Operasi Cantengan (Ingrown Toenail)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi

Apa itu operasi cantengan?

Operasi cantengan adalah prosedur yang dilakukan untuk mengatasi masalah kuku yang tumbuh ke dalam jaringan kulit (ingrown toenail).

Cara mengobati cantengan yang satu ini akan direkomendasikan oleh dokter bila mengalami kondisi seperti:

  • perawatan rumahan tidak berhasil,
  • kuku cantengan kembali kambuh, serta
  • penyandang diabetes yang lebih berisiko terhadap komplikasi.

Prosedur ini mungkin akan mencabut sebagian atau seluruh kuku yang tumbuh ke dalam, tergantung tingkat keparahan yang dialami. Selain itu, operasi cabut kuku cantengan ini juga akan dilakukan bila kuku terinfeksi bakteri dan mengeluarkan bau tak sedap. 

Proses pencabutan kuku ini dilakukan untuk meringankan rasa sakit, bengkak, mengobati infeksi, hingga memperbaiki pertumbuhan kuku yang tidak normal. 

Itu sebabnya, pengobatan kuku cantengan perlu segera dilakukan agar tidak terjadi infeksi yang bisa menyebabkan komplikasi. 

Prosedur

Bagaimana prosedur operasi cantengan? 

Sebelum operasi mencabut kuku cantengan dimulai, dokter akan membersihkan dan menyuntikkan bius lokal pada kaki agar tidak terasa sakit. Kemudian, pada sela-sela antara kaki dan kuku yang cantengan akan diberikan pita elastis. 

Anda mungkin akan diberikan ganjalan di bawah kuku untuk menahan bagian yang tumbuh ke dalam. Lalu, dokter akan memisahkan kuku kaki dengan alat khusus dan gunting, serta memotong secara vertikal dari kuku yang tumbuh ke dalam hingga ke kutikula. 

Dengan begitu, dokter dapat mencabut bagian yang dipotong. Bila diperlukan, seluruh kuku akan dicabut, terutama ketika kedua sisi kuku tumbuh ke dalam. 

Dokter juga nantinya akan memakai alat listrik yang telah dipanaskan (kauter) atau larutan asam seperti fenol atau asam trikloroasetat. Larutan ini digunakan untuk merusak jaringan pertumbuhan kuku. 

Prosedur ini setidaknya dapat mencegah terjadinya perdarahan dan pertumbuhan kuku di tempat yang sama. Bila tetap tumbuh, tampilan kuku mungkin akan berbeda ketimbang sebelum operasi. 

Pada akhir operasi dokter akan membalut kuku yang dicabut dengan perban yang telah dioleskan petroleum jelly.

Perawatan setelah operasi

Apa yang harus diperhatikan setelah operasi?

Operasi cantengan biasanya berlangsung 10 menit dan mungkin terasa tidak nyaman saat kuku disuntikkan obat bius lokal. Namun, Anda bisa langsung pulang ke rumah usai operasi dilakukan. 

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merawat area kuku yang dioperasi sebagai berikut.

  • Istirahatkan kaki untuk mengurangi pembengkakan selama beberapa hari.
  • Tidak berolahraga berat selama 2 minggu.
  • Jaga agar jari kaki yang dioperasi tetap kering. 
  • Potong kuku dengan benar, yaitu secara lurus dan hindari ujung yang tajam.
  • Pakai sepatu atau sendal yang longgar.
  • Rendam kaki di air hangat 2 – 3 kali sehari.
  • Bersihkan kaki dengan air dan sabun setelah 24 jam operasi dilakukan.

Perlu diingat bahwa Anda harus mengikuti instruksi yang diberikan dokter untuk merawat kuku yang dioperasi. 

Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri yang dapat memperparah kondisi kuku dan jaringan sekitarnya. Anda mungkin juga akan diberikan antibiotik oral bila kuku kaki telah terinfeksi. 

Dokter nantinya akan memberitahu kapan Anda bisa kembali beraktivitas normal dan membuka perban pada kuku yang telah dioperasi. 

Risiko

Apa saja risiko dari operasi cantengan?

Meski cukup aman, operasi cantengan sama dengan prosedur lainnya, ada beberapa kemungkinan risiko. Umumnya, risiko dan komplikasi saat prosedur pencabutan kuku yang cantengan meliputi: 

Operasi cantengan adalah pilihan ketika penyakit kuku ini sudah sangat parah dan terinfeksi bakteri. Namun, cara mengobati cantengan di rumah sering menjadi pilihan pertama, terutama ketika kondisinya tidak begitu parah. 

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psikopat

Psikopat adalah gangguan kepribadian yang penderitanya cenderung bertindak kriminal. Simak informasi lengkap mengenai psikopat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

4 Jenis Narkotika Populer di Indonesia dan Bahayanya Bagi Tubuh

Dari sekian banyak obat-obatan terlarang, BNN mencatat empat jenis narkotika yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Apa saja? Yuk cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 8 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit



Direkomendasikan untuk Anda

oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit