Definisi

Apa itu pyonephrosis?

Pyonephrosis adalah infeksi bakteri atau jamur yang terjadi di ginjal. Mikroba ini bergerak dari uretra ke dalam ginjal melalui darah. Infeksi ini kemudian menyebabkan pembentukan nanah sehingga menghalangi urine untuk keluar dari ginjal.

Jika diobati dengan cepat, ginjal yang terinfeksi biasanya akan sembuh dalam 24 hingga 28 jam. Dalam kasus yang parah, kerusakan ginjal permanen mungkin saja terjadi atau gagal ginjal total. Dalam keadaan ini, mungkin diperlukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal yang terinfeksi. Jika tidak diobati, pyonephrosis juga dapat menyebabkan hilangnya fungsi ginjal.

Seberapa umumkah pyonephrosis?

Kondisi ini dapat mengenai pasien usia berapa pun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

 

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pyonephrosis?

Pyonephrosis biasanya terjadi sebagai penyakit gabungan dari penyumbatan di saluran kemih dan infeksi di sel ginjal. Oleh karena itu gejala dari dua kondisi ini didapati dalam pyonephrosis. Gejala klinis dari setiap pasien bisa berbeda, tetapi demam, menggigil, dan nyeri di panggul adalah tiga ciri yang khas.

Selain ketiga gejala itu, piuria (kencing nanah) juga hampir selalu didapati pada kasus pyonephrosis. Piuria merupakan kondisi terdapatnya nanah dalam urine. Mual dan muntah kemungkinan juga dapat menyertai penyakit ini. Nyeri juga bisa muncul di daerah pinggang belakang.

Gejala lain yang mungkin Anda temui adalah ditemukannya benjolan yang dapat diraba ketika melakukan pemeriksaan perut. Benjolan itu muncul karena pembesaran ginjal akibat abses. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal.

Jika tidak diobati, pyonephrosis dapat menyebabkan sepsis, suatu kondisi yang mengancam nyawa, terutama pada orang-orang dengan gangguan imun. Dengan gejala sepsis yang muncul, seperti detak jantung cepat, napas cepat, distensi abdomen, kulit pucat, dan tekanan darah rendah, pasien dapat menglami syok septik dan meninggal dunia.

Mungkin ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

 

Penyebab

Apa penyebab pyonephrosis?

Pyonephrosis adalah sakit ginjal yang langka yang terjadi karena penumpukan nanah dan pembentukan abses ginjal.

Alasan paling utama dari pionefrosis adalah infeksi yang terjadi di saluran ginjal dan obstruksi. E.coli, Klebsiella, proteus, Candida, dan lain-lain adalah penyebab infeksi yang mungkin harus bertanggung jawab terhadap infeksi dan kerusakan jaringan ginjal.

Penyumbatan dapat terjadi karena berbagai alasan seperti batu ginjal, tumor yang menyebar dari kanker testis dan kolon. Penyumbatan juga dapat terjadi di persimpangan ureter dan ginjal pelvis karena kompresi rahim yang tumbuh dalam masa kehamilan.

Riwayat operasi ginjal dan infeksi ginjal kronis di masa lalu juga dapat menyebabkan pembentukan abses ginjal. Orang dengan imunitas yang lemah seperti pasien HIV atau diabetes berisiko tinggi untuk terkena pionefrosis.

 

Faktor Pemicu

Apa yang membuat seseorang berisiko terkena pionefrosis?

Ada banyak faktor yang dapat memicu pionefrosis pada diri seseorang, di antaranya:

  • Anatomi perempuan. Wanita lebih berisiko untuk terkena infeksi ginjal daripada pria. Uretra seorang wanita jauh lebih pendek daripada pria, sehingga jaraknya lebih dekat untuk bakteri bergerak dari luar masuk ke kandung kemih. Dekatnya letak uretra dengan vagina dan anus juga menciptakan lebih banyak kesempatan bagi bakteri untuk masuk ke kandung kemih. Setelah berada dalam kandung kemih, infeksi dapat menyebar ke ginjal. Wanita hamil lebih berisiko tinggi untuk terkena infeksi ginjal.
  • Sumbatan di saluran kemih. Apa pun yang memperlambat aliran urine atau mengurangi kemampuan Anda untuk benar-benar mengosongkan kandung kemih ketika buang air kecil, seperti batu ginjal, kelainan struktur dalam sistem kemih; atau pada pria, pembesaran kelenjar prostat, dapat meningkatkan risiko infeksi ginjal.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kondisi medis yang mengganggu sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes dan HIV bisa meningkatkan risiko infeksi ginjal. Obat-obatan tertentu, seperti obat yang digunakan untuk mencegah penolakan transplantasi organ juga memberikan efek yang sama.
  • Kerusakan saraf di sekitar kandung kemih. Kerusakan saraf atau sumsum tulang belakang dapat menghalangi sensasi infeksi kemih sehingga Anda tidak menyadarinya ketika kondisi berkembang menjadi infeksi ginjal.
  • Penggunaan kateter urine yang berkepanjangan. Kateter urine adalah selang yang digunakan untuk mengalirkan urine dari kandung kemih. Anda mungkin menggunakan kateter selama dan setelah beberapa prosedur bedah dan tes diagnostik. Kateter dapat digunakan terus-menerus jika Anda harus dirawat di tempat tidur.
  • Kondisi yang menyebabkan urine mengalirkan ke arah yang salah. Dalam refluks vesicoureteral, urine dalam jumlah kecil mengalir dari kandung kemih naik kembali ke ureter dan ginjal. Orang dengan refluks vesicoureteral dapat sering mengalami infeksi ginjal selama masa kanak-kanak dan lebih berisiko tinggi terkena infeksi ginjal selama dewasa.

 

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana pionefrosis didiagnosis?

Riwayat medis dan pemeriksaan klinis yang tepat dibantu dengan tes laboratorium dapat mendiagnosis kondisi ini. CT scan dan USG merupakan alat radiologi penting untuk mendiagnosis pyonephrosis. Dokter juga akan menganjurkan tes darah seperti CBC, ESR, urea nitrogen darah (Blood Urea Nitrogen/BUN), kultur darah, kultur urine, dan analisis urine.

Apa saja pengobatan untuk pyonephrosis?

Pionefrosis adalah kondisi yang mengancam nyawa. Oleh sebab itu tidak boleh ada penundaan bagi pasien dalam melakukan perawatan medis. Jalur pertama pengobatan adalah pemberian antibiotik intravena. Sering kali operasi dibutuhkan untuk mengeluarkan nanah dan urine yang mengumpul di ginjal yang terinfeksi.

Nanah dapat dikeluarkan dengan dua cara yang berbeda. Stent dapat ditempatkan di ureter (saluran panjang yang melekat pada ginjal dan kandung kemih) sehingga menjadi lebar dan memungkinkan nanah mengalir ke luar. Cara lain adalah dengan drainase perkutan nanah tersebut.

Terkadang, apabila pionefrosis sampai merusak ginjal dan membuatnya tidak berfungsi, pengangkatan bisa diperlukan.

 

Pencegahan

Apa yang dapat saya lakukan di rumah untuk mencegah dan mengobati pionefrosis?

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mencegah atau mengobati pyonephrosis:

  • Letakkan benda hangat. Tempatkan bantalan pemanas pada perut, punggung atau samping tubuh Anda untuk mengurangi rasa tekanan atau nyeri.
  • Gunakan obat nyeri. Untuk mengatasi demam atau rasa tidak nyaman karena sakit, Anda dapat menggunakan pereda nyeri non-aspirin yang mengandung acetaminophen (Tylenol, lainnya) sesuar arahan dokter.
  • Tetaplah terhidrasi. Minum banyak cairan akan membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih Anda. Hindari kopi dan alkohol sampai infeksi Anda benar-benar sembuh. Keduanya bisa memengaruhi jumlah urine yang akan Anda keluarkan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 17, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 17, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan