home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Obat Ketombe yang Ampuh dan Mudah Digunakan di Rumah

Obat Ketombe yang Ampuh dan Mudah Digunakan di Rumah

Ketombe adalah masalah kulit kepala yang umum terjadi pada siapa saja. Meski tidak parah, serpihan putih yang jatuh di sekitar pundak ini dapat mengurangi kepercayaan diri seseorang. Itu sebabnya, perlu penanganan dengan obat untuk mengatasi ketombe.

Apa saja obat untuk mengatasi ketombe?

berbagai penyebab ketombe

Kebanyakan orang percaya bahwa penyebab ketombe berhubungan dengan cara merawat rambut dan kulit kepala. Faktanya, tidak demikian.

Meski jarang keramas dapat menyebabkan ketombe semakin parah, penyebab utama ketombe belum diketahui secara pasti. Namun, bukan berarti Anda tidak dapat mengatasi serpihan-serpihan putih yang mengganggu ini.

Anda bisa menggunakan obat ketombe yang tersedia dalam berbagai jenis, mulai dari sampo hingga krim atau salep yang dioleskan di kulit kepala. Yuk, cari tahu apa saja pilihan cara menghilangkan ketombe yang membandel.

1. Pakai sampo antiketombe

Salah satu cara yang paling sering dilakukan untuk menghilangkan ketombe adalah menggunakan sampo antiketombe. Keramas adalah upaya menjaga kebersihan rambut yang baik, tetapi harus dibarengi dengan sampo yang sesuai dengan kondisi rambut.

Bagi orang yang mengalami masalah ketombe tentu perlu menggunakan sampo obat yang mengandung bahan-bahan aktif di bawah ini untuk menghilangkan serpihan ini.

Ketoconazole

Ketoconazole adalah obat yang sering dipakai untuk mengatasi dermatitis seboroik atau penyakit kulit yang menyebabkan kulit mengelupas dan memerah. Senyawa aktif ini ternyata juga bisa Anda jumpai di sampo obat untuk menghilangkan ketombe.

Cara kerja ketoconazole adalah menghambat pertumbuhan jamur dan mengurangi peradangan kulit kepala. Senyawa yang ada pada sampo ketoconazole bersifat antijamur dan antibakteri, sehingga dapat dipakai untuk melawan infeksi jamur penyebab ketombe.

Bila ingin mengobati ketombe, Anda dapat menggunakan sampo yang mengandung 1% ketoconazole di apotek. Sementara itu, sampo dengan kandungan lebih dari 1% ketoconazole dapat diperoleh lewat resep dokter.

Meski terbilang ampuh, sampo antiketombe yang satu ini dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti:

  • iritasi kulit,
  • kulit kepala dan rambut kering, serta
  • perubahan warna rambut.

Selalu baca aturan pakai sebelum menggunakan produk obat ketombe ini.

https://wp.hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/4-minyak-untuk-rambut-sehat/

Selenium sulfide

Selain ketoconazole, senyawa aktif lainnya yang ada pada sampo obat untuk menghilangkan ketombe adalah selenium sulfide. Senyawa ini memang sering dipakai untuk mengatasi masalah kulit kepala dengan membasmi pertumbuhan jamur.

Dengan begitu, rasa gatal di kulit kepala berkurang. Bahkan, sampo ini juga mengurangi pengelupasan dan kemerahan pada kulit kepala. Cara menggunakannya pun sama seperti cara keramas seperti biasanya, yaitu:

  • oleskan sampo pada kulit kepala,
  • pijat kulit kepala,
  • diamkan selama 2 – 3 menit, dan
  • bilas hingga bersih.

Tidak seperti sampo biasanya, sampo selenium sulfide hanya dapat diperoleh lewat resep dokter. Selain itu, sampo ini hanya boleh digunakan satu kali atau dua kali seminggu. Pasalnya, terlalu sering dipakai dapat menyebabkan kulit kepala kering, iritasi, dan rambut rontok.

Zinc pyrithione

Zinc pyrithione adalah salah satu senyawa aktif yang ada pada sampo antiketombe di pasaran. Senyawa aktif ini bertugas mengurangi ketombe, serta mengatasi kulit kepala gatal dan menjaganya tetap tetap sehat.

Hal ini mungkin dikarenakan zinc pyrithione memiliki aktivitas sitotoksik terhadap malassezia (jamur pemicu ketombe). Artinya, zat aktif ini dapat merusak jamur tersebut dan dinilai efektif dalam mengurangi pengelupasan kulit, rasa gatal, dan iritasi.

Belerang

manfaat belerang untuk kesehatan kulit

Tidak hanya digunakan untuk obat jerawat, belerang ternyata bisa dipakai sebagai bahan aktif dalam sampo untuk menghilangkan ketombe.

Begini, belerang adalah senyawa non-metalik dengan sifat keratolitik, yaitu dapat menghilangkan sel kulit mati berlebih yang dihasilkan epidermis. Selain itu, belerang juga memperlihatkan aktivitas antimikroba.

Meski begitu, efek belerang terhadap ketombe ini hanya tampak efektif ketika digunakan bersama dengan asam salisilat.

Coal tar (tar batu bara)

Sifat tar batu bara yang dapat melepaskan sel kulit mati dan memperlambat pertumbuhan sel kulit diklaim ampuh dalam mengatasi ketombe. Nah, sampo yang mengandung coal tar ini hanya boleh diaplikasikan pada rambut atau kulit kepala saja.

Penggunaannya pun sama seperti sampo lainnya. Hanya saja, sampo dengan kandungan coal tar perlu didiamkan selama 15 menit dan dibilas dengan air dingin. Perlu diingat bahwa obat ini tidak boleh digunakan dalam dosis besar atau jangka panjang.

Itu sebabnya, sampo yang mengandung tar batu bara hanya dipakai sebagai pilihan obat ketombe yang paling terakhir. Pasalnya, coal tar dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari dan meninggalkan noda pada kulit serta dapat jadi masalah pada kuku.

Biasanya, Anda perlu menggunakan sampo antiketombe setiap hari, tetapi hal ini juga tergantung pada jenis sampo dan kulit kepala. Setelah ketombe membaik, Anda mungin dapat menggunakan sampo antiketombe lebih jarang.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar sampo antiketombe, diskusikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat.

2. Obat steroid topikal

Bila produk sampo antiketombe tidak membuahkan hasil yang memuaskan, silakan konsultasikan ke dokter kulit. Terlebih jika kulit kepala terasa sangat gatal dan menimbulkan ruam.

Dokter biasanya akan meresepkan kortikosteroid topikal, seperi fluocinolone untuk digunakan selama dua minggu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ruam pada kulit kepala.

Selain itu, Anda juga akan diberikan obat-obatan yang membantu menekan respons imun, seperti tacrolimus dan pimecrolimus. Penting untuk menggunakan obat-obatan ini sesuai dengan instruksi dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

https://wp.hellosehat.com/hari-raya/ramadan/merawat-rambut-bagi-wanita-berhijab/

Bisakah ketombe diatasi dengan bahan alami?

Selain sampo obat untuk mengatasi ketombe, sebenarnya ada cara alami menghilangkan penyakit kulit kepala ini.

Ketombe sebenarnya dapat dikendalikan dengan mengikuti berbagai rutinitas perawatan rambut yang sehat. Anda juga dapat mencoba beberapa pengobatan rumahan yang sederhana dan alami.

Anda mungkin akan membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian tinggi, terutama bagi pemilik kulit yang sensitif. Berikut ini beberapa bahan alami untuk menghilangkan ketombe.

  • Tea tree oil karena bersifat antiseptik dan antijamur.
  • Baking soda bertindak sebagai pengelupas ringan yang menghilangkan kulit mati.
  • Minyak zaitun untuk melembapkan bagian kulit kepala yang kering.
  • Garam karena bersifat abrasif yang mampu menggosok serpihan ketombe.
  • Lidah buaya untuk meringankan gatal di kulit kepala.
  • Cuka apel karena mengandung asam yang tinggi untuk melawan jamur dan bakteri.

Meski bahan alami mudah diperoleh, Anda harus tetap berhati-hati karena sangat mungkin bahan-bahan di atas dapat menimbulkan berbagai efek samping. Selalu diskusikan dengan dokter spesialis kulit sebelum mencoba obat ketombe alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ketoconazole Shampoo. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 23 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/20386-ketoconazole-shampoo 

Coal Tar Shampoo. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 23 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/20874-coal-tar-shampoo 

Gupta, M., Mahajan, V., Mehta, K., & Chauhan, P. (2014). Zinc Therapy in Dermatology: A Review. Dermatology Research And Practice, 2014, 1-11. https://doi.org/10.1155/2014/709152. Retrieved 23 October 2020. 

Dandruff – symptoms & causes. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 23 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dandruff/symptoms-causes/syc-20353850 

Kormos, W. (2017). What is the best way to treat severe dandruff?. Harvard Health Publishing. Retrieved 23 October 2020, from https://www.health.harvard.edu/skin-and-hair/what-is-the-best-way-to-treat-severe-dandruff 

Ranganathan, S., & Mukhopadhyay, T. (2010). Dandruff: the most commercially exploited skin disease. Indian journal of dermatology, 55(2), 130–134. https://doi.org/10.4103/0019-5154.62734. Retrieved 23 October 2020. 

Tea tree oil. (2017). Mayo Clinic. Retrieved 23 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-tea-tree-oil/art-20364246 

Letscher-Bru, V., Obszynski, C. M., Samsoen, M., Sabou, M., Waller, J., & Candolfi, E. (2013). Antifungal activity of sodium bicarbonate against fungal agents causing superficial infections. Mycopathologia, 175(1-2), 153–158. https://doi.org/10.1007/s11046-012-9583-2. Retrieved 23 October 2020. 

Aloe Vera. (2020). National Center for Complementary and Integrative Health. Retrieved 23 October 2020, from https://www.nccih.nih.gov/health/aloe-vera 

Selenium Sulfide. (2017). Medline Plus. Retrieved 23 October 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682258.html 

How to treat dandruff. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 23 October 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/hair-scalp-care/scalp/treat-dandruff

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 25/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x