home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Informasi Lengkap tentang MRI Payudara, Termasuk Persiapan dan Prosedurnya

Informasi Lengkap tentang MRI Payudara, Termasuk Persiapan dan Prosedurnya

Salah satu pemeriksaan atau tes yang digunakan untuk mendeteksi kanker payudara adalah MRI payudara. Bagaimana prosedur ini dilakukan? Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu MRI Payudara?

Magnetic Resonance Imaging (MRI) payudara adalah tes yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar struktur payudara secara detil. Melalui gambar ini, dokter dapat melihat bila ada kelainan pada payudara Anda.

Prosedur ini biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kanker payudara lainnya, seperti mamografi dan ultrasonografi (USG). Tes MRI bisa menunjukkan informasi mengenai kondisi payudara Anda yang tidak didapat oleh kedua alat tes pencitraan tersebut.

Mengapa perlu melakukan MRI payudara?

Dilansir dari American Cancer Society, ada dua kegunaan MRI payudara yang umum, yaitu:

1. Menentukan perkembangan kanker

MRI payudara terkadang dilakukan pada wanita yang telah didiagnosis kanker payudara. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kanker berkembang, mencari tumor lain di payudara, serta memeriksa kemungkinan tumor di payudara lainnya.

Meski demikian, tidak semua wanita dengan kanker payudara membutuhkan pemeriksaan ini. Konsultasikan dengan dokter mengenai pemeriksaan yang tepat untuk Anda.

2. Melakukan skrining kanker payudara

Skrining atau deteksi kanker payudara dengan MRI umumnya dilakukan pada wanita yang berisiko tinggi mengalami kanker payudara, seperti riwayat keluarga atau faktor risiko kanker payudara lainnya.

Pada wanita dengan kondisi ini, biasanya tes MRI dilakukan bersamaan dengan mammografi tahunan. Bila tes MRI dilakukan sendiri, kemungkinan akan ada beberapa temuan kanker yang terlewat, yang hanya bisa ditemukan dengan mamografi.

Meski demikian, MRI juga memungkinkan untuk menemukan hal-hal yang ternyata bukan kanker. Oleh karena itu, tes ini tidak direkomendasikan pada wanita yang tidak memiliki risiko tinggi kanker payudara.

Selain kondisi di atas, berikut beberapa kondisi lainnya yang mungkin direkomendasikan oleh dokter untuk melakukan MRI payudara:

  • Mengalami dugaan implan payudara bocor atau pecah.
  • Risiko tinggi mengalami kanker payudara dengan kemungkinan 20-25 persen.
  • Jaringan payudara yang sangat padat, yang sebelumnya tidak dapat dideteksi dengan mamografi.
  • Riwayat prakanker payudara, seperti hiperplasia atipikal atau karsinoma lobular in situ.
  • Mutasi gen kanker payudara, seperti BRCA1 atau BRCA2.
  • Menjalani perawatan radiasi di area dada sebelum usia 30 tahun.

Apa yang harus dipersiapkan untuk MRI payudara?

Sebelum melakukan MRI payudara, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini agar memberikan hasil pemeriksaan yang maksimal. Berikut beberapa persiapan yang harus Anda lakukan:

  • Jadwalkan MRI pada awal siklus menstruasi

Penting untuk menjadwalkan MRI pada awal siklus menstruasi. Waktu yang paling baik adalah di antara hari ketujuh dan hari ke-14 siklus bulanan Anda.

Namun, jika Anda pramenopause, MRI mungkin akan dijadwalkan pada waktu tertentu selama siklus menstruasi Anda, sekitar hari ketiga hingga ke-14. Beri tahu dokter mengenai siklus menstruasi Anda dan dokter akan menentukan waktu yang tepat untuk Anda melakukan MRI.

  • Beri tahu dokter soal alergi yang Anda miliki

MRI umumnya menggunakan zat pewarna untuk membuat gambar lebih mudah diinterpretasikan. Zat ini biasanya akan diberikan melalui vena di lengan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memberi tahu dokter bila memiliki alergi terhadap zat tertentu untuk menghindari komplikasi.

  • Beri tahu dokter jika memiliki masalah ginjal

Zat warna yang biasa digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar MRI (gadolinium) dapat menyebabkan komplikasi serius pada orang dengan masalah ginjal. Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki riwayat penyakit ini.

  • Beri tahu dokter jika Anda hamil

Umumnya, MRI tidak direkomendasikan untuk wanita hamil karena terdapat potensi risiko efek gadolinium terhadap bayi.

  • Beri tahu dokter jika Anda menyusui

Jika Anda menyusui, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk berhenti menyusui bayi Anda selama dua hari setelah MRI payudara. Meski efeknya rendah pada bayi, tetapi sebaiknya Anda lakukan ini bila khawatir.

  • Jangan menggunakan sesuatu berbahan logam apapun selama MRI

Objek berbahan logam, seperti perhiasan atau jam tangan, dapat rusak ketika proses MRI. Sebaiknya tinggalkan perhiasan Anda di rumah atau lepas sebelum MRI dilakukan.

  • Beri tahu dokter tentang perangkat implan di dalam tubuh

Jika Anda memiliki alat medis implan, seperti alat pacu jantung, defibrillator, port obat implan atau sendi buatan, beri tahu dokter sebelum MRI dilakukan.

Bagaimana proses MRI payudara?

Mesin MRI payudara meliputi meja datar yang dapat digeser masuk dan keluar. Bagian yang seperti roda adalah tempat magnet dan gelombang radio yang memproduksi gambar dari payudara Anda.

Sebelum scan, Anda akan menggunakan pakaian rumah sakit dan melepas semua perhiasan Anda. Jika menggunakan zat pewarna kontras, infus akan dipasang pada lengan Anda agar pewarna dapat disuntikkan ke aliran darah.

Di ruangan MRI, Anda akan berbaring tengkurap di meja tersebut. Kemudian Anda akan masuk ke dalam mesin. Ahli teknis akan menginstruksikan, seperti kapan harus diam dan menahan napas. Instruksi akan diberikan melalui mikrofon.

Anda tidak akan merasakan mesin bekerja, tetapi akan terdengar suara-suara keras. Biasanya teknisi akan memberikan sumbat telinga untuk mengatasi ini.

Tes biasanya berlangsung selama 30 menit sampai 1 jam. Begitu gambar telah direkam, Anda dapat keluar dan prosedur telah selesai dilakukan.

Cara membaca hasil MRI payudara

Hasil pemeriksaan MRI payudara biasanya akan ditinjau oleh ahli radiologi. Tim medis di rumah sakit kemudian akan menghubungi Anda untuk membahas hasil tes.

Mirip dengan rontgen, hasil MRI berwarna hitam dan putih. Tumor dan kelainan pda payudara akan terlihat seperti bercak berwarna putih, akibat zat pewarna kontras yang berkumpul di aktivitas sel yang meningkat.

Jika hasil MRI payudara menunjukkan sel yang dicurigai kanker, dokter mungkin akan melakukan biopsi payudara. Biopsi akan memastikan apakah jaringan tersebut kanker atau bukan.

Risiko MRI payudara yang perlu dipertimbangkan

MRI payudara dianggap sebagai jenis pemeriksaan yang aman karena tidak menggunakan radiasi, seperti CT scan. Meski demikian, MRI payudara juga memiliki beberapa risiko lain, seperti:

  • Hasil tidak akurat. Tes ini tidak dapat selalu membedakan pertumbuhan kanker dan non-kanker. Anda mungkin perlu menjalani biopsi yang sebenarnya tidak perlu dilakukan bila ternyata hasil biopsi menunjukkan tumor yang Anda miliki jinak.
  • Reaksi alergi terhadap zat pewarna kontras.
  • Komplikasi serius pada seseorang dengan masalah ginjal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Cancer Society. 2020. Breast MRI. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/screening-tests-and-early-detection/breast-mri-scans.html. Accessed July 7, 2020.

John Hopkins Medicine. 2020. Breast Magnetic Resonance Imaging (MRI). https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/breast-mri. Accessed July 7, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Breast MRI. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/breast-mri/about/pac-20384809. Accessed July 7, 2020.

National Library of Medicine – National Institutes of Health. 2020. Breast MRI scan. https://medlineplus.gov/ency/article/007360.htm. Accessed July 7, 2020.

RadiologyInfor.org. 2020. Magnetic Resonance Imaging (MRI) – Breast. http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=breastmr. Accessed July 7, 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 27/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri