home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Memotong kuku memang terlihat sepele. Saking sepelenya, banyak yang tidak sadar bahwa cara yang dilakukan selama ini ternyata salah. Alhasil, kuku menjadi cantengan atau terinfeksi jamur. Kenali bagaimana cara gunting kuku yang benar berikut ini.

Manfaat dari rutin memotong kuku

memotong kutikula kuku

Beberapa orang mungkin ingin membiarkan kukunya tumbuh panjang, entah karena ingin mempercantik penampilan atau memang malas memotong kuku. Padahal ada beberapa risiko yang perlu Anda ketahui dari kebiasaan memanjangkan kuku.

Sebagai contoh, kuku yang panjang lebih mudah rapuh dan patah. Jika patah, pertumbuhan kuku akan terhambat dan berisiko tumbuh ke dalam jaringan kulit, atau biasa disebut sebagai cantengan.

Selain itu, kuku yang terlalu panjang juga menyebabkan Anda kesulitan saat beraktivitas normal, misalnya saat mengetik atau mencengkram sesuatu. Hal ini bisa menyebabkan otot-otot jari menegang.

Terlebih lagi, kuku yang panjang menjadi sarang favorit bagi bakteri. Pasalnya, kuku yang panjang menyimpan lebih banyak bakteri di dalamnya yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit kuku, seperti infeksi bakteri atau jamur.

Itu sebabnya, rutin memotong kuku agar tetap pendek membantu mencegah masalah kuku tersebut. Namun, Anda tidak perlu memotongnya terlalu pendek karena bisa menimbulkan pertumbuhan yang tidak rata dan berakhir pada cantengan.

Berapa kali memotong kuku harus dilakukan?

Rutin memotong kuku memang baik, tetapi terlalu sering dilakukan dapat menyebabkan kuku cepat rusak. Pada saat kuku digunting, kuku akan mengalami tekanan dan gesekan yang cukup keras.

Bila dilakukan terlalu sering, kuku akan terus mendapatkan tekanan dan menjadi lebih rapuh dan kuku mudah patah.

Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi memotong kukunya. Idealnya, Anda perlu rutin gunting kuku setiap dua minggu sekali. Untuk anak-anak, sebaiknya potong kuku seminggu sekali mengingat pertumbuhannya yang lebih cepat.

Cara memotong kuku yang benar

Sebagai salah satu cara merawat kuku, memotong kuku tidak boleh dilakukan asal-asalan. Alih-alih mendapatkan kuku yang terbebas dari penyakit, menggunting kuku yang salah justru bisa memicu kuku yang tumbuh ke dalam.

Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, ada beberapa langkah yang bisa diikuti untuk potong kuku dengan benar.

1. Pilih gunting kuku sesuai kebutuhan

Sejumlah ahli sebenarnya menganjurkan untuk memiliki dua gunting kuku yang berbeda, satu untuk jari tangan dan lainnya untuk jari kaki.

Begini, kuku kaki umumnya lebih lebar dan tebal, sehingga dibutuhkan alat potong kuku yang lebih besar. Selain itu, hal ini juga mengurangi kemungkinan perpindahan bakteri atau jamur dari kuku tangan ke kaki atau sebaliknya.

Cara ini juga membuat Anda tidak perlu bersusah payah memotong kuku kaki yang tebal dengan alat yang kecil. Dengan begitu, kuku kaki dan tangan pun tidak mudah patah saat dipotong.

2. Potong kuku dengan arah lurus

Bagi Anda yang terbiasa memotong kuku dari ujung ke ujung, mengikuti lengkungan kuku, sebaiknya ganti kebiasaan tersebut. Hal ini dikarenakan lengkungan yang terlalu dalam pada ujung kuku lebih rentan memicu cantengan.

Maka dari itu, gunting kuku dengan arah lurus, sehingga potongan pada ujung kuku terlihat seperti persegi, bukan oval. Hindari pula memotong sisi-sisi kuku hingga membentuk lengkungan.

Anda juga tidak perlu khawatir akan merasakan sakit ketika kuku dipotong karena kuku terbuat dari sel-sel mati yang mengeras. Dengan begitu, tidak ada jaringan saraf yang terbentuk di dalamnya, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit.

3. Hindari memotong terlalu pendek

Salah satu penyebab cantengan yang paling sering terjadi adalah memotong kuku terlalu pendek. Kuku yang terlalu pendek dapat menekan ke dalam dan tumbuh di dalam kulit.

Alangkah baiknya sisakan sedikit bagian putih kuku sepanjang 1 – 2 milimeter agar terhindar dari cantengan dan infeksi.

4. Tidak memotong kutikula kuku

Kutikula kuku adalah lapisan kulit mati berwarna putih yang mengelilingi sisi-sisi kuku. Pada saat melakukan manicure dan pedicure di salon, terapis mungkin juga memotong kutikula Anda agar kuku terlihat panjang dan langsing.

Umumnya, kutikula dilepas dengan merendam kuku terlebih dahulu di baskom berisi air hangat. Hal ini bertujuan agar kutikula kuku melemas dan lebih mudah dipotong.

Meski begitu, beberapa dokter spesialis kulit sepakat bahwa kutikula sebenarnya tidak perlu dihilangkan. Memotong kutikula kuku justru dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti infeksi jamur kuku yang dapat menyebabkan cantengan.

Jika kutikula kuku dilepas, kuku lebih rentan terinfeksi karena kulit kecil ini berfungsi sebagai pelindung kuku dari kuman atau bakteri yang masuk ke kulit. Setiap kuku mulai tumbuh dari kantong kecil yang berada di bawah kuku (matriks kuku), kutikula yang melindunginya dari infeksi.

Selain itu, menggunting kutikula dapat menghambat pertumbuhan kuku, sehingga memicu kerutan, bintik-bintik, atau garis putih pada kuku.

Tips merawat kutikula kuku

Meski sebaiknya dibiarkan, kutikula yang tumbuh kering dan mengelupas dapat memicu rasa sakit dan merusak penampilan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merawat kutikula ketika memotong kuku sebagai berikut.

  • Rendam kuku dalam air hangat.
  • Oleskan pelembap khusus kutikula dan kuku.
  • Jauhkan tangan dari mulut.
  • Batasi kegiatan yang dapat membuat kutikula kering, seperti mencuci piring.

5. Lakukan sebelum mandi

kuku yang kuat

Kondisi kuku yang basah memang lebih mudah dipotong karena permukaannya lebih lunak. Namun, hal ini justru berisiko menyebabkan kuku bengkok, rentan sobek, dan tidak halus setelah dipotong.

Oleh sebab itu, gunting kuku lebih baik dilakukan sebelum mandi alias dalam kondisi kering. Kuku kering cenderung lebih kuat dan jarang menyebabkan luka setelah dipotong.

Bila Anda memiliki jenis kuku yang tebal, cobalah untuk merendam kuku terlebih dahulu agar lebih lunak dan mudah digunting.

6. Mengikir kuku

Usai memotong kuku, Anda bisa melanjutkan rutinitas ini dengan mengikir atau menghaluskan tepi kuku agar tampak lebih cantik dan sehat. Langkah ini ternyata cukup penting karena bagian ujung kuku tidak akan mudah merobek kulit di sekitarnya saat kuku tumbuh.

Anda bisa mengikir kuku dengan bergerak satu arah, yaitu dari pangkal ke ujung secara lurus dan santai. Hindari menghaluskan tepi kuku secara bolak-balik atau terlalu ditekan karena menyebabkan kuku menjadi lebih tipis dan mengelupas.

7. Bersihkan gunting kuku

Setelah memotong dan menghaluskan tepi kuku, jangan lupa untuk membersihkan alat potong kuku. Hal ini perlu dilakukan baik sebelum dan sesuai dipakai.

Gunting kuku bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur kuku dari kotoran kaki yang menempel setiap potong kuku. Bakteri dan jamur bisa tinggal di gunting kuku dalam waktu satu bulan.

Jika Anda menggunting kuku, jamur dan bakteri yang menempel di kuku akan berpindah dan menempel di gunting kuku. Penyebaran ini dapat terjadi bila gunting kuku langsung dipakai oleh orang lain tanpa dibersihkan.

Agar perpindahan bakteri dan jamur tidak menempel di gunting kuku, ada beberapa cara membersihkan gunting kuku yang bisa Anda lakukan sebagai berikut.

  • Bersihkan dengan alkohol dan air dengan perbandingan (1:10)
  • Sikat gunting kuku dengan sikat gigi yang tak terpakai
  • Keringkan gunting kuku dengan lap atau tisu kering

Membersihkan gunting kuku termasuk langkah untuk mengurangi risiko dan mencegah penyebaran kuman yang menjadi penyebab infeksi kuku atau paronikia.

Bagaimana dengan memotong kuku yang terinfeksi jamur?

Bila kuku sudah terinfeksi jamur dan bingung harus berbuat saat hendak dipotong, cara-cara di bawah ini mungkin dapat mempermudah Anda.

Salah memotong kuku yang terinfeksi atau salah obat jamur kuku dapat menyebabkan kuku lepas dan memperparah infeksi.

  • Rendam kuku selama 20 – 30 menit dengan air hangat.
  • Pakai gunting kuku khusus, terutama ketika kuku sudah menebal.
  • Sterilkan gunting kuku dengan alkohol atau pemutih untuk mencegah infeksi.

Bila Anda khawatir infeksi jamur kuku akan semakin parah, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit. Mintalah saran dokter mengenai cara potong kuku yang aman sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cronin, K. (2015). Foot Care: How to cut toenails properly. My HealtheVet. Retrieved 30 November 2020, from https://www.myhealth.va.gov/mhv-portal-web/foot-care-how-to-cut-toenails-correctly 

How to trim your nails. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 30 November 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/nail-care-secrets/basics/how-to-trim-nails 

Ingrown toenail: How to cut toenails properly. (2018). Institute For Quality And Efficiency In Health Care (Iqwig). Retrieved 30 November 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513131/ 

Eekhof, J. A., Van Wijk, B., Knuistingh Neven, A., & van der Wouden, J. C. (2012). Interventions for ingrowing toenails. The Cochrane database of systematic reviews, (4), CD001541. https://doi.org/10.1002/14651858.CD001541.pub3. Retrieved 30 November 2020.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 23/01/2021
x