Apa Saja Penyebab Demam HIV dan Berbahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Orang yang punya HIV umumnya mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. Itu sebabnya, orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) mudah sekali terserang berbagai penyakit. Nah, berbagai jenis penyakit bisa ditandai dengan munculnya demam tinggi pada ODHA. Kondisi ini sering disebut sebagai demam HIV.

Apa yang dimaksud dengan demam HIV?

Seperti jenis virus lainnya, virus HIV dapat menyebar dan menginfeksi seseorang dengan berbagai cara. Saat seseorang telah positif terserang HIV, maka akan timbul berbagai gejala. Mulai dari yang ringan hingga berat. Misalnya sering berkeringat di malam hari, nyeri sendi, sakit tenggorokan, tubuh menggigil, kulit memerah, serta menurunnya berat badan.

Nah, salah satu gejala yang paling umum dari penyakit HIV adalah demam. Ya, demam yang terjadi pun terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan demam pada umumnya, bahkan bisa disertai dengan rasa panas dingin (meriang) yang hebat. Di balik hal ini, ada beberapa alasan yang menjadi penyebab demam HIV.

Apa saja yang menyebabkan demam HIV?

Ada berbagai alasan yang mendasari seorang penderita HIV bisa mengalami demam. Mungkin sebagai bentuk reaksi negatif dari konsumsi obat-obatan, maupun merupakan gejala dari kondisi medis lainnya. Namun di samping itu, ada hal lain yang juga bisa memicu demam HIV, di antaranya:

1. Kondisi HIV akut

Seseorang yang baru saja tertular HIV dianggap berada dalam fase awal infeksi. Fase ini sering disebut sebagai infeksi HIV akut atau primer. Biasanya, gejala HIV baru akan mulai muncul sekitar dua sampai empat minggu setelah virus memasuki tubuh seseorang.

Seperti yang telah disebutkan di awal, gejala tersebut bisa berupa demam yang disertai dengan sakit tenggorokan, ruam, berkeringat di malam hari, kelelahan, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Sebenarnya masih tergolong normal, karena demam merupakan respon imun terhadap adanya infeksi virus. Jadi, saat seseorang terinfeksi HIV akut, maka demam berperan sebagai tanda bahwa sistem kekebalan tubuh masih berfungsi dengan baik.

2. Infeksi oportunistik

Bagi orang yang telah memiliki HIV dalam jangka waktu yang cukup lama hingga berkembang menjadi AIDS, demam HIV dapat menjadi tanda adanya infeksi oportunistik. Infeksi ini dapat terjadi karena sistem tubuh lemah, akibatnya kesulitan untuk melawan infeksi.

Beberapa jenis infeksi oportunistik dari yang ringan hingga yang serius, meliputi:

  • Pneumonia
  • Tuberkulosis
  • Bronkitis
  • Cytomegalovirus (CMV)
  • Herpes simpleks
  • Kandidiasis
  • Herpes esofagitis

3. Kanker

Komplikasi HIV yang serius ternyata bisa menumbuhkan sel-sel kanker dalam tubuh, terlebih bagi ODHA yang kekebalan tubuhnya sudah sangat menurun. Hal ini yang kemudian mengakibatkan sel kanker dengan mudah tumbuh dan berkembang.

ODHA lebih berisiko mengalami penyakit kanker yang bisa mengakibatkan demam, misalnya:

  • Limfoma
  • Kanker serviks
  • Sarkoma kaposi
  • Kanker paru
  • Kanker prostat

kena demam berdarah dan tipes sekaligus

Berapa lama demam dapat bertahan di tubuh penderita?

Lama waktu demam HIV tidak selalu sama pada setiap orang. Ini tergantung dari penyebab dan cara yang dilakukan untuk mengatasinya. Tidak hanya itu, demam HIV juga bisa berlangsung kapan saja dan tidak menentu polanya. Pasalnya, tahap awal penyakit HIV biasanya berlangsung dalam hitungan bulan hinga tahunan.

Misalnya demam yang terjadi disebabkan oleh adanya infeksi oportunistik, maka lama waktunya bisa dipicu oleh jenis infeksi, pengobatan, serta kondisi tubuh Anda sendiri. Namun, ketika demam disebabkan oleh reaksi dari konsumsi obat-obatan, maka lama waktunya tergantung dari jenis obat, lama waktu obat, dan kondisi penderita.

Bagaimana penanganan yang tepat untuk kondisi ini?

Pengobatan untuk penderita demam HIV biasanya didasarkan pada tingkat keparahan dan penyebabnya, tapi pada banyak kasus akan lebih disarankan untuk memperbanyak istirahat serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Konsumsi beberapa obat seperti acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen, juga bisa menjadi pilihan lain. Jika demam HIV disebabkan oleh infeksi oportunistik, maka dokter mungkin akan meresepkan antibiotik, antivirus, maupun jenis obat lainnya yang sesuai.

Memang, kebanyakan demam tergolong ringan dan bisa hilang dengan sendirinya.  Namun dalam beberapa kasus, demam bisa menjadi pertanda masalah serius yang membutuhkan perawatan khusus.

Intinya, diagnosis dan pengobatan dini diyakini dapat membantu meringankan demam dan gejala. Itu sebabnya, orang yang mengalami demam berulang yang mencurigakan, maupun penderita HIV yang mengalami demam, sebaiknya jangan tunda untuk mengonsultasikan segera kondisinya pada dokter, berikut dengan pengobatan terbaiknya.

Seseorang sudah didiagnosis menderita HIV, harus segera mengonsultasikan kondisi medis yang dialami pada dokter. Ini mungkin merupakan tanda adanya infeksi oportunistik atau masalah dengan pengobatan yang sedang dijalani. Sebab jika tidak segera ditangani, tidak menutup kemungkinan kondisi kesehatan bisa menjadi semakin memburuk.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenali Gejala Awal HIV yang Bisa Muncul Setelah Paparan Pertama

Orang dengan HIV menunjukkan beberapa gejala mirip flu. Maka itu, penting untuk melakukan deteksi dini HIV guna mengetahui gejala awal.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Pilek

Pilek adalah salah satu kondisi yang umum menyerang. Namun, penyakit ini nyatanya beda dengan flu. Lantas, apa itu pilek? Apa bedanya dengan flu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Kesehatan Pernapasan 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

5 Obat Demam Alami yang Bisa Anda Temukan di Rumah

Jika Anda mengalami demam ringan, tak perlu khawatir. Ada banyak obat demam alami yang bisa dengan mudah ditemukan di rumah. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan, Informasi Kesehatan 28 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
toksoplasmosis atau toxoplasma

Toxoplasmosis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
berapa suhu tubuh normal

Suhu Tubuh Normal dan Penyebab Suhu Tubuh Naik-Turun

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit