Tissue Type Test

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tissue type test?

Tissue type test adalah tes darah yang mengidentifikasi zat yang disebut antigen pada permukaan sel-sel tubuh dan jaringan. Dengan memeriksa antigen, dapat diketahui apakah jaringan donor Anda aman (kompatibel) untuk transplantasi ke orang lain. Tes ini juga dapat disebut HLA  Typing. Antigen dapat membedakan antara jaringan tubuh normal atau jaringan asing (misalnya, jaringan dari tubuh orang lain). Jenis jaringan tersebut membantu menemukan jaringan yang paling cocok untuk jaringan atau sel-sel darah (seperti trombosit) tertentu. Dalam beberapa kasus, tissue type test dapat dilakukan untuk melihat apakah seseorang memiliki risiko untuk mengidap penyakit tertentu yang menyebabkan tubuh untuk menyerang sel sendiri, seperti penyakit autoimun.

Sebuah pola khusus antigen (disebut tipe jaringan) hadir pada sel masing-masing orang dan jaringan. Setengah dari antigen setiap orang berasal dari (diwarisi oleh) ibu dan setengah dari ayah. Kembar identik memiliki pola yang sama, tetapi orang lain memiliki pola khusus masing-masing. Adik kakak memiliki 1 dari 4 kesempatan memiliki antigen  identik.  Pola antigen setiap orang dapat menjadi “sidik jari” melalui tissue type test.

  • semakin cocok antigen, semakin besar kemungkinan transplantasi organ atau jaringan akan berhasil
  • semakin mirip pola antigen dari dua orang yang berbeda, semakin besar kemungkinan kedua antigen tersebut terkait satu sama lain
  • meberapa penyakit (seperti multiple sclerosis atau ankylosing spondylitis) lebih sering terjadi pada orang yang memiliki pola antigen tertentu. Tidak diketahui apa alasannya

Dua kelompok antigen utama digunakan untuk tissue type test. Kelas I memiliki tiga kelas antigen (HLA-A, HLA-B, HLA-C) yang ditemukan pada beberapa jenis sel darah. Kelas II memiliki satu kelas antigen (HLA-D) yang hanya ditemukan pada sel-sel tertentu dalam tubuh. Ada berbagai jenis antigen dalam setiap kategori.

Kapan saya perlu menjalani tissue type test?

Tissue type test ini dilakukan untuk:

  • melihat kecocokan pola antigen untuk donor jaringan atau organ tertentu (termasuk transfusi trombosit darah atau transplantasi sumsum tulang). Keberhasilan transplantasi tergantung pada seberapa dekat kecocokan pola antigen. Pola antigen paling mungkin serupa ketika organ atau jaringan yang didonorkan berasal dari keluarga dekat
  • melihat seberapa dekat ikatan darah di antara dua orang. Jika pola antigen  sangat mirip, mungkin kedua orang tersebut memiliki hubungan darah satu sama lain. Tetapi jenis jaringan ini tidak dapat membuktikan secara definitif bahwa dua orang tersebut memiliki hubungan darah. Sebuah tissue type test dapat dilakukan sebagai bagian dari tes DNA untuk memeriksa hubungan ayah dan anak kandung
  • menemukan orang yang mungkin memiliki risiko tinggi mengidap penyakit autoimun

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani tissue type test?

Meskipun jenis jaringan tidak dapat membuktikan bahwa dua orang memiliki hubungan darah, tetapi tes ini dapat menunjukkan seberapa besar kemungkinan keterkaitan antar dua orang tersebut. Jenis jaringan dapat dilakukan sebagai bagian dari gugatan ketika terjadi masalah yang berkaitan dengan hubungan darah.

Memiliki pola antigen yang terkait dengan penyakit tertentu bukan berarti bahwa penyakit ini hadir atau pasti akan muncul pada Anda. Dokter Anda akan berbicara dengan Anda tentang kemungkinan munculnya penyakit ini.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani tissue type test?

Anda tidak perlu melakukan persiapan untuk tes ini. Jika Anda mendonorkan jaringan atau sel darah, dokter Anda mungkin ingin berbicara tentang riwayat kesehatan Anda seperti riwayat kanker, infeksi, perilaku berisiko tinggi, penggunaan obat-obatan, terkena racun, dan bepergian ke luar negeri. Maka penting untuk memahami apakah jaringan donor Anda dapat digunakan.

Bagaimana proses tissue type test?

Dokter Anda akan membersihkan area kecil dari lengan atau siku dengan antiseptik atau alkohol. Dalam beberapa kasus, dokter akan membalut sebuah sabuk elastis di sekitar bagian atas lengan Anda untuk meningkatkan aliran darah. Hal ini membuat pengumpulan darah dari pembuluh darah Anda lebih mudah.

Lengan Anda kemudian akan ditusuk dengan jarum suntik yang kemudian masuk ke dalam pembuluh darah Anda. Darah akan terkumpul dalam sebuah tabung yang menempel pada ujung jarum. Setelah darah yang diambil cukup, dokter akan melepas jarum tersebut. Kemudian dokter akan menerapkan kapas dan perban untuk menghentikan perdarahan di tempat jarum suntik diinjeksikan.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani tissue type test?

Anda akan dijanjikan waktu untuk mendapatkan hasil tes. Dokter akan menjelaskan hasil tes yang berarti bagi Anda. Anda harus mengikuti instruksi dari dokter.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Gen HLA tertentu atau antigen akan diidentifikasi selama pengklasifikasian HLA untuk kompatibilitas organ dan jaringan yang ditransplantasi. Gen dan/atau antigen dari penerima transplantasi akan dibandingkan dengan gen/antigen pendonor potensial. Hasil penelitian menunjukkan banyaknya antigen yang sesuai dan tidak sesuai. Semakin besar jumlah kecocokan kemungkinan keberhasilan transplantasi akan semakin besar. “Ketidakcocokan nol” menunjukkan probabilitas tinggi bahwa organ atau jaringan tidak akan ditolak oleh penerima.

Tidak adanya antibodi penerima HLA ke donor antigen HLA sangat penting. Pencocokan donor dengan penerima yang telah mengembangkan antibodi harus dipertimbangkan dengan cermat karena semakin berkembang antibodi HLA seseorang, semakin besar kemungkinan terjadi penolakan.

Hasil penyilangan positif biasanya ditafsirkan sebagai transplantasi yang berisiko tinggi. Orang-orang ini berisiko untuk menolak transplantasi, yang mungkin atau tidak mungkin dapat diobati dengan berbagai obat imunosupresan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong

    Saat perut kosong, jangan sembarang memilih santapan. Ada beberapa jenis makanan dan minumanyang tidak boleh dimakan saat perut kosong.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Fakta Gizi, Nutrisi 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan untuk Jalani Hari yang Lebih Aktif

    Menjaga kesehatan tenggorokan penting dilakukan di masa pandemi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menjaga kesehatan tenggorokan.

    Ditulis oleh: Nadhila Erin
    Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Alasan Mengapa Radang Tenggorokan Itu Tanda Sistem Imun yang Lemah

    Ketahui alasan mengapa radang tenggorokan bisa menjadi salah satu tanda yang menunjukan bahwa sistem imun Anda sedang lemah dan tidak bekerja optimal.

    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    perbedaan sakit pinggang haid dan hamil

    Cara Membedakan Sakit Pinggang Karena Haid dan Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
    manfaat peterseli

    Kaya Antioksidan dan Penuh Nutrisi, Inilah 5 Manfaat Peterseli

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    merawat kaki pecah-pecah

    Merawat Kaki Pecah-Pecah Agar Kembali Mulus, Ini Caranya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    hypertrichosis, hipertrikosi, werewolf syndrom

    Hipertrikosis, Kelainan Langka yang Membuat Sekujur Tubuh Ditumbuhi Bulu Lebat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit