rumput laut ini mempunyai manfaat atau khasiat untuk mempertahankan tiroid yang sehat.

Tiroid yang bermasalah dapat menyebabkan beberapa gejala seperti rasa lemah, otot pun melemah, serta kolesterol tinggi.

Bahkan pada kasus yang parah dapat menyebabkan kondisi medis yang serius seperti gondok, jantung berdebar, serta memori yang terganggu.

7. Melawan radikal bebas

Ada berbagai jenis mineral serta vitamin yang terkandung pada rumput laut, seperti magnesium, zinc, riboflavin, niasin, thiamin, vitamin A, B12, B6, dan C.

Ini merupakan kandungan yang mempunyai senyawa anti-oksidan, karotenoid, serta flavonoid yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari kerusakan sel.

Tidak hanya itu saja senyawa anti-oksidan serta flavonoid dari rumput laut juga membantu mencegah tubuh mengalami penyakit jantung dan diabetes.

8. Mencegah risiko penyakit jantung

Senyawa anti-oksidan pada rumput laut bermanfaat untuk mencegah risiko kerusakan sel dalam tubuh juga penyakit jantung.

Ada pula kandungan lainnya seperti kalium serta fucan yang dapat mengurangi risiko penyebab penyakit jantung lainnya.

Sebagai contoh, mengurangi peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah, hingga risiko penggumpalan darah.

Sebaiknya seberapa banyak makan rumput laut?

Terlalu banyak mengonsumsi rumput laut dapat menyebabkan yodium berlebihan pada tubuh. Maka dari itu, sebaiknya batasi asupan rumput laut.

Bagi Anda yang menderita hipertiroidisme – kelenjar tiroid yang terlalu aktif – sebaiknya menghindarinya, sebab yodium akan semakin menstimulasi tiroid.

Rumput laut juga dapat menyerap mineral yang ada di laut, tempat mereka hidup.

Bisa saja tanaman ini menyerap arsenik dan metal berat lainnya, sehingga apabila dikonsumsi berlebihan, tentunya tidak akan baik untuk kesehatan tubuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cherry, P., O’Hara, C., Magee, P., McSorley, E., & Allsopp, P. (2019). Risks and benefits of consuming edible seaweeds. Nutrition Reviews, 77(5), 307-329. doi: 10.1093/nutrit/nuy066

Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda . (2021). Retrieved 4 March 2021, from https://www.panganku.org/id-ID/view

Maeda, H., Hosokawa, M., Sashima, T., Funayama, K., & Miyashita, K. (2005). Fucoxanthin from edible seaweed, Undaria pinnatifida, shows antiobesity effect through UCP1 expression in white adipose tissues. Biochemical And Biophysical Research Communications, 332(2), 392-397. doi: 10.1016/j.bbrc.2005.05.002

de Jesus Raposo, M., de Morais, A., & de Morais, R. (2016). Emergent Sources of Prebiotics: Seaweeds and Microalgae. Marine Drugs, 14(2), 27. doi: 10.3390/md14020027

Office of Dietary Supplements – Potassium. (2021). Retrieved 4 March 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Potassium-HealthProfessional/

Shirosaki, M., & Koyama, T. (2011). Laminaria japonica as a Food for the Prevention of Obesity and Diabetes. Marine Medicinal Foods – Implications And Applications, Macro And Microalgae, 199-212. doi: 10.1016/b978-0-12-387669-0.00015-6

Are you getting enough calcium?. (2021). Retrieved 4 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/calcium-supplements/art-20047097

Vaucher, P., Druais, P., Waldvogel, S., & Favrat, B. (2012). Effect of iron supplementation on fatigue in nonanemic menstruating women with low ferritin: a randomized controlled trial. Canadian Medical Association Journal, 184(11), 1247-1254. doi: 10.1503/cmaj.110950

Publishing, H. (2021). The importance of potassium – Harvard Health. Retrieved 4 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-importance-of-potassium

7 Surprising Health Benefits of Eating Seaweed. (2021). Retrieved 4 March 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-seaweed#TOC_TITLE_HDR_10

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 06/02/2017
x