home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ragam Penyakit Kulit Kepala yang Umum dan Perlu Anda Waspadai

Ragam Penyakit Kulit Kepala yang Umum dan Perlu Anda Waspadai

Sama seperti kulit bagian lainnya, kulit kepala berfungsi melindungi lapisan di bawahnya yaitu kepala. Bagian yang tertutupi oleh rambut ini ternyata juga sering mengalami masalah. Simak penyakit kulit kepala apa saja yang kerap terjadi dan penanganannya.

Berbagai penyakit kulit kepala dan penjelasannya

penyakit kulit kepala

Salah satu gejala yang menandakan ada masalah pada kulit kepala adalah susahnya mengatasi kulit kepala gatal yang tidak tertahankan. Kebanyakan orang mungkin merasa bahwa kondisi ini dapat menghasilkan ketombe.

Faktanya, ada beragam penyakit kulit kepala yang menyebabkan rasa gatal pada daerah tersebut. Berikut ini beberapa jenis masalah kulit kepala yang perlu Anda kenali agar lebih mudah mengobatinya.

1. Ketombe

Ketombe adalah salah satu penyakit kulit kepala yang dialami kebanyakan orang, terlepas dari usia, jenis kelamin, dan ras apa pun.

Serpihan putih yang mengotori rambut ini sebenarnya adalah kulit kelapa yang mengelupas lebih cepat. Akibatnya, butiran kulit kepala ini menumpuk dan membentuk serpihan.

Penyebab utama ketombe adalah pertumbuhan jamur yang hidup di rambut. Umumnya, orang yang tidak menjaga kebersihan rambut dengan benar lebih rentan mengalami masalah kulit kepala ini.

Meski belum ada obatnya, mengatasi ketombe cukup mudah yaitu dengan rutin keramas menggunakan sampo anti-ketombe. Bila dibiarkan, serpihan putih ini dapat menebal, menyebar, dan menyebabkan rasa gatal hingga luka pada kulit kepala.

2. Kutu rambut

Anak-anak mungkin lebih sering mengalami masalah kutu rambut dibandingkan orang dewasa. Hal ini dikarenakan penyakit kulit kepala ini mudah menular dari sisir, topi, atau sikat yang dipakai secara bergantian oleh anak-anak.

Meski tidak menimbulkan kondisi serius, kutu rambut dapat mengisap darah dan menjadi penyebab kulit kepala terasa gatal. Itu sebabnya, adanya kutu di rambut menjadi salah satu masalah yang cukup menjengkelkan.

Kabar baiknya, rambut kutuan dapat diatasi dengan sampo atau obat khusus yang punya kandungan ivermectin. Selain menjaga kebersihan rambut, Anda juga perlu membersihkan pakaian, topi, handuk, dan selimut yang dipakai dengan air panas.

3. Folikulitis

Folikulitis adalah masalah kulit yang terjadi akibat peradangan pada folikel (bagian akar) rambut. Masalah kulit kepala ini biasanya ditandai dengan benjolan merah yang menyerupai jerawat pustula (bernanah), terasa gatal, dan panas.

Folikel rambut yang meradang biasanya disebabkan oleh bakteri akibat iritasi yang terjadi saat bercukur atau penggunaan kosmetik wajah. Selain di kulit kepala, folikulitis juga dapat terjadi di bagian tubuh yang memiliki rambut, seperti janggut, lengan, hingga alat kelamin.

Walaupun tidak termasuk berbahaya, masalah kulit kepala yang satu ini dapat menimbulkan sensasi gatal, nyeri, dan rasa tidak nyaman. Bahkan, folikulitis yang parah dapat meninggalkan bekas luka dan menyebabkan kerontokan parah.

Bila gejala yang dialami cukup ringan, Anda bisa mengobatinya di rumah. Namun, untuk folikulitis yang lebih parah dan berulang, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit.

4. Psoriasis kulit kepala

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum yang ditandai dengan bercak merah bersisik yang menebal (plak). Kondisi ini termasuk penyakit kulit kepala karena dapat memengaruhi seluruh bagian kulit kepala, termasuk bagian belakang kepala.

Jika menjumpai sisik tebal berwarna putih keperakan di kulit yang menebal, ada kemungkinan Anda mengalami psoriasis kulit kepala. Beberapa orang mungkin tidak menyadari masalah ini karena sering tertutupi oleh rambut.

Meski begitu, serpihan sisik di kulit kepala ini dapat menghasilkan ‘ketombe’ yang parah. Akibatnya, banyak orang yang merasa malu atau menganggap bahwa ini adalah masalah ketombe biasa.

Oleh karena itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter ketika Anda merasa ada tekstur yang berbeda di kulit kepala dan menimbulkan ketombe yang parah.

5. Dermatitis seboroik

Selain folikulitis, penyakit kulit kepala yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur adalah dermatitis seboroik. Dermatitis seboroik dapat menimbulkan ruam, kulit kering bersisik, dan terkadang mengelupas layaknya ketombe.

Pada kasus yang parah, dermatitis seboroik dapat mengakibatkan kulit kepala berminyak dan cenderung tampak memerah. Berbeda dengan ketombe, kondisi ini bisa menyerang bagian kulit lainnya, tidak hanya di kulit kepala saja.

Dermatitis jenis ini biasanya dapat diatasi dengan menggunakan sampo, sabun, dan losion khusus yang diresepkan dokter. Anda juga perlu rutin membersihkan serpihan kulit yang mengelupas dan gunakan pelembap rambut agar kulit kepala tidak kering.

6. Tinea Capitis (kurap kulit kepala)

Tinea capitis adalah infeksi jamur yang menimbulkan bercak kemerahan berbentuk cincin pada kulit. Jika menyerang kulit kepala atau disebut juga dengan tinea capitis, area tersebut akan bersisik dan cenderung botak.

Bila tidak segera ditangani, masalah kulit kepala ini dapat menyebar ke area kulit lainnya. Oleh sebab itu, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit untuk mengobati kurap.

Agar tidak terkena penyakit ini lagi, Anda perlu menjaga kebersihan tubuh dan rumah. Selalu cuci tangan setelah bepergian, berenang, atau memegang hewan peliharaan.

7. Kulit kepala terbakar matahari

Siapa sangka bahwa kulit kepala juga dapat terbakar matahari. Masalah kulit kepala ini lebih rentan terjadi pada orang berambut tipis dan sering berkegiatan di bawah terik matahari.

Jika kulit kepala Anda terbakar matahari, tentu akan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Kemerahan, rasa gatal, perih, hingga muncul lepuhan berair dapat dirasakan di kulit kepala Anda.

Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini bisa diatasi dengan berbagai pengobatan rumahan sebagai berikut.

  • Membasuh kepala dengan air dingin untuk menghilangkan rasa nyeri.
  • Menghindari produk perawatan rambut.
  • Menggunakan produk sampo berbahan ringan, seperti bebas alkohol dan surfaktan.
  • Mengeringkan rambut secara alami tanpa bantuan hair dryer.

Bila Anda merasa penyebab kulit kepala gatal ini cukup mengganggu, silakan konsultasikan ke dokter spesialis kulit atau dermatolog.

8. Lichen planus

Lichen planus adalah kondisi peradangan yang memengaruhi selaput lendir dan kulit, termasuk kulit kepala. Umumnya, lichen planus ditandai dengan kulit bersisik dan kemerahan di sekitar folikel rambut, bercak botak (pitak), dan rasa gatal pada kulit kepala.

Jenis penyakit kulit ini dapat meninggalkan bekas luka permanen yang dapat berujung pada kerontokan. Penyebab masalah yang menimbulkan kulit kepala gatal ini belum diketahui, tetapi lichen planus dianggap sebagai gangguan autoimun.

Bila Anda mengalami masalah ini, dokter biasanya akan meresepkan obat topikal dan merekomendasikan terapi cahaya.

9. Kista sebasea

Kista sebasea atau kista epidermoid adalah kondisi ketika adanya keratin yang tumbuh berlebihan dan membentuk kantung atau kapsul kecil. Kista sebasea biasanya memiliki benjolan halus yang sebenarnya tidak berbahaya di permukaan kulit.

Selain tidak bersifat kanker, kista yang dapat dijumpai di punggung dan kulit kepala ini tidak perlu diangkat, kecuali menimbulkan rasa nyeri dan gatal.

Benjolan yang muncul di kulit kepala ini terjadi akibat beberapa sel di berada dekat permukaan kulit masuk ke bagian kulit yang lebih dalam. Sel tersebut terus berkembang biak dan membentuk kantung dan menghasilkan keratin.

Akibatnya, keratin menjadi basah dan menghasilkan zat seperti keju. Kondisi ini biasanya terjadi tanpa alasan tertentu, sehingga Anda tidak dapat mencegahnya. Hal ini juga tidak terkait dengan kerusakan rambut atau pengelupasan.

10. Alopecia areata

Bila Anda menyadari ada satu area di kulit kepala yang kini tidak ditumbuhi rambut setelah mengalami kerontokan, ada kemungkinan masalah yang dialami adalah alopecia.

Alopecia alias kebotakan adalah kondisi medis yang ditandai dengan rambut rontok parah hingga mengakibatkan kebotakan. Pada kasus yang parah, kulit kepala Anda akan ditumbuhi bintik kecil yang terasa gatal.

Rasa gatal ini biasanya menjadi gejala awal dari alopecia areata. Jika Anda merasa kulit kepala sangat gatal dan disertai kerontokan rambut yang parah, segera konsultasikan dengan dokter kulit.

Penyakit kulit kepala tidak hanya ditandai dengan rasa gatal atau nyeri pada daerah tersebut. Adakalanya masalah kesehatan ini tidak menimbulkan gejala apapun dan berkembang hingga menjadi cukup parah.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya tanyakan kepada dokter spesialis kulit atau dermatolog untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 reasons your scalp itches and how to get relief. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 22 October 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/itchy-skin/itch-relief/relieve-scalp-itch

Scalp Problems. (2019). Michigan Medicine. Retrieved 22 October 2020, from https://www.uofmhealth.org/health-library/aa84397

Ranganathan, S., & Mukhopadhyay, T. (2010). Dandruff: the most commercially exploited skin disease. Indian journal of dermatology, 55(2), 130–134. https://doi.org/10.4103/0019-5154.62734. Retrieved 22 October 2020. 

Starr, O. (2018). Epidermoid and Cysts. Patient Info. Retrieved 22 October 2020, from https://patient.info/skin-conditions/epidermoid-and-pilar-cysts-sebaceous-cysts-leaflet 

Oakley, A. (2014). Folliculitis. DermNet NZ. Retrieved 22 October 2020, from https://dermnetnz.org/topics/folliculitis/ 

Lichen Planopilaris. (2020). National Center for Advancing Translational Sciences. Retrieved 22 October 2020, from https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/3247/lichen-planopilaris 

Sunburn. (2019). Medline Plus. Retrieved 22 October 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003227.htm

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 23/11/2020
x