home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kanker Payudara pada Pria: Ketahui Penyebab, Gejala Hingga Pengobatannya

Kanker Payudara pada Pria: Ketahui Penyebab, Gejala Hingga Pengobatannya

Mungkin banyak dari Anda berpikir bahwa kanker payudara hanya terjadi pada wanita. Namun, nyatanya tidak demikian. Kanker payudara pada pria mungkin saja terjadi. Apa penyebabnya? Kemudian, bagaimana cara mengenali gejala-gejala dan pengobatan yang mungkin dilakukan?

Kanker payudara bisa terjadi pada pria

Sama seperti wanita, pria pun memiliki sel-sel dan jaringan payudara, yang memungkinkan sel kanker tumbuh dan berkembang pada area tersebut. Meskipun, payudara pada pria tetap rata dan kecil serta tidak memproduksi air susu.

Pria juga bisa memiliki benjolan di payudara. Umumnya, benjolan pada payudara pria disebabkan oleh kondisi yang disebut ginekomastia. Kondisi tersebut sangatlah wajar serta tidak bersifat kanker.

Meski demikian, benjolan pada payudara pria juga bisa disebabkan oleh kanker. Kanker payudara pada pria dimulai ketika sel-sel di jaringan payudara tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali.

Sel kanker ini kemudian membentuk tumor di payudara, yang bisa menyerang jaringan sehat dan kelenjar getah bening di sekitarnya, atau bahkan hingga ke organ tubuh yang jauh lainnya.

Sebagian besar kasus kanker pada pria ini merupakan jenis kanker payudarainflitrating (invasive) ductal carcinoma (IDC). Namun, seorang pria juga mungkin didiagnosis menderita jenis kanker payudara lainnya, seperti kanker payudara inflamasi atau penyakit paget.

Kanker jenis ini pada pria adalah penyakit yang jarang terjadi. Dilansir dari Breastcancer.org, hanya sekitar satu persen dari total kasus kanker payudara, yang terjadi pada pria. Pada 2020, kasusnya diperkirkan mencapai 2.620 dan 520 diantaranya diperkirakan meninggal akibat penyakit ini.

Penyebab kanker payudara pada pria

Hingga kini, belum diketahui dengan jelas apa yang menjadi penyebab kanker payudara pada pria. Meski demikian, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang pria terkena penyakit ini. Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Usia

Risiko terjadinya kanker payudara meningkat seiring pertambahan usia. Kasus kanker payudara yang dialami pria pun sebagian besar ditemukan di usia 60-70 tahun.

2. Genetik dan riwayat keluarga

Gen abnormal (yang bermutasi) dapat diturunkan dari orangtua ke anak. Adapun salah satu gen yang bisa diturunkan, yang membuat seorang pria berisiko lebih besar terkena kanker payudara, adalah mutasi BRCA2.

Dengan kata lain, bila seorang pria memiliki orangtua atau anggota keluarga, terutama pria lain dalam keluarga, dengan riwayat kanker payudara, maka pria tersebut berisiko tinggi akan mengalami hal yang sama.

3. Estrogen

Pria cenderung memiliki kadar hormon estrogen yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita. Namun, pada kondisi tertentu, kadar estrogen pria bisa meningkat. Adapun, sama seperti wanita, kadar estrogen yang tinggi bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan pria memiliki kadar estrogon tinggi terapi hormon, obesitas, kecanduan alkohol dan gangguan atau penyakit hati.

Faktor risiko lain juga disebabkan oleh sebuah kondisi medis langka yang memengaruhi genetik pria, disebut sindrom Klinefelter. Sindrom Klinefelter adalah kondisi bawaan lahir, artinya pria dengan kondisi ini akan memproduksi hormon testosteron yang lebih sedikit dari batas normal.

4. Risiko pekerjaan

Pria yang bekerja di bawah terpaan suhu panas dalam jangka waktu lama memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker payudara dibandingkan pria yang bekerja di tempat yang sejuk. Beberapa contoh pekerjaan tersebut seperti:

  • Tukang las, pandai besi.
  • Buruh pabrik baja.
  • Buruh pabrik otomotif.

Dugaan awal menjelaskan bahwa terpaan panas secara konsisten akan merusak testis, yang berakibat pada kenaikan kadar estrogen. Dugaan lainnya yaitu, lingkungan kerja dengan suhu panas biasanya melibatkan aktivitas senyawa kimia tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker jenis ini pada pria.

Meski demikian, alasan pasti penyebab hal ini masih belum jelas. Temuan ini pun masih harus diselidiki lebih lanjut.

5. Radiasi

Pria yang pernah menerima prosedur radioterapi (menggunakan sinar x-ray dalam dosis tinggi) di bagian dada berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Mengenali gejala kanker payudara pada pria

Gejala kanker payudara pada pria umumnya sama dengan wanita, yaitu adanya benjolan keras pada salah satu payudara. Benjolan ini biasanya terletak di bawah puting dan aerola (lingkaran gelap di sekeliling puting) dan tidak terasa sakit.

Selain itu, beberapa gejala lain juga mungkin dirasakan, seperti:

  • Inverted nipple atau puting masuk ke dalam.
  • Puting atau kulit di sekitarnya menjadi keras, merah, atau bengkak.
  • Luka atau ruam pada puting dan areola yang tak kunjung sembuh.
  • Keluar cairan dari puting.
  • Ada benjolan kecil di ketiak akibat pembesaran kelenjar getah bening di area tersebut.

Bila sel kanker sudah menyebar (metastasis) ke organ tubuh lain, seperti tulang, hati, atau paru-paru, Anda mungkin akan merasakan gejala lainnya, seperti nyeri tulang, sesak napas, merasa lelah sepanjang waktu, atau kulit yang gatal disertai dengan mata yang menguning.

Bila Anda menemui benjolan di payudara atau gejala lainnya seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter. Meski benjolan di payudara tidak selamanya bersifat kanker. tetapi pemeriksaan dan pengobatan tetap diperlukan. Semakin dini sel kanker ditemukan, semakin besar kemungkinannya Anda bisa sembuh.

Cara mendiagnosis kanker payudara pada pria

Dokter akan melakukan beberapa tes atau pemeriksaan kanker payudara untuk mengetahui mendiagnosis penyakit ini. Tes yang mungkin dijalani untuk mendeteksi kanker payudara pria, yaitu:

Tes lain mungkin juga dibutuhkan, terutama bila kanker payudara sudah menyebar ke organ tubuh lainnya, Beberapa tes tersebut, seperti rontgen dada, CT scan, atau scan tulang.

Pengobatan kanker payudara pada pria

Dokter biasanya akan merencanakan pengobatan kanker payudara berdasarkan jenis dan stadium kanker serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Pilihan pengobatan tersebut, antara lain:

  • Operasi pengangkatan jaringan payudara (mastektomi), termasuk pengangkatan kelenjar getah bening di sekitar ketiak.
  • Radioterapi atau terapi radiasi kanker payudara. Terapi ini dapat dilakukan setelah operasi untuk menghilangkan sel kanker yang tersisa di payudara, otot dada, atau ketiak.
  • Kemoterapi kanker payudara. Prosedur ini biasanya dilakukan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang mungkin menyebar ke luar payudara pria.
  • Terapi hormon. Terapi hormon pada pria biasanya menggunakan obat tamoxifen. Adapun obat terapi hormon lainnya yang biasa digunakan untuk wanita belum terbukti efektik untuk pria.
  • Terapi target. Obat yang sering digunakan pada prosedur pengobatan ini, yaitu trastuzumab (Herceptin).

Dengan berbagai pengobatan ini, kanker payudara pria masih mungkin disembuhkan, terutama bila ditemukan saat stadium awal. Namun, kemungkinan sembuh dari kanker payudara akan menurun bila sel kanker telah menyebar di luar jaringan payudara.

Pada kondisi ini, pengobatan biasanya diperlukan untuk memperlambat perkembangan sel kanker serta memperpanjang angka harapan hidup. Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter bila menemukan gejala kanker payudara tertentu.

Selain itu, Anda pun harus menerapkan pola hidup sehat untuk menurunkan risiko serta mencegah kanker payudara, termasuk pada pria. Kurangilah konsumsi alkohol serta menjaga berat badan ideal, terutama bila Anda memiliki risiko tinggi kanker payudara dari faktor genetik atau penyakit bawaan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Cancer Society. 2020. What Is Breast Cancer in Men? https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer-in-men/about/what-is-breast-cancer-in-men.html. Accessed July 6, 2020.

American Cancer Society. 2020. Targeted Therapy for Breast Cancer in Men. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer-in-men/treating/targeted-therapy.html. Accessed July 6, 2020.

Breastcancer.org. 2020. Male Breast Cancer. https://www.breastcancer.org/symptoms/types/male_bc. Accessed July 6, 2020.

Breastcancer.org. 2020. Symptoms of Male Breast Cancer. https://www.breastcancer.org/symptoms/types/male_bc/symptoms. Accessed July 6, 2020.

Breastcancer.org. 2020. The Risk Factors for Male Breast Cancer. https://www.breastcancer.org/symptoms/types/male_bc/risk. Accessed July 6, 2020.

Breastcancer.org. 2020. Diagnosis of Male Breast Cancer. https://www.breastcancer.org/symptoms/types/male_bc/diagnosis. Accessed July 6, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Male breast cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-breast-cancer/symptoms-causes/syc-20374740#:~:text=Signs%20and%20symptoms%20of%20male,that%20begins%20to%20turn%20inward. Accessed July 6, 2020.

NHS. 2020. Breast cancer in men. https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer-in-men/. Accessed July 6, 2020.

NHS. 2020. Symptoms – Breast cancer in men. https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer-in-men/symptoms/ Accessed July 6, 2020.

National Breast Cancer Foundation. 2020. Male Breast Cancer. https://www.nationalbreastcancer.org/male-breast-cancer. Accessed July 6, 2020.

Cocco, P., Figgs, L., Dosemeci, M., Hayes, R., Linet, M. S., & Hsing, A. W. (1998). Case-control study of occupational exposures and male breast cancer. Occupational and environmental medicine55(9), 599–604. https://doi.org/10.1136/oem.55.9.599.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal diperbarui 24/12/2016
x