home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cantengan (Ingrown Toenail, Onychocryptosis)

Definisi|Tanda dan gejala rosacea penyakit kulit ayam|Penyebab|Komplikasi|Diagnosis dan pengobatan|Pencegahan
Cantengan (Ingrown Toenail, Onychocryptosis)

Definisi

Apa itu cantengan?

Cantengan (ingrown toenail) adalah kondisi saat ujung kuku tumbuh ke bawah kulit. Kondisi yang juga dikenal dengan istilah onychocryptosis biasanya terjadi pada jempol kaki, terutama ketika memotong kuku terlalu pendek.

Masalah pada kuku ini juga dapat terjadi jika menggunakan sepatu yang terlalu ketat dan sempit. Bila kulit pecah, bakteri akan masuk dan menyebabkan infeksi.

Infeksi bakteri pada kuku ini ditandai dengan drainase dan bau busuk. Walaupun jari kaki tidak sakit, merah, atau bengkak, kuku yang melengkung ke bawah kulit dapat berkembang menjadi infeksi.

Jika penyakit kuku ini tidak segera diatasi, infeksi dapat menyebar hingga ke kulit dan mengakibatkan masalah tulang yang serius.

Berikut ini beberapa tahap yang terjadi pada kuku cantengan.

  • Eritema, kuku tumbuh ke dalam kulit bagian samping dan meradang.
  • Rasa sakit meningkat, keluarnya nanah, dan muncul tanda infeksi bakteri paronikia.
  • Peradangan kronis pada kulit di sekitar kuku kaki dan jaringan granuloma tumbuh di atas kuku.

Seberapa umum kondisi ini?

Kuku cantengan merupakan kondisi yang dapat terjadi pada setiap orang, terutama pada lansia. Pasalnya, kuku cenderung menebal seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, anak-anak dan remaja juga lebih berisiko mengalami ingrown toenail.

Anda bisa mencegah onychocryptosis dengan mengurangi faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter kulit untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala rosacea penyakit kulit ayam

Apa saja tanda dan gejala cantengan?

Gejala awal cantengan yang akan muncul adalah jari yang mengeras, bengkak, dan terasa rapuh di sekitar kuku. Gejala ini biasanya terjadi pada kaki dan kulit menjadi memerah serta terasa sakit dan panas.

Selain itu, ada beberapa gejala akan berkembang menjadi kondisi yang cukup mengganggu, yakni:

  • nyeri pada satu atau kedua sisi kuku jari,
  • kemerahan di sekitar kuku, baik kaki maupun tangan,
  • jari kaki bengkak di sekitar kuku, serta
  • infeksi jaringan di sekitar kuku.

Bila kulit di sekitar kuku tampak merah, bengkak, dan terasa sakit, ada kemungkinan kuku sudah terinfeksi. Hal ini bisa menyebabkan nanah atau cairan mengalir dari jari kaki.

Jika Anda mempunyai kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter. Pasalnya, ada kemungkinan munculnya tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Kapan harus periksa ke dokter?

Kebanyakan orang mungkin menganggap penyakit cantengan adalah hal yang sepele. Sayangnya, kuku yang terinfeksi dapat menjadi masalah kambuhan dan menyebabkan komplikasi serius, seperti masalah tulang.

Bila Anda mengalami gejala infeksi pada kuku, seperti bau dan rasa sakit yang tak tertahankan, segera periksakan diri ke dokter.

Tidak hanya itu, penyandang diabetes atau kondisi yang menyebabkan aliran darah ke kaki bermasalah pun disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Anda mungkin akan dirujuk ke spesialis kaki (podiatris) untuk menentukan perawatan yang tepat sesuai kondisi.

Penyebab

Ingrown toenail adalah kondisi yang dapat berkembang dengan cepat bila tidak segera ditangani. Berikut ini beberapa penyebab cantengan yang paling sering terjadi pada kebanyakan orang.

Memotong kuku terlalu pendek

Salah satu penyebab cantengan yang paling umum adalah memotong kuku terlalu pendek. Potongan kuku yang terlalu pendek membuat kulit di bagian samping menutupi sudut kuku.

Akibatnya, kuku pun tumbuh ke dalam kulit. Selain itu, kuku yang robek, bukan terpotong, juga cenderung tumbuh ke dalam karena tidak adanya sudut yang rapi. Bahkan, potongan kuku dengan bentuk bulat dapat merusak bagian kulit yang lembut.

Pakai sepatu terlalu sempit

Selain potong kuku terlalu pendek, penyebab cantengan lainnya yaitu menggunakan sepatu terlalu sempit. Hal ini juga berlaku pada kaos kaki atau stocking yang terlalu ketat dan sempit.

Begini, alas kaki yang sempit mengakibatkan kuku tertekan ke dalam yang pada akhirnya memicu pertumbuhan kuku ke arah yang salah. Itu sebabnya Anda dianjurkan memakai alas kaki yang pas di kaki.

Artinya, sepatu yang tidak terlalu sempit tapi juga tidak kebesaran membuat kaki dapat bernapas. Alhasil, pertumbuhan kuku jari kaki pun tidak terhambat.

Bagi penggemar sepatu hak tinggi pun perlu berhati-hati. Sepatu dengan model seperti ini membuat kaki lebih menempel pada sepatu bagian depan. Bila sudah begini, kuku jempol kaki berisiko tumbuh ke dalam kulit akibat adanya tekanan.

Cedera pada kuku

Kuku dan jari kaki yang sering terhimpit pintu, meja, dan tertimpa benda keras lainnya juga bisa menjadi penyebab cantengan. Sayangnya, keteledoran Anda sendiri membuat kuku menghitam, patah, dan tumbuh ke dalam daging.

Selain itu, menendang bola saat bermain sepak bola atau bermain balet pun dapat memberikan tekanan pada kuku. Hal ini bisa menciptakan kuku tumbuh ke dalam dan menimbulkan rasa sakit.

Masalah pada sirkulasi darah

Orang dewasa dengan sirkulasi arteri yang buruk lebih rentan terhadap kondisi onychocryptosis. Jika Anda mengidap diabetes, penyakit jantung, atau mengalami cantengan berulang kali, segera hubungi dokter.

Faktor keturunan

Jika ada anggota keluarga yang mengalami cantengan parah, risiko Anda untuk mengalami cantengan akan lebih besar.

Komplikasi

Apa yang terjadi bila cantengan tidak diobati?

Jika cantengan yang parah tidak segera diobati, tentu akan menimbulkan sejumlah masalah kesehatan yang serius, seperti:

Bila dibiarkan, jaringan akan membusuk dan mati. Pada penyandang diabetes dengan sirkulasi darah ke kaki yang buruk, komplikasi ingrown toenail lebih berisiko terjadi.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Dokter kulit akan mendiagnosis cantengan dengan melihat dan memeriksa kuku dan jari kaki. BIla kuku yang tumbuh ke dalam terinfeksi, dokter akan mengambil sampel nanah atau cairan dan mengirimkannya ke laboratorium.

Hal ini bertujuan untuk mendeteksi jenis bakteri penyebab cantengan. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik mengingat gejalanya tampak cukup jelas.

Apa saja cara mengobati cantengan?

Cara mengobati cantengan dilakukan sesuai dengan tingkat keparah yang dialami. Bila tidak begitu parah, Anda bisa melakukan perawatan rumahan.

Sementara itu, kondisi yang parah mungkin akan menyarankan operasi kuku cantengan. Berikut ulasan lengkapnya.

Perawatan rumahan

Sebenarnya, cantengan yang mengalami gejala awal disarankan untuk segera diobati dengan perawatan rumahan, seperti:

  • rendam kaki dalam air hangat atau sari cuka apel selama 15 – 20 menit,
  • oleskan salep antibiotik pada area yang terasa sakit,
  • pakai sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki,
  • minum obat pereda nyeri seperti, ibuprofen dan naproxen, serta
  • hindari memotong lengkungan dan batas kuku berulang kali
Pembedahan

Jika kuku cantengan terinfeksi atau tidak kunjung membaik setelah melakukan pengobatan di rumah, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau kaki. Anda mungkin disarankan untuk minum antibiotik untuk mengatasi infeksi.

Pada kasus yang parah, dokter mungkin akan mengangkat bagian kuku yang tumbuh ke dalam. Bila kondisi ini terjadi berulang kali, Anda mungkin membutuhkan operasi untuk mengangkat kuku.

Operasi cantengan ini nantinya terbagi menjadi beberapa tahap, mulai dari memberikan anestesi lokal hingga mengoleskan bahan kimia pada kuku.

Prosedur ini bertujuan untuk mencegah kuku tumbuh kembali dengan membuat kuku kaki sedikit lebih sempit dari sebelumnya.

Pencegahan

Kuku cantengan yang sudah sembuh ternyata bisa kambuh kembali. Umumnya, ingrown toenail akan kambuh karena tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat atau tidak merawat kuku dengan baik.

Dengan menghilangkan kemungkinan penyebab dan mendapatkan perawatan yang tepat, Anda dapat mencegah cantengan kambuh. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah masalah pada kuku ini kembali terjadi.

Memotong kuku dengan benar

Pada saat memotong kuku disarankan untuk tidak membuat lengkungan pada kuku agar sesuai dengan bentuk bagian depan kaki Anda. Jika Anda melakukan pedikur, beritahu petugas soal hal ini.

Menjaga panjang kuku

Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk menggunting kuku kaki hingga ujung jari kaki. Menggunting kuku kaki terlalu pendek akan memberikan tekanan pada jari saat menggunakan sepatu yang dapat menyebabkan kuku tumbuh ke dalam.

Memakai sepatu yang pas

Sepatu yang memberikan terlalu banyak tekanan pada kaki tentu menjadi penyebab cantengan. Bila mengalami kerusakan saraf pada kaki, Anda mungkin tidak dapat merasakan bahwa sepatu yang dipakai terlalu sempit.

Mengenakan pelindung kaki

Bila Anda melakukan aktivitas yang banyak melibatkan kaki, seperti bermain sepak bola, sebaiknya kenakan pelindung kaki.

Rutin memeriksakan kaki

Jika Anda menyandang diabetes, lakukan pemeriksaan rutin untuk memeriksa gejala cantengan atau masalah kaki lainnya.

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ferri, Fred. Ferri’s Netter Patient Advisor. Philadelphia, PA: Saunders / Elsevier, 2012. Print. Page 967. 

Ingrown Toenails – symptoms & causes. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 3 December 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ingrown-toenails/symptoms-causes/syc-20355903 

Ingrown Toenail. (n.d). Foot Health Facts. Retrieved 3 December 2019, from https://www.foothealthfacts.org/conditions/ingrown-toenail 

Dowshen, S. (2014). Ingrown Toenails. Kids Health. Retrieved 3 December 2019, from https://kidshealth.org/en/teens/ingrown.html 

Foot Health: what to do about an ingrown toenail. (2019). Harvard Health Publishing. Retrieved 3 December 2019, from https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/foot-health-what-to-do-about-an-ingrown-toenail 

Ogur, R., Tekbas, O. F., & Hasde, M. (2005). Practice tips. Managing infected ingrown toenails: longitudinal band method. Canadian family physician Medecin de famille canadien, 51(2), 207–208. Retrieved 25 November 2020. 

Here’s why you should never ignore an ingrown toenail. (n.d). Family Foot and Ankle Clinic. Retrieved 25 November 2020, from https://www.familyfoot.org/blog/heres-why-you-should-never-ignore-an-ingrown-toenail 

How to prevent and treat ingrown toenails. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 25 November 2020, from https://health.clevelandclinic.org/how-you-can-prevent-and-treat-painful-ingrown-toenails/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 22/01/2021
x