Informasi Seputar Benjolan di Payudara yang Penting Diketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 September 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Menemukan benjolan di payudara bisa jadi membuat Anda cemas. Mungkin Anda sudah berpikir bahwa benjolan tersebut merupakan kanker payudara. Namun jangan khawatir, benjolan pada payudara tak selalu kanker. Kondisi ini bisa jadi hal lainnya, seperti tumor payudara yang tidak serius.

Lantas, apa ciri benjolan di payudara termasuk tumor dan bagaimana membedakannya dengan kanker? Apa saja jenis tumor jinak yang bisa terjadi di payudara?

Apa ciri-ciri benjolan dan tumor jinak di payudara ?

Benjolan di payudara dapat terjadi pada siapapun, baik wanita maupun pria. Benjolan biasanya dapat dirasakan saat ada satu area spesifik pada payudara yang membengkak dan menonjol. 

American Cancer Society menyebut, sebagian besar perubahan atau benjolan pada payudara, termasuk tumor, bersifat jinak. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa benjolan yang muncul merupakan kanker.  

Definisi tumor adalah massa jaringan yang tumbuh secara abnormal. Secara garis besar, terdapat dua jenis tumor, yaitu tumor nonkanker atau tumor jinak dan tumor yang bersifat kanker atau disebut juga dengan tumor ganas.

Untuk mengetahui apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau tidak, umumnya diperlukan pemeriksaan secara medis. Namun, ada beberapa ciri-ciri tumor jinak di payudara yang perlu Anda ketahui dan perhatikan untuk deteksi dini kanker payudara.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri tumor nonkanker di payudara: 

  • Cenderung mudah digerakkan atau bergeser jika disentuh.
  • Memiliki batas yang jelas.
  • Berbentuk oval atau bulat (biasanya terasa seperti kelereng). 
  • Kemunculannya cenderung mengikuti siklus menstruasi.
  • Bisa terasa sakit atau tidak sama sekali. 
  • Pertumbuhannya lambat.

Kapan harus pergi ke dokter?

Apapun gejala dan perubahan pada payudara yang Anda rasakan, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Namun, Anda perlu mewaspadai beberapa gejala dan ciri yang mungkin terkait dengan tumor ganas atau kanker payudara, seperti benjolan yang tak kunjung hilang setelah menstruasi, benjolan tumbuh lebih besar dan cepat, perubahan pada kulit payudara, dan gejala kanker pada payudara lainnya. 

Jika berbagai gejala ini sudah muncul, tak perlu menunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter. Semakin cepat Anda ke dokter, akan semakin cepat pula permasalahan Anda teratasi.

Apa penyebab benjolan dan tumor jinak payudara?

penyebab payudara sakit nyeri

Munculnya benjolan dan tumor di payudara dapat terjadi karena beberapa hal. Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut beberapa penyebab munculnya benjolan atau tumor nonkanker payudara:

  • Perubahan jaringan payudara.
  • Infeksi payudara.
  • Jaringan parut akibat cedera payudara.
  • Fluktuasi hormon, terutama selama menstruasi, kehamilan, atau menopause.
  • Obat-obatan yang mungkin menyebabkan tumor atau sakit pada payudara, seperti pil KB dan terapi hormon.
  • Minuman berkafein.

Jenis-jenis benjolan dan tumor di payudara

Benjolan di payudara bisa saja terdeteksi saat Anda melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, belum tentu benjolan yang Anda rasakan itu adalah kanker. Beberapa jenis benjolan dan tumor yang mungkin muncul pada payudara, antara lain: 

1. Fibrokistik

Sebagian besar benjolan pada payudara merupakan perubahan payudara fibrokistik. Kondisi ini menyerang sekitar 50-60 persen wanita di seluruh dunia. 

Fibrokistik adalah kondisi ketika terbentuknya kista berisi cairan bersamaan dengan area fibrosis pada satu atau kedua area payudara. Adapun fibrosis adalah penebalan jaringan payudara, sehingga terasa agak keras atau kenyal dan umumnya dapat terasa dengan sentuhan.

Selain pembengkakan pada payudara, perubahan fibrokistik juga mungkin menimbulkan rasa nyeri atau bahkan keluar cairan dari puting. Fibrosis juga bisa terjadi dengan sendirinya tanpa ada kista yang ikut terbentuk.

Perubahan payudara ini umumnya terjadi pada wanita premenopause akibat perubahan hormon. Kondisi ini pun dapat memburuk pada sebelum periode menstruasi Anda dan membaik setelah periode berakhir.

Oleh karena itu, perubahan payudara fibrokistik umumnya tidak membutuhkan perawatan medis. Kondisi ini pun bukan merupakan faktor risiko kanker payudara

2. Fibroadenoma

Fibroadenoma atau fibroadenoma mammae adalah salah satu jenis tumor jinak yang paling sering dialami wanita. Fibroadenoma merupakan tumor yang terdiri dari jaringan kelenjar dan jaringan stroma (penghubung), yang umumnya terjadi karena perubahan kadar hormon. 

Ciri-ciri benjolan tumor ini, yaitu cenderung berbentuk bulat seperti kelereng dan memiliki batas yang jelas. Jika ditekan, benjolannya dapat bergeser, umumnya terasa keras, padat, atau kenyal, serta tidak menimbulkan rasa sakit. 

Terkadang, tumor fibroadenoma berhenti tumbuh atau menyusut dengan sendirinya. Pada kondisi ini, Anda mungkin tidak memerlukan perawatan medis apapun.

Meski demikian, benjolan ini bisa terus bertumbuh hingga menjadi sangat besar, atau disebut dengan giant fibroadenoma. Pada kondisi ini, dokter umumnya merekomendasikan untuk membuang benjolan tersebut. 

Fibroadenoma bisa dialami oleh wanita pada usia berapapun, tetapi kondisi ini sering ditemukan pada wanita berusia 20-30 tahun. Benjolan di payudara umumnya tidak akan berkembang menjadi kanker. 

3. Papiloma intraduktal

Papiloma intraduktal adalah benjolan atau tumor jinak nonkanker yang tumbuh di dalam saluran susu payudara (duktal). Jenis tumor ini terdiri dari jaringan kelenjar, jaringan fibrosa, dan pembuluh darah. 

Biasanya papiloma intraduktal teraba sebagai satu benjolan cukup besar di dekat puting, atau disebut solitary papilloma. Namun, papiloma intraduktal juga bisa berbentuk beberapa benjolan kecil yang terletak jauh dari puting, atau disebut multiple papillomas. 

Solitary papilloma umumnya tidak meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara, kecuali bila muncul perubahan pada payudara lainnya, seperti hiperplasia atipikal. Adapun hiperplasia atipikal, yaitu kondisi prakanker yang menggambarkan adanya kumpulan sel-sel abnormal di payudara.

Sementara multiple papillomas umumnya dapat meningkatkan seseorang terkena kanker payudara pada kemudian hari. Oleh karena itu, meski jinak, tumor jenis ini perlu diangkat melalui prosedur operasi. Adapun papiloma intraduktal sering terjadi pada wanita berusia 35-55 tahun.

4. Nekrosis lemak traumatis (traumatic fat necrosis)

Traumatic fat necrosis terjadi ketika ada luka pada payudara akibat cedera, setelah operasi payudara, atau terapi radiasi. Kondisi ini menyebabkan jaringan payudara rusak dan jaringan parut menggantikan jaringan payudara tersebut.

Akibatnya terbentuklah benjolan bulat dan keras yang terasa sakit. Selain benjolan, payudara juga bisa mengeluarkan cairan yang bukan air susu. 

Benjolan jenis ini lebih sering terjadi pada wanita dengan payudara yang sangat besar dan umumnya tidak meningkatkan risiko kanker payudara.

5. Lipoma

Tumor di payudara lainnya adalah lipoma. Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh lambat dan paling sering terletak di antara kulit serta lapisan otot.

Lipoma dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, termasuk payudara. Benjolan ini bukanlah kanker dan biasanya tidak berbahaya.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan berbagai gejala, seperti benjolan yang lembut dan agak padat saat disentuh, bisa bergerak ketika disentuh, umumnya berukuran kurang dari 5 cm, serta bisa terasa sakit atau tidak.

6. Kista payudara

Bentuk benjolan payudara lainnya yang umum terjadi, yaitu kista payudara. Secara umum, kista payudara berbeda dengan tumor.

Bila tumor merupakan area jaringan yang tumbuh secara abnormal, kista merupakan benjolan atau kantong yang berisi cairan. Namun, terkadang keduanya masih sulit dibedakan tanpa pemeriksaan medis. 

Benjolan kista payudara umumnya berbentuk bulat atau oval yang berisi cairan. Bentuknya bisa sangat kecil, tetapi juga bisa sangat besar sehingga akan sangat terasa benjolannya ketika disentuh. 

Kista juga dapat menyebabkan rasa sakit, terasa lembut, dan bisa digerakkan ketika disentuh. Gejala ini pun dapat memburuk ketika mendekati masa menstruasi.

Kista payudara dapat terjadi pada usia berapa pun. Namun, kondisi ini paling sering ditemukan pada wanita berusia 40-an. Sama seperti beberapa tumor jinak, kista payudara tidak meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

7. Kanker payudara

Benjolan kanker payudara disebut juga dengan tumor ganas. Benjolan jenis ini paling dikhawatirkan karena dapat mengancam nyawa.

Tumor payudara ganas bisa bermula dari saluran susu (duktus), kelenjar susu (lobulus), atau jaringan ikat di dalamnya. Jaringan yang terinfeksi menentukan jenis kanker payudara yang dialami.

Dari jaringan tersebut, sel kanker pada tumor dapat berkembang dengan cepat dan menyebar ke jaringan sehat dan kelenjar getah bening di sekitarnya, dan bahkan ke organ tubuh lainnya (metastasis).

Bila sudah bermetastasis, kemungkinan sembuhnya akan sangat rendah. Sebaliknya, bila benjolan kanker payudara ditemukan lebih awal, kemungkinan sembuhnya akan lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk selalu mendeteksi dini kanker payudara.

Benjolan kanker payudara bisa muncul bersamaan dengan gejala kanker payudara lainnya, seperti perubahan pada puting atau kulit payudara, keluarnya cairan dari puting, dan perubahan abnormal lainnya.

Apa yang harus dilakukan saat timbul benjolan atau tumor di payudara?

SADARI kanker payudara

Anda mungkin panik begitu menemukan adanya benjolan di payudara. Bila ini terjadi pada Anda, tetap tenang dan sebaiknya ikut langkah di bawah ini untuk memastikannya.

  • Cek kembali payudara Anda

Sebaiknya Anda cek kembali dengan meraba ke semua bagian payudara, baik di bagian kiri maupun kanan. Agar hasilnya valid, lakukan pemeriksaan sesudah atau jauh sebelum jadwal menstruasi Anda. Cek juga apakah ada gejala lainnya selain benjolan tersebut pada payudara Anda.

  • Periksa kembali kalender menstruasi

Bila menemukan benjolan, coba cek kembali kalender menstruasi Anda. Bisa jadi benjolan ini hanya tanda Anda akan menstruasi.

  • Konsultasi dengan dokter

Bila Anda masih merasa tidak nyaman dan khawatir dengan benjolan tumor pada payudara tersebut, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk dapat memastikannya.

Saat berkonsultasi dengan dokter, Anda mungkin perlu melakukan beberapa tes kanker payudara, seperti mammografi, MRI payudara, atau USG payudara, terutama bila benjolan Anda dicurigai sebagai kondisi yang serius. Tes lainnya, seperti ductogram, pun mungkin dibutuhkan bila Anda mengalami gejala keluarnya cairan dari puting.

Anda pun mungkin butuh biopsi payudara atau tes lainnya bila ditemukan tumor, untuk memastikan apakah tumor tersebut jinak atau ganas.

Namun, jangan khawatir, sebagian besar hasil tes ini menunjukkan bahwa tumor yang muncul di payudara tidak terkait dengan kanker. Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai tes pemeriksaan yang tepat untuk Anda.

Bagaimana pengobatan pada benjolan dan tumor jinak di payudara?

Beberapa benjolan dan tumor jinak di payudara umumnya tidak membutuhkan perawatan medis. Pasalnya, beberapa benjolan, seperti fibrokistik, bisa hilang dengan sendirinya setelah periode menstruasi Anda.

Namun, beberapa benjolan dan tumor pun mungkin membutuhkan perawatan medis karena dikhawatirkan semakin membesar dan bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Pengobatan pun mungkin dibutuhkan bila Anda merasakan nyeri atau ketidaknyamanan pada payudara Anda.

Beberapa pengobatan dan obat yang mungkin diberikan untuk mengatasi benjolan atau tumor payudara, yaitu:

  • Aspirasi jarum halus atau fine-needle aspiration. Pengobatan ini untuk mengeluarkan kista berisi cairan.
  • Pembedahan atau operasi untuk mengangkat benjolan atau tumor di payudara (lumpektomi).
  • Antibiotik oral untuk mengatasi infeksi.

Meski sebagian besar tidak membutuhkan pengobatan, tetapi beberapa orang dengan jenis benjolan dan tumor tertentu, seperti fibroadenoma, mungkin memerlukan pemeriksaan medis secara rutin. Hal ini diperlukan untuk melihat apakah tumor yang ada bertumbuh semakin besar sehingga pada akhirnya membutuhkan pengobatan.

Konsultasikan dengan dokter Anda seberapa rutin Anda perlu menjalani pemeriksaan ini.

Beragam Pilihan Pengobatan Kanker Payudara yang Biasa Direkomendasikan Dokter

Bagaimana mencegah benjolan dan tumor di payudara?

Pada dasarnya, benjolan dan tumor di payudara tidak bisa dicegah. Sebab, hal ini seringkali berkaitan dengan kadar hormon yang memang sudah umum terjadi pada wanita.

Namun, penting untuk mengenali payudara Anda dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin. Hal ini dapat membantu Anda menemukan benjolan atau tumor lebih dini sehingga pengobatannya pun dapat segera dilakukan, bila memang dibutuhkan.

Bila benjolan tersebut terkait kanker, SADARI pun dapat membantu mencegah kanker payudara yang Anda alami semakin parah.

Selain SADARI, Anda pun perlu tetap menerapkan pola hidup sehat dengan rutin olahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Bahkan, sebuah penelitian menemukan, mengonsumsi minuman tertentu, seperti teh, diyakini dapat membantu mencegah terjadinya tumor di payudara.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Human Molecular Genetics tahun 2017, ada kemungkinan perubahan aktivitas gen pada tubuh wanita yang rutin minum teh. Dalam penelitian ini, perubahan yang terjadi berkaitan erat dengan pengaturan kadar hormon estrogen wanita.

Dengan demikian, wanita yang minum teh bisa mencegah tumbuhnya tumor payudara, yang bisa disebabkan oleh produksi estrogen berlebihan. Namun, para ahli masih memerlukan penelitian lebih lanjut guna memahami seperti apa persisnya hubungan antara nutrisi dan kandungan dalam teh dengan perubahan gen pada tubuh wanita tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit