Apa itu ketombe?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu ketombe?

Ketombe adalah kondisi kulit kepala kronis yang sangat umum terjadi, berupa serpihan kulit mati yang berasal dari kulit kepala. Serpihan-serpihan ini biasanya terlihat ketika terjatuh di atas bahu. Biasanya, ketombe juga disertai dengan rasa gatal di kulit kepala.

Ketombe bukan kondisi yang dapat membahayakan kesehatan, tetapi keberadaannya dapat memengaruhi rasa percaya diri penderitanya. Dalam kasus yang sangat langka, kondisi ini dapat menyebabkan kerontokan rambut jika tidak segera diobati.

Penyebab pasti dari timbulnya serpihan-serpihan sel kulit mati masih belum diketahui. Namun, berbagai macam faktor dapat meningkatkan risiko kemunculannya. Kondisi ini tidak ada hubungannya dengan higienitas seseorang, tetapi jumlah serpihan kulit mati yang rontok dapat dikurangi dengan rutin keramas dan menyisir rambut.

Seberapa umum ketombe?

Ketombe adalah keadaan yang sangat umum terjadi dan memengaruhi pasien dari segala golongan usia. Kebanyakan kasusnya diderita oleh pria dibanding wanita.

Bayi juga dapat terkena ketombe, yang biasa disebut dengan cradle cap. Kelainan ini umumnya muncul pada bayi baru lahir hingga berusia dua bulan, tetapi mungkin juga dapat terlihat pada bayi yang lebih tua. Namun, cradle cap tidak berbahaya dan biasanya hilang sendiri.

Ketombe dapat diatasi dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penanganan yang tepat, diskusikan dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ketombe?

Ketombe menunjukkan gejala yang sangat mudah untuk diidentifikasi. Berikut adalah beberapa gejala yang paling umum:

  • Serpihan kulit mati berwarna putih atau kuning pucat
  • Rasa gatal di area yang terdampak
  • Kulit terlihat bersisik
  • Muncul ruam pada area yang gatal
  • Kulit kepala dan kulit wajah berminyak

Apabila Anda memiliki ketombe, gejala-gejala di atas dapat memburuk jika Anda berada di tempat bersuhu atau bercuaca dingin terlalu lama.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Ketombe biasanya tidak akan menimbulkan masalah serius yang mengharuskan Anda pergi ke dokter. Namun, jika Anda mengalami hal-hal di bawah ini, Anda mungkin perlu melakukan kunjungan ke dokter terdekat:

  • Sampo tidak memberikan efek apapun setelah dipakai selama satu bulan
  • Serpihan kulit mati yang terlihat semakin banyak
  • Kulit kepala semakin terasa gatal
  • Kulit kepala memerah, bahkan membengkak
  • Anda memiliki sistem imun yang lemah

Setiap orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera menemui dokter jika Anda sudah mengalami gejala-gejala di atas dan Anda merasa kondisi ini mengganggu kegiatan sehari-hari.

Penyebab

Apa penyebab ketombe?

Ketombe adalah permasalahan kulit kepala yang belum diketahui secara pasti apa pemicunya. Beberapa ahli percaya bahwa penyebabnya dapat dikaitkan dengan peningkatan produksi minyak dan sekresi, serta bertambahnya jumlah yeast (jamur) pada kulit.

Rontoknya serpihan kulit kepala tidak ada hubungannya dengan infeksi bakteri maupun infeksi jamur. Kondisi ini juga berbeda dengan ringworm di kulit kepala, yang diakibatkan oleh infeksi jamur atau tinea capitis.

Ketombe bukanlah kondisi kesehatan yang menular. Beberapa hal yang mungkin menjadi pemicu kemunculannya adalah kebersihan dan sistem imun pada tubuh.

Berikut adalah beberapa pemicu yang dapat menimbulkan ketombe, yaitu:

1. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan kondisi yang menyerang kulit. Beberapa area kulit yang dapat terdampak adalah kepala, kulit wajah, dada bagian atas, punggung, bagian belakang telinga, alis, dan bagian samping hidung.

Kondisi ini menyebabkan kulit memerah, berminyak, bersisik, dan timbul serpihan kulit mati yang menjadi ketombe.

2. Jarang menyisir rambut

Apabila Anda tidak rajin menyisir rambut Anda, maka kemungkinan serpihan kulit menetap di kepala semakin besar.

3. Jamur

Jamur, disebut malassezia, hidup di kulit kepala pada kebanyakan orang dewasa. Dalam beberapa kasus, malassezia mengiritasi kulit kepala dan dapat menyebabkan lebih banyak sel kulit tumbuh.

Orang yang sensitif dengan jamur akan lebih mungkin memiliki ketombe. Oleh karena itu, jamur dinilai memengaruhi kemunculan serpihan-serpihan kulit mati.

Selain itu, ketombe akan semakin parah apabila terkena suhu dingin, dan membaik setelah terpapar cuaca yang lebih hangat. Hal ini disebabkan oleh sinar UVA dari matahari yang dapat membasmi jamur.

4. Kulit kering

Jika Anda memiliki kulit yang kering, maka Anda lebih mudah memiliki ketombe. Perubahan suhu yang terlalu drastis, seperti berpanas-panasan di luar lalu masuk ke ruangan ber-AC dengan suhu rendah dapat memperparah keadaan kulit kering.

Ketombe yang berasal dari kulit kering cenderung berukuran lebih kecil dan tidak mengandung minyak.

5. Tidak sering mencuci rambut

Bila Anda tidak mencuci rambut Anda secara teratur, hal tersebut dapat menyebabkan penumpukan minyak dan sel kulit dari kulit kepala dan menghasilkan serpihan-serpihan. Namun, teori ini masih belum memiliki bukti yang cukup.

6. Kondisi kulit tertentu

Penderita eksim, psoriasis, dan kelainan kondisi kulit lainnya lebih mudah memiliki ketombe.

7. Produk perawatan rambut

Ada kalanya produk perawatan rambut dan kulit tertentu dapat memicu sensitivitas kulit. Gejala yang dapat ditimbulkan adalah kulit memerah, gatal, dan bersisik.

Produk yang biasanya menimbulkan alergi maupun gejala-gejala tersebut adalah sampo dan pewarna rambut.

8. Kondisi kesehatan tubuh

Dikutip dari Medical News Today, orang dewasa yang menderita Parkinson dan penyakit saraf lainnya lebih rentan memiliki ketombe dan dermatitis seboroik.

Sebuah studi juga menunjukkan bahwa sebanyak 30 hingga 83 persen penderita HIV terkena dermatitis seboroik.

Pasien yang juga mengalami masa pemulihan dari serangan jantung atau stroke, dan orang-orang dengan sistem imun yang lemah akan lebih mudah memiliki kondisi ini.

9. Pola makan

Kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, vitamin B, dan lemak jenis tertentu dapat meningkatkan risiko Anda berketombe.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh ketombe?

Karena ketombe bukanlah masalah kulit yang serius, komplikasi pun sangat jarang terjadi. Namun, terkadang masalah ini bisa jadi pertanda dari kondisi kesehatan tubuh yang serius.

Anda perlu menemui dokter jika mengalami gejala-gejala seperti pembengkakan, kulit kemerahan, dan serpihan kulit mati semakin banyak.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya memiliki ketombe?

Ketombe adalah kondisi yang dapat menimpa semua orang dari segala usia. Namun, terdapat banyak faktor-faktor yang meningkatkan risiko Anda memiliki kondisi tersebut.

Berikut adalah beberapa faktor risiko munculnya kondisi ini, yaitu:

1. Usia

Ketombe biasanya lebih sering muncul pada masa dewasa muda dan berlanjut sepanjang masa paruh baya. Namun, bukan berarti bahwa orang dewasa yang lebih tua tidak mengalami kondisi ini. Terkadang, situasi ini bisa berlangsung seumur hidup.

2. Hormon pria

Karena jumlah pria berketombe lebih tinggi daripada wanita, hormon pria dianggap menjadi penyebabnya.

3. Rambut dan kulit kepala berminyak

Memiliki minyak kulit dan rambut berlebihan membuat Anda lebih rentan terhadap ketombe karena malassezia memakan minyak pada kulit kepala.

4. Orang dengan penyakit saraf

Macam penyakit Parkinson lebih mungkin mengalami dermatitis seboroik dan ketombe. Sama halnya dengan pengidap infeksi HIV, atau orang yang sistem kekebalan tubuhnya melemah karena kondisi lain.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana ketombe didiagnosis?

Ketombe adalah kondisi yang sangat umum dan dapat diidentifikasi dengan mudah. Oleh karena itu, dokter bisa mendiagnosis kondisi ini secara cepat dengan melihat langsung rambut dan kulit kepala Anda.

Cara mengobati ketombe

Pengobatan yang paling utama adalah dengan menggunakan sampo antiketombe. Anda dapat menemukan sampo tersebut dengan mudah di supermarket atau apotik terdekat.

Pastikan Anda memilih sampo antiketombe yang mengandung bahan-bahan aktif sebagai berikut:

1. Pyrithione zinc

Bahan tersebut mengandung agen antibakteri dan antijamur. Dengan memakai sampo berbahan pyrithione zinc, Anda dapat mengurangi kadar jamur di kulit kepala yang menyebabkan penumpukan sel kulit mati dan dermatitis seboroik.

2. Tar batu bara

Kandungan yang terdapat di tar batu bara ternyata dapat mengobati kondisi kulit kepala seperti ketombe, dermatitis seboroik, dan psoriasis. Batu bara dapat membantu mengurangi proses penumpukan sel kulit mati di kepala.

Namun, Anda perlu berhati-hati apabila Anda memiliki rambut berwarna terang, karena sampo yang mengandung tar batu bara dapat menyebabkan perubahan warna rambut.

3. Salicylic acid

Sampo yang mengandung salicylic acid akan membantu menghilangkan sisik kulit yang berketombe, tapi mungkin kulit akan menjadi kering dan kulit mati yang rontok lebih banyak. Anda dapat menggunakan kondisioner setelahnya untuk mengurangi kekeringan pada kulit.

4. Selenium sulfide

Sampo dengan selenium sulfide memperlambat penumpukan sel kulit mati dan mengurangi malassezia. Mirip dengan sampo berbahan tar batu bara, selenium sulfide dapat menyebabkan perubahan pada rambut berwarna terang.

5. Ketoconazole

Berbeda dengan sampo antiketombe lainnya, ketoconazole digunakan hanya apabila sampo lain tidak berhasil memberikan perubahan pada ketombe Anda. Sampo ini biasanya didapat dengan resep dokter.

Gunakan sampo antiketombe setiap hari. Jika serpihan kulit mati mulai berkurang, Anda dapat mengurangi pemakaian sampo menjadi dua atau tiga kali seminggu.

Selain sampo antiketombe, dokter mungkin akan meresepkan krim steroid atau krim antijamur jika kondisi kulit Anda tidak kunjung membaik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi ketombe?

Selain mencoba pengobatan medis seperti sampo antiketombe atau krim steroid, Anda dapat melakukan perubahan gaya hidup, pola makan, dan melakukan tips mudah untuk mengatasi ketombe yang membandel.

Di bawah ini adalah beberapa cara rumahan yang dapat meredakan gejala ketombe secara alami:

1. Menggunakan tea tree oil

Sedari dulu, tea tree oil digunakan untuk mengobati berbagai macam permasalahan kulit, seperti jerawat dan psoriasis. Tea tree oil juga dinilai efektif membasmi jamur yang menjadi penyebab dermatitis seboroik dan penumpukan sel kulit kepala yang mati.

Sebuah studi pada 126 orang yang menggunakan sampo berbahan tea tree oil selama 4 minggu menunjukkan bahwa 41% responden tidak lagi merasa gatal dan berminyak di area yang berketombe.

Perlu diingat bahwa tea tree oil bisa menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif. Karena itu, sebaiknya campurkan dengan minyak lain, seperti minyak kelapa, sebelum dioleskan ke kulit.

2. Menggunakan minyak kelapa

Minyak kelapa memiliki manfaat yang beragam, dan salah satunya adalah membantu meringankan ketombe. Minyak kelapa melembabkan kulit, sehingga kulit tidak terasa kering dan terhindar dari ketombe.

Kandungan yang terdapat di minyak kelapa dapat meringankan peradangan akibat eksim dan dermatitis, sehingga serpihan sel kulit mati pun dapat berkurang secara signifikan.

3. Mengoleskan aloe vera

Aloe vera adalah bahan yang paling sering ditemui di salep, kosmetik, dan lotion. Ketika diaplikasikan pada kulit, aloe vera dapat membantu meringankan peradangan di kulit, termasuk psoriasis yang menyebabkan ketombe.

4. Mengontrol stres

Stres dipercaya dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan. Kondisi ini memang tidak secara langsung menyebabkan ketombe. Namun, stres bisa memperparah keadaan kulit yang kering dan gatal-gatal, sehingga ketombe pun akan semakin parah.

Dengan mengelola tingkat stres, Anda juga mendapatkan efek jangka panjang berupa perbaikan sistem imun tubuh. Sistem imun yang lemah dapat berpengaruh pada kesehatan kulit dan kemunculan ketombe.

Anda dapat mencoba meditasi, yoga, menarik napas dalam-dalam, atau menggunakan aromaterapi untuk membantu meredakan stres.

5. Perbanyak konsumsi asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 sangat penting untuk kesehatan kulit dan dapat membantu mengurang inflamasi. Kulit yang sehat tentunya tidak akan menghasilkan serpihan sel kulit mati yang banyak.

Omega-3 dapat ditemukan di ikan seperti salmon, trout, dan makarel, serta kacang-kacangan seperti walnut, flaxseed, dan chia seed.

6. Makanan kaya akan probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang bermanfaat untuk memperbaii sistem imun tubuh. Probiotik terbukti dapat mengurangi gejala-gejala yang timbul pada eksim dan dermatitis, terutama pada anak-anak dan bayi.

Probiotik biasanya dijual dalam bentuk suplemen dengan dosis tertentu. Anda juga dapat menemukan probiotik pada makanan hasil fermentasi, seperti tempe.

7. Memakai baking soda

Baking soda ternyata tidak hanya digunakan untuk memasak. Bahan makanan yang satu ini juga dapat membantu mengurangi rasa gatal, sisik, dan jamur pada kulit, sehingga serpihan-serpihan kulit mati pun dapat berkurang secara signifikan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: Juni 20, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca