Apa Garam di Rumah Anda Sudah Mengandung Yodium? Begini Cara Mengeceknya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Garam merupakan salah satu bumbu yang pasti Anda gunakan saat masak. Tanpa garam, masakan Anda rasanya pasti akan hambar. Selain untuk menambah rasa makanan, dalam garam juga terkandung nutrisi yang penting untuk tubuh Anda, yaitu yodium. Kekurangan yodium dalam tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan. Namun, pastikah ada kandungan yodium dalam garam yang Anda konsumsi sehari-hari?

Kenapa tubuh kita perlu yodium?

Yodium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Mineral ini sangat dibutuhkan dalam produksi hormon tiroid. Nah, hormon tiroid ini berperan dalam pertumbuhan tubuh, kontrol metabolisme, dan juga perkembangan otak bayi selama kehamilan dan awal kehidupannya. Jadi, itu mengapa mineral yodium sangat penting bagi kelangsungan hidup Anda.

Kekurangan asupan yodium dalam tubuh dapat membuat kerja tiroid menjadi lebih berat dalam menghasilkan hormon tiroid. Hal ini membuat ukuran kelenjar tiroid bisa membesar dan membengkak, seperti yang Anda lihat pada orang yang menderita gondok. Kekurangan yodium pada saat kehamilan dapat mengakibatkan otak bayi tidak berkembang dengan baik. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar dan IQ anak rendah.

Garam baru akan mengandung yodium kalau sudah ditambahkan oleh produsennya

Sangat penting bagi kita semua untuk memenuhi kebutuhan yodium, terutama bagi ibu hamil. Salah satu cara yang dilakukan selama berpuluh-puluh tahun untuk mencukupi kebutuhan yodium di masyarakat adalah dengan menambahkan yodium dalam garam Anda. Hal ini telah dilakukan di Indonesia sejak tahun 1973.

Mengapa garam? Karena garam pasti selalu dikonsumsi oleh masyarakat banyak setiap hari. Setiap Anda makan, pasti ada tambahan garamnya. Hal ini membuat Anda jauh lebih mudah memenuhi kebutuhan yodium Anda lewat garam. Lagipula, garam juga tergolong mempunyai harga yang relatif murah, sehingga semua kalangan masyarakat dapat menikmatinya.

Bagaimana cara mengetahui apakah sudah ada kandungan yodium dalam garam di rumah?

Jika Anda membeli garam, apakah Anda memerhatikan label “garam beryodium” dalam kemasannya? Namun, ternyata tidak semua garam benar-benar mengandung yodium atau mengandung yodium tapi dalam jumlah yang tidak sesuai. Aturannya, garam beryodium mengandung minimal 30 ppm.

Untuk mengetahui berapa besar kandungan yodium dalam garam, ini harus diuji di laboratorium. Namun, untuk mengetahui adanya kandungan yodium dalam garam, Anda bisa melakukan tes sederhana dengan yodina test kit atau test kit iodium/ yodium. Alat tes cepat ini mempunyai harga yang lumayan terjangkau, pemakaiannya mudah, dan dapat memberikan hasil yang cukup akurat.

Cara penggunaannya sangat sederhana, Anda hanya cukup meneteskan 1-2 tetes larutan yodina test kit ke dalam garam. Kemudian, amati perubahan yang terjadi. Jika warna garam berubah menjadi keunguan, artinya garam tersebut mengandung yodium.

Semakin pekat perubahan warna garam, maka kandungan yodium dalam garam semakin besar. Namun, jika tidak terjadi perubahan warna garam setelah diteteskan larutan test kit, artinya tidak ada kandungan yodium dalam garam. Hal ini biasanya sangat jarang terjadi karena hampir semua produsen garam sudah menambahkan yodium ke dalam produk garamnya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Ciri-Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan dan Laki-laki

Pubertas menjadi tanda bahwa anak Anda sudah memasuki usia remaja. Berikut ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki dan perempuan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 20 September 2020 . Waktu baca 12 menit

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Beberapa literatur mengungkapkan bahwa dengan melatih otak agar percaya diri, kepercayaan diri Anda juga perlahan dapat meningkat.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam Himalaya

Bahaya dapat mengintai Anda jika terlalu banyak mengonsumsi garam, termasuk garam Himalaya yang kini populer di sejumlah kalangan masyarakat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Fakta Gizi, Nutrisi 3 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit gondok

Gondok

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
perkembangan otak anak usia dini

Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Fakta Unik Seputar Tinggi Badan Manusia

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
omega 3 untuk ibu hamil

Pilihan Sumber Asam Lemak Omega 3 yang Aman untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit