home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Agar Bersih dan Sehat, Sontek Cara Merawat Kuku yang Benar Berikut Ini

Agar Bersih dan Sehat, Sontek Cara Merawat Kuku yang Benar Berikut Ini

Sudah bukan rahasia umum lagi bila kuku yang panjang dan kotor menjadi sarang kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Nah, agar hal ini tidak terjadi pada Anda, kenali bagaimana cara merawat kesehatan kuku di sini.

Ciri-ciri kuku yang sehat

gejala stres dari kuku jari

Sebelum mengetahui apa saja perawatan kuku yang perlu dilakukan, sudah tentu Anda perlu mengenali bagaimana ciri-ciri kuku yang sehat. Coba perhatikan kembali penampilan kuku tangan dan kaki Anda.

Apakah warnanya bersih atau kusam? Adakah ujungnya tumbuh tidak rata atau telrihat alur garis-garis yang tak merata di permukaannya? Ini semua adalah satu dari sekian banyak ciri-ciri masalah pada kuku.

Kuku terbuat dari protein yang disebut keratin dan diproduksi oleh matriks kuku pada dasar kuku, tepatnya di bawah kutikula. Lalu, kuku yang sehat seharunya memiliki ciri-ciri:

  • kuat dan tidak mudah patah,
  • permukaan kuku rata dan halus,
  • terlihat bersih, serta
  • warna kuku jernih, yakni putih jernih pada ujungnya dan ada pink pada bantalan kuku.

Bila Anda mengalami perubahan warna, tekstur, dan tampilan pada kuku, sebaiknya periksakan ke dokter karena kesehatan kuku mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Cara merawat kuku

Agar Anda mendapatkan kesehatan kuku yang baik, tentu perlu mengetahui bagaimana cara merawat kuku yang benar.

1. Menjaga kuku tetap kering

Salah satu cara merawat kesehatan kuku adalah menjaganya agar tetap kering. Pasalnya, kuku dan kulit di sekitarnya yang lembap dapat menjadi sasaran empuk bagi jamur dan bakteri. Bila dibiarkan, tentu akan menyebakan infeksi jamur pada kuku.

Selain itu, kuku yang terlalu lama terkena air dapat membuat kuku gampang patah. Anda bisa menjaga kuku agar tetap kering dengan menggunakan sarung tangan.

Sarung tangan dapat dipakai saat mencuci piring, mencuci baju, atau terpapar bahan kimia yang keras.

2. Memotong kuku seperlunya

cara membersihkan gunting kuku

Menggunting kuku adalah satu dari sekian banyak perawatan yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan kuku. Namun, Anda perlu mengetahui bagaimana cara memotong kuku yang benar.

Memotong kuku memang penting agar tampak rapi dan terbebas dari kotoran. Meski begitu, hal ini harus dilakukan berhati-hati. Sebagai contoh, Anda tidak dianjurkan untuk ikut memotong kuku bagian kutikula. Hal ini dapat menyebabkan kuku tumbuh ke dalam (cantengan).

Selain itu, memotong kuku pun tidak boleh terlalu pendek karena jari bisa terluka dan membuat kotoran yang terjebak sulit dibersihkan.

3. Hindari menggigiti kuku

Menggigit kuku sudah tentu menjadi hal yang bisa merusak kesehatan kuku. Kebiasaan yang sering dilakukan saat merasa cemas atau bosa ini dapat menyebabkan tekstur kuku rusak dan membuat ujung kuku tidak rata.

Bahkan, kebiasaan ini juga membuat Anda rentan terhadap penyakit karena masuknya bakteri yang menempel di kuku ke mulut. Itu sebabnya, hindari kebiasaan menggigit kuku agar tetap sehat.

4. Tidak memakai cat kuku terlalu sering

Cara merawat kuku lainnya yang perlu Anda perhatikan adalah tidak menggunakan kutek atau cat kuku terlalu sering.

Sah-sah saja bila Anda ingin menghias kuku dengan kutek. Akan tetapi, terlalu sering melakukannya justru dapat merusak kuku karena sering terpapar bahan kimia.

Salah satu tanda dari kerusakan kuku akibat penggunaan cat kuku adalah kuku yang menguning. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan cat kuku sesekali saja dan pilih produk dengan bahan yang ringan.

Selain itu, gunakan penghapus cat kuku bebas kandungan aseton. Pasalnya, aseton dapat merusak warna permukaan kuku dan membuatnya pecah-pecah.

5. Konsumsi makanan bergizi

Perawatan kuku agar tetap sehat dan kuat tidak akan lengkap tanpa mengonsumsi makanan yang bergizi. Apa hubungannya?

Untuk menciptakan kuku yang kuat dan sehat Anda perlu memenuhi kebutuhan gizi, terutama zat besi. Sebagai contoh, kekurangan zat besi sering dikaitkan dengan kuku yang mudah patah dan lepas.

Bila zat-zat gizi ini dipenuhi, Anda tentu bisa memiliki kuku yang kuat dan sehat.

Aprikot, pisang, dan kiwi

Buah dikenal bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terutama kesehatan kuku. Kandungan vitamin di dalamnya tentu dapat mempercantik kuku saat melakukan perawatan manicure sekaligus membuatnya sehat.

Beberapa sumber buah yang bisa digunakan sebagai makanan untuk kuku adalah aprikot kering karena mengandung vitamin A yang tinggi. Selain itu, kiwi dan pisang pun baik untuk kesehatan kuku karena mengandung vitamin C serta vitamin B6.

Ketiga vitamin ini dipercaya dapat memperkuat pertumbuhan kuku, sehingga mampu menghasilkan kuku yang tidak mudah rapuh

Daging sebagai sumber zat besi

sering pusing setelah makan daging

Besi adalah komponen utama sel darah merah. Sel darah merah inilah yang akan membawa oksigen ke setiap sel tubuh, termasuk sel kuku. Tanpa zat besi yang cukup, oksigen tidak akan sampai dengan cukup hingga ke sel-sel Anda.

Padahal keberadaan oksigen sangat dibutuhkan untuk melancarkan pertumbuhan kuku yang sehat. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan bentuk kuku yang tidak seharusnya, seperti kuku bergelombang dan cenderung rapuh.

Itu sebabnya, manusia membutuhkan zat besi sebagai cara merawat kuku agar tetap sehat. Anda bisa memperoleh zat besi lewat makanan, seperti:

  • daging merah, hati ayam, atau sapi
  • daging ayam,
  • makanan laut, seperti ikan dan cumi,
  • sayuran berdaun hijau, seperti kangkung dan bayam, serta
  • kacang polong.
Sumber nutrisi lainnya

Selain vitamin dan zat besi, tentu ada zat gizi lainnya yang perlu Anda penuhi sebagai cara mempercantik kuku, yakni:

  • zinc agar pertumbuhan kuku sempurna (kacang-kacangan),
  • protein untuk meningkatkan produksi keratin (telur, daging, tahu, dan tempe), serta
  • magnesium untuk kuku yang lebih kuat (gandum, almond, dan kacang tanah).

6. Pakai minyak dari bahan alami

Perawatan kuku tidak akan lengkap rasanya tanpa memanfaatkan bahan-bahan alami. Ada segudang bahan alami yang bisa Anda gunakan sebagai minyak oles untuk menguatkan kuku, seperti:

Minyak biji rami

Biji rami adalah minyak alami yang dipercaya baik untuk kuku karena mengandung asam lemak omega-3. Minyak alami biji rami juga diyakini dapat meningkatkan kesehatan sel kuku dengan mengurangi peradangan di dasar kuku.

Minyak jojoba

minyak jojoba

Minyak yang berasal dari ekstrak biji tanaman jojoba ini mengandung asam lemak esensial dan non-esensial.

Keduanya memang telah dikenal dapat membantu melembapkan kuku dan meningkatkan kekuatan lapisan kuku. Anda bisa menggunakannya sebagai cara merawat kuku dengan dioles langsung ke kutikula.

Bagaimana dengan cara merawat kuku yang panjang?

Beberapa dari Anda mungkin ingin mempercantik kuku dengan membuatnya menjadi panjang. Pada dasarnya, memiliki kuku yang panjang atau pendek adalah preferensi setiap orang dan tidak terlalu memengaruhi kesehatan kuku.

Meski begitu, kuku yang panjang lebih rentan terhadap cedera, terutama ketika Anda terbiasa mengetukkan kuku ke meja. Alhasil, darah beku pun bisa terjadi pada kuku dan menghasilkan kuku yang hitam.

Bila tetap ingin menumbuhkan kuku, mungkin Anda ingin memulainya dengan jari tangan dahulu. Pasalnya, pertumbuhan kuku jari tangan jauh lebih cepat dibandingkan jari kaki.

Begini, kuku pada jari tangan tumbuh sekitar 0,1 mm per hari. Artinya, kuku tangan tumbuh sebanyak 3 mm dalam sebulan. Hal ini terjadi lantaran jari-jari tangan digunakan jauh lebih sering dibandingkan kuku kaki.

Akibatnya, kuku jari tangan Anda tumbuh lebih cepat dari jari kaki. Selain itu, ada pula ahli yang mengatakan fenomena ini terjadi karena kuku jari tangan lebih dekat dengan jantung. Dengan begitu, kuku jari tangan mendapatkan sirkulasi darah yang lebih baik.

Walaupun demikian, faktor lainnya yang juga memengaruhi pertumbuhan kuku, baik tangan maupun kaki yaitu:

  • hormon,
  • usia, dan
  • iklim.

Itu sebabnya, Anda perlu mengetahui dahulu bagaimana mekanisme pertumbuhan kuku agar cara merawat kuku yang dilakukan dapat berjalan lebih efektif.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fingernail do’s and don’ts. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 27 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954 

Tips for healthy nails. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 27 November 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/nail-care-secrets/basics/healthy-nail-tips 

Cuticle Oil Benefits. (2019). Eco Friendly Food. Retrieved 27 November 2020, from https://www.ecofriendlyfood.org.au/cuticle-oil-benefits/ 

5 Diet Tips for Growing Strong, Healthy Nails. (n.d). Heal with Food. Retrieved 27 November 2020, from https://www.healwithfood.org/nails/ 

Your Nails (for Kids). (n.d). Nemours KidsHealth. Retrieved 27 November 2020, from https://kidshealth.org/en/kids/your-nails.html 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 25/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro