Berbagai Kondisi yang Dapat Menjadi Penyebab Muntah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seringnya, orang mengalami muntah ketika mabuk kendaraan. Namun, muntah juga bisa dialami sebagai gejala dari penyakit. Yuk, ketahui lebih lanjut berbagai hal yang menjadi penyebab seseorang mengalami muntah melalui ulasan berikut ini!

Bagaimana muntah bisa terjadi?

mencegah muntah saat puasa

Pada dasarnya, muntah merupakan cara tubuh membersihkan diri dari zat-zat berbahaya dengan mengeluarkan seluruh atau sebagian isi organ lambung secara paksa melalui mulut. Muntah juga merupakan reaksi terhadap sesuatu yang mengiritasi usus.

Mekanisme terjadinya muntah dikendalikan oleh pusat muntah yang berada di ventrikel (ruang berisi cairan) keempat otak.

Pusat muntah mengandung reseptor histamin, serotonin, opioid, asetilkolin, dan zat neurotransmitter P. Zat-zat tersebut berperan sebagai penerima sinyal dari luar sel. Bila dirangsang, masing-masing reseptor tersebut akan menimbulkan muntah.

Nantinya, pusat muntah akan mengirim sinyal melalui saraf simpatis, parasimpatis, dan aktivasi motorik.

Proses-proses tersebut membuat diafragma menurun dan berkontraksi, lalu diikuti dengan pengerutan pada otot-otot lambung. Pengerutan inilah yang membuat tekanan di dalam perut meningkat.

Tekanan pada perut membuat stingfer esofagus atas, yang terletak di dekat faring (bagian yang menghubungkan hidung dan mulut), menjadi terbuka. Akibatnya, makanan yang ada di lambung pun terdorong keluar sampai ke mulut.

Apa saja penyebab muntah?

setelah muntah

Seperti yang telah disebutkan, muntah bisa terjadi baik karena kondisi tertentu yang dimiliki tubuh atau muncul sebagai gejala dari sebuah penyakit. Berikut adalah berbagai penyebabnya.

1. Infeksi virus atau bakteri 

Salah satu hal yang paling sering menjadi penyebab muntah adalah infeksi virus atau bakteri. Beberapa kondisi seperti gastroenteritis dan keracunan makanan kerap ditandai dengan gejala muntah-muntah.

Ketika kuman, bakteri, atau virus menginfeksi dinding lambung dan lapisan usus, akibatnya akan memicu organ pencernaan untuk memproduksi lebih banyak cairan.

Alhasil, perut pun menjadi tidak nyaman dan akhirnya mendorong rasa mual yang berujung pada muntah-muntah.

Infeksi pada organ hati juga bisa menjadi penyebab muntah. Gejala ini sering dialami oleh orang-orang yang menderita penyakit hepatitis C.

2. Gangguan pencernaan lainnya

Muntah sering dikaitkan dengan adanya gangguan pada sistem pencernaan. Tak selalu disebabkan oleh infeksi, beberapa masalah pada organ yang mengganggu jalannya proses pencernaan juga dapat menimbulkan gejala satu ini.

Misalnya tukak lambung, kondisi di mana dinding lambung mengalami luka. Luka ini akan menghambat jalannya proses pencernaan di dalam lambung, sehingga memunculkan gejala seperti muntah, nyeri perut, atau sensasi terbakar (heartburn).

Lalu pada penyakit GERD, asam lambung yang meningkat bisa terdorong ke kerongkongan dan bahkan dikeluarkan melalui mulut dalam bentuk muntahan.

Contoh lainnya adalah penyakit gastroparesis. Penyakit ini memengaruhi pergerakan pada otot lambung, membuatnya menjadi lebih lambat atau berhenti sama sekali. Salah satu gejala yang muncul akibat gastroparesis adalah muntah.

3. Kehamilan

Sudah banyak yang mengetahui bahwa kehamilan bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami muntah-muntah. Fenomena yang akrab disebut morning sickness ini sering terjadi pada trimester awal kehamilan.

Munculnya tanda-tanda kehamilan seperti mual dan muntah diyakini berkaitan dengan kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin).

Wanita yang hamil mulai memproduksi HCG segera setelah sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Semakin tinggi kadar HCG seseorang, maka semakin tinggi pula intensitas morning sickness yang akan dirasakan.

Selain itu, peningkatan hormon estrogen dan hormon lain selama kehamilan juga dapat menyebabkan muntah-muntah.

4. Efek samping obat penyebab muntah

Beberapa obat-obatan dapat menimbulkan efek samping berupa muntah-muntah. Jenis obat yang bisa menjadi penyebab biasanya adalah obat pereda nyeri non-steroid atau kemoterapi.

Kemungkinannya, obat-obatan ini bisa mengiritasi lapisan lambung. Sehingga, efeknya pun dapat membuat seseorang mengalami muntah-muntah.

Efek samping ini juga bisa dipengaruhi oleh usia pasien yang meminum obatnya. Sebab, semakin bertambahnya usia, kemampuan sistem pencernaan dalam menyerap obat semakin menurun.

Hal tersebut membuat obat bertahan lebih lama di dalam perut dan menimbulkan iritasi.

5. Mabuk kendaraan

penyebab muntah karena mabuk kendaraan

Mabuk kendaraan merupakan salah satu hal yang paling sering menjadi penyebab seseorang mengalami muntah. Mabuk kendaraan terjadi ketika melakukan perjalanan yang jauh.

Kondisi ini bisa terjadi ketika otak tidak dapat memahami informasi yang dikirim dari mata, telinga, dan tubuh Anda.

Mobil, pesawat, atau wahana di taman hiburan yang bergerak cepat membuat pemandangan seperti pohon dan jalanan terlihat seakan bergerak pula.

Akhirnya, tubuh menilai hal ini sebagai sesuatu yang membahayakan, sehingga membuat Anda merasa mual, merinding, dan akhirnya muntah.

6. Gangguan pada saraf yang jadi penyebab muntah

Muntah juga dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem saraf. Beberapa penyakit seperti migrain dan penyakit telinga bagian dalam dapat menimbulkan gejala muntah.

Belum diketahui secara pasti apa yang membuat migrain dan muntah saling berkaitan. Kemungkinan besar, muntah menjadi cara bagi tubuh untuk menghilangkan rasa sakit di kepala dengan memindahkan stimulasi sensorik ke usus.

Kapan harus pergi ke dokter?

penyebab muntah

Sebenarnya, muntah merupakan gejala ringan yang hanya terjadi satu kali. Biasanya setelah muntah, keadaan tubuh jadi sedikit membaik.

Namun, bila muntah-muntah masih terjadi selama dua hari atau lebih disertai dengan nyeri pada ulu hati, dada, atau perut, maka Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Muntah juga bisa menandakan bahaya bila disertai dengan gejala seperti:

Jangan ragu untuk segera pergi ke dokter. Biasanya, dokter akan memberikan infus cairan untuk mengurangi dehidrasi dan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab muntah-muntah yang Anda rasakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Keracunan Bakteri Salmonella (Plus Tips Mencegahnya)

Keracunan bakteri Salmonella dari makanan membuat perut mual, muntah, hingga diare. Jangan dibiarkan terlalu lama, begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Infeksi Melalui Makanan 13 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Anoreksia Nervosa

Anoreksi nervosa adalah gangguan makan yang berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis. Yuk, kenali lebih dalam tentang kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Makan 1 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Mengobati Muntaber agar Tidak Bertambah Parah

Muntaber menimbulkan gejala yang mengganggu aktivits. Yuk, intip cara mengatasi gejala dan mengobati muntaber berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Muntaber 21 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

3 Penyebab Muntaber yang Perlu Anda Ketahui

Muntaber yang tidak ditangani bisa menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Apa saja penyebab muntaber yang harus diketahui?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Muntaber 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 11 menit
gejala asam lambung

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
tips dan cara mengatasi mual

15 Cara Mengatasi Mual, dari yang Mudah Hingga Pakai Obat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
obat vertigo

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit