Kenapa Kanker Payudara Bisa Kambuh Lagi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Menjadi mantan penderita kanker yang telah berhasil melawan dan menjalani semua pengobatan, pasti tidak lepas dari rasa cemas dan takut. Mereka yang sudah melewati pengobatan kanker, apapun itu jenis kankernya tetap berisiko untuk mengalami kekambuhan, termasuk pada mantan penderita kanker payudara. 

Sel kanker bisa saja kembali tumbuh saat mantan penderita kanker payudara telah menyelesaikan semua pengobatannya. Hal ini dapat terjadi dalam hitungan bulan atau bahkan tahun setelah pengobatan. Kanker yang kambuh bisa saja tumbuh di tempat yang sama seperti kasus kanker yang sebelumnya terjadi (kekambuhan lokal) atau malah menyebar ke bagian tubuh lain (kekambuhan non-lokal). Kasus penyakit kanker payudara kambuh biasanya lebih sulit ditangani, namun bukan berarti tidak bisa diobati.

Apa yang menyebabkan kanker payudara kambuh lagi?

Sel kanker bisa dianggap ‘pintar’ sehingga dapat menyebabkan kekambuhan dalam beberapa kejadian kanker. Kanker payudara kambuh terjadi ketika sel kanker yang harusnya mati dan musnah karena pengobatan, malah bersembunyi di bagian payudara lain atau bahkan ke bagian tubuh lainnya. Kemudian, sel kanker ini akan dorman atau tidur dan tidak aktif selama beberapa bulan bahkan tahun setelah pengobatan tanpa menimbulkan gejala apapun.

Lalu, secara tiba-tiba ada hal yang mengaktifkan sel tersebut dan membuatnya bangun dari tidur panjangnya. Karena sudah aktif, maka sel kanker yang awalnya bersembunyi itu kembali tumbuh serta berkembang, dan hal inilah yang disebut sebagai kekambuhan. Namun, sampai saat ini para ahli juga belum mengetahui pasti apa yang menyebabkan kanker payudara kambuh dan hal apa yang dapat mengakibatkan sel kanker menjadi aktif kembali.

BACA JUGA: 4 Gejala Kanker Payudara yang Paling Sering Terjadi

Faktor risiko yang meningkatkan peluang kanker payudara kambuh lagi

Walaupun tidak diketahui penyebab pastinya, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengalami kekambuhan, yaitu:

Memiliki ukuran tumor kanker payudara yang besar. Jika seorang mantan penderita kanker payudara mempunyai riwayat kanker payudara dengan ukuran tumor yang besar, maka ia berisiko untuk mengalami kekambuhan.

Usia yang lebih muda. Seorang perempuan yang masih berusia di bawah 35 tahun saat ia didiagnosis kanker payudara, maka mempunyai risiko kanker payudara kambuh lebih besar.

Mengalami peradangan. Peradangan pada daerah payudara yang terkena kanker bisa meningkatkan peluang kekambuhan

Sel kanker yang tumbuh memiliki karakteristik tertentu. Jika seorang mantan penderita kanker payudara mengalami kekambuhan, hal ini bisa saja disebabkan akibat sel kanker yang tumbuh pada payudaranya memiliki sifat gen HER2.

Tidak menerima terapi radiasi yang cukup karena melakukan lumpektomi. Lumpektomi adalah operasi yang dilakukan untuk mengangkat tumor dan beberapa jaringan di sekitarnya. Beberapa kasus, para pasien menganggap jika sudah melakukan operasi pengangkatan tumor maka mereka sudah terbebas dari sel kanker. Namun ternyata tidak, mereka masih harus melakukan terap radiasi untuk menghilangkan sisa-sisa jaringan sel kanker. Jika tidak melakukan terapi radiasi, maka bukan tidak mungkin kanker payudara kambuh kembali.

Sel kanker mengenai kelenjar limfa atau getah bening. Apabila sel kanker utama mengenai kelenjar getah bening maka ia berpeluang untuk mengalami kanker payudara di kemudian hari.

BACA JUGA: Panduan Gizi & Olahraga Setelah Operasi Kanker Payudara

Bagaimana seseorang bisa tahu jika kanker payudara kambuh lagi?

Berikut adalah tanda dan gejala dari kanker payudara yang kambuh, yaitu:

  • Terdapat benjolan atau penebalan di sekitar payudara atau ketiak, dan hal ini berlanjut selama siklus menstruasi berlangsung
  • Terdapat benjolan kecil seperti biji kacang di sekitar payudara
  • Muncul perubahan pada permukaan kulit payudara, seperti mengerut, puting menjadi meradang, bengkak, atau bahkan memerah
  • Keluar cairan atau darah dari puting

Jika mengalami hal tersebut, maka mantan penderita kanker payudara harus segera memeriksakan diri ke dokter. Melakukan pemeriksaan yang rutin setelah menjalani pengobatan kanker menerapkan pola hidup sehat, serta menjaga kesehatan adalah beberapa upaya yang dapat mencegah kanker payudara kambuh lagi.

BACA JUGA: 7 Kebiasaan yang Berisiko Memicu Kanker Payudara

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020