Berbagai Cara Efektif untuk Mencegah dan Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Kementerian Kesehatan menyebut, kanker payudara merupakan jenis penyakit kanker yang paling sering terjadi pada wanita di Indonesia. Angka kematian pada wanita yang diakibatkan oleh kanker payudara pun tinggi, dengan rata-rata 17 kematian per 100.000 penduduk. Itulah sebabnya pemerintah sangat menekankan upaya deteksi dini sebagai bentuk pencegahan kanker payudara. Lantas, apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker payudara?

Cara mencegah kanker payudara

Mencegah kanker payudara tidak bisa dilakukan secara instan, hanya dengan satu cara. Ada berbagai upaya yang perlu Anda jalani agar terhindar dari penyakit mematikan satu ini. Adapun sebagian besar cara tersebut merupakan perubahan gaya hidup.

Perubahan gaya hidup ini perlu dilakukan bagi siapapun, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko kanker payudara. Bagi Anda yang sudah terkena kanker payudara pun, cara-cara ini perlu tetap dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan angka harapan hidup serta membantu menjaga kondisi Anda tetap fit selama pengobatan kanker payudara.

Berikut beberapa perubahan gaya atau pola hidup dan upaya lainnya yang perlu Anda jalani untuk menghindari kanker payudara:

1. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

makanan untuk penderita diabetes

Pola makan sehat adalah salah satu cara penting untuk mencegah kanker payudara. Pasalnya, banyak pakar kesehatan yakin ada beberapa makanan yang menyebabkan kanker payudara. Adapun makanan tersebut umumnya memiliki kandungan yang tidak sehat bagi tubuh, seperti gula yang tinggi,  lemak jahat, atau zat lainnya yang berbahaya bila dikonsumsi berlebihan. 

Di sisi lain, konsumsilah makanan yang sehat dengan gizi seimbang secara rutin, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, serta berbagai makanan untuk kanker payudara lainnya. Pilihlah makanan dengan dengan kandungan serat yang tinggi, lemak baik, protein yang memiliki kadar lemak jenuh rendah, serta sumber karbohidrat yang sehat. 

Namun, penting untuk diingat bahwa mengonsumsi makanan atau minuman yang sehat saja tidak terbukti langsung dapat menghindari kanker payudara. Anda perlu melakukan cara pencegahan kanker payudara lainnya agar lebih optimal. 

2. Menghindari minum alkohol

Semakin banyak dan sering Anda minum alkohol, semakin besar peluang Anda terkena kanker payudara. Dilansir dari Breastcancer.org, remaja wanita dengan rentang umur antara 9-15 tahun yang minum 3-5 minuman beralkohol per minggu berisiko tiga kali lebih tinggi terkena kanker payudara.

Adapun alkohol memicu kanker payudara dengan cara meningkatkan kadar estrogen dan menyebabkan kerusakan DNA dalam tubuh.

Melihat fakta tersebut, salah satu cara mencegah kanker payudara sejak dini adalah dengan tidak membiasakan mengonsumsi minuman beralkohol. Namun, bila Anda sudah meminumnya, sebaiknya batasi konsumsi alkohol hanya dua minuman per minggu. 

Anda bisa mengganti minuman beralkohol ini dengan jenis minuman lainnya yang serupa, seperti mocktail yang sama seperti cocktail, tetapi tanpa alkohol, atau minuman lainnya.

3. Melakukan olahraga secara rutin

Olahraga bisa membantu menjaga berat badan tetap ideal. Adapun berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara. 

Oleh karena itu, cara lainnya untuk mencegah kanker payudara adalah dengan berolahraga rutin setidaknya 30 menit setiap hari. Anda bisa melakukan olahraga apapun yang Anda suka, seperti jogging, senam aerobik, bersepeda, atau berenang.

Bagi Anda yang sudah terkena kanker payudara, olahraga juga harus tetap dilakukan. Olahraga dapat membantu mengurangi efek samping pengobatan, komplikasi dari pengobatan, risiko kekambuhan kanker, stres atau depresi, serta memperbaiki suasana hati.

Lakukan olahraga selama 30 menit setiap hari dan pilihlah olahraga yang ringan untuk penderita kanker payudara, seperti berjalan, berenang, yoga, tai chi, atau latihan kekuatan. Jangan paksakan diri ketika berolahraga dan berhentilah bila Anda merasa sakit ketika sedang melakukan olahraga.

Namun, yang terpenting, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

4. Menjaga berat badan ideal

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara, terutama pada wanita usia lanjut atau pascamenopause. Pasalnya, lemak yang menumpuk dalam tubuh dapat meningkatkan kadar hormon estrogen, yang bisa menjadi penyebab kanker payudara.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda menjaga berat badan tetap ideal sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit kanker payudara. Adapun cara untuk menjaga berat badan tetap ideal, yaitu dengan olahraga rutin dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti yang dijelaskan di atas. 

5. Menghentikan kebiasaan merokok

Merokok sudah terbukti dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker. Adapun salah satu penyakit kanker yang bisa diakibatkan oleh kebiasaan merokok, yaitu kanker payudara, terutama pada wanita muda atau premenopause.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari rokok untuk mencegah kanker payudara. Bila Anda sudah merokok, sebaiknya berhenti mulai sekarang. Anda pun perlu menghindari paparan asap rokok meski Anda tidak merokok. Pasalnya, risiko kanker payudara juga tetap muncul pada “perokok pasif”, terutama pada wanita pascamenopause. 

Bagi penderita kanker payudara, merokok pun dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi dari pengobatannya. Oleh karena itu, cobalah untuk berhenti merokok pelan-pelan dan mulai dengan mengurangi jumlah batang rokok yang diisap setiap harinya.

6. Menyusui setelah melahirkan

Bagi wanita yang baru saja melahirkan, menyusui langsung dari payudara tidak hanya menguntungkan untuk bayi. Namun, menyusui selama satu tahun atau lebih juga dapat menghindari kanker payudara pada diri Anda. 

Pasalnya, selama menyusui, terjadi perubahan hormon yang menunda periode menstruasi. Dengan demikian, hormon estrogen Anda akan tetap stabil. Adapun kadar estrogen yang berlebih dapat meningkatkan risiko tumbuhnya sel kanker di payudara.

7. Membatasi dosis dan durasi terapi hormon

Meneruskan terapi hormon kombinasi selama lebih dari tiga tahun ternyata bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Oleh karena itu, terapi hormon pascamenopause sebaiknya tidak dilakukan dalam jangka panjang. Durasi pemberian obat harus dibatasi sesingkat mungkin atau gunakan dosis yang rendah. 

Jika Anda menggunakan obat-obatan hormon untuk mengatasi gejala menopause, tanyakan ke dokter tentang alternatifnya. Pasalnya, manfaat terapi hormon setelah menopause sering kali lebih kecil dibandingkan risikonya.

8. Menghindari pil KB pada kondisi tertentu

Penggunaan pil KB, terutama jika Anda sudah berusia lebih dari 35 tahun, dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker payudara. Risiko ini akan hilang saat Anda menghentikan penggunaan pil KB.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, sebaiknya Anda memilih alat kontrasepsi lain atau konsultasikan dengan dokter untuk cara mencegah kehamilan yang tepat.

9. Memperoleh istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup memang tidak dapat mencegah kanker payudara, tetapi hal ini dapat meningkatkan kebugaran tubuh yang secara tidak langsung dapat menghindari berbagai risiko penyakit.

Adapun bagi penderita kanker payudara, istirahat yang cukup dapat membantu proses pemulihan dari pengobatan yang dijalani. Usahakan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam untuk mendapatkan manfaat tersebut.

10. Mengurangi stres

Sama seperti istirahat yang cukup, mengurangi stres juga tidak langsung dapat menghindari kanker payudara. Namun, stres bisa memperburuk kesehatan, termasuk bagi Anda yang sudah menderita kanker payudara.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengurangi stres dengan cara-cara yang sehat, seperti olahraga, meditasi, atau hal lainnya. Dengan mengurangi stres, kualitas hidup pasien kanker payudara dapat meningkat dan mencegah kondisi Anda semakin memburuk. Selain itu, mengurangi stres juga dapat meringankan efek samping pengobatan dan gejala yang Anda alami.

11. Melakukan deteksi dini secara teratur

deteksi dini kanker payudara

Selain menerapkan cara-cara di atas, Anda pun perlu melakukan deteksi dini kanker payudara untuk mencegah penyakit ini. Deteksi dini sangat penting, terutama untuk Anda yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga. 

Ada dua metode deteksi dini sebagai cara pencegahan kanker payudara yang dikutip dari WHO, yaitu:

  • Melakukan diagnosis dini pada wanita yang merasakan gejala awal kanker payudara dan melakukan perawatan sedini mungkin.
  • Skrining atau tes kanker payudara pada wanita yang tidak merasakan gejala apapun, yang bertujuan untuk mengidentifikasi individu dengan kanker. 

Adapun cara melakukan deteksi dini untuk mencegah kanker payudara, yaitu: 

  •  Memeriksa payudara sendiri (SADARI)

Anda bisa memeriksa payudara sendiri di rumah dengan teknik SADARI. Teknik ini dilakukan dengan meraba area payudara apakah terdapat benjolan di payudara atau tidak. Periksa juga apakah ada perubahan lainnya pada payudara Anda.

  • Pemeriksaan payudara klinis (SADANIS)

Jika Anda menemukan keanehan pada payudara Anda, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan payudara klinis di dokter. Bila keanehan tersebut terkait kanker, Anda dapat mencegah penyakit tersebut semakin parah dengan penanganan sedini mungkin.

  • Mamografi

Mamografi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat apakah ada masalah pada payudara, meski gejalanya belum muncul. Mamografi bisa dilakukan tahunan. Tanyakan lebih lanjut pada dokter kapan waktu yang tepat untuk Anda melakukan cara mencegah kanker payudara ini.

Anda pun mungkin perlu skrining lainnya untuk mendeteksi dini kanker payudara, seperti USG payudara. Konsultasikan dengan dokter mengenai tes yang tepat sebagai upaya pencegahan kanker payudara pada Anda.

12. Melakukan pengobatan khusus jika memiliki risiko tinggi

Jika Anda berisiko tinggi terkena kanker payudara, Anda bisa melakukan pengobatan khusus sebagai cara mencegah kanker payudara. Konsultasikan pada dokter apakah Anda perlu menjalani pengobatan ini untuk menghindari kanker payudara.

Adapun beberapa pengobatan yang mungkin dilakukan untuk pencegahan kanker payudara, yaitu: 

  • Obat-obatan untuk mengurangi risiko kanker payudara, seperti raloxifene dan tamoxifen, yang dapat memblokir aksi estrogen dalam jaringan payudara. Raloxifen umumnya diberikan pada wanita yang sudah melewati masa menopause, sedangkan tamoxifen untuk wanita yang sedang atau belum mengalami menopause. 
  • Mastektomi. Selain untuk mengobati, prosedur operasi ini juga dapat dilakukan untuk mencegah kanker payudara, terutama pada wanita yang sangat berisiko tinggi terkena penyakit tersebut. Prosedur ini disebut juga dengan mastektomi profilaksis.

Berbagai cara pencegahan di atas perlu Anda lakukan secara rutin dan teratur agar dapat lebih efektif untuk mencegah kanker payudara. Namun, pada beberapa upaya pencegahan, seperti deteksi dini dan pengobatan, Anda perlu berkonsultasi pada dokter untuk menjalaninya. Termasuk, seberapa sering Anda perlu melakukan skrining tes untuk kanker payudara atau pengobatan khusus untuk menurunkan risiko.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Anda sering tidur dalam keadaan terang benderang dan lampu menyala? Mungkin ini saatnya mulai belajar tidur dalam gelap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Gejala dan Ciri – ciri Kanker Payudara Perlu Dikenali dan Diwaspadai

Gejala awal kanker payudara tak hanya ditandai dengan benjolan. Berikut adalah ciri-ciri lain yang kerap muncul pada wanita yang terkena kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Kanker 5 November 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit
obat, pengobatan, dan cara mengobati kanker payudara

Jenis Obat dan Pengobatan Kanker Payudara yang Dapat Direkomendasikan Dokter

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 13 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit