Moluskum Kontagiosum (Molluscum Contagiosum)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi moluskum kontagiosum

Moluskum kontagiosum atau molluscum contagiosum adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini menimbulkan tanda berupa tonjolan berwarna putih, atau berbintil seperti mutiara. Jika terjadi pada daerah kemaluan, dapat menjadi penyakit menular seksual (PMS).

Tonjolan tersebut dapat muncul di mana saja, termasuk wajah, leher, lengan, kaki, perut, dan area genital. Moluskum kontagiosum juga dapat muncul sendiri atau berkelompok. Tanda-tandanya jarang ditemukan di telapak tangan atau kaki.

Jika salah satu benjolan jinak pada tubuh ini tergores atau terluka, infeksi dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Moluskum kontagiosum juga menyebar melalui kontak orang ke orang dan kontak dengan benda yang terinfeksi.

Penyakit kulit ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual bila tandanya muncul pada area kelamin.

Molluscum contagiosum biasanya hilang dalam waktu satu tahun tanpa pengobatan, tetapi dokter juga bisa melakukan pengangkatan sebagai pilihan perawatan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Moluskum kontagiosum adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Namun, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak, terutama anak laki-laki, dan orang dewasa muda.

Tanda-tanda dan gejala moluskum kontagiosum

Ciri khas yang menandai penyakit moluskum kontagiosum adalah munculnya benjolan kecil pada kulit.

Benjolan kecil dapat muncul pada kulit manusia di bagian tubuh yang terkena virus, seperti di wajah, kelopak mata, ketiak, dan badan. Biasanya, benjolan ini tidak muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

Bila penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual, gejalanya akan muncul pada perut bagian bawah dan selangkangan. Terkadang kondisi ini sering dianggap sebagai herpes. Hanya saja, molluscum contagiosum tidak menimbulkan rasa sakit.

Molluscum contagiosum memiliki ukuran lebar sekitar 2 – 5 milimeter, disertai dengan titik di bagian tengah. Lain lagi bila Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, bintik molluscum constagiosum yang muncul mungkin akan lebih besar. 

Terkadang, bintik ini bisa memerah dan meradang, ditambah dengan rasa gatal. Namun, Anda tidak boleh menggaruk bintik karena nantinya dapat pecah dan membuat virus menyebar ke area kulit di sekitarnya.

Jika moluskum muncul di kelopak mata, bakteri dapat menyebar ke mata dan menyebabkan gejala penyakit mata merah yang menular.

Moluskum kontagiosum akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu, tetapi pada beberapa kasus dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Jenis penyakit kulit ini biasanya tidak meninggalkan bekas.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala molluscum contagiosum yang disebutkan seperti di atas atau memiliki pertanyaan, silakan konsultasi dengan dokter Anda.

Tubuh setiap orang memiliki reaksi yang berbeda pada kondisi tertentu. Direkomendasikan untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter spesialis kulit Anda guna mengetahui apa yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab dan faktor risiko moluskum kontagiosum

Penyebab moluskum kontagiosum adalah poxvirus. Virus ini merupakan bagian dari keluarga virus yang juga dapat menyebabkan kutil.

Virus dapat menyebar melalui kontak langsung, menyentuh kulit seseorang yang terinfeksi, atau menyentuh benda-benda lain yang terinfeksi seperti pakaian. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Molluscum contagiosum merupakan salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh kebiasaan berbagi barang pribadi. Para ahli yang disebutkan Mayo Clinic menduga bahwa perenang menularkan virus melalui penggunaan handuk bersama atau kontak kulit.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Anda dapat memindahkan virus dari satu bagian tubuh Anda ke bagian lain dengan menyentuh, menggaruk, atau mencukur benjolan, lalu menyentuh bagian lain di tubuh Anda. 

Faktor risiko moluskum kontagiosum

Infeksi moluskum kontagiosum lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan pada anak-anak yang memiliki dermatitis atopik.

Meski demikian, tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami penyakit ini. Faktor tersebut hanya untuk referensi saja. Untuk lebih jelasnya, silakan diskusikan dengan dokter Anda.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana pemeriksaan untuk kondisi ini?

Dokter biasanya bisa langsung mendiagnosis salah satu penyakit kulit menular ini hanya dengan melihat tanda-tanda yang muncul pada kulit.

Bila dari pengamatan tersebut belum bisa didapatkan hasil yang jelas, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil sampel kulit yang terinfeksi lalu diamati di bawah mikroskop.

Pada saat pemeriksaan, dokter juga akan menanyakan seputar gejala yang Anda rasakan.

Apa pilihan pengobatan untuk moluskum kontagiosum?

Benjolan dapat hilang dengan sendirinya. Hanya saja, pengobatan tetap penting dilakukan untuk menjaga agar virus tidak menginfeksi orang lain atau untuk menjaga bintil-bintil agar tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pengobatan yang bertujuan untuk menghilangkan benjolan dapat dilakukan dengan menggunakan laser, bedah beku, atau penggoresan.

Sayangnya, kadang-kadang metode ini dapat meninggalkan bekas luka. Oleh karena itu, dokter akan memberikan obat alternatif berupa krim kulit khusus untuk menghilangkan benjolan.

Beberapa pilihan obat yang paling sering digunakan adalah asam salisilat atau cantharidin. Asam salisilat dapat membantu menghilangkan bintil, sedangkan cantharidin dapat mengobati lesi yang ditimbulkan dari kondisi ini.

Terkadang, dokter juga akan meresepkan obat krim tretinoin atau krim imiquimod.

Pengobatan mungkin harus diulangi jika benjolan baru muncul. Molluscum contagiosum juga bisa terjadi lebih dari sekali. Hindari penggunaan barang-barang secara berbarengan dan memiliki kontak dekat dengan seseorang yang telah terinfeksi.

Cara mengatasi moluskum kontagiosum

Di bawah ini adalah beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi moluskum kontagiosum.

  • Menjaga daerah yang terinfeksi agar tetap bersih dan tertutup dengan pakaian untuk menghindari penyebaran virus.
  • Tidak berbagi handuk, pakaian, dan barang-barang pribadi lainnya dengan orang lain sampai benjolan benar-benar hilang.
  • Tidak menggaruk benjolan pada kulit dan kemudian menyentuh bagian lain dari tubuh Anda.
  • Tidak menggunakan kolam renang umum, sauna, dan kamar mandi sampai benjolan hilang, untuk menghindari penularan infeksi kepada orang lain.
  • Memakai kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari penularan.
  • Mencuci pakaian dengan klorin (pemutih) atau air panas untuk membunuh virus.

Selalu periksakan diri ke dokter untuk memantau perkembangan gejala dan kesehatan Anda. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, di dada, perut, atau punggung.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah kondisi kulit yang kering, kasar, dan muncul benjolan-benjolan kecil dan keras.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa (bullous pemphigoid) adalah penyakit kulit yang menyerang sistem imun, diawali dengan ruam kemudian berubah menjadi lenting besar.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Vitiligo

%%title%% adalah penyakit kulit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan bergama pilihan pengobatan%%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit



Direkomendasikan untuk Anda

6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kanker anus

Kanker Anus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
mimisan

Mimisan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit