home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Keratin dan Kegunaannya untuk Rambut Sehat

Keratin dan Kegunaannya untuk Rambut Sehat

Saat memilih produk perawatan rambut, Anda pasti sudah akrab dengan berbagai produk yang bertuliskan keratin di labelnya. Begitu juga ketika Anda pergi ke salon, ada beberapa tempat yang menawarkan perawatan keratin untuk rambut. Lantas, apa itu keratin dan apa manfaat yang diberikan untuk rambut?

Apa itu keratin?

Keratin adalah jenis protein yang ada pada rambut, kulit, kuku, serta organ dalam dan kelenjar. Keratin berfungsi membentuk dan melindungi bagian-bagian tersebut. Zat ini juga memengaruhi jenis rambut, apakah lurus, bergelombang, atau keriting.

Selain dari sel-sel tubuh, keratin bisa didapatkan dari bulu, tanduk, dan wol dari berbagai hewan. Bagian hewan tersebut kemudian diolah menjadi bahan untuk produk perawatan rambut.

Protein ini tidak mudah tergores atau robek bila dibandingkan dengan sel tubuh lain. Karena itulah, beberapa orang percaya suplemen atau produk yang mengandung keratin dapat membantu memperkuat dan membuat rambut tampak lebih sehat.

Sebenarnya, ada 54 jenis keratin berbeda yang tersebar dalam folikel rambut dan seluruh tubuh. Namun secara garis besar, keratin terbagi menjadi alpha dan beta.

Keratin alpha yaitu bentuk bentuk keratin eksklusif yang ditemui pada bulu manusia atau mamalia lainnya. Jenis keratin ini terbagi lagi menjadi tipe 1 dan tipe 2.

Tipe 1 merupakan jenis keratin lebih kecil dan punya tingkat keasaman (pH) yang asam, berfungsi untuk menjaga kesehatan sel epitel yang merupakan penghalang antara bagian luar dan bagian dalam tubuh.

Jenis keratin tipe 2 lebih besar dari tipe 1 dan memiliki pH yang netral. Tugasnya membantu menyeumbangkan perpaduan antara tipe 1 dan tipe 2 saat memproduksi protein.

Sedangkan keratin beta yaitu jenis keratin yang teksturnya lebih keras, sehingga hanya ditemui pada burung dan reptil.

Apa saja manfaat keratin?

cara menghitamkan rambut secara alami, rambut hitam

Di bawah ini berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan dari perawatan keratin.

1. Membuat rambut halus dan bersinar

Keratin paling dikenal akan khasiatnya yang dapat membuat rambut terasa lebih lembut dan terlihat bersinar. Keratin bekerja dengan menghaluskan sel-sel pada folikel tumpang tindih yang dapat membuat rambut menjadi kusut.

Melalui perawatan keratin, rambut yang mengering akan terlihat berkilau. Keratin juga dapat mengurangi tampilan ujung yang bercabang. Meski demikian, efek dari perawatan ini biasanya bertahan selama 2 – 6 bulan, tergantung pada kondisi rambut.

2. Rambut menjadi lebih mudah diatur

Manfaat selanjutnya, keratin bisa membuat rambut Anda jadi lebih mudah diatur, terutama bila rambut Anda termasuk tebal dan kusut.

Keratin membantu rambut Anda menjadi lebih cepat kering setelah keramas sehingga Anda tak perlu menggunakan pengering rambut terlalu lama.

3. Bantu penumbuhan rambut

Tak hanya membuat rambut menjadi lebih kuat, perawatan dengan keratin juga dapat membuat pertumbuhan rambut Anda jadi lebih cepat.

Risiko perawatan dan kelebihan keratin

Meski memiliki banyak kelebihan, keratin punya risiko. Pasalnya hal ini dapat menimbulkan kondisi bernama hyperkeratosis. Hiperkeratosis terjadi ketika kulit mengalami penebalan di area tertentu, misalnya pada telapak kaki, siku, atau lutut.

Nantinya, akan ada berbagai penyakit lain yang dapat menyertai, seperti keratosis pilaris yang juga akrab dengan sebutan penyakit kulit ayam atau lichen planus, di mana kelebihan keratin menimbulkan peradangan pada kulit lengan dan kaki.

Selain itu, efek samping keratin bisa Anda dapatkan dari luar, misalnya seperti pemakaian produk yang mengandung keratin.

Kebanyakan produk keratin mengandung zat bernama formaldehida. Formaldehida yaitu gas menyengat yang bila dihirup atau dioleskan terlalu banyak pada kulit dapat menimbulkan iritasi atau menyebabkan batuk dan nafas mengi.

Beberapa orang juga ada yang mengalami sakit kepala, pusing, serta mual dari pemakaian produk keratin yang mengandung formaldehida.

Oleh karena itu, gunakan produk keratin dengan bijak. Bila Anda tak yakin, lebih baik serahkan pada orang-orang yang profesional untuk melakukan perawatannya pada Anda.

Pemakaian suplemen keratin juga sebetulnya tidak diperlukan bila Anda tidak mengalami defisiensi. Anda cukup mendapat asupannya dari makanan berprotein seperti telur, ikan berlemak, dan bawang bombay.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What’s The Deal With Keratin Treatment? (n.d.). National Center for Health Research. Retrieved 23 April 2021, from https://www.center4research.org/whats-deal-keratin-treatments/

What Is Keratin and What Is Its Purpose? (2018). ThoughtCo. Retrieved 23 April 2021, from https://www.thoughtco.com/keratin-definition-and-purpose-608202

Bragulla, H. and Homberger, D., 2009. Structure and functions of keratin proteins in simple, stratified, keratinized and cornified epithelia. Journal of Anatomy, 214(4), pp.516-559. Retrieved 23 April 2021.

Moll, R., Divo, M. and Langbein, L., 2008.The human keratins: biology and pathology. Histochemistry and Cell Biology, 129(6), pp.705-733. Retrieved 23 April 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 27/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x