Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

14 Pilihan Obat yang Ampuh Mengatasi Cantengan

    14 Pilihan Obat yang Ampuh Mengatasi Cantengan

    Cantengan adalah kondisi ketika kuku tumbuh ke dalam kulit. Penyakit kuku yang satu ini tentu terasa menyakitkan dan membuat jari kaki tak enak dipandang. Lantas, apa saja obat cantengan yang bisa ditemukan di apotek?

    Ragam obat cantengan di apotek

    Cantengan adalah kondisi kuku yang tumbuh ke dalam sehingga bisa melukai daging pada jari-jari. Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh kesalahan memotong kuku dengan benar.

    Akibatnya, infeksi bakteri atau jamur tak terhindari. Hal ini membuat kuku menghitam, bahkan bernanah.

    Untuk itu, obat cantengan yang ada di apotek berguna untuk mengatasi infeksi kuku yang rusak.

    Ada beberapa jenis obat yang tergolong keras. Jadi, Anda hanya bisa mendapatkannya setelah periksa dan mendapatkan resep dokter.

    Obat-obatan yang digunakan terbagi menjadi dua jenis, yaitu antibiotik dan antijamur. Kedua jenis ini tersedia dalam bentuk obat minum dan obat oles.

    Obat oles antibiotik untuk cantengan

    salep obat bisul

    Inilah beberapa jenis obat cantengan yang bisa melawan bakteri penyebab infeksi.

    1. Gentamicin

    Merek obat yang bisa Anda temukan adalah Sagestam. Obat cantengan kaki ini memiliki konsentrasi sebesar 1 mg gentamicin per 1 gram salep.

    Obat salep ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan protein bakteri penyebab infeksi seperti Staphylococcus aureus. Jadi, bakteri pun mati.

    Karena tergolong antibiotik, gentamicin bersifat keras sehingga tidak dijual bebas. Gunakan sebanyak 3 atau 4 kali sehari selama 5 – 10 hari.

    2. Salep yang mengandung bacitracin, neomycin, dan polymyxin B

    Ketiga bahan ini biasanya muncul dalam satu salep antibiotik. Nama merek dagang yang bisa Anda temukan, di antaranya Liposin, Tigalin, dan Enbatic Plus.

    Ketiga obat cantengan ini hanya bisa didapat dengan resep dokter karena tergolong keras.

    Obat ini bekerja dengan cara mengganggu pembentukan dinding sel bakteri, sehingga bisa menekan dan mencegah pertumbuhan bakteri sekaligus membunuhnya.

    Gunakan obat ini sebanyak tiga kali sehari selama 5 – 10 hari. Jangan gunakan dalam jangka panjang karena bisa menyebabkan resistensi bakteri.

    3. Mupirocin

    Salep cantengan ini tersedia dalam konsentrasi 20 mg atau 2% mupirocin.

    Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pembentukan protein bakteri sehingga mencegah dan menghentikan pertumbuhan bakteri.

    Merek dagang mupirocin yang biasa ditemukan di apotek, di antaranya Simtroban, Mupicor, Pirotop, Pibaksin, dan Bactroban.

    Gunakan mupirocin untuk mengobati infeksi pada cantengan sebanyak 2 – 4 kali sehari selama 5 – 10 hari. Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan resistensi bakteri.

    Obat oles antijamur

    Obat oles untuk atasi infeksi jamur pada kulit dan kuku ada yang tergolong keras dan bebas terbatas.

    Inilah daftar obat untuk atasi infeksi jamur akibat cantengan yang diresepkan dokter.

    1. Ciclopirox

    Sediaan ciclopirox yang ada di Indonesia berbentuk cairan luar yang dioles menggunakan kuas kecil. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan jamur.

    Sebelum menggunakan obat cantengan untuk kaki ini, pastikan Anda memotong dan mengikir kuku terlebih dahulu.

    Setelah dioles dan kering, jauhi kuku dari air hingga 8 jam setelah penggunaan obat. Gunakan sebanyak dua kali sehari hingga kondisi membaik, maksimal selama sebulan.

    2. Clotrimazole

    Obat ini tersedia dalam bentuk krim salep dan tergolong sebagai obat bebas terbatas.

    Jadi, Anda bisa mendapatkannya tanpa resep dokter, tetapi ada peringatan khusus saat menggunakannya.

    Beberapa merek obat cantengan clotrimazole yang bisa didapat di apotek, di antaranya Dermifar, Hufaderm, dan Erphamazol.

    Obat cantengan ini bekerja dengan cara menghambat dan menghentikan pertumbuhan jamur.

    Gunakan obat ini sebanyak tiga kali sehari hingga kondisi membaik, maksimal selama sebulan.

    3. Econazole

    Obat ini bekerja dengan menekan pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur sehingga jamur pun hancur.

    Econazole tergolong sebagai obat keras. Di Indonesia, produk ini biasanya digabung dengan bahan aktif lainnya, yakni triamcinolone acetonide.

    Cara pemakaiannya adalah dengan mengoleskannya sebanyak 3 – 4 kali sehari hingga kondisi membaik, maksimal selama sebulan.

    4. Ketoconazole

    Obat ini berbentuk obat cairan luar maupun krim. Ketoconazole tergolong ke dalam obat bebas terbatas.

    Jadi, Anda tidak perlu menggunakan resep obat, tetapi harus hati-hati. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi.

    Gunakan obat ini sebanyak sekali hingga dua kali sehari hingga kondisi pulih, maksimal sebulan. Bila muncul iritasi, hentikan obat ini.

    5. Nystatin

    Nystatin adalah obat krim cantengan yang tergolong keras.

    Obat ini mengobati infeksi jamur akibat cantengan dengan cara mengganggu lapisan membran jamur, sehingga jamur pun mati.

    Gunakan sebanyak tiga kali sehari hingga kondisi membaik, maksimal satu bulan. Bila iritasi, hentikan pemakaian.

    Obat minum antibiotik

    Perlu diingat bahwa seluruh obat minum antibiotik tergolong keras. Pastikan Anda mengonsumsinya berdasarkan anjuran dokter.

    Berikut beberapa jenis obat minum antibiotik untuk kuku cantengan.

    1. Obat dengan kandungan amoxicillin dan clavulanic acid

    Obat ini tersedia dalam bentuk kaplet salut selaput dan sirup kering. Amoxicillin mampu membunuh bakteri penyebab infeksi kuku.

    Sementara itu, clavulanic acid ini mencegah bakteri agar tidak merusak amoxicillin.

    Beberapa merek obat yang bisa ditemukan di apotek, di antaranya Vibranat, Co-amoxiclav, Clamixin, Coyarin, dan Betaclav.

    Dosis yang bisa dikonsumsi untuk orang dewasa sebesar 500 mg/125 mg tiga kali sehari selama seminggu.

    2. Clindamycin

    Obat cantengan ini berbentuk kapsul dengan konsentrasi 150 mg dan 300 mg. Obat ini mampu menghambat dan menghentikan pertumbuhan bakteri.

    Dosis yang direkomendasikan adalah sebesar 150 hingga 450 mg sebanyak 3 atau 4 kali sehari.

    Gunakan clindamycin selama seminggu. Obat ini diresepkan dokter untuk infeksi yang serius atau obat antibiotik lainnya tidak manjur.

    3. Obat dengan kandungan trimethoprim dan sulfamethoxazole

    Obat cantengan di apotek ini tersedia dalam bentuk kaplet, tablet, dan suspensi. Trimethoprim dan sulfamethoxazole bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.

    Dosis yang dianjurkan dokter adalah sebesar 160 mg/800 mg dua kali sehari selama 7 hari. Perlu diingat, penggunaan dosis tinggi bisa memicu kekurangan jumlah sel darah.

    Obat minum untuk sembuhkan infeksi akibat cantengan

    Tidak hanya obat antibiotik, obat minum juga berlaku untuk mengatasi jamur. Inilah beberapa obat jamur untuk cantengan yang ada di apotek.

    1. Fluconazole

    Obat fluconazole minum tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet dan tergolong keras.

    Obat ini mampu menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi. Dosis yang dianjurkan sebesar 150 mg sekali sehari selama 7 – 14 hari.

    2. Itraconazole

    Itraconazole tersedia dalam bentuk obat cair, kapsul, dan tablet. Untuk mengobati infeksi pada kuku akibat cantengan, biasanya sediaan kapsul dan tablet.

    Obat ini bisa menghambat pertumbuhan jamur. Dosis itraconazole yang direkomendasikan dokter adalah 200 mg dua kali sehari selama 7 hari.

    3. Nystatin

    Selain dalam bentuk krim oles, obat nystatin minum juga mampu mengobati infeksi jamur pada cantengan.

    Minumlah obat cantengan ini 1 atau 2 kali sehari dengan dosis sebesar 200.000 IU. Lakukan pengobatan selama seminggu hingga dua minggu.

    Tindakan medis untuk menyembuhkan cantengan

    obat cantengan alami cara mengobati cantengan

    Selain menggunakan obat krim atau minum, ada beberapa cara menyembuhkan cantengan lainnya dengan prosedur medis. Apa sajakah itu?

    1. Mengangkat kuku

    Bila kuku tumbuh ke dalam, dokter biasa mengangkat tepi kuku dan meletakkan kapas, benang, atau bidai di bawahnya.

    Prosedur ini berguna untuk memisahkan kuku dari kulit sehingga kuku tumbuh tepat di atas kulit. Ini biasanya berlangsung selama 2 hingga 12 minggu.

    2. Merekatkan kuku

    Dokter akan menarik kulit dari kuku yang tumbuh ke dalam dengan selotip.

    Metode lainnya adalah dengan menyelipkan alat bernama belat talang (gutter splint) di bawah kuku. Alat ini dipasang sampai kuku tumbuh di atas tepi kulit.

    3. Mencabut sebagian kuku

    Bila kuku yang cantengan sudah terasa sakit dan mengeluarkan nanah, dokter mungkin akan mencabut sebagian kuku yang tumbuh ke dalam.

    Kuku akan tumbuh kembali dalam 2 hingga 4 bulan.

    4. Operasi cantengan

    Kuku cantengan yang kambuh berulang kali pada jari yang sama mungkin perlu diatasi dengan operasi cantengan.

    Operasi ini meliputi pengangkatan sebagian kuku bersama dengan jaringan di bawahnya, yaitu bantalan kuku.

    Sebagai tindakan pencegahan, pastikan Anda tetap menjaga kebersihan kuku.

    Rangkuman

    Obat cantengan oles merupakan obat yang pertama kali diberikan dokter. Berikut daftar obat oles yang bisa mengatasi cantengan.
    • Gentamicin.
    • Salep bacitracin, neomycin, dan polymyxin B.
    • Mupirocin.
    • Ciclopirox.
    • Clotrimazole.
    • Econazole.
    • Ketoconazole.
    • Nystatin.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Bernardshaw, S., Dolva Sagedal, L., Michelet, K., & Brudvik, C. (2019). Postoperative treatment after partial nail ablation of ingrown toenails — does it matter what we recommend? A blinded randomised study. Scandinavian Journal of Primary Health Care, 37(2), 165-173. doi: 10.1080/02813432.2019.1608041

    Cek Produk BPOM – BPOM RI. (2022). Retrieved 16 June 2022, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/gksa4mhmu5q9moutsne7cv2dn1/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/5/gentamicin

    Shorr, R. I., Hoth, A. B., & Rawls, N. (2007). Drugs for the geriatric patient. Saunders.

    RIGOPOULOS, D., LARIOS, G., & GREGORIOU, S. (2008). Acute and Chronic Paronychia. American Family Physician, 77(3), 339-346. Retrieved from https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2008/0201/p339.html#afp20080201p339-tfn3

    Mupirocin 2% w/w Ointment – Summary of Product Characteristics (SmPC) – (emc). (2022). Retrieved 17 June 2022, from https://www.medicines.org.uk/emc/product/3365/smpc

    Cek Produk BPOM – BPOM RI. (2022). Retrieved 17 June 2022, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/gksa4mhmu5q9moutsne7cv2dn1/all/row/10/page/2/order/4/DESC/search/5/Ciclopirox

    Ciclopirox Topical: MedlinePlus Drug Information. (2016). Retrieved 17 June 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a604021.html

    Materi Edukasi Tentang Peduli Obat dan Pangan Aman. (2016). Retrieved 17 June 2022, from https://www.pom.go.id/files/2016/brem.pdf

    Clotrimazole Topical: MedlinePlus Drug Information. (2018). Retrieved 17 June 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a618059.html

    Cek Produk BPOM – BPOM RI. (2022). Retrieved 17 June 2022, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/gksa4mhmu5q9moutsne7cv2dn1/all/row/10/page/3/order/4/DESC/search/5/econazole

    Econazole nitrate. (2022). Retrieved 17 June 2022, from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/68589

    Cek Produk BPOM – BPOM RI. (2022). Retrieved 17 June 2022, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/gksa4mhmu5q9moutsne7cv2dn1/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/5/ketoconazole

    Ketoconazole. (2022). Retrieved 17 June 2022, from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/3823#section=Mechanism-of-Actio

    Nystatin. (2020). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK548581/

    Amoxicillin. (2022). Retrieved 17 June 2022, from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/33613#section=Uses

    Amoxicillin and Clavulanic Acid: MedlinePlus Drug Information. (2018). Retrieved 17 June 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a685024.html

    Cek Produk BPOM – BPOM RI. (2022). Retrieved 17 June 2022, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/gksa4mhmu5q9moutsne7cv2dn1/all/row/10/page/4/order/4/DESC/search/5/clindamycin

    Clindamycin: MedlinePlus Drug Information. 2018. Retrieved 17 June 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682399.html

    Cek Produk BPOM – BPOM RI. (2022). Retrieved 17 June 2022, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/gksa4mhmu5q9moutsne7cv2dn1/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/5/Fluconazole

    Itraconazole: MedlinePlus Drug Information. (2017). Retrieved 17 June 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a692049.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Jul 06
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: