Gejala dan Ciri-ciri Kanker Payudara Perlu Dikenali dan Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian pada kaum wanita. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), pada 2018, diperkirakan ada 627.000 wanita yang meninggal akibat penyakit ini. Kondisi ini sering terjadi karena banyak wanita yang tidak menyadari adanya gejala dan ciri-ciri kanker payudara pada dirinya sedari awal, sehingga baru ke dokter ketika stadiumnya sudah parah.

Gejala dan ciri-ciri kanker payudara memang bisa muncul tanpa Anda sadari, terutama pada stadium awal. Dengan mengenali gejala ini, Anda masih bisa mencegah kanker payudara semakin parah, sehingga pengobatannya pun bisa semakin efektif. Oleh karena itu, di sini akan dijelaskan secara lengkap mengenai tanda, ciri, atau gejala kanker payudara yang mungkin muncul sejak awal kemunculannya hingga sudah stadium lanjut.

Mengenali berbagai gejala dan ciri-ciri kanker payudara

Kanker payudara adalah penyakit yang menyerang jaringan payudara dan sekitarnya. Penyakit ini menimbulkan gejala atau tanda-tanda yang berbeda di setiap stadium kanker payudara.

Pada stadium nol, sel kanker sudah terbentuk, tetapi perkembangannya belum parah dan umumnya belum ditemukan benjolan. Baru pada stadium satu hingga selanjutnya, sel kanker sudah berkembang dan tumor sudah terbentuk dengan ukuran dan penyebaran yang berbeda-beda pada setiap stadiumnya. Semakin tinggi stadiumnya, perkembangan dan penyebaran sel kanker dan tumornya semakin parah, sehingga gejala yang muncul pun bisa makin terasa.

Sebagian besar wanita hanya tahu bahwa kanker payudara ditandai dengan benjolan dan tumor tersebut. Padahal, ada banyak tanda-tanda dan gejala lain yang menandai kemunculan penyakit ini. Bahkan, benjolan yang tergolong kanker payudara pun memiliki ciri-ciri tertentu, yang berbeda dengan jenis benjolan lainnya.

Berikut beberapa gejala, tanda-tanda, atau ciri-ciri yang mungkin muncul pada penderita kanker payudara:

1. Benjolan di payudara

Benjolan di payudara adalah gejala awal dari kanker payudara yang paling mudah dikenali. Selain di payudara, benjolan ini bisa muncul di sekitar dada atas atau ketiak. Pasalnya, jaringan payudara membentang luas hingga ke bawah lengan.

Benjolan kadang tidak terlihat langsung oleh mata telanjang, tetapi akan terasa saat disentuh. Benjolan kanker juga tidak terasa nyeri ataupun menyakitkan.

Secara lengkap, berikut ciri-ciri benjolan tanda kanker payudara:

  • Tekstur benjolan lunak ke arah keras dengan batas yang tidak jelas.
  • Permukaan benjolan tidak rata.
  • Benjolan melekat pada payudara.
  • Hanya ada satu benjolan.
  • Benjolan tidak terasa sakit atau nyeri saat ditekan.
  • Menetap setelah usai menstruasi.

Rutinlah memeriksa penampilan dan kondisi payudara Anda setiap kali mandi agar bisa mendeteksi adanya masalah sedini mungkin. Dengan demikian, Anda akan mudah mengenali benjolan asing dan tidak normal pada payudara Anda.

Ketika benjolan tak kunjung hilang setelah berminggu-minggu, Anda pun perlu segera memeriksakannya.

2. Perubahan kulit payudara

Perubahan pada tekstur kulit payudara juga kerap menjadi salah satu gejala kanker, baik pada stadium awal maupun lanjut. Sel kanker bisa menyerang sel-sel kulit payudara yang sehat dan menyebabkan peradangan, sehingga tekstur aslinya berubah.

Sayangnya, gejala satu ini sering disalahpahami sebagai infeksi kulit biasa. Agar lebih yakin, waspadailah perubahan kulit payudara yang terjadi akibat kanker seperti di bawah ini:

  • Adanya kulit yang menebal di area sekitar payudara.
  • Kulit payudara berlesung atau berlubang seperti kulit jeruk, karena pembuluh getah bening yang ada di bawahnya tertarik sampai akhirnya berkerut. Ini umumnya terjadi pada stadium lanjut.

Tanda-tanda kemerahan ini bisa terjadi pada beberapa jenis kanker payudara, termasuk kanker payudara inflamasi dan penyakit paget. Pada jenis kanker payudara inflamasi, seluruh payudara mungkin terlihat merah atau terdapat bintik merah dan terasa sakit.

Namun pada penyakit paget, ruam merah dan bersisik umumnya terjadi di daerah puting dan sekitarnya. Kemerahan tersebut pun bisa terasa gatal dan agak mirip eksim.

Bila Anda merasakan gejala tersebut, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya, apakah ini terkait dengan kanker payudara atau infeksi kulit biasa.

3. Keluar cairan berwarna dari puting

Gejala dan ciri kanker payudara lainnya yang mungkin terjadi, terutama pada stadium lanjut, yaitu keluarnya cairan dari puting. Namun, cairan ini bukanlah ASI (air susu ibu). Cairan ini bisa encer atau kental serta berwarna cokelat kemerahan, seperti darah.

Cairan ini memang tak selalu menandakan kanker. Bisa jadi keluarnya cairan dari puting ini merupakan tanda masalah kesehatan lain, seperti infeksi payudara.

Meski demikian, tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter saat Anda mengalaminya. Dokter akan memeriksa kondisi Anda serta mendiagnosis penyebab pasti dari tanda tersebut.

4. Kelenjar getah bening membengkak

Pembengkakan pada kelenjar getah bening juga bisa menjadi salah satu ciri penyakit kanker payudara. Pasalnya, sel kanker di payudara bisa berpindah dan menyebar ke kelenjar getah bening.

Adapun kelenjar getah bening (KGB) adalah kumpulan dari jaringan sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan mikroorganisme asing, termasuk sel kanker. Jika sel kanker sampai masuk ke kelenjar getah bening, kelenjar ini akan mengalami pembengkakan.

Selain pada ketiak, kelenjar getah bening di dekat tulang selangka juga biasanya ikut membengkak. Benjolan kelenjar getah bening ini umumnya cenderung kecil dan padat, tetapi terasa lunak jika disentuh.

Benjolan ini juga akan tumbuh besar dan melekat dengan jaringan sekitar ketiak.

5. Payudara besar sebelah

Umumnya, kedua payudara wanita memang memiliki ukuran dan bentuk yang tidak sama persis. Namun, Anda harus waspada jika payudara Anda terlihat besar sebelah secara signifikan. Kondisi ini bisa jadi merupakan tanda atau gejala kanker pada payudara Anda.

Payudara yang besar sebelah bisa terjadi karena adanya benjolan di payudara, akibat sel kanker yang berkembang di area tersebut. Sisi payudara yang terdapat benjolan akan membengkak, sehingga akan tampak turun atau merosot dari sisi payudara yang lain.

Dengan demikian, sisi payudara yang terkena kanker ini akan tampak lebih besar dari sisi payudara satunya.

Jika Anda mengalami pembengkakan pada payudara tanpa alasan yang jelas, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter. Dokter akan memastikan penyebab dari gejala tersebut.

6. Puting susu masuk ke dalam atau tertarik

Selain keluarnya cairan dari puting, perubahan pada puting lainnya juga bisa menjadi gejala dan tanda-tanda Anda terkena kanker payudara. Perubahan ini, yaitu masuknya puting atau puting seperti tertarik ke dalam.

Kondisi ini terjadi karena sel kanker bisa menyerang dan mengubah sel di belakang puting. Perubahan ini bisa menyebabkan puting susu terbalik atau seperti menjorok masuk ke dalam. Padahal, puting susu yang normal akan tampak menonjol keluar.

Selain ujung puting yang masuk ke dalam, bentuk dan ukuran puting juga kerap berubah jauh dari aslinya.

Meski begitu, bukan berarti Anda otomatis positif mengidap kanker payudara jika mengalami gejala ini. Perubahan pada penampilan puting juga bisa disebabkan oleh infeksi atau kista payudara.

Pastikan Anda menghubungi dokter jika gejala-gejala tersebut baru muncul atau belum pernah diperiksakan.

Pentingnya periksa ke dokter secara rutin

Meski Anda tidak memiliki benjolan atau gejala kanker payudara di atas, Anda tetap perlu memeriksakan kondisi payudara Anda secara rutin.  Dengan memeriksakan diri, Anda akan bisa turun tangan untuk mencegah penyakit ini berkembang ke stadium lanjut dan menyebar ke organ-organ lain.

Ingat, tidak semua kanker payudara menunjukkan gejala di awal kemunculannya. Ketika dokter menemukan tanda yang mencurigakan pada payudara Anda, ia dapat menentukan apakah itu kanker payudara atau bukan, dengan melakukan berbagai tes untuk kanker payudara.

Kemudian dokter akan segera memberikan penanganan yang paling sesuai. Bila Anda terdiagnosis memiliki kanker payudara, dokter akan memberikan pengobatan kanker payudara yang sesuai dengan kondisi Anda.

Pemeriksaan gejala kanker payudara dapat dilakukan sendiri (SADARI), klinis (SADANIS), serta mammografi.

Setiap wanita dianjurkan mulai melakukan mamografi pertama kali saat berusia 45 tahun. Namun, jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara, skrining bisa dilakukan lebih awal sesuai dengan anjuran dokter.

Saat Anda memasuki usia 40 tahun ke atas pun Anda perlu melakukan mamografi secara teratur. Pasalnya, risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Maka itu, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan kanker payudara, karena kanker payudara pada stadium dini masih dapat disembuhkan. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Kanker payudara memberikan tantangan tersendiri dalam hubungan asmara. Namun, hubungan harmonis yang dimiliki pasien kanker payudara ternyata ada manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 10 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Merawat pasien kanker payudara membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab yang begitu besar. Berikut tips yang bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Payudara, Health Centers 18 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 4 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit
obat, pengobatan, dan cara mengobati kanker payudara

Jenis Obat dan Pengobatan Kanker Payudara yang Dapat Direkomendasikan Dokter

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 13 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit