Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Definisi

Apa itu infeksi bakteri E. coli?

Infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli) adalah infeksi yang dapat terjadi akibat air atau makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut, terutama sayuran mentah dan daging yang tidak matang.

Bakteri E. coli sebenarnya adalah bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan.

Walau kebanyakan jenis Escherichia coli tidak berbahaya atau hanya menyebabkan diare ringan, beberapa jenis tertentu yang dapat menyebabkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut, dan demam.

Orang dewasa yang sehat biasanya pulih dari infeksi bakteri E. coli O157:H7 dalam seminggu.

Namun, anak-anak dan lansia, orang dengan sistem imun yang lemah, wanita hamil, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami gagal ginjal yang mengancam nyawa, atau dikenal sebagai hemolytic uremic syndrome.

Banyak kasus dari infeksi bakteri E. coli dapat ditangani di rumah.

Seberapa umum kondisi ini?

Infeksi bakteri Escherichia coli sangat umum ditemui dan biasanya lebih banyak terjadi pada wanita dibanding dengan pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun.

Infeksi bakteri E. coli dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. coli

Penyakit apa saja yang disebabkan oleh bakteri E. coli?

Berikut adalah jenis-jenis penyakit yang paling umum disebabkan oleh bakteri Escherichia coli:

  • infeksi saluran kemih,
  • infeksi enterik, dan
  • infeksi invasif.

Penyakit paling umum yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli adalah infeksi saluran kemih. Escherichia coli juga dapat menyebabkan prostatitis dan penyakit radang panggul (PID)

Bakteri Escherichia coli biasanya menghuni saluran pencernaan. Namun, beberapa strain E. coli juga menjadi salah satu penyebab diare. Pada bayi, terutama yang lahir prematur, bakteri E. coli dapat menyebabkan meningitis.

Tanda-tanda dan gejala

Gejala infeksi biasanya akan muncul tiga atau empat hari setelah terpapar dengan bakteri. Gejala umum dari infeksi bakteri E. coli adalah:

  • diare yang mendadak, parah, dan berair atau berdarah,
  • kram, nyeri pada perut,
  • mual dan muntah, kehilangan nafsu makan,
  • kelelahan, dan
  • demam.

Pada kasus yang lebih serius, infeksi juga bisa menimbulkan gejala seperti:

Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini.

  • Diare tidak membaik setelah 4 hari, atau 2 hari pada bayi atau anak-anak.
  • Demam yang terkait dengan diare.
  • Sakit perut tidak berkurang setelah buang air besar.
  • Adanya nanah atau darah pada tinja.
  • Muntah selama lebih dari 12 jam.
  • Gejala infeksi usus dan baru saja makan makanan yang tidak higienis.
  • Gejala dehidrasi, seperti sedikitnya urin, rasa haus berlebih, atau pusing.

Penyebab

Apa penyebab infeksi bakteri E. coli?

Hanya beberapa bakteri Escherichia coli yang memicu gejala infeksi. Bakteri tersebut termasuk dalam satu kelompok yang disebut shiga-toxin-producing E. coli (STEC). Artinya, bakteri STEC dapat mengeluarkan racun bernama Shiga yang dapat merusak lapisan usus halus dan menyebabkan diare.

Salah satu jenis bakteri E.coli yang termasuk dalam kelompok STEC adalah E. coli O157:H7. Ada pula jenis STEC non-O157, tapi bakteri ini menimbulkan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis O157:H7.

Tidak seperti banyak bakteri penyebab penyakit lainnya, Escherichia coli dapat menyebabkan infeksi walaupun Anda hanya menelan sedikit.

Karena itu, Anda bisa sakit akibat bakteri E. coli hanya karena makan daging yang setengah matang atau karena menelan air kolam yang terkontaminasi.

Dikutip dari Mayo Clinic, di bawah ini adalah hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda.

Makanan yang terkontaminasi

Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi adalah penyebab paling umum. Makanan dapat terkontaminasi akibat persiapan yang tidak tepat, berikut contohnya.

  • Tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum mempersiapkan atau mengonsumsi makanan.
  • Menggunakan peralatan, talenan, atau piring yang tidak bersih.
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi akibat kondisi yang tidak memadai (suhu dan kelembapan).
  • Mengonsumsi makanan yang belum matang.
  • Mengonsumsi produk makanan laut mentah atau produk lainnya yang belum dicuci dengan bersih.
  • Mengonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Proses pemotongan: produk unggas dan daging terkontaminasi bakteri dari usus hewan.

Air yang terkontaminasi

Kotoran manusia dan hewan dapat mencemari air tanah dan permukaan, termasuk sungai dan danau yang digunakan untuk mengairi tanaman.

Keberadaan bakteri E. coli tetap ditemukan di perkotaan, meskipun sinar ultraviolet atau ozon disebut mampu membunuh bakteri tersebut.

Sumur pribadi menjadi penyebab utama infeksi E. coli karena pasokan air tidak memiliki sistem desinfektan. Beberapa orang juga dapat terinfeksi karena berenang di kolam atau danau yang terkontaminasi tinja. 

Penyebaran dari manusia ke manusia

Memang, infeksi Escherichia coli bukanlah penyakit air-borne yang bisa menyebar lewat udara. Namun, Anda tetap bisa menyebarkan bakteri ini ke orang lain.

Bakteri mudah tersebar apabila Anda tidak mencuci tangan dengan bersih setelah mengganti popok bayi atau membersihkan kotoran hewan.

Kemudian, Anda menyentuh tangan orang lain. Bila orang yang disentuh makan dengan tangan yang telah kotor, maka bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh. 

Penyebaran dari hewan

Orang yang bekerja dengan hewan, seperti sapi, kambing, dan domba dapat terinfeksi bakteri yang hidup di dalam tubuh hewan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena infeksi bakteri E. coli?

Ada banyak faktor risiko untuk infeksi bakteri E. coli, berikut ini di antaranya.

  • Usia. Anak-anak kecil serta lansia memiliki risiko yang lebih tinggi terkena bakteri E. coli.
  • Sistem imun yang melemah, seperti penderita AIDS atau orang yang menggunakan pengobatan kanker, atau obat untuk mencegah penolakan transplantasi organ.
  • Mengonsumsi jenis makanan tertentu, sebagai contoh: daging yang tidak matang, susu yang tidak terpasteurisasi, jus atau cuka apel, keju lembut yang terbuat dari susu mentah.
  • Bulan Juni hingga September adalah waktu di mana kasus infeksi E. coli paling banyak terjadi.
  • Menurunnya kadar asam lambung saat menggunakan obat-obatan untuk mengurangi kadar asam lambung, seperti esomeprazole, pantoprazole, lansoprazole, dan omeprazole.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Infeksi bakteri E. coli dapat didiagnosis dengan memeriksa ada atau tidaknya bakteri pada sampel feses di laboratorium.

Bagaimana cara menangani infeksi bakteri E. coli?

Belum ada obat khusus untuk menangani infeksi Escherichia coli. Kebanyakan infeksi yang ringan bisa sembuh dengan sendirinya.

Anda cukup melakukan pemulihan dengan banyak istirahat dan minum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang. Bergantung dengan kondisinya, ada beberapa pasien yang membutuhkan rawat inap agar bisa mendapatkan infus.

Obat-obatan anti-diare atau antibiotik biasanya tidak diberikan untuk pasien infeksi. Sebab, obat anti-diare bisa memperlambat sistem pencernaan Anda, sehingga akan mempersulit pembuangan racun.

Sedangkan antibiotik tidak disarankan karena dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi Anda dan malah menimbulkan komplikasi serius.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi bakteri E. coli?

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda pulih sekaligus mencegah infeksi bakteri E. coli.

  • Mencuci buah dan sayuran serta makanan lain dengan bersih.
  • Mencuci tangan dengan bersih sebelum makan, setelah ke toilet, setelah kontak dengan hewan.
  • Menggunakan peralatan, panci, dan piring yang bersih.
  • Menjauhkan daging mentah dari benda atau makanan yang bersih.
  • Menurunkan suhu daging beku di kulkas atau microwave dan tidak pada meja.
  • Segera memasukkan makanan sisa ke kulkas.
  • Hanya mengonsumsi susu yang terpasteurisasi.
  • Minum air matang.
  • Jangan memasak dan menyiapkan makanan jika Anda sedang diare.

Bila ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Sembelit Bisa Muncul Padahal Diare Baru Saja Sembuh?

Sembelit dan diare adalah dua kondisi berbeda. Namun, tidak menutup kemungkinan sembelit setelah diare bisa terjadi. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Kram Perut Setelah Melahirkan

Berbagai perubahan tubuh terjadi usai melahirkan. Salah satunya yakni rasa sakit atau kram perut setelah melahirkan. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Enteritis

Enteritis adalah peradangan pada usus halus. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan enteritis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Jamur Enoki yang diimpor dari Korea Selatan ini terbukti terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang menyebabkan penyakit listeria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
mengobati-diare-pada-bayi

8 Ciri dan Tanda Bayi Diare yang Harus Orangtua Waspadai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyakit pancolitis radang usus besar

Pancolitis (Radang Usus Besar)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit