5 Tips Aman Berkencan Untuk Orang-orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Didiagnosis dengan HIV dapat memberikan beban yang besar dalam hidup Anda, namun bukan berarti Anda tidak dapat mencintai atau dicintai orang lain. Jangan khawatir. Meski hidup dengan HIV, Anda tetap berhak untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang seperti orang-orang sehat lainnya.

Tips berkencan aman untuk orang-orang dengan HIV/AIDS

Berikut adalah sejumlah tips berkencan yang ampuh bagi orang-orang dengan HIV/AIDS.

Terbukalah dengan kondisi Anda

Lebih baik Anda buka-bukaan di depan tentang kondisi Anda sebelum Anda mulai berkencan dengan seseorang, agar Anda tahu apakah ia orang yang tepat untuk mencurahkan perasaan Anda. Hal ini juga dapat memberikan kesempatan pasangan Anda untuk mempertimbangkan apakah ia mau menghabiskan waktu bersama dan mencurahkan tenaganya untuk menjalin cinta dengan Anda. Apabila pasangan menolak Anda karena kondisi HIV Anda, lebih baik move on saja. Mungkin orang tersebut bukanlah yang terbaik untuk Anda. Jangan bersedih hati dan milikilah rencana baru.

Jangan membesar-besarkan masalah

Bukan salah Anda bahwa Anda positif HIV, jadi mengapa Anda harus membuatnya sebagai masalah besar? Bukan tanggung jawab Anda untuk membuat pasangan Anda puas dengan status Anda. Anda harus menganggap diri Anda sebagai manusia yang normal dan jangan merasa bersalah dengan kondisi Anda. Jika Anda telah menerima kondisi diri sendiri seikhlas mungkin, aura positif ini akan “menular” juga kepada pasangan Anda, dan ia jadi akan lebih menghargai siapa diri Anda sebenarnya.

Bahas tentang apa yang Anda inginkan

Jangan anggap remeh tentang pentingnya komunikasi di dalam hubungan romantis, terutama jika Anda didiagnosis dengan HIV. Walau kadang Anda mungkin merasa sulit untuk memulai berkomunikasi, kejujuran tentang penyakit dan kondisi Anda sangat diperlukan agar Anda dapat memberi tahu apa yang Anda harapkan dari hubungan tersebut. Anda dapat membahas dengan pasangan tentang kemauan Anda, seperti apa hubungan yang Anda harapkan, kencan seperti apa yang Anda sukai, kegiatan apa yang ingin Anda lakukan bersama. Hal ini dapat membantu pasangan Anda mengerti Anda dengan lebih baik.

Jadilah diri sendiri

Anda tidak boleh meremehkan diri sendiri karena kondisi HIV Anda. Penyakit Anda tidak menunjukkan siapa diri Anda. Tidak ada seorangpun yang dapat menggoyahkan Anda, begitu juga dengan HIV. Anda tetap memiliki keinginan, tujuan, prinsip, dan ciri khas karakterisik diri yang Anda pegang teguh selama ini. Percayalah bahwa hubungan romantasi yang sehat dapat terjadi pada setiap orang, termasuk Anda. Jangan mengkompromikan standar Anda karena takut merasa kesepian, yang hanya akan membuat Anda semakin sedih. Memiliki HIV tidak berarti Anda boleh putus asa. Jadi, jangan pernah kehilangan kepercayaan diri Anda.

Utamakan proteksi

Jika Anda berdua memutuskan untuk berhubungan seks, Anda wajib menggunakan kondom, bahkan apabila pasangan Anda juga memiliki HIV. Kondom dapat menjamin supaya tidak ada yang terinfeksi kembali. Selain itu, hubungan seks yang aman dapat membantu membangun rasa percaya untuk Anda berdua. Yang terpenting, wajib hukumnya untuk melindungi diri dan juga pasangan dari risiko infeksi lebih lanjut.

Akan lebih sulit untuk Anda yang positif HIV untuk berkencan dengan orang yang sehat. Namun bukan berarti berkencan adalah suatu hal yang mustahil. Pastikan Anda benar-benar jujur dengan diri sendiri sebelum mulai berkencan. Penting untuk diingat bahwa Anda berhak untuk dihargai, apapun kondisi Anda. Apabila seseorang yang Anda kencani tidak menunjukkannya, saatnya Anda mencari pasangan lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Menjadi yang kedua atau diduakan mungkin jadi hal yang tak pernah Anda inginkan. Namun, nyatanya tidak dengan hubungan poliamori. Apa itu poliamori?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/05/2020 . 4 mins read

Penyebab Kencan Online Selama Pandemi Begitu Diminati

Siapa sangka kini pertemuan tatap muka dikalahkan oleh fenomena kencan online selama pandemi COVID-19 berlangsung? Apa yang membuat hal ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 06/05/2020 . 6 mins read

Cara Merawat Anak yang Terkena HIV/AIDS

Pasti Anda sedih bila tahu anak Anda kena virus HIV. Namun, Anda harus tetap melakukan perawatan kepada anak sebaik mungkin. Apa tips merawat anak HIV/AIDS?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
HIV/AIDS 21/03/2020 . 3 mins read

Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

Obat untuk menyembuhkan pasien HIV memang belum ditemukan. Namun, untuk kedua kalinya dalam sejarah ada pasien yang dinyatakan sembuh dari HIV.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Berita Luar Negeri, Berita 14/03/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

jual mahal berhasil

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 5 mins read
alasan orang menggoda

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . 6 mins read
penyakit berisiko pada ODHA

Penyakit yang Paling Berisiko Dialami oleh Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . 4 mins read
air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . 5 mins read