home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Moluskum Kontagiosum (Molluscum Contagiosum)

Definisi moluskum kontagiosum|Tanda-tanda dan gejala moluskum kontagiosum|Penyebab dan faktor risiko moluskum kontagiosum|Diagnosis dan pengobatan|Cara mengatasi moluskum kontagiosum
Moluskum Kontagiosum (Molluscum Contagiosum)

Definisi moluskum kontagiosum

Moluskum kontagiosum atau molluscum contagiosum adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini menimbulkan tanda berupa tonjolan berwarna putih, atau berbintil seperti mutiara. Jika terjadi pada daerah kemaluan, dapat menjadi penyakit menular seksual (PMS).

Tonjolan tersebut dapat muncul di mana saja, termasuk wajah, leher, lengan, kaki, perut, dan area genital. Moluskum kontagiosum juga dapat muncul sendiri atau berkelompok. Tanda-tandanya jarang ditemukan di telapak tangan atau kaki.

Jika salah satu benjolan jinak pada tubuh ini tergores atau terluka, infeksi dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Moluskum kontagiosum juga menyebar melalui kontak orang ke orang dan kontak dengan benda yang terinfeksi.

Penyakit kulit ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual bila tandanya muncul pada area kelamin.

Molluscum contagiosum biasanya hilang dalam waktu satu tahun tanpa pengobatan, tetapi dokter juga bisa melakukan pengangkatan sebagai pilihan perawatan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Moluskum kontagiosum adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Namun, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak, terutama anak laki-laki, dan orang dewasa muda.

Tanda-tanda dan gejala moluskum kontagiosum

Ciri khas yang menandai penyakit moluskum kontagiosum adalah munculnya benjolan kecil pada kulit.

Benjolan kecil dapat muncul pada kulit manusia di bagian tubuh yang terkena virus, seperti di wajah, kelopak mata, ketiak, dan badan. Biasanya, benjolan ini tidak muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

Bila penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual, gejalanya akan muncul pada perut bagian bawah dan selangkangan. Terkadang kondisi ini sering dianggap sebagai herpes. Hanya saja, molluscum contagiosum tidak menimbulkan rasa sakit.

Molluscum contagiosum memiliki ukuran lebar sekitar 2 – 5 milimeter, disertai dengan titik di bagian tengah. Lain lagi bila Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, bintik molluscum constagiosum yang muncul mungkin akan lebih besar.

Terkadang, bintik ini bisa memerah dan meradang, ditambah dengan rasa gatal. Namun, Anda tidak boleh menggaruk bintik karena nantinya dapat pecah dan membuat virus menyebar ke area kulit di sekitarnya.

Jika moluskum muncul di kelopak mata, bakteri dapat menyebar ke mata dan menyebabkan gejala penyakit mata merah yang menular.

Moluskum kontagiosum akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu, tetapi pada beberapa kasus dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Jenis penyakit kulit ini biasanya tidak meninggalkan bekas.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala molluscum contagiosum yang disebutkan seperti di atas atau memiliki pertanyaan, silakan konsultasi dengan dokter Anda.

Tubuh setiap orang memiliki reaksi yang berbeda pada kondisi tertentu. Direkomendasikan untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter spesialis kulit Anda guna mengetahui apa yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab dan faktor risiko moluskum kontagiosum

Penyebab moluskum kontagiosum adalah poxvirus. Virus ini merupakan bagian dari keluarga virus yang juga dapat menyebabkan kutil.

Virus dapat menyebar melalui kontak langsung, menyentuh kulit seseorang yang terinfeksi, atau menyentuh benda-benda lain yang terinfeksi seperti pakaian. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Molluscum contagiosum merupakan salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh kebiasaan berbagi barang pribadi. Para ahli yang disebutkan Mayo Clinic menduga bahwa perenang menularkan virus melalui penggunaan handuk bersama atau kontak kulit.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Anda dapat memindahkan virus dari satu bagian tubuh Anda ke bagian lain dengan menyentuh, menggaruk, atau mencukur benjolan, lalu menyentuh bagian lain di tubuh Anda.

Faktor risiko moluskum kontagiosum

Infeksi moluskum kontagiosum lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan pada anak-anak yang memiliki dermatitis atopik.

Meski demikian, tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami penyakit ini. Faktor tersebut hanya untuk referensi saja. Untuk lebih jelasnya, silakan diskusikan dengan dokter Anda.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana pemeriksaan untuk kondisi ini?

Dokter biasanya bisa langsung mendiagnosis salah satu penyakit kulit menular ini hanya dengan melihat tanda-tanda yang muncul pada kulit.

Bila dari pengamatan tersebut belum bisa didapatkan hasil yang jelas, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil sampel kulit yang terinfeksi lalu diamati di bawah mikroskop.

Pada saat pemeriksaan, dokter juga akan menanyakan seputar gejala yang Anda rasakan.

Apa pilihan pengobatan untuk moluskum kontagiosum?

Benjolan dapat hilang dengan sendirinya. Hanya saja, pengobatan tetap penting dilakukan untuk menjaga agar virus tidak menginfeksi orang lain atau untuk menjaga bintil-bintil agar tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pengobatan yang bertujuan untuk menghilangkan benjolan dapat dilakukan dengan menggunakan laser, bedah beku, atau penggoresan.

Sayangnya, kadang-kadang metode ini dapat meninggalkan bekas luka. Oleh karena itu, dokter akan memberikan obat alternatif berupa krim kulit khusus untuk menghilangkan benjolan.

Beberapa pilihan obat yang paling sering digunakan adalah asam salisilat atau cantharidin. Asam salisilat dapat membantu menghilangkan bintil, sedangkan cantharidin dapat mengobati lesi yang ditimbulkan dari kondisi ini.

Terkadang, dokter juga akan meresepkan obat krim tretinoin atau krim imiquimod.

Pengobatan mungkin harus diulangi jika benjolan baru muncul. Molluscum contagiosum juga bisa terjadi lebih dari sekali. Hindari penggunaan barang-barang secara berbarengan dan memiliki kontak dekat dengan seseorang yang telah terinfeksi.

Cara mengatasi moluskum kontagiosum

Di bawah ini adalah beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi moluskum kontagiosum.

  • Menjaga daerah yang terinfeksi agar tetap bersih dan tertutup dengan pakaian untuk menghindari penyebaran virus.
  • Tidak berbagi handuk, pakaian, dan barang-barang pribadi lainnya dengan orang lain sampai benjolan benar-benar hilang.
  • Tidak menggaruk benjolan pada kulit dan kemudian menyentuh bagian lain dari tubuh Anda.
  • Tidak menggunakan kolam renang umum, sauna, dan kamar mandi sampai benjolan hilang, untuk menghindari penularan infeksi kepada orang lain.
  • Memakai kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari penularan.
  • Mencuci pakaian dengan klorin (pemutih) atau air panas untuk membunuh virus.

Selalu periksakan diri ke dokter untuk memantau perkembangan gejala dan kesehatan Anda. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ferri, F. F. (2012). Ferri’s Netter patient advisor E-book. Elsevier Health Sciences.

Molluscum Contagiosum | Poxvirus | CDC. (2020). Retrieved 26 October 2020, from https://www.cdc.gov/poxvirus/molluscum-contagiosum/index.html

Molluscum contagiosum – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 26 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molluscum-contagiosum/symptoms-causes/syc-20375226

Molluscum contagiosum . (2017). Retrieved 26 October 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/molluscum-contagiosum/

Molluscum Contagiosum. (2019). Medline Plus Medical Encyclopedia. Retrieved 26 October 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000826.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 26/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x