Serba-serbi Kemoterapi Kanker Payudara yang Perlu Anda Tahu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Kemoterapi atau sering disingkat kemo, merupakan salah satu pengobatan utama untuk pengidap kanker payudara. Kemo efektif dapat mematikan dan menghilangkan sel kanker pada payudara agar tidak kembali lagi. Namun, cukup banyak wanita yang ragu menjalani kemoterapi kanker payudara karena risiko efek samping yang mungkin timbul. Benarkah selalu begitu? Baca selengkapnya di sini.

Apa itu kemoterapi kanker payudara?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker menggunakan obat-obatan khusus yang berfungsi mematikan sel kanker, dalam hal ini kanker payudara.

Obat kemoterapi kanker payudara biasanya disuntikkan ke pembuluh darah melalui jarum, infus, atau kateter di tangan atau pergelangan tangan. Port kateter juga mungkin akan ditanamkan di dada sebelum memulai kemo kanker payudara. 

Port kateter ini akan terus dipasang selama rangkaian kemoterapi masih berlangsung. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berhati-hati, termasuk bila ingin bepergian naik pesawat. Jelaskan pada petugas mengenai kondisi Anda.

Namun, terkadang obat kemoterapi juga bisa langsung diminum atau diberikan lewat suntikan ke cairan tulang belakang yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Melalui jalur-jalur tersebut obat akan mengalir dalam aliran darah untuk mencapai sel kanker yang ada di sekitar jaringan payudara.

Kapan pasien kanker payudara butuh kemoterapi?

Tidak semua wanita pengidap kanker payudara langsung membutuhkan kemoterapi. Biasanya prosedur ini akan direkomendasikan pada kondisi dan waktu tertentu, yaitu:

Setelah operasi (kemo adjuvant)

Kemo biasanya dibutuhkan setelah operasi untuk membunuh sel kanker payudara yang mungkin tertinggal atau menyebar, tetapi tidak terlihat oleh tes pencitraan. Jika dibiarkan tumbuh, sel kanker bisa membentuk tumor baru di bagian tubuh lain.

Selain itu, prosedur ini juga bisa menurunkan risiko kanker payudara tumbuh kembali. Kemoterapi ini biasanya diberikan untuk Anda yang berisiko tinggi terkena kanker berulang, atau jika sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Sebelum operasi (kemo neoadjuvant)

Kemoterapi juga biasanya dilakukan sebelum operasi kanker payudara untuk mengecilkan ukuran tumor payudara, sehingga operasi pengangkatan tumor akan lebih mudah.

Kemoterapi neoadjuvant juga bisa membantu dokter melihat bagaimana kanker merespon obat yang diberikan. Jika rangkaian kemoterapi pertama tidak mengecilkan tumor, tandanya Anda butuh obat lain yang lebih kuat.

Selain itu, kemoterapi ini juga dapat menurunkan risiko kambuhnya kanker payudara. Kemo kanker payudara neoadjuvant biasanya digunakan untuk pasien dengan jenis kanker payudara tertentu, seperti

  • Kanker payudara inflamasi.
  • Kanker payudara HER2-positif.
  • Kanker payudara triple negatif.
  • Kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Tumor yang berukuran besar.
  • Tumor yang agresif atau mudah dan cepat menyebar.

Kanker payudara stadium lanjut

Kemoterapi biasa dilakukan untuk kasus kanker payudara yang telah menyebar hingga ke luar payudara, termasuk ketiak. Biasanya, kemo dilakukan bersamaan dengan pengobatan kanker payudara lain, yaitu terapi target.

Namun, pada kondisi ini, kemoterapi dilakukan bukan untuk menyembuhkan, tetapi meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang angka harapan hidup pasien.

Obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi kanker payudara

Kemoterapi kanker payudara paling efektif jika ada beberapa kombinasi obat yang digunakan. Beberapa jenis obat yang biasanya diberikan dalam kemoterapi, yaitu:

Biasanya dokter paling sering mengombinasikan 2-3 obat-obatan atau regimen ini dalam kemoterapi kanker payudara.

Sementara untuk kanker payudara stadium lanjut, obat kemoterapi kanker payudara yang digunakan, yaitu:

  • Taxanes, seperti paclitaxel (Taxol), docetaxel (Taxotere), dan paclitaxel yang terikat albumin (Abraxane).
  • Antrasiklin (Doksorubisin, liposomal doxorubicin pegilasi, dan Epirubisin).
  • Agen Platinum (cisplatin, carboplatin).
  • Vinorelbine (Navelbine).
  • Capecitabine (Xeloda).
  • Gemcitabine (Gemzar).
  • Ixabepilone (Ixempra).
  • Eribulin (Halaven).

Meski kombinasi obat sering digunakan, kanker payudara stadium lanjut lebih sering diobati dengan kemoterapi tunggal. Namun, masih ada kemo dengan kombinasi obat, seperti paclitaxel plus carboplatin untuk mengobati kanker payudara lebih lanjut.

Untuk kanker payudara HER2-positif, dokter akan memberikan satu atau lebih obat yang menargetkan HER2 untuk dikombinasikan dengan kemo.

Persiapan sebelum kemoterapi kanker payudara

kurang gizi saat kemoterapi nutrisi

Sebelum menjalani kemo kanker payudara, Anda mungkin perlu melakukan tes darah dan beberapa tes lainnya, seperti CT scan, untuk memastikan prosedur pengobatan ini aman dilakukan. Dokter juga akan memeriksa tinggi dan berat badan serta kondisi kesehatan Anda secara umum untuk menentukan dosis obat.

Dilansir dari Cancer Research UK, tes darah akan dilakukan beberapa hari sebelum atau pada hari yang sama saat kemo dimulai. Tes darah juga akan dilakukan di setiap siklus kemo, sebelum perawatan tersebut dimulai.

Tes-tes ini diperlukan untuk memeriksa fungsi hati, ginjal, dan jantung Anda. Jika masalah muncul pada organ-organ tersebut, perawatan kemoterapi mungkin saja ditunda atau dokter akan memilih obat dan dosis kemoterapi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Langkah untuk meningkatkan kesehatan

Kemoterapi kanker payudara bisa memengaruhi sel sehat, seperti sel darah putih, trombosit, dan sel darah merah. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga tubuh tetap fit sebelum dan setelah kemoterapi, untuk meminimalisasi efek sampingnya, dengan cara:

  • Banyak beristirahat.
  • Tetap aktif dan rutin berolahraga untuk pasien kanker payudara.
  • Mengonsumsi makanan berigizi, seperti buah, sayur, dan makanan untuk penderita kanker payudara lainnya.
  • Kurangi stres dengan melakukan berbagai hal menyenangkan.
  • Menghindari berbagai infeksi, seperti flu, dengan memakai masker serta rajin cuci tangan.
  • Pergi ke dokter gigi untuk memeriksa tanda infeksi pada gigi dan gusi.

Sebelum melakukan kemoterapi untuk kanker payudara, Anda juga perlu memberi tahu dokter mengenai obat dan suplemen yang sedang diminum. Ini karena obat-obatan tertentu bisa mengganggu kerja obat kemoterapi.

Selain melakukan hal yang berkaitan dengan kondisi tubuh, dokter juga akan memberikan formulir untuk ditandatangani. Formulir ini biasanya berisi kesediaan Anda untuk mengikuti kemoterapi berikut penjelasan tentang manfaat dan risikonya.

Selain itu, dokter atau perawat juga akan memberi tahu makanan dan minuman apa saja yang boleh dan tidak boleh tidak dikonsumsi selama menjalani kemoterapi.

Berapa lama kemoterapi kanker payudara dilakukan?

Kemo kanker payudara biasanya mencakup rangkaian pengobatan yang bisa terdiri dari 4-8 siklus. Setiap siklus bisa berlangsung selama 2-3 minggu. 

Jadwal pemberian obatnya tergantung pada jenis dan dosis obat yang digunakan. Misalnya, obat kemo mungkin hanya diberikan pada hari pertama siklus, dalam beberapa hari selama berturut-turut, atau seminggu sekali, sedangkan sisa harinya digunakan untuk masa pemulihan dari efek obat.

Setelah siklus pertama selesai, siklus selanjutnya akan dilakukan dengan kemungkinan jadwal yang berulang. Namun, setiap mau memulai siklus baru, dokter akan memeriksa kondisi Anda dan seberapa baik pengobatan sebelumnya bekerja. Dokter kemudian dapat menyesuaikan rencana pengobatan selanjutnya agar proses pemulihannya lancar.

Pada umumnya, satu rangkaian kemo tersebut bisa berlangsung selama 3-6 bulan, atau lebih lama, tergantung stadium kanker payudara Anda. 

Efek samping kemoterapi yang paling sering terjadi

Kemoterapi kanker payudara memiliki beberapa efek samping umum. Efek samping yang dirasakan tergantung pada jenis dan dosis obat yang Anda terima, lamanya pengobatan, serta kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk bagaimana respon tubuh Anda terhadap obat-obatan tersebut.

Efek samping yang dirasakan setiap pasien pun mungkin berbeda meski mendapat regimen yang sama.

Sebagian besar efek samping bersifat sementara dan mereda setelah perawatan selesai atau setahun kemudian. Namun, dalam beberapa kasus, kemoterapi dapat memberi efek jangka panjang atau permanen.

Efek samping jangka pendek

Efek samping jangka pendek hampir pasti dirasakan oleh semua orang yang menjalani kemoterapi, termasuk untuk kanker payudara. Obat-obatan kemo kanker payudara akan menyebar ke seluruh tubuh sehingga umumnya ikut merusak sel sehat lain yang ada di tubuh.

Secara umum, kemoterapi untuk kanker payudara memberikan berbagai efek seperti:

  • Rambut rontok.
  • Kelelahan, karena jumlah sel darah merah yang rendah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual dan muntah.
  • Sembelit atau diare.
  • Luka pada mulut.
  • Kuku lebih rapuh.
  • Risiko infeksi meningkat karena sel darah putih yang melawan infeksi lebih sedikit.
  • Kerusakan saraf atau neuropati, seperti tangan dan kaki mati rasa, nyeri, kesemutan, sensitif terhadap dingin atau panas, serta lemah.
  • Masalah dengan fungsi kognitif yang memengaruhi daya ingat dan konsentrasi.
  • Mudah memar atau pendarahan, karena jumlah trombosit yang rendah.
  • Sakit mata, seperti mata kering, merah, atau gatal, mata berair, atau penglihatan kabur.

Selalu ceritakan pada dokter mengenai efek samping yang Anda rasakan. Jika efeknya sudah terasa terlalu parah, dokter akan memberikan obat penawar untuk meminimalisasi efek samping.

Efek samping jangka panjang

Obat kemoterapi untuk kanker payudara juga bisa menyebabkan berbagai efek samping jangka panjang, seperti:

  • Infertilitas atau gangguan kesuburan

Beberapa obat antikanker bisa merusak indung telur dan membuat wanita menjadi tidak subur. Efek ini bisa menyebabkan gejala menopause, seperti hot flashes dan vagina kering. Selain itu, menstruasi juga bisa jadi tidak teratur atau bahkan berhenti total. Jika ovulasi berhenti, kehamilan pun menjadi tidak mungkin.

  • Osteopenia dan osteoporosis

Wanita yang mengalami menopause dini karena kemo kanker payudara berisiko tinggi mengalami pengeroposan tulang. Pengeroposan tulang adalah faktor penyebab osteopenia dan osteoporosis.

  • Kerusakan jantung

Kemoterapi kanker payudara berisiko melemahkan otot jantung dan menyebabkan masalah jantung lainnya. Meski risikonya kecil, Anda tetap perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika ada gejala tidak biasa pada jantung.

  • Leukemia

Kemo untuk kanker payudara juga bisa memicu kemunculan kanker lain, seperti leukemia. Kondisi ini kerap muncul beberapa tahun setelah kemoterapi selesai.

Selain berbagai keluhan fisik, kemoterapi untuk kanker payudara juga bisa memunculkan masalah mental serius. Kecemasan hingga depresi sering kali jadi masalah mental yang dialami oleh para pengidap kanker payudara.

Untuk itu, berkonsultasi ke psikolog atau bergabung dengan kelompok pengidap kanker payudara bisa jadi solusi yang patut dicoba. Selain itu, Anda pun perlu selalu berkonsultasi dengan dokter bila memiliki rencana tertentu, seperti kehamilan.

Apa yang perlu dilakukan setelah kemoterapi?

setelah kemoterapi rambut rontok tumbuh

Setelah kemoterapi kanker payudara, dokter akan meminta Anda untuk rutin memeriksakan diri setiap 4-6 bulan. Hal ini dilakukan untuk memantau kondisi dan efek samping jangka panjang yang Anda alami. Dokter juga akan terus memantau keberadaan sel kanker apakah berisiko muncul kembali atau tidak.

Saat berkonsultasi, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan payudara dan gejala lain yang Anda alami, termasuk bila muncul gejala kanker payudara kembali. Anda juga disarankan menjalani mamografi setiap tahunnya, atau tes kanker payudara lainnya bila dibutuhkan.

Jika merasa ada gejala tidak biasa, Anda bisa mencatatnya untuk kemudian dilaporkan ke dokter yang bersangkutan. Jangan sungkan untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda menemukan berbagai gejala yang mengkhawatirkan selama pemulihan kemoterapi kanker payudara.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Operasi Cantengan (Ingrown Toenail)

Agar terbebas dari infeksi dan rasa sakit, operasi cantengan harus dilakukan. Berikut proses, penyembuhan pasca operasi, dan efek sampingnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Amiloidosis

Amiloidosis adalah salah satu penyakit langka yang bisa menyebabkan gagal organ mematikan. Apa penyebabnya? Bisakah penyakit ini disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit