home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Makanan dan Minuman Penghilang Mual yang Mudah Dijumpai

8 Makanan dan Minuman Penghilang Mual yang Mudah Dijumpai

Selain obat-obatan, kondisi mual atau keinginan untuk muntah akibat mabuk perjalanan atau mencium sesuatu bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan tertentu. Apa saja pilihan makanan dan minuman penghilang mual yang bisa digunakan?

Ragam makanan dan minuman penghilang mual

Mengolah jahe jadi obat alami

Mual merupakan perasaan tidak nyaman ketika tubuh hendak mengeluarkan isi perut, alias muntah. Namun, tidak semua perasaan mual berujung dengan benar-benar muntah.

Mual bukanlah penyakit, tapi bisa menjadi suatu gejala dari suatu penyakit tertentu. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk mencoba beberapa makanan penghilang mual di bawah ini yang bisa meredakan rasa ketidaknyamanan tersebut.

1. Jahe

Sejak dahulu, rempah jahe dikenal sebagai makanan penghilang mual yang cukup efektif. Hal ini disebutkan dalam penelitian dari jurnal Critical reviews in food science and nutrition.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa jahe mengandung senyawa aktif yang dianggap bisa berinteraksi dengan sistem saraf pusat dan perut. Hal ini dipercaya bisa memperbaiki gejala mual. Senyawa tersebut meliputi:

  • gingerol,
  • paradol, dan
  • shogaol.

Anda bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk teh, biskuit, atau kapsul. Namun, para ahli masih membutuhkan penelitian lebih lanjut guna mengetahui manfaat jahe terhadap sistem pencernaan.

2. Air putih

Untuk minuman, Anda dapat menghilangkan mual dengan air putih. Mual merupakan salah satu pertanda bahwa tubuh tengah mengalami dehidrasi. Air termasuk sumber hidrasi yang paling baik.

Ketika muntah atau sakit diare, tubuh memerlukan pengganti elektrolit yang hilang. Tak hanya air putih, Anda bisa memenuhi kebutuhan cairan untuk melawan rasa mual dengan minuman lainnya, seperti:

3. Kaldu

Cairan, seperti kaldu atau kuah sup, ternyata sering dijadikan sebagai alternatif cara mengatasi mual. Hal ini dikarenakan cairan lebih mudah ditelan ketika Anda ingin muntah.

Kaldu atau kuah sup dianggap menjadi langkah awal untuk kembali makan dan memberikan hidrasi, serta sebagai elektrolit. Saat merasa baikan, tambahkan ayam atau sayuran ke dalam kaldu untuk memenuhi asupan kalori, protein, dan vitamin agar energi kembali.

Makanan penghilang mual ini pun cukup efektif ketika kondisi ini disebabkan oleh hidung tersumbat atau pilek. Kaldu atau sup yang hangat membantu membersihkan hidung hingga membuat Anda lebih baik.

4. Pisang

Pada saat merasa mual, Anda mungkin merasa sulit untuk makan makanan dalam porsi yang banyak. Itu sebabnya, Anda perlu memberikan tubuh makanan bergizi dan memberikan energi agar tubuh tetap kuat.

Salah satu makanan penghilang mual yang memenuhi kriteria tersebut yaitu buah pisang. Buah ini padat energi dan mudah dikonsumsi, bahkan ketika Anda sakit.

Terlebih lagi, pisang bisa membantu meredakan sakit perut dengan merangsang produksi lendir dari lapisan lambung. Lendir ini akan menghasilkan penghalang antara lapisan lambung dan zat asam lambung yang memicu rasa mual, mulas, dan sakit perut.

5. Makanan kering

Makanan kering seperti keripik, pretzel, atau roti panggang ternyata sering direkomendasikan.

Menurut penelitian dari Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, hampir 90% ginekolog (ahli kesehatan tubuh dan organ reproduksi wanita) merekomendasikan keripik untuk wanita yang mengalami morning sickness.

Sayangnya, belum diketahui jelas alasan orang lebih bisa mengonsumsi makanan kering dan tawar saat mual. Namun, orang akan merasa lebih mual saat perut kosong dan memicu keinginan untuk muntah terhadap makanan yang berbau menyengat.

6. Makanan dingin

Dibandingkan makanan hangat, makanan dingin ternyata lebih disukai sebagai penghilang mual. Ada kemungkinan orang yang mual lebih bisa menoleransinya karena tidak memiliki bau menyengat sebagai pemicu utama rasa mual.

Itu sebabnya, makanan di bawah ini mungkin bisa menjadi pilihan yang baik agar Anda tidak muntah, yakni:

Bila Anda kesulitan menelan makanan, mengisap es batu mungkin bisa membantu yang juga dapat mengisi kembali cairan tubuh secara perlahan.

7. Teh herbal

Banyak dokter kandungan yang merekomendasikan teh herbal tertentu pada ibu hamil yang mengalami mual. Meski begitu, belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Hal ini dikarenakan sebagian besar studi berkisar pada peppermint dan chamomile berbentuk kapsul dan aromaterapi. Sebagai contoh, penelitian dari Journal of holistic nursing melaporkan bahwa aromaterapi peppermint terbukti mengurangi rasa mual.

Hal ini terlihat pada wanita yang telah menjalani operasi caesar. Walaupun bukti ilmiahnya masih kurang, tidak ada salahnya untuk minum teh herbal sebagai cara memenuhi kebutuhan cairan yang hilang akibat muntah.

8. Makanan berprotein tinggi

Zat gizi protein membantu tubuh menghasilkan enzim untuk mencerna makanan. Tubuh juga menggunakan protein untuk mengoksidasi darah guna membawa nutrisi ke setiap bagian tubuh.

Melansir studi Gastroenterology clinics of North America, makan lebih banyak protein ketimbang karbohidrat dapat membantu meredakan mual pada ibu hamil. Para peneliti masih belum mengetahui bagaimana makanan berpotein bisa menjadi penghilang mual.

Meski demikian, ada kemungkinan protein membantu mengembalikan aktivitas lambung dengan meningkatkan sekresi gastrin. Anda perlu pilih makanan sumber protein yang baik untuk mencegah muntah, seperti:

  • selai kacang,
  • ikan,
  • telur rebus,
  • yogurt tawar tanpa pemanis, dan
  • tahu kukus.

Tips makan saat merasa mual

ingin muntah saat cemas hingga batuk

Selain memilih makanan penghilang rasa mual, ternyata cara makan dan minum pun perlu diperhatikan agar Anda tidak muntah. Di bawah ini beberapa cara makan untuk meredakan rasa mual.

  • Makan dalam porsi kecil sesering mungkin.
  • Hindari makan di ruangan yang hangat.
  • Tidak minum air di sela-sela makan.
  • Jangan berbaring telentang langsung setelah makan, beri jeda setidaknya 2 jam.
  • Bilas mulut sebelum dan sesudah makan.
  • Jaga agar kepala tetap tegak setidaknya satu jam setelah makan.

Bila konsumsi makanan penghilang mual tidak membuat kondisi membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eating When You Have Nausea and Vomiting. (2018). Breast Cancer.org. Retrieved 29 April 2021, from https://www.breastcancer.org/tips/nutrition/during_treat/side_effects/nausea 

Mandl, E. (2018). The 14 Best Foods to Eat When You’re Nauseous. Healthline. Retrieved 29 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/foods-to-eat-when-nauseous 

Nausea & Vomiting. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 29 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/8106-nausea–vomiting 

Marx, W., Ried, K., McCarthy, A. L., Vitetta, L., Sali, A., McKavanagh, D., & Isenring, L. (2017). Ginger-Mechanism of action in chemotherapy-induced nausea and vomiting: A review. Critical reviews in food science and nutrition, 57(1), 141–146. https://doi.org/10.1080/10408398.2013.865590. Retrieved 29 April 2021. 

Kaneshiro, N.K. (2019). Bananas and nausea. Medline Plus. Retrieved 29 April 2021, from https://medlineplus.gov/ency/imagepages/9689.htm 

Marx, W., Kiss, N., McCarthy, A. L., McKavanagh, D., & Isenring, L. (2016). Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting: A Narrative Review to Inform Dietetics Practice. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 116(5), 819–827. https://doi.org/10.1016/j.jand.2015.10.020. Retrieved 29 April 2021. 

Lee, N. M., & Saha, S. (2011). Nausea and vomiting of pregnancy. Gastroenterology clinics of North America, 40(2), 309–vii. https://doi.org/10.1016/j.gtc.2011.03.009. Retrieved 29 April 2021. 

Lane, B., Cannella, K., Bowen, C., Copelan, D., Nteff, G., Barnes, K., Poudevigne, M., & Lawson, J. (2012). Examination of the effectiveness of peppermint aromatherapy on nausea in women post C-section. Journal of holistic nursing : official journal of the American Holistic Nurses’ Association, 30(2), 90–106. https://doi.org/10.1177/0898010111423419. Retrieved 29 April 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 02/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x