Ditinjau secara medis oleh dr. Charley Simanjuntak, Sp.B., Sub BVE, B.Med.Sc. · Bedah Vaskular · Tzu Chi Hospital
Anemia aplastik adalah jenis anemia yang terjadi saat tubuh berhenti memproduksi sel darah merah, sel darah putih, atau trombosit. Anemia jenis ini membuat Anda cepat merasa lemas tanpa sebab yang jelas, berisiko tinggi terjangkit infeksi, mengalami perdarahan yang sulit berhenti, hingga masalah jantung serius.
Terdapat dua jenis anemia aplastik berdasarkan penyebabnya, yaitu yang diturunkan dalam keluarga dan didapat semasa hidup (umumnya karena gangguan autoimun).
Kondisi ini adalah penyakit langka yang cukup serius. Meski bisa dialami siapa pun, kondisi ini sering muncul pada masa kanak-kanak atau pada usia 20-25 tahun.
Penyakit ini dapat muncul tiba-tiba atau terjadi perlahan-lahan dalam hitungan minggu atau bulan. Jika Anda mengalami gejala dan tandanya, sangatlah penting untuk segera mendapatkan pengobatan.
Meski umumnya serupa, gejala anemia bisa saja berbeda tergantung jenisnya. Beberapa tanda dan gejala anemia aplastik adalah:
Gejala lainnya yang mungkin muncul jika anemia aplastik sudah parah:
Mengetahui gejala-gejala di atas dapat membantu Anda mencegah anemia jenis apa pun menjadi lebih buruk, termasuk anemia aplastik.
Anemia aplastik adalah kondisi langka. Namun, Anda harus segera menghubungi dokter bila curiga mengalami gejala-gejala berikut ini:
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Anemia disebabkan oleh berbagai macam hal, tergantung jenisnya. Penyebab anemia aplastik yang utama adalah kerusakan sumsum tulang. Kelainan tersebut menyebabkan sel pembentuk darah normal (sel punca) tergantikan oleh sel lemak abnormal.
Kerusakan pada sumsum tulang dapat memperlambat atau mematikan produksi sel darah baru. Akibatnya, tubuh akan kekurangan komponen sel-sel darah sehat.
Padahal, setiap komponen darah memiliki tugasnya masing-masing untuk menjaga fungsi tubuh. Sel darah merah, misalnya, berfungsi sebagai pengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan, sementara sel darah putih berfungsi sebagai pelindung dari infeksi. Trombosit adalah sel darah yang mengatur proses pembekuan darah.
Pada orang dengan anemia ini, sumsum tulang mereka bisa saja kosong (aplastik) atau mengandung sangat sedikit sel darah (hipoplastik).
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang, baik sementara ataupun permanen.
Dikutip dari Mayo Clinic, berbagai faktor risiko penyebab anemia aplastik adalah:
Paparan terhadap bahan kimia beracun, seperti benzene (pada bensin) dan pembunuh serangga (DDT)
Anemia dapat didiagnosis dengan beberapa prosedur tertentu. Ketika dokter mencurigai Anda mengidap anemia jenis aplastik, Anda mungkin diminta melakukan tes tambahan.
Langkah pertama dalam diagnosis anemia ini adalah dengan adalah tes darah sederhana (full blood count) atau pemeriksaan darah lengkap (complete blood count).
Tes untuk mendiagnosis anemia ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari pembuluh darah Anda. Sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk menghitung jumlah sel darah.
Jika hasil tes darah Anda menunjukkan bahwa Anda mungkin memiliki anemia aplastik, biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk membantu meyakinkan diagnosis.
Biopsi sumsum tulang dilakukan dengan cara mengambil sampel sumsum tulang Anda, biasanya di bagian belakang tulang pinggul. Setelah sampel diambil, dokter akan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop.
Sampel sumsum tulang akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan jumlah dan jenis sel yang ada serta jumlah aktivitas hemopoiesis (pembentuk darah) yang terjadi di sana. Pasien yang positif dengan anemia aplastik akan mengalami penurunan jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit dalam tubuhnya.
Selain kedua tes di atas, dokter akan menyarankan Anda melakukan serangkaian tes pendukung lain untuk melihat dengan jelas penyakit yang Anda miliki. Biasanya, tes penunjang ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan Anda secara umum dan melihat fungsi organ vital Anda setelah ada kemungkinan anemia.
Rangkaian tes pencitraan seperti tes X-ray, scan, dan EKG akan memberikan garis dasar apa yang menyebabkan anemia aplastik.
Pada tes pendukung ini, dokter juga mungkin mendapatkan hasil kesehatan lain yang bisa dicegah sebelum anemia Anda menyebabkan komplikasi. Tes tambahan juga memungkinkan dokter spesialis yang menangani Anda untuk mendiagnosis tingkat keparahan anemia yang Anda alami.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Pengobatan untuk anemia, apa pun jenisnya, bertujuan untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi akibat anemia, serta meningkatkan kualitas hidup.
Pilihan pengobatan untuk anemia aplastik, yaitu:
Transfusi darah bisa menjadi penanganan utama untuk anemia aplastik yang gejalanya menyebabkan perdarahan hebat. Namun, perlu diingat, prosedur ini bukanlah obat untuk menyembuhkan total.
Transfusi darah berfungsi untuk meredakan gejala-gejala yang muncul di tubuh akibat suplai dan jumlah darah yang berkurang akibat kelainan sumsum tulang belakang Anda. Transfusi dapat meliputi:
Meskipun umumnya tidak ada batasan seberapa banyak transfusi sel darah dapat dilakukan, tetapi kadang apabila berlebihan dapat menyebabkan komplikasi.
Sel darah merah yang ditransfusikan umumnya mengandung zat besi yang dapat menumpuk di tubuh Anda dan dapat merusak organ vital jika tidak di netralisir jumlahnya. Untuk itu, dokter akan mencegah kelebihan zat besi dalam darah dengan meresepkan obat pengurang zat besi.
Transplantasi sumsum tulang adalah terapi yang dapat dilakukan bagi penderita anemia aplastik. Prosedur ini dilakukan untuk menggantikan sel induk yang rusak dengan sel sehat dari pendonor.
Terapi ini merupakan terapi terbaik untuk anak kecil dan dewasa muda yang kondisinya sudah berat. Pendonor biasanya didapatkan dari saudara kandung pasien.
Antibiotik akan diresepkan karena orang dengan anemia jenis ini mudah terkena infeksi dan agak sulit untuk disembuhkan.
Hydroxyurea adalah obat untuk orang anemia aplastik yang berguna untuk mencegah tubuh terus-menerus membutuhkan transfusi darah. Obat ini juga bekerja merangsang produksi hemoglobin janin yang dapat membantu mencegah pembentukan sel darah sabit.
Imunosupresan akan diresepkan untuk orang-orang yang tidak dapat menjalani transplantasi sumsum tulang.
Obat ini juga diberikan kepada mereka yang mengalami anemia aplastik karena gangguan autoimun. Obat-obatan imunosupresan yang diberikan contohnya seperti cyclosporine (Gengraf, Neoral, Sandimmune) dan anti-thymocyte globulin.
Obat-obatan ini dapat menekan aktivitas sel kekebalan tubuh yang merusak sumsum tulang Anda. Ini membantu kondisi sumsum tulang Anda kembali pulih dan menghasilkan sel darah baru.
Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi anemia aplastik adalah:
Catatan
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Ditinjau secara medis oleh
dr. Charley Simanjuntak, Sp.B., Sub BVE, B.Med.Sc.
Bedah Vaskular · Tzu Chi Hospital
Tanya Dokter
Punya pertanyaan kesehatan?
Silakan login atau daftar untuk bertanya pada para dokter/pakar kami mengenai masalah Anda.
Ayo daftar atau Masuk untuk ikut berkomentar