Kanker Anus (Kanker Anal)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi kanker anus

Apa itu kanker anus?

Kanker anus  atau kanker anal merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang di anus atau dubur . Anus adalah bukaan yang terletak di ujung usus besar, tepat di bawah rektum. Seluruh hasil pembuangan pencernaan manusia yang berupa feses keluar dari organ ini.

Awalnya, makanan yang dicerna akan berpindah dari perut ke usus kecil. Kemudian, makanan bergerak dari usus kecil ke usus besar. Pada bagian ini, air dan garam dari makanan akan diserap. Sisanya akan dibuang menjadi limbah yang Anda kenal sebagai feses. Feses akan disimpan di rektum dan akan dikeluarkan lewat anus.

Lapisan dalam dari lubang anus adalah mukosa dan kebanyakan sel abnormal dimulai pada bagian ini. Selain itu, kanker juga ditemukan pada saluran anus dan bagian tepi anus (perianal). Pada beberapa kasus, penyakit ini juga bisa berasal dari kanker kolorektal yang telah menyebar.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kanker anus adalah jenis penyakit kanker yang cukup langka dan paling sering menyerang orang yang berusia lebih dari 50 tahun. Namun, setiap orang memiliki risiko yang berbeda-beda terhadap penyakit ini, tidak hanya berdasarkan faktor usia saja.

Jenis kanker anus

Sebelum mengetahui apa saja jenis-jenis kanker, ada baiknya Anda mengetahui bahwa berbagai tipe tumor dapat tumbuh di anus, baik yang jinak maupun yang ganas.

1. Tumor jinak

Tumor yang jinak umumnya tidak berpotensi berubah menjadi sel kanker. Berikut adalah beberapa jenis tumor jinak yang dapat tumbuh di anus:

  • Polip, benjolan-benjolan kecil yang terdapat di mukosa.
  • Skin tags, berupa pertumbuhan jaringan penghubung yang dilapisi sel skuamosa.
  • Kutil anus, tumbuh di bagian luar dan bawah kanal anus.
  • Tumor adnexal, benjolan jinak yang tumbuh di folikel rambut atau kelenjar keringat bagian luar anus.
  • Leiomioma, tumor jinak yang tumbuh di sel otot halus.
  • Hemangioma, tumbuh di sel-sel dinding pembuluh darah anus.
  • Lipoma, tumbuh di sel-sel lemak anus.

2. Tumor ganas

Penumpukan sel-sel yang berada di anus juga berpotensi menjadi kanker. Kondisi ini disebut dengan pre-cancerous. Jenis tumor yang ganas ini juga dikenal dengan istilah displasia.

Displasia pada anus dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Anal intraepithelial neoplasia (AIN) tingkat rendah, terlihat seperti sel normal, risiko untuk berubah menjadi sel kanker lebih rendah.
  • AIN tingkat atas, memiliki karakteristik yang berbeda dari sel normal, lebih mudah bermutasi menjadi sel kanker.

Umumnya, sel kanker mulai berkembang di sel skuamosa. Berikut adalah jenis-jenis kanker anus tergantung pada tipe sel tubuh yang terdampak:

1. Kanker sel skuamosa

Jenis kanker anus yang paling banyak ditemukan adalah kanker sel skuamosa. Sebanyak 90% dari kasus kanker anus yang terjadi tergolong dalam tipe sel skuamosa. Kanker jenis ini disebut juga sebagai kanker epidermoid.

Kanker tipe ini bermula di sel skuamosa, yang terletak di dinding saluran anus dan perbatasan anus.

2. Kanker non epidermoid

Jenis non epidermoid merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut jenis kanker anus lainnya, yaitu:

  • Adenocarcinoma

Jenis kanker ini diproduksi di sel yang memproduksi lendir pada saluran anal. Kanker tipe adenocarcinoma tergolong sangat langka.

Adenocarcinoma biasanya muncul pada bagian kelenjar apokrin, atau kelenjar yang menghasilkan keringat di kulit bagian anus.

  • Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal merupakan salah satu jenis kanker kulit. Perkembangannya dimulai di area sekitar anus.

Jenis tumor karsinoma sel basal lebih sering muncul di area yang banyak terpapar matahari, seperti tangan dan wajah. Maka dari itu, jenis kanker ini sebenarnya jarang ditemukan pada kasus kanker anus.

  • Melanoma

Melanoma juga termasuk jenis kanker kulit yang sangat langka. Kemunculannya dimulai di sel kulit yang disebut melanosit.

Pada penyakit ini, biasanya melanoma muncul di kulit atau lapisan dinding anal. Namun, angka kejadiannya tergolong sangat rendah.

Tanda & gejala kanker anus

Penyakit kanker anal kadang tidak menimbulkan gejala sama sekali. Akan tetapi, perdarahan pada rektum merupakan tanda awal darai penyakit ini. Darah yang dikeluarkan hanya sedikit, sehingga sering kali disalahartikan sebagai wasir (ambeien).

Gejala yang umum terjadi

Namun, tanda yang gejala yang ditimbulkan tidak hanya itu saja. Umumnya, orang dengan kanker anus merasakan tanda dan gejala seperti berikut:

  • Gatal di dalam atau di sekitar rektum.
  • Benjon di lubang anus.
  • Nyeri pada anus dan sensasi mengganjal di area anus.
  • Sembelit (susah BAB).
  • Keluarnya cairan abnormal dari anus.
  • Sulit mengendalikan keluarga feses (inkontinensia feses).
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di daerah anus atau selangkangan.

Setiap orang sangat mungkin merasakan gejala yang berbeda-beda. Ada pula yang merasakan gejala kanker yang tidak disebutkan di atas.

Kapan harus pergi ke dokter?

Anda harus segera mengunjungi dokter apabila Anda memiliki salah satu tanda atau gejala di atas, terutama jika gejala tersebut terasa tidak wajar dan tak kunjung hilang.

Penyebab kanker anus

Penyakit ini muncul dan berkembang dari adanya mutasi atau perubahan gen. Gen yang bermasalah akan merusak sel-sel yang sehat dan memengaruhi fungsinya dalam tubuh.

Sel-sel tubuh yang normal seharusnya tumbuh dan berkembang biak secara wajar, kemudian akan mati dan digantikan dengan sel baru. Namun, sel-sel yang rusak akan tumbuh secara tidak terkendali dan terus hidup.

Kondisi ini dapat mengakibatkan munculnya sel kanker dan tumor. Sel-sel kanker akan menyerang jaringan di sekitarnya, bahkan hingga ke organ tubuh lainnya.

Dikutip dari American Cancer Society, para ahli meyakini bahwa penyebab kanker anus sangat berkaitan erat dengan infeksi menular seksual dari human papillomavirus (HPV). Virus HPV ditemukan pada mayoritas masalah anus yang terjadi.

Maka dari itu, infeksi virus HPV diduga sebagai penyebab utama berkembangnya penyakit kanker anus (anal).

Faktor risiko kanker anus

Kanker anus adalah penyakit yang dapat menyerang setiap orang dari berbagai golongan usia. Namun, terdapat berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko terserang penyakit ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko pemicu munculnya penyakit kanker anus (anal):

  • Pertambahan usia

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien dewasa dan berusia lanjut, seperti kanker pada umumnya.

  • Jenis kelamin perempuan

Apabila Anda berjenis kelamin perempuan, peluang Anda untuk terserang penyakit ini lebih besar dibanding laki-laki.

  • Pernah atau sedang menderita kanker serviks, vagina, atau vulva

Jika Anda pernah memiliki salah satu dari masalah-masalah tersebut, risiko Anda terserang kanker anus pun lebih tinggi. Hal ini diduga berkaitan erat dengan infeksi virus HPV.

  • Infeksi Human papillomavirus (HPV)

Baik wanita dan pria yang memiliki virus HPV di tubuhnya sama-sama memiliki peluang terserang penyakit ini. Sebanyak 90% kasus penyakit ini berhubungan dengan infeksi virus HPV.

  • Sering bergonta-ganti pasangan seksual

Kemungkinan Anda terserang penyakit ini sangat besar apabila Anda pernah melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu orang. Hal ini disebabkan oleh tingginya risiko penularan virus HPV jika Anda aktif secara seksual.

  • Sistem imun tubuh yang lemah

Sistem imun tubuh yang lemah juga dapat meningkatkan risiko Anda terserang penyakit ini. Selain itu, orang-orang yang memiliki penyakit autoimun atau melakukan transplantasi ginjal juga berisiko terserang kanker anus.

Diagnosis & pengobatan kanker anus

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Beberapa jenis prosedur yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis kanker anaus (anal) adalah:

1. Pemeriksaan saluran anus dan rektum

Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan cara menyentuh atau memasukkan jari ke dalam anus Anda untuk mendeteksi adanya lendir atau benjolan.

Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan visual dengan anoskopi di bagian anus Anda.

2. Pengambilan gambar pada saluran anus

Untuk mengambil gambar yang jelas, dokter akan menggunakan prosedur USG dengan cara memasukkan tabung kecil ke dalam saluran anus.

3. Mengambil sampel jaringan anus untuk diperiksa

Apabila dokter mencurigai adanya keanehan di anus Anda, dokter mungkin akan melakukan prosedur biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil jaringan yang diduga terdapat sel kanker.

Apa pilihan pengobatan untuk kanker anus (anal)?

Pengobatan untuk penyakit kanker ini umumnya merupakan kombinasi antara kemoterapi dan radiasi. Dengan kombinasi keduanya, kemungkinan kanker akan menghilang dan peluang pasien untuk sembuh lebih besar.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang menggunakan obat untuk membunuh pertumbuhan sel kanker. Obat ini dapat menghancurkan atau mencegah sel kanker agar tidak berkembang biak lagi.

Terdapat dua jenis kemoterapi untuk kanker, yang meliputi:

  • Kemoterapi sistemik

Obat yang diminum atau disuntikkan ke pembuluh darah akan masuk ke aliran darah tubuh dan mencapai sel-sel kanker.

  • Kemoterapi regional

Obat diberikan langsung di cairan serebrospinal tubuh, organ tubuh, atau bagian tubuh yang terkena sel kanker, misalnya perut.

Jenis kemoterapi yang diberikan tergantung pada tipe dan stadium kanker yang Anda derita. Namun, umumny obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi untuk mengobati kanker anus (anal) adalah:

Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan X-ray dan proton untuk membunuh sel kanker. Selama terapi ini berlangsung, kemungkinan radiasi akan merusak jaringan-jaringan sehat di tubuh Anda.

Terdapat dua tipe terapi radiasi untuk kanker, yaitu:

  • Terapi radiasi eksternal, dengan menggunakan mesin yang memancarkan radiasi dari luar ke dalam tubuh.
  • Terapi radiasi internal, dengan zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui jarum, biji, kabel, atau kateter.

Jenis pengobatan radioterapi yang akan diberikan tergantung pada tipe dan stadium kanker yang Anda miliki.

Operasi

Penanganan lain yang dilakukan untuk mengobati kanker adalah operasi. Berikut adalah dua jenis operasi yang direkomendasikan dokter:

  • Reseksi lokal

Dalam prosedur ini, dokter bedah akan mengangkat tumor beserta sebagian jaringan sehat di sekitarnya dari anus. Prosedur ini dilakukan pada stadium kanker yang tergolong awal dan belum menyebar.

Prosedur ini tidak akan mengganggu fungsi otot sfingter (otot bukaan pada tubuh), sehingga Anda masih dapat mengontrol keinginan untuk buang air besar seperti biasa.

  • Reseksi abdominoperineal

Reseksi abdominoperineal dilakukan dengan cara mengangkat anus, rektum, dan sebagian dari usus besar.

Dokter bedah akan menjahit ujung usus ke lubang yang dibuat di perut, sehingga kotoran atau feses dapat dikumpulkan di kantong di luar tubuh. Proses ini dinamakan kolostomi.

Perlu diketahui bahwa terapi pengobatan kanker dapat berpotensi memperburuk sistem imun tubuh pada pasien yang memiliki virus HIV. Oleh karena itu, biasanya pasien dengan HIV akan ditangani dengan dosis obat dan radiasi yang lebih rendah.

Pengobatan kanker anus di rumah

Selain mengikuti pengobatan di rumah sakit, pasien kanker anus (anal) juga diharapkan mengubah gaya hidup sesuai untuk pasien kanker, yaitu:

  • Jaga berat badan tetap ideal.
  • Tetap aktif  dengan mengikuti olahraga dan kurangi menghabiskan waktu lama untuk berbaring.
  • Ikuti diet yang dianjurkan dokter maupun ahli gizi, seperti meningkatkan konsumsi buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Kurangi konsumsi daging merah, makanan tinggi gula, dan makanan berpengawet.
  • Sebaiknya berhenti minum alkohol.

Pencegahan kanker anus

Bila dilihat penyebab dan faktor risikonya, cara mencegah penyakit kanker anus (anal) yang bisa Anda terapkan adalah:

  • Dapatkan vaksin HPV untuk mencegah infeksi HPV pada tubuh.
  • Berhenti merokok dan menghindari asap rokok di sekitar.
  • Pada pasien HIV, wajib untuk mengikuti pengobatan dokter dan meningkatkan imunitas tubuhnya dengan mengonsumsi makanan yang menyehatkan tubuh.
  • Terapkan aktivitas seksual yang sehat, sepert tidak berganti pasangan atau menggunakan kondom.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Limfoma atau kanker getah bening adalah salah satu jenis kanker darah yang perlu diwaspadai. Cari tahu pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatan limfoma.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Darah 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
atresia ani adalah

Atresia Ani

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
kanker serviks

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit