home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan di Anus

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan di Anus

Tumbuhnya benjolan di anus kerap tidak membahayakan. Bahkan, gangguan saluran pencernaan ini umum terjadi. Namun, benjolan ini tetap bisa menimbulkan rasa tak nyaman. Lantas, apa saja penyebab kemunculannya? Bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab munculnya benjolan di anus

abses anus atau anal

Pada dasarnya, anus merupakan organ penghubung saluran pencernaan dan kulit luar tubuh yang terdiri dari kelenjar lendir, kelenjar getah bening, pembuluh darah, dan ujung saraf sensitif.

Ketika bagian-bagian tersebut teriritasi, terinfeksi, atau tersumbat, terbentuklah benjolan yang membuat anus terasa keras atau nyeri ketika tersentuh. Banyak penyakit yang memicu kejadiannya, berikut adalah macam-macamnya.

1. Ambeien

Ambeien (wasir) merupakan kondisi yang paling sering menimbulkan benjolan di sekitar anus. Biasanya hal ini dialami oleh orang yang mengalami ambeien luar.

Benjolan muncul karena adanya gangguan dalam aliran darah menuju saluran pembuangan. Gangguan terjadi oleh beberapa kebiasaan seperti mengejan terlalu keras dan lama saat buang air besar atau duduk terlalu lama di toilet. Sehingga, darah akhirnya menumpuk dalam pembuluh darah dekat anus dan menimbulkan pembengkakan.

2. Kutil

Terkadang, benjolan di anus juga bisa berupa kutil. Kutil disebabkan oleh infeksi Human papillomavirus (HPV), salah satu jenis virus yang paling umum menyebabkan penyakit menular seksual (PMS).

Pada awalnya, kutil muncul dalam ukuran yang kecil, tapi seiring waktu bisa tumbuh membesar sampai menutupi area anus. Virus ini menularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi pada area anus.

3. Abses

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, anus juga terdiri dari banyak kelenjar. Bila salah satu kelenjarnya tersumbat, maka kelenjar tersebut bisa terinfeksi oleh bakteri atau virus.

Infeksi inilah yang nantinya akan menimbulkan kumpulan nanah yang dikenal dengan nama abses anus.

4. Kanker anus

Pada beberapa kasus, benjolan di anus juga bisa menjadi pertanda kondisi yang serius seperti kanker anus. Kanker bisa muncul dan berkembang ketika mutasi gen mengubah sel yang normal dan sehat menjadi sel abnormal. Hal ini tentu akan memengaruhi fungsinya dalam tubuh.

Sel yang normal seharusnya tumbuh dan berkembang biak pada kecepatan tertentu, lalu mati dan digantikan dengan sel baru. Namun pada tubuh yang bermasalah, sel-sel yang rusak akan terus tumbuh tak terkendali dan tetap hidup.

Sel abnormal itu terus menumpuk dan akhirnya membentuk massa berupa tumor dan sel kanker. Sel kanker akan memisahkan diri dari tumor awal, lalu menyebar ke tempat lain di tubuh dan menyerang organ tersebut.

Kanker anus sering dikaitkan dengan virus HPV. Sebab, pada banyak kasus, virus HPV terdeteksi pada pasien yang memiliki kanker anus.

Apa saja ciri-ciri benjolan di anus?

anus luka saat diare

Karena benjolan bisa menandakan berbagai macam kondisi, maka gejalanya juga bisa berbeda-beda tergantung dengan penyakit yang Anda miliki. Namun, pada umumnya Anda bisa saja merasakan gejala berupa:

  • gatal,
  • nyeri,
  • sembelit,
  • sensasi terbakar di sekitar anus,
  • rasa mengganjal terutama saat duduk,
  • diare,
  • perdarahan pada anus, dan
  • BAB berdarah.

Bagaimana cara mengatasi benjolan di anus?

Untuk mengatasi benjolan, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu penyakit apa yang mendasari kemunculannya. Pasalnya, setiap penyakit membutuhkan penanganan dan obat yang berbeda.

Bila penyebabnya adalah wasir, Anda mungkin bisa melakukan perawatan rumahan guna mengurangi rasa tak nyaman yang ditimbulkan oleh benjolan.

Caranya, cukup berendam atau duduk dalam air hangat selama 10 – 15 menit. Perawatan ini bisa Anda lakukan sebanyak 2 – 3 kali sehari sampai rasa gatal atau nyeri berkurang.

Lain lagi bila kondisi tak kunjung membaik atau bila Anda merasakan gejala seperti:

  • feses berdarah,
  • keluar nanah dari anus,
  • demam lebih dari 38° Celcius,
  • benjolan berjumlah banyak, serta
  • rasa nyeri semakin parah dan menyebar ke area lain di tubuh.

Jangan menunda untuk segera periksakan diri ke dokter.

Saat mendiagnosis penyakit yang menyebabkan timbulnya benjolan di anus, dokter biasanya akan melakukan anoskopi.

Anoskopi adalah pemeriksaan menggunakan tabung kecil bernama anoskop yang berfungsi untuk melihat keadaan anus dan rektum dengan lebih jelas.

Jika diperlukan, dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan lanjutan seperti barium enema dengan sinar-X, sigmoidoskopi dengan tabung panjang guna melihat saluran usus bagian bawah, atau kolonoskopi dengan alat bernama kolonoskop.

Berdasarkan keparahan kondisi, dokter bisa saja hanya memberi obat-obatan oles atau melakukan prosedur perawatan seperti pengangkatan benjolan atau terapi untuk pasien yang terkena kanker usus.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Anal Cancer. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 28 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anal-cancer/diagnosis-treatment/drc-20354146

Anorectal Abscess. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved 28 December 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/anorectal-abscess

Hemorrhoids. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 28 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/symptoms-causes/syc-20360268

Anal Warts. (n.d.). American Society of Colon & Rectal Surgeons. Retrieved 28 December 2020, from https://fascrs.org/patients/diseases-and-conditions/a-z/anal-warts

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 15/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x