Definisi

Apa itu kanker payudara?

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Tumor ganas merupakan kumpulan sel kanker yang berkembang secara cepat ke jaringan di sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Penyakit ini terjadi hampir selalu pada wanita namun dapat terjadi pula pada pria.

Sel kanker dapat terbentuk di jaringan lemak di dalam payudara, kelenjar susu (lobulus), ataupun di saluran susu (duktus)

Seberapa sering penyakit ini terjadi?

Kanker jenis ini paling sering terjadi pada wanita. Kanker ini terjadi pada 1 dari 8 wanita di dunia. Hal ini dapat diatasi dengan menurunkan faktor risiko Anda. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Ciri-ciri & gejala

Apa saja ciri-ciri kanker payudara?

Ciri-ciri kanker payudara yang paling khas adalah munculnya benjolan di payudara. Benjolan ciri-ciri kanker payudara memiliki tekstur yang keras dengan batas yang tidak jelas dan permukaannya yang tidak rata.

Benjolan juga terus menetap 8 hingga 10 hari usai menstruasi. Bila benjolan ciri-ciri kanker payudara dekat dengan puting susu, akan terlihat bahwa puting susu tertarik ke dalam dan agak susah digerakkan (lengket).

Selain munculnya benjolan, tanda dan ciri-ciri kanker payudara yang dapat Anda kenali lainnya adalah:

  • Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.
  • Perubahan bentuk pada puting payudara.
  • Rasa sakit pada payudara yang tak kunjung hilang, bahkan ketika Anda sudah masuk ke masa haid bulan berikutnya. Meski begitu, beberapa wanita juga ada yang tidak mengalami rasa sakit atau nyeri di payudaranya.
  • Puting mengeluarkan cairan bening, berwarna cokelat, atau kuning.
  • Puting tiba-tiba memerah dan bengkak tanpa diketahui penyebabnya.
  • Bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut.
  • Pembuluh vena terlihat pada payudara, akibatnya urat-urat di bagian payudara terlihat dengan jelas.
  • Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan), terkadang kulit juga jadi mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan.

Apabila Anda mengalami atau mencurigai salah satu gejala dan ciri-ciri kanker payudara seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini dilakukan supaya Anda mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Dengan tanggap terhadap ciri-ciri kanker payudara, maka peluang Anda untuk sembuh dari penyakit ini juga semakin besar.

Mungkin terdapat beberapa tanda atau gejala kanker payudara yang belum disebutkan. Jika Anda ingin mengetahui ciri-ciri kanker payudara lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mencurigai memiliki salah satu tanda atau ciri-ciri kanker payudara seperti yang sudah disebutkan di atas. Pemeriksaan payudara secara mandiri dan teratur penting untuk dilakukan.

Umumnya, gejala kanker payudara stadium awal tidak menyebabkan rasa sakit. Jika Anda merasakan gejala kanker payudara lain, segera pergi ke dokter tanpa menunggu rasa sakit muncul. Deteksi dini meningkatkan peluang hidup pasien kanker payudara.

Selengkapnya

Penyebab

Apa penyebab kanker payudara?

Penyebab kanker payudara belum diketahui pasti. Meski begitu, para ahli meyakini jika penyebab kanker payudara karena  sel‐sel payudara berkembang secara abnormal dan membentuk sebuah benjolan di payudara. Benjolan ini dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya dan ke bagian tubuh yang lain.

Terdapat beberapa kondisi yang bisa jadi faktor penyebab kanker payudara. Para dokter memperkirakan sekitar 5‐10 persen penyebab kanker payudara berhubungan dengan mutasi gen 1 (BRCA1) dan gen 2 (BRCA2) yang diturunkan di keluarga. Maka jika Anda memiliki riwayat kanker di payudara dalam keluarga, sebaiknya Anda memeriksa darah Anda untuk mendeteksi gen tersebut.

Selain mutasi gen, para ahli juga sepakat bahwa riwayat medis dan gaya hidup seseorang bisa jadi faktor penyebab kanker payudara.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena penyakit ini?

Berikut ini beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab kanker payudara adalah:

  • Jenis kelamin. Wanita 100 kali lebih sering didiagnosis payudara daripada pria. Memiliki payudara besar, mengalami menstruasi dini, serta menopause usia lanjut juga bisa menjadi faktor risiko lain penyebab kanker payudara.
  • Usia. Usia tua merupakan faktor risiko utama yang jadi penyebab kanker payudara dan berbagai penyakit kronis lainnya. Dengan bertambahnya usia, risiko Anda semakin tinggi.
  • Riwayat keluarga. Ini artinya jika ada anggota keluarga Anda yang sedarah (ibu, anak, atau saudara kandung perempuan) yang menderita kanker di payudara, Anda pun berpotensi tinggi mengalami hal yang serupa. 

Selain beberapa hal yang sudah disebutkan di atas, menurut American Cancer Society, gaya hidup juga dapat menjadi faktor penyebab kanker payudara seperti obesitas, pecandu alkohol, mengonsumsi pil KB, memiliki anak pertama di usia tua, tidak memiliki anak, menggunakan terapi pengganti hormon.

Konsultasikan ke dokter guna mencari tahu informasi lebih lanjut terkait faktor lain yang jadi penyebab kondisi ini.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja obat kanker payudara yang biasa digunakan?

Dokter Anda menentukan terapi sebagai obat kanker payudara berdasarkan faktor-faktor berikut:

  • Tipe kanker di payudara
  • Stadium kanker di payudara
  • Ukuran kanker di payudara
  • Sensitivitas sel kanker terhadap hormon
  • Kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan

Terdapat 5 tipe terapi standar yang dapat dilakukan dokter sebagai obat kanker payudara, di antaranya:

1. Pembedahan

  • Bedah konservatif, yaitu mengangkat sel kanker beserta kelenjar getah bening yang terlibat.
  • Mastektomi total, yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker.
  • Modified radical mastectomy (mastektomi radikal yang dimodifikasi), yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker, kelenjar getah bening di bawah ketiak, sepanjang otot pada dada, dan terkadang sebagian otot dinding dada.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi adalah terapi kanker dengan menggunakan sinar X bertenaga tinggi yang ditargetkan untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini umumnya dilakukan secara teratur bagi wanita yang berisiko tinggi setelah menjalani prosedur mastektomi. 

3. Kemoterapi

Kemoterapi, yaitu terapi kanker menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk mengecilkan tumor sebelum diangkat. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan setelah pembedahan untuk mencegah pertumbuhan tumor kembali.

4. Terapi hormon

Terapi hormon adalah terapi kanker dengan menghambat kerja hormon dan mencegah perkembangan sel kanker. Terapi ini efektif hanya pada kanker pada payudara yang sensitif terhadap hormon. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan tipe kanker di payudara Anda.

5. Terapi target

Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain:

  • Antibodi monoklonal
  • Penghambat tirosin kinase
  • Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase)

Terapi yang digunakan dapat berupa kombinasi dari beberapa terapi. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk pilihan terapi yang tepat untuk Anda.

Berbagai pilihan obat kanker payudara yang digunakan dalam kemoterapi

Jika Anda memiliki gejala kanker payudara di stadium awal, ada beberapa jenis obat kemoterapi yang dapat Anda konsumsi. Obat kanker payudara stadium awal yang umum digunakan dalam kemoterapi meliputi antrasiklin (seperti doxorubicin/Adriamycin® dan epirubicin/Ellence®) dan taxanes (seperti paclitaxel/Taxol® dan docetaxel/Taxotere®). Obat ini juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan tertentu lainnya, seperti fluorouracil (5-FU), siklofosfamid (Cytoxan®), dan carboplatin.

Sementara obat kanker payudara untuk stadium lanjut yang sering digunakan dalam kemoterapi di antaranya:

  • Docetaxel
  • Paclitaxel
  • Agen Platinum (cisplatin, carboplatin)
  • Vinorelbine (Navelbine®)
  • Capecitabine (Xeloda®)
  • Liposomal doxorubicin (Doxil®)
  • Gemcitabine (Gemzar®)
  • Mitoxantrone
  • Ixabepilone (Ixempra®)
  • Albumin-terikat paclitaxel (menangkap-paclitaxel atau Abraxane®)
  • Eribulin (Halaven®)

Mungkin ada beberapa obat kanker payudara lainnya yang tidak disebutkan di atas. Selalu konsultasikan ke dokter mengenai obat kanker payudara yang Anda konsumsi. Pada dasarnya obat kanker payudara akan bergantung pada usia, kondisi, serta perkembangan sel kanker. Itu sebabnya, selalu konsultasikan ke dokter terkait obat kanker payudara yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi kanker payudara:

  • Gaya hidup sehat. Diet sehat dan berolahraga teratur merupakan hal penting.  Anda dapat memulai dengan mengurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok.
  • Diet sehat. Konsumsi nutrisi yang baik sangatlah penting. Anda akan sulit menahan makanan di dalam perut karena terapi yang Anda terima dapat menyebabkan mual atau mengubah sensasi rasa Anda. Ini dapat membantu Anda untuk makan makanan dengan porsi lebih kecil dan lebih sering seharinya.
  • Olahraga teratur. Kanker dapat menyebabkan lemas yang berkepanjangan dan tidak akan membaik dengan beristirahat. Berolahraga teratur dapat membantu Anda menghilangkan rasa lemas. Anda dapat memulainya dengan berjalan dan memilih olahraga yang nyaman untuk Anda.

 

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kanker payudara?

Cara ampuh untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menghindari segala faktor risiko penyebabnya. Selain itu, mewaspadai gejala kanker payudara dengan deteksi dini juga langkah penting untuk mencegah penyakit ini.

Berikut ini beberapa cara deteksi dini untuk mewaspadai gejala kanker payudara yang dapat Anda lakukan.

1. Periksa payudara sendiri

Langkah paling mudah untuk mengetahui gejala kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Tujuannya untuk memeriksa benjolan pada payudara. Anda dapat melakukan pemeriksaan ini di rumah secara rutin. Pemeriksaan yang dilakukan secara rutin akan membantu Anda untuk mengenali tekstur jaringan payudara normal.

Oleh sebab itu, jika suatu saat Anda merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara, Anda dapat segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan cara ini, Anda akan dapat dengan mudah mendeteksi gejala kanker payudara.

Waktu terbaik untuk memeriksa payudara adalah beberapa hari setelah siklus menstruasi selesai. Karena perubahan hormon dapat mempengaruhi bentuk dan perasaan Anda terhadap payudara, pemeriksaan paling baik adalah ketika payudara Anda berada pada status yang normal.

2. Mammografi

Selain melakukan SADARI, Anda dapat melakukan pemeriksaan mammografi secara rutin untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker di bagian payudara. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengetahui gejala kanker payudara awal. Mammografi sendiri adalah teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker di payudara.

Prosedur ini umumnya diwajibkan bagi wanita yang usianya lebih dari 40 tahun. Namun, jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat kanker di payudara, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan ini lebih dini dan lebih sering.

Ketika melakukan memmografi, payudara Anda akan ditempelkan pada layar pemindai rontgen. Kemudian, sebuah kompressor akan menekan payudara Anda ke bawah untuk meratakan jaringan agar menunjukkan gambar yang lebih jelas dari payudara Anda.

Bagi Anda yang baru pertama kali melakukan prosedur ini, Anda mungkin akan sedikit merasakan nyeri atau tidak nyaman. Namun jangan khawatir, rasa nyeri dan tidak nyaman ini tidak akan bertahan lama.

Selama prosedur, dokter akan memeriksa hasil gambar yang ditampilkan di layar pemindai dan meminta teknisi radiologis untuk mengambil beberapa gambar tambahan jika hasil yang sudah ada terlihat kurang jelas atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan panik, hal ini lazim untuk dilakukan.

3. Perubahan gaya hidup

Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu mencegah kanker di payudara, yaitu:

  • Batasi konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hati. Lebih baik lagi, berhentilah mengonsumsi alkohol secara total.
  • Olahraga teratur. Olahraga intensitas sedang secara rutin setidaknya 30 menit setiap hari. Hal ini dapat dimulai dengan hanya sekadar jalan santai, bersepeda, jogging, dan lain sebagainya. Bila perlu, tanyakan pada dokter terkait olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Batasi terapi hormon pasca menopause. Kombinasi terapi hormon dapat meningkatkan risiko terkena kanker di payudara. Itu sebabnya, bicarakan kembali dengan dokter Anda terkait manfaat serta risiko terpai hormon.
  • Berat badan sehat. Berusahalah untuk mendapatkan berat badan sehat dan ideal. Jika Anda perlu menurunkan banyak berat badan, tanyakan dokter tentang stretegi yang sehat untuk mencapai hal tersebut. Pada dasarnya kunci menurunkan berat badan hanya kurangi asupan kalori dan perbanyak olahraga.
  • Diet sehat. Asupan makanan nyatanya juga berperan penting untuk mencegah kanker ini. Oleh sebab itu, perhatikanlah asupan makanan Anda sehari-hari. Konsumsilah makanan dengan gizi seimbang dari buah dan sayur serta hindari makanan yang mengandung lemak tinggi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: April 25, 2018 | Terakhir Diedit: April 25, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan