Jenis Obat dan Pengobatan Kanker Payudara yang Dapat Direkomendasikan Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Setelah melalui pemeriksaan kanker payudara dan didiagnosis positif mengidap penyakit tersebut, Anda tentu harus segera menjalani pengobatan. Pengobatan ini diberikan guna mengontrol penyakit kanker payudara, memperpanjang angka harapan hidup, bahkan mungkin untuk menyembuhkan. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit kanker payudara serta apa saja obat dan pengobatan yang umumnya diberikan?

Beragam pengobatan dan obat untuk kanker payudara

Terdapat beberapa cara mengobati kanker payudara. Namun, sebelum merekomendasikan jenis pengobatan yang tepat, dokter akan lebih dulu mempertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Jenis kanker payudara yang Anda miliki.
  • Ukuran dan letak benjolan atau tumor payudara.
  • Penyebaran sel kanker atau stadium kanker payudara.
  • Status protein HER2, estrogen, dan progesteron.
  • Usia, termasuk apakah Anda sudah menopause.
  • Hasil skrining atau tes.
  • Kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Keinginan diri sendiri.

Setelah mempertimbangkan hal tersebut, berikut beberapa pilihan cara mengobati dan perawatan untuk penyakit kanker payudara, yang umumnya direkomendasikan oleh dokter:

1. Operasi

operasi kanker payudara

Operasi merupakan cara utama yang umumnya dipilih untuk pengobatan kanker payudara. Ada beberapa jenis operasi kanker payudara yang umumnya dilakukan, yaitu:

  • Operasi konservasi payudara

Operasi ini disebut juga dengan lumpektomi, dilakukan dengan mengangkat bagian payudara yang terkena kanker beserta sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya.

  • Mastektomi

Operasi mastektomi adalah prosedur pengangkatan payudara, baik salah satu atau keduanya, untuk menghilangkan sel kanker.

  • Pengangkatan kelenjar getah bening

Operasi ini disebut juga dengan biopsi kelenjar getah bening sentinel atau biopsi kelenjar getah bening aksila, yang juga merupakan salah satu bentuk biopsi payudara. Ini umumnya dilakukan untuk mengetahui apakah kanker payudara Anda sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar payudara.

Jenis operasi ini membantu dokter mengetahui jika ada sel-sel kanker yang harus diangkat di area tersebut.

  • Rekonstruksi payudara

Operasi ini dilakukan untuk memperbaiki atau mengembalikan penampilan payudara setelah dilakukan pengangkatan jaringan. Prosedur ini bisa dilakukan bersamaan dengan pengangkatan jaringan payudara maupun pada waktu berikutnya. Ada dua jenis operasi rekonstruksi payudara, yaitu menggunakan implan atau operasi flap dengan menggunakan jaringan dari area tubuh Anda lainnya, seperti perut, punggung, paha, atau bokong.

Konsultasikan selalu dengan dokter Anda mengenai pilihan prosedur operasi atau cara mengobati kanker payudara yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

2. Radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi kanker payudara dilakukan menggunakan sinar-X bertenaga tinggi yang ditargetkan membunuh sel-sel kanker. Prosedur ini sering dilakukan unuk menghancurkan sel kanker payudara yang lolos atau tidak terangkat saat operasi.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah cara mengobati kanker, termasuk di payudara, yang paling dikenal banyak orang. Pengobatan kemoterapi kanker payudara dilakukan dengan menyuntikkan obat langsung ke pembuluh darah (melalui intravena) atau langsung diminum (oral).

4. Terapi target

Terapi target adalah cara mengobati kanker payudara dengan membunuh sel kanker tanpa merusak sel sehat di sekitarnya. Pengobatan ini umumnya diberikan jika sel-sel kanker payudara Anda menunjukkan HER2 positif (perubahan genetik yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker).

Obat-obatan dalam terapi target dirancang khusus untuk memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker yang terlokalisir. Obat-obatan yang biasanya digunakan dalam terapi target, yaitu:

  • Trastuzumab (Herceptin), yang diberikan untuk kanker payudara stadium awal dan lanjut.
  • Pertuzumab (Perjeta), obat ini diberikan sebelum atau setelah operasi untuk kanker payudara stadium awal dan lanjut.
  • Ado-trastuzumab emtansine (Kadcyla atau TDM-1), bisa diberikan setelah operasi pada pasien stadium awal atau stadium lanjut yang sebelumnya pernah diberikan trastuzumab atau kemoterapi.
  • Fam-trastuzumab deruxtecan (Enhertu), umumnya untuk mengobati kanker payudara yang tidak dapat dihilangkan dengan operasi atau telah menyebar ke bagian tubuh lain.
  • Lapatinib (Tykerb), obat yang diberikan untuk pasien stadium lanjut.
  • Neratinib (Nerlynx), obat ini diberikan untuk pasien kanker payudara stadium awal setelah pengobatan dengan trastuzumab selama setahun.
  • Tucatinib (Tukysa), yang biasanya untuk mengobati pasien stadium lanjut.
  • Inhibitor mTOR (mammalian target of rapamycin), obat jenis ini memblokir mTOR, protein yang membantu sel kanker tumbuh dan membelah. Ini merupakan obat oral yang biasa diberikan untuk wanita yang melewati masa menopause dan memiliki kanker payudara reseptor-hormon HER2 positif.

Waspadai kemungkinan terjadi resistensi obat

Meski demikian, beberapa orang bisa resisten terhadap obat kanker payudara, seperti lapatinib. Namun, sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal CELL Reports menemukan kombinasi obat, yaitu inhibitor BET bromodomain, yang dapat mencegah perkembangan resistensi terhadap lapatinib dalam sel kanker payudara HER2-positif.

Sama dengan jenis terapi lainnya, cara mengobati kanker payudara dengan terapi target bisa menimbulkan efek samping, seperti diare, kulit tangan dan kaki menjadi sakit, merah, melepuh, dan mengelupas. Meski demikian, efek samping terapi target kanker payudara HER2-positif umumnya masih bisa ditolerir.

Selalu konsultasikan dengan dokter untuk menentukan cara mengobati kanker payudara yang tepat.

5. Terapi hormon

obat arv retroviral untuk hiv aids

American Cancer Society menyebut, dua dari tiga kasus kanker payudara merupakan hormon reseptor-positif. Sel-sel kanker pada kasus ini memiliki reseptor (protein) yang menempel pada hormon estrogen (ER-positif) dan/atau progesteron (PR-positif), yang membantu sel-sel kanker tumbuh dan menyebar.

Pada jenis kanker payudara ini, terapi hormon merupakan cara mengobati yang paling tepat.

Terapi hormon untuk kanker payudara adalah bentuk terapi sistemik. Dengan kata lain, obat bisa masuk ke dalam sel kanker di semua bagian tubuh, termasuk payudara. Tujuannya untuk menjaga estrogen agar tidak memicu pertumbuhan sel kanker.

Terapi hormon biasanya sering digunakan setelah operasi sebagai prosedur pengobatan tambahan untuk kanker payudara. Jenis terapi ini membantu mengurangi risiko kembalinya kanker setelah dioperasi.

Namun, terapi hormon juga bisa diberikan sebelum operasi dimulai. Selain itu, terapi ini juga kerap digunakan untuk mengobati kanker yang muncul kembali setelah perawatan atau menyebar ke bagian tubuh lain.

Dalam melakukan terapi hormon, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menghambat reseptor estrogen

Obat terapi hormon kanker payudara yang biasa digunakan, yaitu selective reseptor estrogen modulator (SERM), seperti tamoxifen, raloxifen, dan toremifene.

  • Menurunkan kadar estrogen

Obat terapi hormon tipe ini, yaitu  inhibitor aromatase (menghentikan produksi estrogen), seperti letrozole, anastrozole, dan exemestane.

  • Menghilangkan atau menekan fungsi ovarium

Tindakan ini secara medis disebut dengan supresi ovarium, yaitu dilakukan dengan menghilangkan atau menekan fungsi ovarium, yang memproduksi estrogen pada masa pramenopause. Obat yang bisa digunakan pada prosedur ini, yaitu goserelin dan leuprolide.

Jenis pengobatan kanker payudara ini menimbulkan efek samping, seperti:

  • Suasana hati yang berubah-ubah.
  • Hot flashes atau sensasi panas dari dalam tubuh.
  • Vagina kering dan sering mengalami keputihan.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Sakit atau ngilu pada tulang.
  • Nyeri di area bekas suntikan.

6. Imunoterapi

Imunoterapi adalah cara mengobati kanker payudara menggunakan obat yang merangsang sistem imun untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker.

Contoh obat untuk imunoterapi kanker payudara adalah atezolizumab (Tecentriq) yang menargetkan PD-l1, yaitu protein yang ditemukan pada beberapa sel tumor dan sel imun. Memblokir protein ini membantu meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker payudara. Nantinya, tumor akan mengecil dan pertumbuhannya semakin melambat.

Atezolizumab diberikan lewat infus di pembuluh darah setiap 2 minggu. Selain itu, atezolizumab dapat digunakan bersama dengan abraxane (paclitaxel terikat-albumin) untuk pengidap kanker payudara triple negative stadium lanjut yang tumornya menghasilkan protein PD-L1.

Meski efektif, atezolizumab memiliki efek samping, seperti kelelahan, batuk, mual, hilang nafsu makan, sembelit, dan diare. Terkadang, obat ini justru menghapus kendali sistem kekebalan tubuh, sehingga imun justru mulai menyerang bagian tubuh yang sehat. Efek samping yang ini dapat memicu masalah serius dan mengancam nyawa.

Maka jika Anda merasakan berbagai efek samping baru setelah mengonsumsi obat tersebut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Jika efek sampingnya membahayakan tubuh, dokter akan mengubah pengobatan kanker payudara dengan mencarikan alternatifnya, seperti kortikosteroid dosis tinggi.

Berapa lama pengobatan atau obat kanker payudara diperlukan?

efek samping jangka panjang pengobatan kemoterapi

Lama pengobatan kanker payudara sangat bervariasi pada setiap orang. Pasalnya, kondisi tubuh, toleransi obat, dan keparahan kondisi masing-masing orang berbeda.

Sebagai contoh, terapi radiasi bisa berlangsung selama lima hari berturut-turut atau tiga minggu lamanya, tergantung berapa banyak sesi terapi yang Anda dapatkan.

Begitupun dengan kemoterapi, prosedur ini bisa membutuhkan waktu 12 minggu, tetapi ini belum termasuk tambahan waktu yang dibutuhkan jika kondisi kesehatan Anda menurun. Sementara terapi hormon biasanya membutuhkan waktu lebih lama, hingga bertahun-tahun.

Agar setiap cara mengobati kanker payudara yang diupayakan optimal, ingatlah untuk selalu mengikuti anjuran, saran, perintah, dan rekomendasi dokter selama menjalani pengobatan kanker payudara.

Jika dokter memberikan pantangan tertentu, Anda perlu menurutinya agar pengobatan kanker payudara Anda lebih efektif. Jangan lupa untuk periksakan diri secara rutin ke dokter sesuai jadwal yang diberikan.

Berbagai perubahan yang terjadi selama pengobatan kanker payudara

Obat dan berbagai pengobatan kanker payudara mungkin akan mengubah kehidupan Anda. Berikut beberapa perubahan dalam hidup yang mungkin terjadi pada Anda selama menjalani pengobatan kanker payudara:

  • Perasaan jadi campur aduk

Anda mungkin merasa kaget, sedih, marah, kecewa, takut, bahkan hancur begitu didiagnosis kanker payudara. Memiliki perasaan ini sangatlah normal, tetapi jangan terlalu lama. Bangkitlah dan tetaplah berpikir positif serta mintalah bantuan dan dukungan dari orang-orang terdekat.

  • Perubahan fisik

Obat dan pengobatan kanker payudara memang menimbulkan efek samping yang akan mengubah fisik Anda, seperti rambut rontok, berat badan menurun, atau bentuk payudara yang berubah.

  • Masalah kesuburan

Kemoterapi dan terapi hormonal bisa memberikan dampak pada kesuburan Anda. Hal ini akan membuat Anda tidak subur selama sementara waktu atau bahkan permanen.

  • Perubahan kehidupan seks

Perubahan hormon secara signifikan akan membuat Anda mengalami perubahan suasana hati yang tidak menentu, penurunan gairah seksual, kekeringan vagina, dan kelelahan, sehingga seks bersama pasangan mungkin akan menjadi tantangan yang lebih berat.

Berbagai efek samping pengobatan dan obat kanker payudara

Obat-obatan dan pengobatan untuk penyakit kanker payudara memang memberikan efek samping jangka pendek yang mungkin Anda rasakan. Efek samping ini tentu membuat Anda merasa tidak nyaman dan kadang bisa membuat kondisi kesehatan Anda menurun.

Bila Anda mengalaminya, lebih baik konsultasikan dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Namun, Anda juga bisa mengikuti tips di bawah ini untuk mengatasi berbagai efek samping dari pengobatan tersebut.

  • Nyeri tulang dan sendi

Efek samping ini umumnya bisa Anda rasakan bila menjalani pengobatan terapi hormon. Selain obat dari dokter, Anda juga bisa mengatasi nyeri tulang dan sendi dengan melakukan kompres hangat atau dingin, akupuntur, pijat, serta menjaga berat badan ideal dengan menerapkan pola makan sehat dan berolahraga rutin.

  • Hot flashes 

Bila Anda merasakan serangan hawa panas atau hot flashes, Anda bisa coba mengatasinya dengan menggunakan pakaian berbahan tipis, mendinginkan tubuh di ruangan AC atau kipas angin, mandi sebelum tidur, pijat, akupuntur, yoga, atau menghindari asupan berlemak. Anda pun perlu menghindari pemicu hot flashes, seperti stres, merokok, alkohol, kafein, makanan minuman panas, sauna, atau mandi air panas.

  • Kelelahan

Cara mengatasi kelelahan ketika Anda mengobati kanker payudara, yaitu dengan istirahat yang cukup dan membuat tubuh Anda fit. Anda perlu mengonsumsi makanan yang sehat, olahraga secara teratur, sempatkan tidur siang, mengatur aktivitas harian Anda, atau melakukan teknik lainnya, seperti akupuntur, meditasi, pijat, atau yoga.

  • Rambut rontok

Rambut rontok memang identik dengan pengobatan kanker, termasuk payudara. Bila ini terjadi pada Anda, Anda bisa memilih potongan rambut yang sangat pendek, menggunakan tabir surya untuk melindung kepala, menjaga kepala agar tetap hangat, menggunakan wig termasuk mencari informasi tentang perawatan wig yang tepat, menggunakan topi, serta pastikan Anda, keluarga, dan kerabat siap menerima perubahan penampilan Anda.

  • Mual

Mual memang sering terjadi ketika Anda menjalani kemoterapi dan terapi lainnya dalam perawatan kanker payudara. Untuk mengatasinya, Anda perlu makan dengan porsi sedikit tetapi sering, mengonsumsi makanan yang tidak membuat mual, menghindari makanan berminyak, mengonsumsi minuman jahe, serta duduk setelah makan.

Sebaliknya, Anda perlu memenuhi nutrisi tubuh dengan mengonsumsi makanan untuk kanker payudara, yang mengandung serat, protein, antioksidan, dan beta karoten. Aktivitas fisik atau olahraga ringan pun dibutuhkan agar tubuh Anda tetap fit. Konsultasikan dengan dokter mengenai aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi Anda.

Komplikasi dari pengobatan kanker payudara yang mungkin terjadi

waktu pengobatan kanker payudara

Selain efek samping jangka pendek yang mungkin Anda alami, obat dan pengobatan kanker payudara pun bisa menimbulkan komplikasi jangka panjang. Meski demikian, tidak semua pasien akan mengalami komplikasi ini. Berikut beberapa komplikasi yang mungkin bisa timbul.

  • Limfedema, yaitu kondisi kronis yang disebabkan oleh akumulasi cairan getah bening. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan di payudara, lengan, atau tangan di bagian tubuh yang dioperasi.
  • Maalah jantung.
  • Masalah gigi.
  • Osteoporosis.
  • Gumpalan darah.
  • Kekhawatiran tentang kehilangan memori dan fungsi kognitif.

Tips merawat pasien kanker payudara dalam pengobatan

Hidup dengan kanker payudara tidaklah mudah, baik bagi pasien itu sendiri maupun orang yang merawatnya. Bagi Anda yang merawat, umumnya Anda membantu pasien dalam segala hal yang bisa membuat Anda kelelahan dan rentan depresi.

Agar terhindar dari hal tersebut, Anda bisa mengikuti tips di bawah ini dalam merawat pasien kanker payudara yang sedang dalam pengobatan:

  • Jangan melakukan semuanya seorang diri. Pastikan anggota keluarga lain atau orang lain membantu Anda.
  • Sesekali melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama pasien.
  • Berikan dukungan emosional kepada pasien dengan menjadi pendengar yang baik atas segala perasaannya.
  • Berikan waktu untuk diri Anda sendiri ketika luang.
  • Jangan lupa tetap menjaga kesehatan Anda sendiri.
  • Tetap menjaga komunikasi yang baik dengan pasien.
  • Bila Anda adalah pasangan dari pasien, Anda perlu tetap menjaga hubungan yang harmonis dan intim dengan pasien.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Anda sering tidur dalam keadaan terang benderang dan lampu menyala? Mungkin ini saatnya mulai belajar tidur dalam gelap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit
cara mengobati obat kanker

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit
pengobatan dan cara mengatasi kanker darah leukemia

Ragam Obat dan Jenis Pengobatan untuk Mengatasi Leukemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 8 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit