Periode Perkembangan

Perkembangan Bayi di Usia 4 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Perkembangan bayi usia 4 minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 4 minggu?

Bayi Anda sekarang berumur 4 minggu dan saat ini ia semakin kuat dibanding dengan minggu-minggu pertama kelahirannya.

Pada perkembangan bayi 4 minggu, bayi Anda sudah bisa mengisap ibu jari atau jari lainnya. Selain itu, penglihatan si kecil juga semakin sempurna. Di usia ini, ia dapat melihat secara fokus pada benda-benda yang berjarak 20-35 sentimeter (cm). Ia juga sudah mulai mampu mendengarkan suara-suara di sekitarnya. Ya, bayi Anda bisa terkejut atau bahkan menangis ketika ia mendengar suara keras.

Apa yang harus saya lakukan untuk mendukung perkembangan bayi 4 minggu?

Pastikan bayi Anda tetap dalam posisi telentang, meskipun tidak sedang tidur. Jangan biarkan bayi tidur menelungkup karena si kecil berisiko mengalami sindrom kematian bayi mendadak alias sudden infant death  syndrome. Selain itu, kepalanya juga berisiko menjadi cekung. Oleh karenanya selalu taruh bayi dalam posisi terlentang untuk mencegah situasi ini.

Cobalah posisikan wajah Anda di depan bayi agar ia mau untuk mendongakkan kepalanya guna melihat Anda. Anda juga bisa menggulung kain tipis di bawah dadanya untuk merangsangnya menarik-narik benda.  Ini adalah untuk membantu sistem saraf dan pengendalian otot bayi untuk berkembang. Namun pastikan hal tersebut dilakukan di bawah pengawasan Anda. Ini dilakukan guna mengurangi risiko bayi terlilit kain.

Kesehatan Bayi Usia 4 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter?

Di minggu ini, Anda perlu membawa bayi Anda ke dokter untuk menjalankan pemeriksaan seperti:

1. Tes darah

Darah bayi diambil dari tumit dengan rapid test strip untuk memeriksa apakah bayi mengalami penyakit saluran kemih phenylketonuria atau hipotiroid. Tes darah ini bisa membantu dokter memeriksa masalah metabolisme. Di samping itu, Anda bisa menyarankan dokter melakukan pemeriksaan mendalam untuk mendeteksi kelainan atau kondisi kesehatan lainnya yang mungkin bayi alami.

2. Vaksinasi hepatitis B

Dalam sejumlah kasus, bayi mungkin perlu diberi vaksinasi hepatitis B, terutama bila Anda juga sudah didiagnosis positif terkena hepatitis B. Jika Anda tidak memiliki hepatitis B, Anda bisa memberikannya vaksin hepatitis B kapanpun selama 2 bulan pertama, atau memberinya suntikan vaksin sintetis diphtheria-pertussis-tetanus (vaksin DPT) pada umur 2 bulan.

Bayi lahir prematur juga bisa disuntik vaksin sintetis untuk mencegah hepatitis B. Selalu konsultasi kepada dokter bila Anda untuk memutuskan untuk memvaksinasi bayi.

3. Tes pendengaran

Dokter akan memeriksa untuk memastikan bahwa bayi Anda tidak terkena gangguan pendengaran.

Apa yang harus saya ketahui untuk mendukung perkembangan bayi 4 minggu?

Pada bulan pertama kelahirannya, bayi akan lebih sering menangis. Meski terbilang wajar, Anda harus mewaspadai kolik pada bayi. Kolik adalah tangisan bayi yang tidak terkendali dan berkepanjangan.

Kolik mungkin memengaruhi 10-25 persen bayi berumur di bawah 3 bulan. Hampir semua bayi cenderung akan sering menangis pada 3 bulan pertama, tapi kolik berbeda dengan tangisan biasa.

Beberapa dokter mengenalinya dengan rumus 3 yaitu: sekali menangis bisa sampai 3 jam, terjadi setidaknya 3 kali seminggu, dan setidaknya 3 minggu berturut-turut. Biasanya mulai antara minggu ke-3 dan ke-6.

Episode kolik sering mendadak muncul pada jam malam. Banyak bayi akan menangis kencang, tidak bisa ditenangkan, sembari mengepalkan tangan, dan meregangkan kaki mereka. Setiap bayi berbeda satu sama lain, tapi kolik biasanya membaik dalam waktu sekitar 3 bulan.

Beberapa orang berteori bahwa penyebab kolik adalah sistem pencernaan bayi yang belum sempurna atau alergi makanan. Lainnya percaya penyebabnya mungkin karena sistem saraf yang masih berkembang atau temperamen bayi yang membuatnya terlalu mudah terstimulasi.

Walaupun kolik membuat orangtua tidak bisa berbuat apa-apa dan merasa bersalah, kondisi ini umumnya  hanya sementara, dan bukan tanda masalah jangka panjang. Ingat, setiap bayi unik, sehingga cara menghibur mereka ketika sedang kolik juga berbeda. Jadi, Anda mungkin perlu bereksperimen dengan sejumlah teknik terbaik untuk bayi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Bayi membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi setelah lahir. Selama 9 bulan berada di dalam rahim, bayi terbiasa dengan suasana rahim yang nyaman, hangat, dan teduh. Oleh sebab itu, jika si kecil rewel tak mau diam, cobalah untuk membedong bayi Anda dalam selimut. Setelah itu, goyangkan bayi Anda pada dekapan Anda atau ranjang goyang.
  • Beberapa bayi ditenangkan dengan suara keras yang berulang,  misalnya dengan membisikkan “ssshh” tepat di telinganya. Beberapa orang mungkin juga menggunakan suara penyedot debu, alat pencuci piring, pengering baju, atau alat apapun yang kesemuanya mirip dengan suara dari rahim. Anda juga bisa memberikannya botol berisi air hangat atau handuk di atas perut bayi, dot, atau memandikannya dengan air hangat.
  • Mendengarkan tangisan bayi bisa membuat Anda stres dan capek. Akan sangat membantu jika Anda memiliki seseorang yang dapat bergantian membantu merawat dan menangani bayi Anda.
  • Beri tahu dokter jika tangisan bayi terdengar seperti jeritan dan teriakan kesakitan, jika berat badan bayi tidak lagi naik, bayi demam, atau bayi mengalami gejala kolik pada usia lebih dari 3 bulan. Pasalnya ini mungkin merupakan tanda masalah kesehatan yang memerlukan pertolongan medis.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang harus saya perhatikan?

Jika Anda punya kebiasaan merokok, sebaiknya hentikan sekarang juga. Pasalnya, kebiasaan ini memengaruhi perkembangan bayi 4 minggu dan berbahaya bagi kesehatannya. Hal tersebut dapat memperlemah paru-paru, membuat bayi lebih rentan terhadap infeksi telinga, bayi lebih sering mendengkur dan mengalami gangguan pernapasan saat tidur.

Merokok terbukti menyebabkan masalah kesehatan, kebiasaan, dan masalah belajar pada bayi, serta meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS). Meskipun Anda merokok di luar dan tak berada di ruangan yang sama dengan bayi, zat-zat kimia yang berbahaya tetap akan menyebar di segala penjuru rumah hanya dalam hitungan menit, belum lagi yang menempel pada tubuh, rambut, dan baju Anda.

Tanyakanlah kepada dokter bagaimana cara berhenti merokok, atau bila Anda atau anggota keluarga Anda tidak bisa langsung berhenti, tanyakan bagaimana caranya supaya bayi tetap aman dan asap rokok tidak sampai mempengaruhi bayi Anda.

Bagaimana perkembangan bayi Anda di minggu selanjutnya?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca