Proses Radioterapi Kanker Payudara dan Saat-saat Perlu Dilakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Selain kemoterapi dan operasi, terapi radiasi atau radioterapi juga sering direkomendasikan sebagai pengobatan kanker payudara yang cukup efektif. Bagaimana prosesnya dan apakah ada efek samping dari radioterapi yang mungkin timbul?

Apa itu radioterapi kanker payudara?

Radioterapi adalah pengobatan menggunakan sinar-X berenergi tinggi seperti proton atau partikel lainnya untuk membunuh sel kanker, termasuk kanker payudara. Terapi ini seringkali dijadikan sebagai pelengkap dalam pengobatan kanker payudara, yang sering dilakukan bersamaan dengan operasi kanker payudara dan kemoterapi.

Dalam terapi radiasi, sinar-X yang ditembakkan tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak terlihat. Anda pun tidak akan menjadi radioaktif setelah perawatan selesai dilakukan. Oleh karena itu, Anda akan tetap aman berada di dekat anak-anak atau ibu hamil.

Terapi radiasi bisa digunakan untuk mengobati pasien di hampir seluruh stadium kanker payudara. Ketika pengobatan berlangsung, radiasi diarahkan langsung ke lokasi tumor payudara, kelenjar getah bening, atau dinding dada.

Melalui cara ini, penyebaran sel kanker dapat dihentikan dan risiko kekambuhan dapat dikurangi. Selain itu, terapi radiasi juga bisa meringankan gejala kanker payudara yang sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Kapan saja radioterapi kanker payudara perlu dilakukan?

efek samping radioterapi

Tidak semua wanita dengan kanker payudara membutuhkan radioterapi. Prosedur ini biasanya dibutuhkan pada waktu atau kondisi tertentu, seperti:

1. Setelah lumpektomi

Terapi radiasi umumnya dilakukan setelah operasi lumpektomi. Prosedur ini membantu menghancurkan sisa sel kanker yang tidak terangkat saat operasi, sehingga kemungkinan kanker untuk tumbuh kembali menjadi berkurang.

Lumpektomi yang dikombinasikan dengan terapi radiasi sering disebut sebagai terapi konservasi payudara. Dilansir dari Mayo Clinic, terapi ini terbukti sama efektifnya dengan operasi pengangkatan seluruh area payudara (mastektomi total).

Pada kondisi ini, jenis radioterapi yang biasanya disarankan oleh dokter, yaitu radiasi eksternal seluruh payudara dan radiasi parsial payudara. Radiasi eksternal seluruh payudara bisa diberikan dalam lima hari selama 5-6 minggu atau lebih pendek.

Sementara radiasi parsial payudara umumnya dilakukan pada wanita dengan kanker payudara stadium awal, baik secara eskternal maupun internal. Pengobatan ini bisa berlangsung hanya sekitar 1-2 kali selama 3-5 hari.

2. Setelah mastektomi

Radioterapi kanker payudara setelah operasi mastektomi biasanya diberikan 5 hari seminggu selama 5-6 minggu. Anda akan disarankan untuk melakukan radioterapi setelah mastektomi jika:

  • Sel kanker payudara sudah menyebar ke kelenjar getah bening di dekat payudara.
  • Ukuran tumor besar, yaitu lebih dari 5 cm.
  • Sel kanker kembali muncul di jaringan di payudara yang telah diangkat.

3. Saat kanker telah menyebar

Jika kanker payudara telah menyebar ke bagian tubuh lain, radioterapi bisa membantu mengecilkan tumor dan meredakan gejala. Namun, prosedur ini tidak dianjurkan untuk Anda yang:

  • Pernah menjalani radioterapi di area yang sama.
  • Memiliki kondisi medis tertentu yang membuat Anda menjadi sangat sensitif terhadap efeknya.
  • Sedang hamil.

4. Kanker payudara stadium lanjut

Radioterapi juga kerap jadi pengobatan kanker payudara stadium lanjut untuk membantu mengobati:

  • Tumor payudara yang tidak bisa diangkat dengan operasi.
  • Kanker payudara yang meradang, yaitu jenis kanker agresif yang menyebar ke saluran getah bening kulit. Sebelumnya, pasien akan diminta untuk melakukan kemoterapi, mastektomi, baru kemudaan radiasi.

Berbagai jenis radioterapi dan prosedurnya

Umumnya terapi radiasi diberikan dalam dua cara, yaitu:

Radioterapi eksternal

Radiasi eksternal paling sering digunakan untuk pasien kanker payudara. Pada jenis ini, sebuah mesin yang ada di luar tubuh akan memancarkan radiasi atau sinar X. Radiasi tersebut akan diarahkan langsung ke area tubuh atau payudara yang terkena kanker.

Selama prosedur berlangsung, Anda akan diminta berbaring di atas papan khusus dan setelahnya petugas akan mengambil gambar X-ray atau scan untuk memastikan Anda berada di posisi yang tepat. Nantinya, mesin akan mengeluarkan suara yang berdengung sebagai tanda prosedur sedang berjalan.

Radioterapi eksternal biasanya berlangsung beberapa menit dalam setiap sesi. Adapun pasien kanker payudara biasanya perlu melakukan terapi radiasi ini lima kali per minggu selama 5-7 minggu.

Radioterapi internal (brachytherapy)

Radioterapi internal dilakukan dengan menempatkan langsung perangkat yang mengandung radiasi ke jaringan payudara yang terkena kanker. Perangkat ini dipasang pada jangka waktu tertentu di sekitar lokasi sel kanker atau tumor.

Caranya, dokter akan memasukkan tabung sempit berongga (kateter) ke dalam jaringan payudara yang sebelumnya telah diangkat melalui prosedur operasi. Pemasangan kateter ini bisa dilakukan bersamaan dengan operasi kanker payudara atau pada hari yang berbeda.

Kemudian, implan radioaktif akan dimasukkan melalui tabung tersebut dan dibiarkan selama beberapa hari atau dimasukkan dalam waktu tertentu setiap hari. Prosedur ini dilakukan tergantung ukuran tumor, lokasi, dan berbagai faktor lain.

Proses sebelum radioterapi kanker payudara

diagnosis kanker payudara

Terapi radiasi biasanya dimulai 3-8 minggu setelah operasi, kecuali setelahnya ada rencana untuk kemoterapi kanker payudara. Jika akan kemoterapi, radioterapi biasanya dimulai 3-4 minggu setelah kemoterapi selesai.

Sebelum melakukan prosedur ini, dokter akan terlebih dahulu memeriksa riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai apakah Anda akan mendapat manfaat dari terapi radiasi ini. Dokter juga akan membahas potensi dan efek samping yang mungkin Anda rasakan dengan terapi ini.

Saat proses pemeriksaan, jangan lupa untuk memberi tahu dokter mengenai obat herbal kanker payudara, suplemen, atau obat lain yang mungkin sedang Anda konsumsi. Pasalnya, suplemen dan obat tertentu bisa saja memberikan efek samping merugikan selama radioterapi kanker payudara.

Apa yang harus dilakukan setelah radioterapi kanker payudara?

Setelah menyelesaikan radioterapi kanker payudara, dokter akan menjadwalkan kunjungan lanjutan untuk memantau perkembangan kondisi Anda. Pada kesempatan ini, dokter juga akan mencari efek samping yang mungkin muncul akibat terapi radiasi dan memeriksa tanda-tanda kekambuhan kanker payudara.

Setelah terapi selesai, Anda harus memberi tahu petugas medis jika:

  • Merasa nyeri terus-menerus.
  • Muncul benjolan baru, memar, ruam, atau bengkak.
  • Berat badan menurun drastis tanpa alasan yang jelas.
  • Demam atau batuk yang tak kunjung sembuh.

Jika ada gejala lain yang muncul, Anda juga bisa segera memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Efek samping radioterapi kanker payudara yang mungkin terjadi

Efek samping radioterapi untuk kanker payudara pada tubuh bisa muncul dalam jangka pendek dan jangka panjang. Berikut beberapa efek yang mungkin muncul:

Efek samping jangka pendek

Efek samping jangka pendek yang umumnya terjadi akibat radioterapi kanker payudara, yaitu:

  • Iritasi kulit di area yang terkena radiasi, seperti gatal, kemerahan, dan mengelupas atau melepuh, seperti terbakar sinar matahari.
  • Kelelahan.
  • Pembengkakan payudara.
  • Perubahan sensasi kulit.
  • Kehilangan bulu ketiak jika radiasi ditargetkan di area bawah lengan.

Efek samping tersebut biasanya hanya bersifat sementara. Anda akan berangsur pulih pada minggu-minggu terakhir pengobatan.

Efek samping jangka panjang

Radioterapi kanker payudara juga dapat menyebabkan efek samping jangka panjang. Kulit payudara mungkin akan terlihat lebih gelap dan pori-pori kulitnya pun mungkin akan lebih besar. Kulit juga mungkin akan lebih atau kurang sensitif dan terasa lebih tebal dan kencang.

Terkadang, payudara juga mungkin menjadi lebih besar karena penumpukan cairan atau lebih kecil karena jaringan parut. Meski jangka panjang, tetapi efek samping ini biasanya hanya terjadi selama setahun setelah terapi radiasi.

Namun, bila setelah waktu tersebut payudara Anda masih belum kembali normal, segera beri tahu dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Efek samping yang jarang terjadi

Jika Anda telah menjalani pengangkatan kelenjar getah bening sebelum menjalani radioterapi kanker payudara, Anda berisiko terkena limfedema atau penyumbatan sistem getah bening. Limfedema menyebabkan pembengkakan lengan tempat kelenjar getah bening diangkat.

Komplikasi langka lainnya adalah:

  • Rusuk patah akibat melemahnya kekuatan tulang.
  • Peradangan pada jaringan paru-paru.
  • Kerusakan jantung ketika radiasi diberikan di sisi kiri dada.
  • Kanker lain yang disebabkan oleh radiasi.

Pastikan Anda memberi tahu dokter onkologi radiasi mengenai efek samping yang dirasakan terkait radioterapi kanker payudara.

Mengatasi efek samping radioterapi kanker payudara

cara mandi kulit putih

Efek samping dari radioterapi kanker payudara hampir tidak mungkin dihindari. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi efek samping tersebut.

  • Kenakan pakaian longgar jika mengalami iritasi kulit.
  • Jika memakai bra, pilihlah bra tanpa kawat.
  • Gunakan sabun dengan pelembap, tetapi bebas pewangi, saat mandi.
  • Jangan menggosok atau menggaruk kulit yang terdampak.
  • Hindari kompres es dan bantalan pemanas pada kulit yang terdampak. Gunakan hanya air hangat untuk mencuci area kulit yang iritasi.
  • Atasi kelelahan dengan lebih banyak meluangkan waktu istirahat.
  • Menjaga pola makan sehat untuk membantu tubuh memperbaiki diri dari efek radioterapi kanker payudara. Pola hidup sehat ini juga membantu Anda mencegah kanker payudara datang kembali, karena pola hidup buruk merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Nyeri sendi bisa terasa di persendian mana pun, mengingat sendi berada di berbagai bagian tubuh. Yuk, cari tahu gejala, penyebab dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Transplantasi sumsum tulang belakang (BMT) adalah prosedur penggantian sumsum tulang yang rusak dengan yang sehat. Bagaimana melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyebab penyakit jantung, jantung koroner, gejala penyakit jantung pada wanita, gejala awal penyakit jantung, obat jantung

Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 12 menit
cara menghilangkan bekas jerawat cara menghilangkan jerawat menghilangkan bekas jerawat alami

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat, dari Perawatan Dokter Hingga Kebiasaan Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 10 menit
pengobatan dan cara menyembuhkan skoliosis

Jenis-jenis Pengobatan untuk Skoliosis untuk Anak dan Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 7 menit
menghilangkan jerawat, bekas jerawat, obat jerawat, masker jerawat, cara menghilangkan jerawat alami

Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat yang Ampuh, Cepat, dan Aman?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 13 menit