backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Memahami Perkembangan Kemampuan Sensorik Bayi

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 10/02/2023

Memahami Perkembangan Kemampuan Sensorik Bayi

Perkembangan sensorik mungkin lebih jarang terdengar bila dibandingkan dengan perkembangan motorik anak. Berbeda dari kemampuan motorik, kemampuan sensorik merupakan keterampilan yang berkaitan dengan fungsi berbagai indra pada tubuh.

Sejatinya, sejak baru dilahirkan, seorang bayi sudah memiliki kemampuan sensorik. Nah, seperti apa sebenarnya perkembangan sensorik pada bayi baru lahir sampai anak usia 5 tahun? Cari tahu selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

Apa yang dimaksud dengan sensorik?

cara mengatasi kulit kering pada bayi

Kemampuan sensorik adalah keterampilan yang dimiliki seorang anak untuk menggunakan indra di tubuhnya.

Perlu diketahui bahwa indra pada tubuh sudah terbentuk sejak janin masih di dalam rahim, yang meliputi indra penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, hingga sentuhan.

Dengan adanya kemampuan sensorik, buah hati Anda bisa mengenali dan menjelajahi lingkungan sekitar selama masa tumbuh kembangnya.

Oleh karena itu, kemampuan sensorik adalah salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dimiliki dengan baik oleh setiap anak.

Penting dipahami bahwa kemampuan sensorik anak akan berkembang seiring dengan usianya.

Perlu Anda ketahui

Kemampuan sensorik sebenarnya adalah keterampilan yang tidak berfungsi sendiri, melainkan berhubungan dengan kecerdasan emosional, perkembangan kognitif, serta fisik.
Semua indra yang ada pada tubuh harus saling bekerja sama guna mendukung proses pembelajaran, pergerakan, serta perilaku anak.

Apa saja perkembangan kemampuan sensorik anak?

perkembangan sensorik adalah

Perkembangan kemampuan sensorik adalah hal yang tidak bisa disama ratakan pada setiap anak.

Pasalnya, masing-masing anak memiliki waktu yang berbeda-beda sampai kemudian bisa melakukan suatu kemampuan tertentu.

Secara rinci, ada 7 indra pada tubuh yang memengaruhi kemampuan sensorik guna mendukung perkembangan anak.

Berikut perkembangan keterampilan sensorik berdasarkan masing-masing indra pada tubuh.

1. Penglihatan (vision)

Mata berfungsi sebagai indra penglihatan pada tubuh. Melalui indra penglihatan, anak Anda bisa memiliki kemampuan sensorik berikut ini.

  • Memahami apa yang dilihat.
  • Mengetahui benda dan lingkuangn di sekelilingnya.
  • Melihat arah bergerak.
  • Menerima informasi melalui mata sebagai sinyal dan mengirim sinyal tersebut ke bagian tubuh lain.
  • Membuat kata baru dengan membuat sebutan untuk setiap benda yang dilihat.

Penglihatan adalah kemampuan sensorik yang paling sedikit mengalami perkembangan saat bayi dilahirkan.

Bayi tidak memiliki kemampuan untuk melihat secara fokus atau lebih jauh dari 30 cm.

Oleh sebab itu, stimulasi sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan kemampuan penglihatan setelah si Kecil lahir.

2. Pendengaran (hearing)

Suara dibawa oleh gelombang udara yang kemudian ditangkap oleh penerima sinyal (reseptor) di telinga.

Indra pendengaran membantu anak memiliki kemampuan sensorik berikut ini.

  • Mengenali dan memahami suara yang didengar.
  • Mendeteksi arah datangnya suara.
  • Mendeteksi seberapa jauh jarak sumber suara.
  • Mengartikan suara yang didengar. Misalnya, suara bahaya saat ada mobil yang melaju kencang ke arah Anda yang sedang menyeberang jalan.

Kemampuan pendengaran sudah mulai berkembang sejak usia kehamilan 28 minggu. Oleh karena itu, bayi baru lahir umumnya sudah bisa mengenali suara ibunya dan mendengar suara bernada tinggi dengan baik.

Dilansir dari Empowered Parents, anak yang memiliki kemampuan pendengaran yang berkembang dengan baik memiliki perkembangan kecerdasan yang lebih baik.

Ini karena anak bisa memiliki kemampuan pemahaman suara yang baik.

3. Penciuman (smell)

Bau-bauan yang ada di sekitar anak masuk ke dalam hidung dan diterima oleh jutaan sel rambut yang ada di hidung.

Dengan indra penciuman, anak bisa memiliki kemampuan sensorik berikut ini.

  • Mencium aroma yang wangi atau bau.
  • Membedakan setiap bau.
  • Mengetahui adanya bahaya.

Indra penciuman mulai tercipta saat memasuki usia 14 minggu kehamilan. Bahkan, bayi terlebih dahulu mengenali ibunya dari bau sebelum ia bisa melihat secara langsung.

Menariknya, hanya indra penciuman  yang terhubung dengan bagian ingatan dan emosi di otak. Inilah kenapa terkadang anak bisa teringat sesuatu saat mencium bau tertentu.

Meski sudah berkembang dengan baik sejak kelahiran bayi, indra penciuman tetap harus dilatih dan diberi stimulasi agar bisa terus berkembang.

4. Perasa (taste)

Indra perasa meliputi bintik (taste buds) yang ada pada lidah. Bintik ini berfungsi mengenali rasa apa saja yang masuk ke dalam mulut dan bersentuhan langsung dengan lidah.

Melalui indra perasa, anak bisa memiliki kemampuan berikut ini.

  • Mengetahui makanan yang bisa dan tidak bisa dimakan.
  • Mengetahui dan membedakan setiap jenis rasa, yang meliputi rasa manis, asam, asin, dan pahit.

Bayi baru lahir sudah memiliki bintik perasa untuk masing-masing dari keempat jenis rasa. Meski begitu, butuh waktu beberap tahun bagi bintik perasa untuk bisa berkembang sempurna.

Indra perasa berkaitan erat dengan indra penciuman dan sama-sama mulai berkembang di dalam rahim sejak usia kehamilan 28 minggu.

Umumnya, bayi mulai memasukan apa pun ke dalam mulutnya untuk memberikan stimulasi pada indra perasa.

5. Peraba (touch/tactile)

Kulit berperan sebagai indra peraba. Reseptor pada kulit mengirim sinyal pada otak tentang sensasi, suhu, tekanan, dan pergerakan yang dirasakan oleh otot dan tendon.

Indra peraba memiliki fungsi berikut ini.

  • Merasakan sensasi sakit dan nikmat.
  • Merasakan tekanan pada tubuh.
  • Mendeteksi dan memahami lingkungan sekitar.
  • Mengetahui suhu udara.
  • Merasakan benda lain.

Indra peraba merupakan kemampuan sensori yang paling pertama berkembang pada anak. Dengan kemampuan ini, janin di dalam rahim mampu merasakan suhu dan sensasi yang terjadi di dalam rahim.

Perkembangan kemampuan indra peraba juga sudah terjadi secara sempurna saat bayi lahir. Bayi mempelajari semuanya melalui sentuhan untuk beberapa tahun awal kelahirannya.

6. Keseimbangan (balance)

Sistem vestibular di telinga bagian dalam berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh. Dengan indra keseimbangan, anak bisa memiliki kemampuan sensorik sebagai berikut.

  • Menjaga keseimbangan tubuh.
  • Menjaga postur kepala dan tubuh.
  • Menentukan arah dan kecepatan bergerak.
  • Mengetahui ke mana tubuh bergerak.

Sistem vertibular bekerja sama dengan reseptor di telinga bagian dalam untuk mengetahui posisi tubuh anak.

Kemampuan keseimbangan yang berkembang dengan baik bisa mencegah anak merasa mual atau pusing saat bergerak normal.

Melalui sistem vestibular, anak juga belajar duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan dengan memahami sensai gravitasi.

Seiring dengan pertambahan usia, anak akan melatih keseimbangan dan belajar gerakan yang lebih rumit, seperti menjaga keseimbangan saat berjalan di atas papan.

Agar perkembangan kemampuan keseimbangan bisa terjadi dengan baik, anak-anak perlu bergerak secara aktif sejak usia awal untuk merangsang sistem vestibular.

Anak perlu melakukan gerakan, seperti berguling, berayun, bergoyang, dan terjatuh.

7. Kesadaran tubuh terkait otot dan sendi (body awareness/proprioception)

Indra kesadaran tubuh atau posisi tubuh terdapat di seluruh otot, sendi, tendon, dan bagian dalam telinga.

Reseptor seluruh bagian tubuh tersebut akan mengirimkan sinyal ke otak  untuk memberi tahu apakah bagian tubuh tertentu sedang tegang, bersantai, bergerak, atau diam.

Dengan indra kesadaran tubuh, anak juga bisa mengetahui posisi tubuh dan bagaimana tubuhnya bergerak.

Indra kesadaran tubuh juga berfungsi untuk mengatur emosi dan menenangkan anak. Misalnya, dengan pelukan erat saat anak sedih.

Kemampuan ini tentunya penting bagi anak untuk bisa mengenali lingkungan sekitarnya.

Nah, itulah informasi seputar kemampuan sensorik anak, termasuk berbagai bagian tubuh yang bisa mendukung perkembangan

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 10/02/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan