Untuk tahap awal, dokter akan mencari donor yang memiliki sel induk semirip mungkin dengan sel induk Anda. Langkah ini akan mengurangi risiko sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel donor. Sel induk yang mirip juga mengurangi risiko sel-sel sumsum atau darah donor menyerang tubuh Anda.

HLA Tissue Typing

HLA tissue typing merupakan tes untuk menentukan kecocokan sel induk pasien dan donor. HLA merupakan protein yang ditemukan pada permukaan sel-sel darah putih. Sistem kekebalan tubuh Anda menggunakan HLA untuk membedakan sel milik Anda dengan sel asing.

Karena penanda HLA diwariskan, kembar identik merupakan donor terbaik. Saudara kandung juga dapat menjadi donor yang ideal. Namun pada beberapa kasus, orang tidak menemukan sel induk yang cocok dalam anggota keluarga mereka.

Jika tidak ada donor yang cocok dalam keluarga Anda, pencarian akan dilakukan pada orang-orang di luar keluarga. Dokter Anda akan mempertimbangkan:

  • Donor dengan HLA yang cocok tapi bukan merupakan anggota keluarga
  • Anggota keluarga dengan HLA yang tidak terlalu cocok
  • Donor umum dengan HLA yang tidak terlalu cocok
  • Darah tali pusar dengan HLA yang cocok

Pasien yang sudah mempersiapkan sel induk mereka sendiri sebelumnya tidak perlu menjalani tes kecocokan HLA.

Uji dan tes medis

Sebelum menjalai transplantasi sel induk, Anda juga perlu menjalani ujian dan tes medis. Dokter akan memastikan kondisi Anda cukup sehat untuk menjalani transplantasi.

Di samping itu, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menemukan adanya masalah medis yang dapat menyebabkan komplikasi setelah transplantasi.

Tes darah

Sebelum transplantasi sel induk, Anda mungkin harus menjalani tes darah untuk memeriksa HIV, herpes, kehamilan, dan kondisi lain. Tes ini membantu dokter memahami kesehatan Anda secara keseluruhan.

Foto thorax (chest X-Ray) dan tes fungsi paru

Foto thorax memberi gambaran struktur dalam dada, seperti jantung dan paru-paru. Tes ini dapat menunjukkan pembesaran hati maupun aliran darah atau cairan berlebih dalam paru-paru.

Tes fungsi paru-paru dapat mendeteksi penyakit atau infeksi paru-paru. Tes ini juga menunjukkan kinerja darah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Computed Tomography Scan, skeletal X ray, atau bone scan

Tes ini memberikan gambaran rinci mengenai tubuh Anda. Tes digunakan untuk mendiagnosis tumor pada tulang yang mungkin menghambat proses transplantasi.

Uji gigi

Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan gigi lengkap untuk memeriksa masalah gigi yang mungkin menyebabkan infeksi setelah transplantasi.

Tes jantung

Tes jantung, termasuk EKG (electrocardiogram) dan echocardiography (echo), digunakan untuk memantau kondisi jantung yang mungkin lebih buruk setelah transplantasi.

EKG mendeteksi dan mencatat aktivitas listrik jantung Anda, sementara echo menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar bergerak hati Anda. Gambar tersebut menunjukkan seberapa baik kinerja, ukuran dan bentuk jantung Anda.

Biopsi sumsum tulang belakang

Biopsi sumsum tulang dapat menunjukkan kinerja sumsum tulang Anda dalam produksi sel-sel darah yang sehat. Jika Anda sedang menjalani perawatan kanker darah, tes ini mampu mendeteksi kanker yang tidak aktif.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca