backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

4

Tanya Dokter
Simpan

Pilihan Obat Mual dan Muntah Sesuai Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm · Farmasi · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 13/06/2023

Pilihan Obat Mual dan Muntah Sesuai Penyebabnya

Penyebab mual dan muntah ada banyak, tapi umumnya muncul sebagai gejala dari suatu penyakit. Mual dan muntah bisa terjadi karena infeksi, masalah pencernaan, kehamilan, mabuk perjalanan, hingga efek samping pengobatan atau prosedur medis. Itu kenapa pilihan obat mual muntah juga ada banyak dan harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Berbagai pilihan obat mual muntah berdasarkan penyebabnya

Mual dan muntah mungkin tampak seperti reaksi sederhana, tetapi sebetulnya adalah proses yang rumit.

Mual muntah sejatinya adalah refleks alami tubuh untuk mengeluarkan benda-benda asing, seperti kuman penyebab penyakit.

Golongan obat untuk mengatasi mual muntah secara umum disebut dengan antiemetik. Obat antiemetik bekerja mengganggu reseptor saraf di otak agar berhenti memicu respons mual dan muntah.

Masing-masing jenis obat antiemetik dirancang khusus untuk bekerja dalam kondisi yang berbeda.

Berikut ini beberapa ilihan obat mual muntah berdasarkan penyebabnya.

1. Mabuk perjalanan

mabuk perjalanan

Mual muntah seringkali terjadi saat Anda bepergian dengan mobil, pesawat, atau bahkan kapal laut.

Pilihan obat yang bisa Anda konsumsi untuk mengatasi penyebab mabuk perjalanan atau bahkan sebelum mulai berangkat demi mencegah mual muntah sebelum terjadi adalah golongan antihistamin, seperti dimenhydrinate.

Dimenhydrinate termasuk obat yang efektif untuk mencegah dan mengatasi gejala mual, muntah, dan pusing akibat mabuk perjalanan. 

Obat ini bekerja dengan cara membantu tubuh menjaga sensor keseimbangan. Namun, dimenhydrinate dapat menyebabkan kantuk sehingga jangan dikonsumsi jika Anda hendak menyetir kendaraan.

Minumlah obat antimabuk perjalanan setidaknya 30 menit hingga 1 jam sebelum waktu keberangkatan. Obat ini tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan alkohol, obat penenang, atau obat tidur. 

Dimenhydrinate diketahui aman dikonsumsi orang dewasa hingga anak-anak di bawah usia 12 tahun dengan dosis yang disesuaikan. 

Namun, jangan berikan obat ini kepada anak berusia di bawah 2 tahun, kecuali jika disarankan oleh dokter.

2. Operasi atau sehabis kemoterapi

Mual atau muntah setelah operasi dapat disebabkan oleh anestesi yang digunakan selama operasi atau efek kemoterapi. Berikut beberapa pilihan obat untuk mengatasinya. 

  • Penghambat serotonin

Obat golongan penghambat serotonin, seperti ondansetron, bekerja dengan cara memblokir sinyal dari salah satu saraf di otak yang bertanggung jawab mengatur mual dan muntah.

Ondasetron efektif mengatasi mual muntah yang dipicu oleh efek samping anestesi dan beberapa jenis obat kemoterapi kanker.

Efek samping yang umum dari obat ini termasuk sakit kepala, kantuk, pusing dan sembelit. 

  • Penghambat dopamin

Antagonis dopamin atau obat penghambat reseptor dopamin, seperti metoclopramide, bekerja mengatasi mual dengan merangsang gerakan otot lambung untuk mempercepat proses pengosongan.

Obat ini juga bekerja mengurangi rangsangan sistem saraf yang mengatur rasa mual dan ingin muntah

Metoclopramide memiliki efek samping yang memperlambat gerak tubuh, menyebabkan tremor, mengantuk, dan kegelisahan.

  • Penghambat reseptor NK-1

Antagonis reseptor NK-1, seperti aprepitant, rolapitant, casopitant, fosaprepitant, netupitant, dan maropitant, merupakan obat yang bekerja dengan menghambat zat yang bisa memicu terjadinya refleks muntah.

Obat ini termasuk golongan obat antiemetik yang diketahui efektif untuk mencegah efek samping kemoterapi berupa mual dan muntah.

Namun, ada juga beberapa efek saming yang mungkin timbul, seperti mengantuk, diare atau sembelit, kelelahan, dan sakit perut.

Obat yang digunakan untuk mual muntah akibat efek obat bius dan kemoterapi biasanya tidak dijual bebas alias perlu resep dokter.

3. Masalah pencernaan

muntah dapat mengakibatkan ibu hamil kurang gizi

Penyakit pencernaan, seperti keracunan makanan dan muntaber, dapat memunculkan gejala mual muntah. Untuk mengatasi gejala ini, dokter dapat meresepkan obat bismuth subsalicylate.

Bismuth subsalicylate adalah obat yang bisa meredakan mual, muntah, dan sakit perut. Wanita hamil atau menyusui harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum menggunakan obat ini.

Pasalnya, sifat salisilat yang terkandung dalam obat ini mirip dengan aspirin yang diketahui dapat membahayakan janin dan bayi.

Orang yang alergi terhadap aspirin atau obat terkait juga tidak boleh menggunakan bismuth subsalicylate. 

Hanya konsumsi obat ini atas izin dokter jika Anda sedang diresepkan obat antikoagulan (pengencer darah), atau menderita diabetes atau asam urat. 

4. Morning sickness saat hamil

Umumnya, mual muntah akibat morning sickness tidak perlu diobati. Ini adalah fase normal yang terjadi pada awal kehamilan dan akan membaik dengan sendirinya.

Namun, beberapa dokter ada yang meresepkan obat untuk membantu mengurangi gejala tersebut, salah satunya vitamin B6.

Suplemen vitamin B6 dapat mengatasi morning sickness, dan dilaporkan menjadi obat antimual paling aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

Belum ditemukan adanya bukti-bukti yang memperlihatkan potensi bahaya pada janin saat ibu mengonsumsi vitamin B6 saat hamil.

Dosis umum vitamin B6 untuk meredakan mual muntah di pagi hari adalah 10—25 mg yang diminum 3 kali sehari.

Namun, bicarakan dengan dokter kandungan Anda sebelum mengonsumsi vitamin B6 saat hamil untuk mendapatkan takaran dosis yang tepat. 

5. Hipermesis gravidarum

penyebab muntah

Jika terjadi sangat parah sampai mengganggu hari-hari, mual muntah yang Anda alami saat hamil mungkin pertanda hiperemesis gravidarum.

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi medis khusus yang menyebabkan ibu hamil mual dan muntah cukup parah hingga tiba waktu melahirkan.

Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini dapat diobati dengan obat prometazine.

Promethazine termasuk golongan antihistamin yang bekerja menghalangi zat alami tertentu yang diproduksi tubuh untuk memunculkan rasa mual dan muntah. 

Mengantuk, pusing, sembelit, penglihatan kabur, atau mulut kering dapat terjadi sebagai efek samping dari obat ini.

Untuk meredakan efek samping mulut kering, Anda bisa mengisap permen, es, kunyah permen karet, atau minum air putih yang banyak.

Jika salah satu dari efek ini bertahan lama atau memburuk, beri tahu dokter Anda.

6. Cemas berlebihan

Cemas juga bisa menyebabkan Anda merasa mual dan berakhir muntah. Ini adalah cara tubuh bereaksi terhadap stres dan rasa panik yang timbul.

Untuk mengatasi mual dan muntah akibat kecemasan berlebih, umumnya dokter akan meresepkan obat antiemetik seperti prochlorperazine. Obat ini bekerja mengendalikan rangsangan abnormal di otak.

Prochlorperazine adalah obat antimuntah sekaligus antipsikotik, yang biasa diresepkan untuk mengobati skizofrenia.

Namun, ini bukan obat untuk menyembuhkan skizofrenia, melainkan hanya membantu meredakan gejala mual muntah yang sering diakibatkan penyakit tersebut.

Anda sebaiknya tidak menggunakan prochlorperazine jika baru saja minum alkohol, obat penenang, atau obat-obatan narkotika.

Prochlorperazine juga hanya boleh digunakan sebagai obat antimual untuk orang dewasa dan tidak disarankan diminum oleh anak-anak. 

Perhatian

Untuk memastikan obat mual muntah yang tepat untuk Anda, pastikan terlebih dahulu penyebab timbulnya gejala tersebut. Jika Anda tidak yakin, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan mendapat obat yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm

Farmasi · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 13/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan