HIV dapat ditularkan melalui cairan tubuh tertentu: darah, air mani, cairan pre-seminal, cairan rektum, cairan vagina dan ASI. Perilaku tertentu dapat membawa risiko terhadap HIV, seperti: hubungan seks yang tidak aman, berbagi jarum dan peralatan yang tidak steril.

Anda berisiko tinggi terhadap HIV apabila Anda memiliki:

Aktivitas seksual yang tidak aman

Sebagai contoh, melakukan hubungan seks melalui vagina, anal atau oral tanpa kondom dengan seseorang yang terinfeksi HIV. Selain itu, memiliki beberapa pasangan seksual atau jika Anda seorang pria yang berhubungan seks dengan pria lain dapat memiliki risiko lebih tinggi terhadap HIV.

HIV paling sering ditularkan secara seksual, karena pertukaran cairan dan virus, terutama di mana terdapat luka pada jaringan vagina atau anal, atau penyakit menular seksual. Anak perempuan lebih rentan terhadap infeksi HIV karena selaput vagina lebih tipis dan rentan terhadap infeksi dibandingkan dengan wanita dewasa.

Seks oral memiliki risiko rendah terhadap penularan HIV. Apabila orang yang menerima seks oral memiliki HIV, darah, air mani, cairan pre-seminal atau cairan vagina dapat membawa virus. Apabila orang yang melakukan seks oral memiliki HIV, darah dari mulut dapat masuk ke dalam tubuh penerima seks oral melalui lapisan uretra (bukaan pada ujung penis), vagina, serviks, anus atau melalui luka.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko transmisi HIV melalui seks oral, termasuk ulkus mulut, gusi berdarah, luka pada kelamin dan penyakit menular seksual lainnya.

BACA JUGA: 3 Golongan yang Berisiko Tertular HIV/AIDS Selain Gay dan PSK

2. Penggunaan, penyalahgunaan, dan ketergantungan narkoba

Hal tersebut terkait erat dengan infeksi HIV sejak awal munculnya wabah. Walau penggunaan obat secara suntikan merupakan rute langsung dari transmisi, minum, merokok, menelan atau menghirup obat-obatan seperti alkohol, kokain, methamphetamine (“meth”) dan amyl nitrite (“poppers”) juga terkait dengan peningkatan risiko infeksi HIV. Zat-zat tersebut dapat meningkatkan risiko dengan menurunkan kesadaran pengguna dalam melakukan perilaku seksual yang berisiko.

Sebagai contoh, berbagi jarum, alat suntik dan peralatan suntik obat lainnya yang terkontaminasi dengan HIV dapat meningkatkan risiko terkena HIV. Selain itu, penggunaan zat dapat mempengaruhi kondisi kesehatan dan membuat lebih rentan terhadap HIV, dan pada orang yang telah terinfeksi, penggunaan zat dapat mempercepat perkembangan HIV dan memberikan efek buruk pada perawatan.

Menggunakan peralatan tattoo atau tindik badan – termasuk tinta – yang tidak steril atau bersih dan terinfeksi dengan HIV.

BACA JUGA: Jenis-Jenis Narkoba Paling Mematikan di Dunia

3. Ibu yang terinfeksi HIV

Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi dengan HIV juga berisiko terhadap infeksi. Kebanyakan anak-anak di bawah 13 tahun yang memiliki HIV terinfeksi virus dari ibu mereka.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca