Mewarnai dengan Cat Rambut, dari Cara Merawat Hingga Risikonya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Mewarnai rambut dengan cat rambut jadi pilihan untuk berganti ‘suasana’ dan tampil beda. Meski membuat penampilan lebih percaya diri, cat rambut memiliki efek samping. Simak penjelasan seputar mewarnai rambut dan bagaimana cara merawat rambut berwarna. 

Proses mewarnai rambut dengan cat rambut

gejala alergi cat rambut

Setiap helai rambut terdiri dari dua bagian, yaitu folikel rambut dan batang rambut. Folikel rambut berada di akar rambut dan menempel pada setiap rambut di kulit kepala, sedangkan batang rambut menonjol keluar dari folikel. 

Folikel rambut mengandung sel hidup, tetapi tidak dengan batang rambut. Warna rambut berasal dari pigmen melanin yang dibuat oleh sel-sel folikel rambut. Bila produksi melanin menurun atau berhenti, rambut akan berubah menjadi abu-abu atau beruban. 

Nah, mewarnai rambut akan menghilangkan atau menambah warna baru pada batang rambut. Produk cat rambut pun juga bisa berasal dari bahan alami, seperti pacar yang diperoleh dari tumbuhan. 

Sementara itu, pewarna sintetis dibagi menjadi dua jenis, yaitu semi-permanen dan permanen. Pewarna semi-permanen hanya menembus lapisan terluar batang rambut dan bisa dihilangkan dengan mencuci rambut

Di lain sisi, produk pewarna permanen dapat menyebabkan perubahan kimiawi yang meningkatkan penetrasi produk ke dalam rambut. Hal ini juga memutihkan melanin secara alami dan menciptakan molekul warna yang nantinya terjebak di batang rambut.

Alhasil, rambut Anda akan berubah sesuai dengan warna yang ditawarkan di kemasan produk pewarna rambut. Meski bersifat permanen, perubahan kimia pada rambut dapat merusak rambut dan menghilangkan melanin dari batang rambut. 

Bahaya mewarnai rambut

Penggunaan produk pewarna rambut berbahan kimia tentu bisa menimbulkan efek samping terhadap kesehatan rambut. Perawatan rambut yang bisa dilakukan di salon maupun di rumah ini mengandung bahan kimia yang juga meresap ke kulit kepala.

Tidak hanya itu, partikel pewarna rambut bisa dengan mudah terhirup saat mewarnai rambut di salon. Agar Anda lebih hati-hati, berikut beberapa bahan kimia yang biasanya terkandung dalam pewarna rambut dan risikonya bagi kesehatan. 

  • Para-phenylenediamine (PPD) memicu iritasi mata, reaksi alergi, dan zat penyebab kanker (karsinogen).
  • Formaldehida bersifat karsinogen dan memicu kerusakan janin di dalam rahim.
  • Hidrogen peroksida menyebabkan mata terasa perih seperti tersengat.
  • Timbal asetat dapat mengakibatkan kerusakan saraf dan sebagai karsinogen.
  • DMDM hydantoin yang memicu masalah pada sistem imun tubuh.
  • Amonia memiliki sifat racun, korosif, dan menyebabkan gangguan pernapasan.
  • Resorsinol dapat mengacaukan hormon tubuh dan berpotensi sebagai karsinogen.

Melihat banyaknya zat kimia berbahaya yang terkandung dalam cat rambut, tidak menutup kemungkinan bahwa mewarnai rambut menyimpan berbagai masalah kesehatan.

Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

Benarkah cat rambut dapat menyebabkan kanker? 

Beberapa dari Anda mungkin juga merasa khawatir ingin mewarnai rambut atau tidak karena cat rambut disebut dapat menyebabkan kanker. 

Faktanya, hal tersebut belum dibuktikan secara ilmiah dan salah satu penelitian yang memuat hal ini berasal dari Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology

Para peneliti menemukan bahwa cat rambut tidak berhubungan dengan penyakit kanker kandung kemih, leukimia, dan kanker payudara. Namun, para ahli masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut. 

Meski begitu, ada berbagai efek samping yang ditimbulkan pewarna rambut ketika seseorang mengalami kondisi kesehatan tertentu. Sebagai contoh, beberapa kasus menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengecat rambutnya meningkatkan risiko tumor pada bayi mereka.

Bolehkah ibu hamil mewarnai rambut?

ibu hamil dan kehamilan

Meski cukup terbatas, sejumlah penelitian melaporkan bahan kimia yang ditemukan dalam cat rambut semi-permanen dan permanen tidak terlalu beracun dan aman digunakan selama kehamilan.

Tidak hanya itu, hanya sedikit pewarna rambut yang dapat diserap oleh kulit dan menyisakan sedikit pewarna rambut yang berdampak pada janin. Itu sebabnya, beberapa ahli menganggap bahwa jumlah kecil ini tidak berbahaya bagi kesehatan janin.

Bila Anda ragu untuk mewarnai rambut saat hamil, ada beberapa pilihan lainnya yang bisa Anda pertimbangkan. Sebagai contoh, menerapkan highlight pada rambut untuk mengurangi risiko pewarna menyentuh kulit kepala.

Dengan demikian, kulit tidak akan menyerap bahan kimia ke dalam aliran darah. Jika Anda masih ragu, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan solusi yang lebih baik.

Bahan alami untuk mewarnai rambut

Produk cat rambut yang tersedia di pasaran memang mengandung berbagai bahan kimia yang dapat mengancam kesehatan. Bagi Anda yang khawatir, tetapi tetap ingin mewarnai rambut, tidak perlu khawatir. 

Untungnya, ada berbagai bahan alami yang bisa dimanfaatkan sebagai pewarna rambut yang dinilai lebih aman. Apa saja?

Jus lemon

Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mewarnai rambut adalah jus lemon. Cairan bening kekuningan ini dipercaya membantu mengikis pigmen rambut secara perlahan dan membuatnya lebih cerah. 

Sifat pewarna dari jus lemon adalah permanen. Pasalnya, pigmen pada rambut yang dioleskan cairan lemon akan hilang. Namun, Anda bisa menghilangkan rambut yang terang ini dengan memotongnya.

Kopi

mengatasi bau mulut saat pakai masker

Bagi pemilik rambut beruban mungkin dapat memilih kopi sebagai bahan alami untuk mewarnai rambut. Hal ini dikarenakan campuran kopi dengan kondisioner yang dioleskan ke kepala dapat membantu mengecat rambut lebih gelap dan bahkan bisa menutupi uban Anda.

Ekstrak blackcurrant

Bila Anda ingin memiliki rambut berwarna ungu, salah satu bahan alami yang bisa mewujudkan impian tersebut adalah ekstrak blackcurrant. Ekstrak buah berwarna ungu ini juga dapat dicampur dengan henna yang dapat menghasilkan rambut coklat hingga hitam. 

Meski begitu, kedua campuran tersebut sifatnya hanya sementara dan hanya diserap oleh lapisan teratas permukaan rambut. Seperti pewarna nabati lainnya, henna bisa memicu risiko masalah pada kulit kepala, seperti iritasi dan sensasi gatal. 

Cara merawat rambut yang diwarnai

Merawat rambut berwarna memang tak selalu mudah. Bahkan, Anda terkadang membutuhkan perawatan rambut di salon untuk gonta-ganti warna hingga menemukan yang tepat. 

Agar waktu dan biaya yang terbuang tidak sia-sia, ada beberapa cara merawat rambut berwarna agar selalu sehat, berkilau, dan warnanya tahan lama. 

1. Rutin merawat rambut

Pastikan Anda meluangkan waktu ke salon setiap 6 minggu sekali untuk merawat akar rambut agar tetap sehat. Hal ini juga bertujuan agar warna rambut tetap konsisten dan tetap bersinar alami. 

2. Gunakan sampo untuk rambut berwarna

pakai sampo sama rusak rambut

Ada berbagai jenis produk sampo yang tersedia sesuai dengan jenis rambut dan salah satunya adalah sampo khusus untuk rambut berwarna. Kandungan bahan kimia dalam sampo ini cenderung tidak terlalu keras agar rambut tetap sehat, bersih, dan bersinar. 

3. Pakai kondisioner

Selain sampo, penggunaan kondisioner rambut juga disarankan untuk merawat rambut berwarna. Begini, mewarnai rambut dapat menyebabkan rambut lebih kering, sehingga kondisioner dibutuhkan untuk menjaga kelembapan rambut. 

4. Tidak sering mengganti warna rambut

Semakin sering mewarnai rambut, semakin banyak pula bahan kimia yang masuk agar dapat menciptakan efek warna yang diinginkan. Hal ini tentu dapat memicu kerusakan pada rambut akibat paparan bahan kimia terus menerus. 

Itu sebabnya, disarankan untuk mengecat rambut secara berkala agar warna tetap menyala secara konsisten. 

Pada dasarnya merawat rambut berwarna mirip dengan jenis rambut lainnya. Hanya saja, rambut yang sudah diubah warna alaminya cenderung lebih kering dan membutuhkan perhatian khusus. 

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau dermatolog untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masih Mungkinkah Terserang Kanker Ovarium Meski Sudah Operasi Angkat Rahim?

Risiko kanker ovarium mengintai semua wanita tanpa pandang bulu. Namun, mungkinkan peluangnya masih tetap ada setelah operasi angkat rahim dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit

Waspada, Sering Makan Terlalu Malam Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Hati-hati kalau Anda sering makan terlalu malam. Menurut penelitian, kebiasaan itu bisa membuat Anda rentan kena penyakit kanker. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 17 September 2018 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Minum Teh Panas Meningkatkan Risiko Kanker Kerongkongan?

Kita semua tahu minum teh panas dapat membuat tubuh terasa lebih rileks. Namun, benarkah kalau ini juga bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 30 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit

Kupas Tuntas Kandungan Gizi dan 4 Manfaat Sehat Sirup Maple

Sirup maple banyak digunakan sebagai pemanis kue dan hidangan penutup lainnya. Sudahkah Anda tahu kandungan gizi dan manfaat sirup maple untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Juni 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker kandung kemih

Kanker Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
infeksi kandung kemih cystitis adalah

Infeksi Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit
gejala alergi cat rambut

Alergi Cat Rambut dan Gejalanya yang Perlu Diperhatikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko kanker

5 Hal Tak Terduga yang Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit