Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sering Dianggap Sama, Kenali Perbedaan Air Mani dan Sperma

Sering Dianggap Sama, Kenali Perbedaan Air Mani dan Sperma

Air mani dan sperma adalah bagian yang penting dari sistem reproduksi pria. Namun, kebanyakan orang belum tahu bahwa air mani pria dan sperma adalah dua hal yang berbeda. Apa saja perbedaan keduanya?

Perbedaan air mani dan sperma berdasarkan ciri-cirinya

Masih banyak yang menyalahartikan air mani dan sperma sebagai hal yang sama. Padahal keduanya dapat dibedakan berdasarkan kandungan, ciri-ciri, dan fungsi atau manfaatnya.

Air mani (semen) adalah cairan berwarna putih yang dikeluarkan pria saat ejakulasi. Sperma merupakan sel yang berfungsi membuahi sel telur wanita dan merupakan bagian dari air mani.

Berikut ini adalah perbedaan air mani dan sperma berdasarkan ciri-cirinya.

Ciri-ciri air mani

Air mani dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis. Organ reproduksi pria ini letaknya di bagian bawah belakang kandung kemih.

Air mani dapat dilihat oleh mata dalam bentuk cairan lengket berwarna putih keruh. Hal ini disebabkan karena tingginya kandungan protein dalam air mani.

Semen bisa berbau seperti pemutih atau cairan pembersih rumah tangga. Ini disebabkan kandungan penyusunnya yang memengaruhi kadar keasaman (pH) air mani agar sperma tidak rusak.

Ciri-ciri sperma

Sperma adalah sel spermatozoa yang berfungsi membuahi sel telur wanita (ovum) dan terdapat di dalam air mani.

Sperma merupakan sel yang bersifat tak kasat mata dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop.

Menurut data Asian journal of andrology (2010) spermatozoa memiliki panjang 4,3 mikrometer (μm) dan lebar 2,9 μm.

Ketika dilihat melalui mikroskop, sperma memiliki kepala dan ekor yang terlihat seperti kecebong. Ini adalah salah satu ciri-ciri sperma yang sehat.

Perbedaan air mani dan sperma berdasarkan kandungannya

penyebab sperma cair dan encer

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sperma adalah bagian dari air mani. Namun, apakah air mani hanya mengandung sel sperma?

Di bawah ini perbedaan air mani dan sperma berdasarkan kandungannya.

Kandungan air mani

Air mani mengandung sel sperma (spermatozoa), fruktosa, asam amino, dan berbagai enzim yang bertugas membantu sel sperma melakukan pembuahan di rahim.

Cairan semen juga terdiri atas asam askorbat, fruktosa, zat besi, kalsium, magnesium, natrium, kalium, vitamin B12, kalori, dan air.

Kandungan sperma

Sistem reproduksi pria memproduksi sperma di tubulus seminiferus yang berada di testis.

Pada kepala sperma, terdapat DNA dengan kromosom X atau Y yang menentukan jenis kelamin dari zigot (bakal janin), setelah sperma berhasil membuahi sel telur.

Kepala sperma mengandung DNA yang bila digabungkan dengan DNA sel telur, akan menciptakan individu baru.

Menurut MedlinePlus, ujung kepala sperma (akrosom) adalah bagian yang memungkinkan sperma menembus sel telur.

Bagian tengah sperma berisi mitokondria yang memasok energi agar sperma dapat bergerak menuju saluran tuba, untuk membuahi sel telur.

Perbedaan air mani dan sperma berdasarkan fungsinya

Kualitas Sperma Menurun, Akibat Mengonsumsi Karbohidrat dan Susu

Lantas, apa perbedaan air mani dan sperma menurut fungsi atau manfaatnya? Apakah keduanya sama-sama berfungsi untuk membuahi sel telur?

Fungsi air mani

Setiap kali ejakulasi, pria akan mengeluarkan air mani yang mengandung sperma. Pria biasanya mengeluarkan sperma berjumlah sekitar 15 – 200 juta dalam sekali ejakulasi.

Jumlah sperma yang dikeluarkan kira-kira 5% dari keseluruhan volume air mani saat ejakulasi. Angka ini bisa berubah-ubah tergantung dari lama waktu dan volume ejakulasi.

Air mani berfungsi untuk menetralkan tingkat keasaman sperma sehingga sperma tidak mati saat memasuki vagina dan bisa bergerak menuju sel telur.

Jadi, semen pada dasarnya adalah penarik yang membantu sperma mencapai sel telur untuk melakukan pembuahan.

Tanpa bantuan air mani, sperma tidak bisa berenang menuju sel telur dan hanya berputar-putar di tempat.

Fungsi sperma

Sperma punya peran penting dalam pembuahan sel telur yang pada akhirnya membentuk zigot (bakal janin).

Selain membuahi sel telur yang menyebabkan kehamilan, sperma akan memengaruhi susunan genetika janin.

Spermatozoa membawa kromosom X atau Y yang menentukan jenis kelamin. Saat terjadi pembuahan, 23 kromosom dalam sel sperma akan bergabung dengan 23 kromosom dari sel telur.

Jadi, 46 kromosom yang terdiri atas kode genetik ini akan memengaruhi seperti apa karakteristik setiap keturunan, dari warna kulit, bentuk tubuh, hingga kepribadian.

Air mani dan sperma selama ini dianggap sama oleh kebanyakan orang. Padahal keduanya hal yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula.

Jika ingin mengetahui Anda memiliki sperma yang sehat, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi untuk melakukan pemeriksaan sistem reproduksi pria.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dr. Ananya Mandal, M., 2015. What Is Semen?. [online] News-Medical.net. Available at: <https://www.news-medical.net/health/What-is-Semen.aspx> [Accessed 12 October 2016].

Dr. Ananya Mandal, M., 2015. Semen Physiology. [online] News-Medical.net. Available at: <https://www.news-medical.net/health/Semen-Physiology.aspx> [Accessed 12 October 2016].

Sally Robertson, B., 2016. Swallowing Semen. [online] News-Medical.net. Available at: <https://www.news-medical.net/health/Swallowing-Semen.aspx> [Accessed 2 February 2017].

Connor, L., 2016. 4 Surprising Health Benefits Of Semen. [online] Standard.co.uk. Available at: <https://www.standard.co.uk/escapist/health/4-surprising-health-benefits-of-semen-a3374821.html> [Accessed 7 May 2018].

Barnes, Z., 2016. 12 Fascinating Facts About Semen. [online] SELF. Available at: <https://www.self.com/story/fascinating-semen-facts> [Accessed 12 October 2016].

Andrology Center. 2018. Semen Vs Sperm. [online] Available at: <http://www.andrologycenter.in/2018/10/24/semen-vs-sperm/#> [Accessed 25 January 2021].

Jequier, A. (2011). Male Infertility: A Clinical Guide (2nd ed., Cambridge Clinical Guides). Cambridge: Cambridge University Press. doi:10.1017/CBO9780511997402

Leitzmann, Michael F et al. “Ejaculation frequency and subsequent risk of prostate cancer.” JAMA vol. 291,13 (2004): 1578-86. doi:10.1001/jama.291.13.1578

Gallup, G. G., Jr, Burch, R. L., & Platek, S. M. (2002). Does semen have antidepressant properties?. Archives of sexual behavior, 31(3), 289–293. https://doi.org/10.1023/a:1015257004839

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui May 11
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro