Apa Penyebab Anak Kena Radang Usus Buntu (Apendisitis)?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020
Bagikan sekarang

Penyakit usus buntu (apendisitis) adalah penyumbatan pada ujung usus besar yang disebut apendiks sehingga memicu peradangan dan infeksi. Penyakit ini dapat menyerang segala usia, tapi cukup umum terjadi pada anak-anak. Diperkirakan sekitar 4 dari 1000 anak di bawah usia 14 tahun pernah menjalani operasi usus buntu. Namun, tahukah Anda apa yang menjadi penyebab usus buntu pada anak? Yuk, cari lebih lanjut informasinya berikut ini.

Penyebab usus buntu pada anak kecil

gejala kanker usus wanita

Pada dasarnya, apendisitis terjadi akibat adanya sumbatan. Pada anak kecil, penyebab tersering dari kemunculan sumbatan ini adalah pembesaran jaringan limfoid pada jaringan usus buntu. Jaringan limfoid yang membesar dapat menghalangi rongga saluran usus buntu.

Penyebab dari pembesaran jaringan limfoid itu sendiri masih kontroversi. Namun, penelitian dari Journal American Medical Association Surgery mengatakan bahwa infeksi virus sering dikaitkan dengan terjadinya pembesaran limfoid. Sumber lain berpendapat pembesaran jaringan limfoid dapat disebabkan oleh dehidrasi.

Penyebab lain yang cukup sering mengakibatkan sumbatan pada usus buntu adalah fekalit. Fekalit adalah feses yang sudah mengeras dan terjebak di dalam saluran cerna. Selain sisa feses, fekalit juga terbentuk dari kombinasi garam kalsium yang mengkristal dan mengeras.

Penyumbatan juga dapat disebabkan oleh sumbatan benda asing atau infeksi parasit. Ketika usus buntu Anda tersumbat, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat pada usus buntu di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan nanah dan pembengkakan yang dapat membuat perut si kecil terasa sakit.

Setelah tersumbat, usus buntu tidak lagi bisa mendapat aliran darah yang baik. Ketika aliran darah berkurang, jaringan hidup pada usus buntu mulai mati. Usus buntu akan pecah dan bisa menyebabkan dinding usus berlubang.

Lubang-lubang ini akan membuat feses, lendir, dan zat lainnya bocor lalu menyebar ke rongga perut lainnya. Komplikasi infeksi ini disebut sebagai peritonitis dan jika tidak diobati bisa berakibat fatal. 

Faktor risiko penyebab usus buntu pada anak

gejala usus buntu 1

Selain penyebab, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya usus buntu pada anak, yakni:

1. Cedera perut

Menurut penelitian tahun 2010 di Inggris, cedera atau trauma akibat benturan benda tumpul yang mengenai perut dapat menjadi penyebab usus buntu pada anak.

Penelitian ini melaporkan kasus usus radang usus buntu yang dialami seorang anak berusia 11 tahun setelah ia tertimpa badan saudaranya di bagian kanan perutnya saat bermain trampolin. Ia diketahui mengalami nyeri, mual, dan muntah-muntah sesudahnya, kemudian setelah diperiksa, dokter menemukan peradangan pada usus buntunya.

Selain itu, penelitian lain jurnal Biomed Central juga menemukan penyebab usus buntu pada anak yang diakibatkan oleh cedera tusukan atau trauma sehabis terjatuh dan mengenai area perut.

Para ahli menduga bahwa luka tusuk di perut dapat menyebabkan usus buntu membengkak sehingga jaringan limfoid apendiks mengalami pembesaran. Namun kasus terjadinya usus buntu karena benturan pada perut masih cukup jarang. Dokter dan peneliti pun belum mengetahui hubungan pasti antara cedera perut dan usus buntu. 

2. Faktor genetik

Risiko anak mengalami radang usus buntu dapat meningkat hingga 10 kali lipat jika ada salah satu anggota keluarga intinya (ayah, ibu, atau saudara kandung) memiliki riwayat usus buntu, baik aktif atau sudah pernah diobati.

Penelitian lain juga menemukan adanya peningkatan risiko tiga kali lipat terkena usus buntu pada anak yang anggota keluarga lainnya pernah mengalami penyakit tersebut.

Apa penyebab di balik riwayat keluarga yang memicu kemunculan radang usus buntu akut pada anak masih diteliti lebih lanjut. Sampai saat ini, para ahli menduga bahwa risiko usus buntu turunan pada anak dilaporkan terkait dengan sistem HLA (antigen leukosit manusia) serta golongan darah.

Penelitian menemukan bahwa orang-orang golongan darah A berisiko lebih tinggi mengalami usus buntu daripada golongan O. Maka setiap pemeriksaan usus buntu, dokter juga wajib menanyakan tentang riwayat radang usus buntu pada keluarga anak. 

3. Kistik fibrosis

St. Louis Children’s Hospital menyebutkan bahwa anak yang memiliki kistik fibrosis rentan juga mengalami usus buntu. Kistik fibrosis merupakan kelainan genetik yang memengaruhi paru-paru, sistem pencernaan, dan reproduksi.

Kelainan ini diketahui disebabkan oleh gen tubuh yang memerintah sel-sel epitel untuk menghasilkan protein rusak yang disebut CFTR (cystic fibrosis transmembrane conductance regulator). Protein ini ditemukan pada sel-sel yang melapisi paru-paru, saluran pencernaan, kelenjar keringat, dan sistem urogenital.

Kondisi ini membuat anak sangat mudah terkena masalah pada paru-paru dan pencernaan secara berulang. Itu artinya, ada kemungkinan kondisi menjadi penyebab terjadinya usus buntu pada anak.

Bisakah faktor penyebab usus buntu pada anak dicegah?

sayuran terbaik untuk anak

Hingga sampai saat ini belum ada cara pasti untuk mencegah usus buntu pada anak. Terutama apabila faktor pemicunya adalah keturunan. Namun, Anda dan anggota keluarga lainnya bisa mencegah risiko cedera pada bagian perut anak.

Selain itu menurut beberapa penelitian, mencukupi asupan serat anak dari makanan sehat juga dapat membantu menghindari risiko usus buntu pada anak. Tubuh anak yang kekurangan serat akan lebih rentan mengalami sembelit, yang ditandai dengan keberadaan fekalit (feses keras) dalam saluran cerna.

Penelitian yang diterbitkan dalam Biochemical Journal tahun 2017 lalu menyebutkan penyebab usus buntu pada anak bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat. Serat selain melancarkan pencernaan juga bermanfaat untuk melestarikan bakteri baik di dalam sistem pencernaan tubuh anak.

Anda bisa memenuhi asupan serat anak lewat buah dan sayur, seperti apel, pisang, pir, brokoli, kacang-kacangan, sawi, dan bayam. Agar tidak terjadi penumpukan feses yang mungkin menyebabkan penyumbatan, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan, yaitu:

Minum air putih

Minum air secukupnya, apalagi jika si kecil aktif melakukan berbagai kegiatan. Air membantu serat dari makanan bekerja efektif untuk menjaga tekstur feses tetap lunak sehingga mudah untuk dikeluarkan.

Ajarkan untuk tidak menahan BAB

Kebiasaan menahan BAB bisa mengeraskan feses di usus dan menyebabkan penyumbatan. Jadi, beri tahu anak untuk segera pergi ke toilet jika muncul desakan ingin buang air besar. Anda mungkin perlu membiasakan si kecil untuk BAB agar anak terbiasa BAB di jam-jam tertentu secara rutin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Benarkah Pola Asuh Orangtua Memengaruhi Kesehatan Anak?

Apa yang diajarkan orang tua kepada anak memengaruhi kepribadiannya. Bagaimana dengan kesehatan anak? Apakah pola asuh orangtua memengaruhi kesehatan anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Tanggal tayang 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Tanggal tayang 08/05/2020
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang 28/04/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tanggal tayang 18/04/2020