Mengenal Metode Injeksi Intravena, Cara Memasukkan Obat Lewat Pembuluh Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

IV atau intravena adalah metode pemberian obat melalui injeksi atau infus melalui intravena. Sebenarnya, intravena sendiri memiliki arti ‘di dalam vena’. Jadi obat akan dimasukkan langsung ke pembuluh vena menggunakan jarum atau tabung yang disebut kateter IV. Prosedur injeksi intravena ini harus dilakukan oleh ahli medis professional.

Kapan metode injeksi intravena perlu dilakukan?

Metode injeksi intravena adalah tindakan medis yang harus dilakukan oleh dan dalam pengawasan ahli medis profesional. Biasanya, metode injeksi intravena ini dilakukan di rumah sakit untuk menangani pasien yang membutuhkan kontrol atas dosis obat. Metode injeksi intravena juga dapat mempercepat penyerapan obat bagi pasien. Contohnya adalah pada pasien serangan jantung, stroke, atau keracunan.

Injeksi intravena akan dilakukan ketika pasien perlu mendapatkan obat-obatan yang dosisnya harus dimasukkan secara perlahan ke dalam tubuh. Katup dan selang yang digunakan dalam metode injeksi intravena akan membuat tenaga medis dengan mudah mengatur dosis serta waktu yang ditentukan agar obat bisa terserap dengan baik.

Jenis intravena yang paling umum

Biasanya jenis intravena yang standar akan digunakan dalam jangka pendek atau paling lama 4 hari. Injeksi intravena yang standar hanya menggunakan sebuah jarum akan ditusukkan pada pembuluh vena di pergelangan tangan, siku, atau punggung tangan. Kateter kemudian akan dimasukkan menggantikan jarum.

Kateter intravena standar biasanya digunakan untuk dua jenis metode IV di bawah ini:

  • Suntik intravena, menggunakan jarum suntik biasa untuk menyuntikan obat ke kateter. Digunakan untuk memberikan obat-obatan ke pembuluh darah hanya dalam satu kali dosis.
  • Infus Intravena, digunakan untuk memberikan obat-obatan ke pembuluh darah secara konstan namun sedikit demi sedikit, terdiri atas infus pompa dan infus tetes.

Umunya, jenis intravena standar ini diberikan pada kasus-kasus rawat inap, operasi, untuk obat-obatan penghilang sakit, pengobatan mual, atau antibiotik.

Penggunaan intravena dalam jangka panjang

Jika metode injeksi intravena digunakan untuk jangka panjang seperti pada pasien kemoterapi, biasanya tenaga medis akan lebih memilih menggunakan Kateter Vena Sentral (CVC) dibanding IV standar. CVC biasanya dimasukkan melalui vena di daerah leher, lengan, atau pangkal paha.

Jadi, kateter atau jalur masuk obat akan dibuat dulu di awal pengobatan dan tidak akan dilepas hingga pengobatan selesai. CVC dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Tiga jenis CVC yang paling utama :

  • Peripherally inserted central catheter (PICC) – dimasukkan ke siku pada lengan atas langsung menuju pembuluh darah.
  • Tunneled catheter – kateter diletakkan pada pembuluh vena di leher atau jantung selama prosedur operasi yang singkat.
  • Implanted port – diimplan atau ditanam ke bawah kulit pada pembuluh vena di leher atau dada, biasanya digunakan ketika operasi.

Untuk mengetahui jenis intravena mana yang Anda butuhkan, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter.

Efek samping menggunakan intravena

Meski tindakan ini cukup aman dilakukan, tapi efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan intravena adalah:

  • Infeksi pada area suntikan.
  • Merusak pembuluh darah pada area suntikan.
  • Emboli udara (terbentuknya gelembung udara pada jantung dan paru-paru yang dapat menghambat aliran darah.
  • Pembekuan darah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosa, maupun perawatan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat atau organ reproduksi wanita berfungsi untuk memungkinkan kehamilan dan melindungi bagian dalam tubuh lain dari infeksi. Apa saja organ yang terlibat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Jongkok atau Duduk: Mana Posisi BAB yang Lebih Sehat?

Posisi duduk saat buang air besar (BAB) ternyata lebih rentan terkena ambeien, radang usus buntu, hingga serangan jantung. Bagaimana mungkin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pencernaan 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tato mata

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
minyak daun basil

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit