Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Orangtua perlu memantau pertumbuhan bayi setiap bulan sesuai usia si kecil. Pemantauan ini mencakup tinggi, berat badan, serta lingkar kepala bayi. Kalau pertumbuhan bayi tidak sesuai tahap perkembangannya, bisa menandakan ada masalah. Berikut penjelasan seputar tinggi, berat badan, dan lingkar kepala bayi yang ideal.

Mengukur pertumbuhan bayi

Mengutip dari Pregnancy Birth & Baby, bayi akan terlihat pertumbuhannya dalam 12 bulan atau 1 tahun pertama.

Mulai dari aktivitasnya berguling, merangkak, tersenyum, sampai perubahan fisik juga akan terlihat langsung oleh orangtua.

Proses perkembangan bayi ini sudah mulai terbentuk sejak awal kehamilan, hingga usia bayi genap 2 tahun.

Ini alasannya rentang waktu tumbuh kembang bayi tersebut dikenal dengan nama 1000 hari pertama kehidupan.

Kecukupan gizi harian sangat memengaruhi seribu hari pertama kehidupan bayi. Mulai dari pembentukan otak, panjang dan berat badan, sampai lingkar kepala bayi.

Berapa pertumbuhan tinggi badan bayi ideal 0-12 bulan?

penyebab leukosit bayi rendah

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pertumbuhan badan anak adalah perubahan yang sangat mudah terlihat.

Selain berat badan dan lingkar kepala bayi, orangtua perlu memantau panjang atau tinggi badan bayi.

Mengingat bayi belum bisa berdiri tegak, dokter atau petugas medis akan melakukan pengukuran panjang badan saat ia dalam posisi berbaring.

Mengacu dari Peraturan Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, berikut panjang atau tinggi badan bayi dari baru lahir sampai usia bayi 12 bulan atau 1 tahun.

Bayi baru lahir

Sesaat setelah lahir, dokter atau bidan akan langsung mengukur berat serta tinggi badan bayi. Pengukuran ini untuk mengetahui kondisi bayi dalam keadaan normal atau tidak.

Untuk tinggi atau panjang badan sendiri, bayi baru lahir biasanya memiliki panjang badan yang bervariasi.

Namun, rata-rata panjang bayi baru lahir yaitu:

  • Panjang badan bayi laki-laki: 46,1-55,6 sentimeter (cm).
  • Panjang badan bayi perempuan: 45,4-54,7 cm.

Istilah panjang sama artinya dengan tinggi badan. Pemakaian istilahnya berbeda karena pengukuran panjang badan bayi dilakukan dengan posisi tiduran.

Panjang badan bayi usia 1-3 bulan

Ketika usia bayi 1 bulan, panjang atau tinggi badan bayi juga akan ikut bertambah. Berikut panjang badan ideal untuk bayi laki-laki dan perempuan usia 1 bulan:

  • Panjang badan bayi laki-laki 1 bulan: 50,8-60,6 cm.
  • Panjang badan bayi perempuan 1 bulan: 49,8-59,5 cm.

Sementara itu, pada usia usia bayi 2 bulan, bila sesuai pertumbuhan, panjang badan bayi bertambah sekitar 4 cm.

  • Bayi laki-laki: 54,4-64,4 cm.
  • Bayi perempuan: 53-63,2 cm.

Lalu, saat si kecil berusia bayi 3 bulan, panjang badan bayi juga semakin meningkat.

  • Bayi laki-laki: 57,3-67,6 cm.
  • Bayi perempuan: 55,6-66,1 cm.

Pengukuran panjang badan bayi bisa orangtua lakukan di Posyandu setiap bulan.

Nantinya, Anda akan mendapatkan KMS dan petugas akan mengajarkan cara membaca KMS.

Panjang badan bayi usia 4-6 bulan

Seiring dengan peningkatan usia bayi 4 bulan, maka panjang atau tinggi badan bayi ideal juga akan meningkat. Panjang badan bayi yaitu:

  • bayi laki-laki: 59,7-70,1 cm.
  • bayi perempuan: 57,8-68,6 cm.

Menginjak usia bayi 5 bulan, panjang atau tinggi badan bayi ideal adalah:

  • bayi laki-laki: 61,7-72,2 cm.
  • bayi perempuan 59,6-70,7 cm.

Selanjutnya, di usia bayi 6 bulan panjang badan bayi berdasarkan jenis kelaminnya yaitu:

  • bayi laki-laki: 63,6-74,0 cm.
  • bayi perempuan: 61,2-72,5 cm.

Panjang badan bayi usia 7-9 bulan

Hingga tiba di usia bayi 7 bulan, panjang atau tinggi badan bayi ideal untuk jenis kelamin

  • Bayi laki-laki: 64,8-75,5 cm.
  • Bayi perempuan: 62,7-74,2 cm.

Saat usia bayi 8 bulan, panjang badan bayi ideal bayi sesuai jenis kelamin yaitu:

  • Bayi laki-laki: 66,2- 77,2 cm.
  • Bayi perempuan: 64,0-75,8 cm.

Menginjak usia bayi 9 bulan, si kecil biasanya sudah memiliki panjang badan sekitar:

  • Bayi laki-laki: 67,5-78,7 cm.
  • Bayi perempuan: 65,3-77,4 cm.

Panjang badan bayi usia 10-12 bulan

Saat ini, si kecil sudah hampir mencapai ulang tahun pertama. Pada usia bayi 10 bulan, panjang atau tinggi badan bayi ideal yaitu:

  • Bayi laki-laki: 68,7-80,1 cm.
  • Bayi perempuan: 66,5 – 78,9 cm.

Tiba di usia bayi 11 bulan bayi laki-laki dan perempuan memiliki panjang badan sekitar:

  • Bayi laki-laki: 69,9-81,5 cm.
  • Bayi perempuan 67,7-80,3 cm.

Genap di usia bayi 12 bulan, panjang badan bayi ideal yaitu:

  • Bayi laki-laki: 71,-82,9 cm.
  • Bayi perempuan 68,9-81,7 cm.

Cara menghitung tinggi badan bayi idealpertumbuhan bayi

Sejak lahir, rata-rata panjang badan bayi bertambah sekitar 1,5-2,5 cm setiap bulan hingga usia bayi 6 bulan.

Selanjutnya di usia 6 sampai 12 bulan, pertumbuhan panjang badan bayi rata-rata bertambah 1 cm per bulan.

Selama pemeriksaan rutin, dokter akan memantau pertumbuhan panjang atau tinggi badan bayi.

Tujuannya untuk mengetahui sekaligus mendeteksi tumbuh kembang bayi berjalan dengan baik sesuai dengan usianya.

Berikut cara mengukur panjang atau tinggi badan bayi.

Panjang badan berdasarkan usia (PB/U)

Pengukuran panjang badan berdasarkan usia (PB/U) adalah indikator untuk mengukur panjang badan bayi berdasarkan usianya saat ini.

Pemakaian indikator panjang badan karena usia bayi belum bisa berdiri tegak.

Selain itu, indikator pengukuran panjang badan per usia (PB/U) untuk anak yang berusia kurang dari 2 tahun.

Saat anak berusia 2-18 tahun, bisa menggunakan indikator pengukuran tinggi badan per usia (TB/U).

Itulah mengapa untuk mendapatkan pengukuran panjang badan, bayi harus diletakkan dalam posisi berbaring di atas length board atau infantometer.

Hal ini tentu bukan seperti pengukuran tinggi badan yang bisa menggunakan alat microtoise (mikrotoa) sembari berdiri tegak.

Berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2020, hasil penilaian panjang badan bayi berdasarkan PB/U, yakni:

  • Sangat pendek: kurang dari -3 SD
  • Pendek: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Normal: -2 SD sampai dengan +3 SD
  • Tinggi: lebih dari +3 SD

Satuan dari pengukuran tersebut bernama standar deviasi (SD).

Sebagai gambaran, bayi memiliki panjang badan normal saat berada di rentang -2 sampai dengan +3 SD dalam tabel panjang badan sesuai dengan usia dari WHO.

Jika berada di bawah -2 SD, artinya bayi memiliki tubuh pendek. Sementara itu, kalau bayi lebih dari +3 SD artinya ia terlalu tinggi.

Namun, penting untuk orangtua ketahui, setiap anak memiliki grafik pertumbuhan yang berbeda.

Beberapa anak mungkin mengalami pertumbuhan yang lebih cepat daripada teman seusianya.

Ada juga beberapa anak yang kemajuan pertumbuhannya sedikit lebih lambat, tetapi panjang dan berat badan yang normal sesuai grafik.

Grafik pertumbuhan antara anak laki-laki dan perempuan berbeda. Umumnya berat badan bayi laki-laki akan lebih berat dan tubuhnya lebih tinggi daripada anak perempuan.

Pola pertumbuhan bayi laki-laki dan perempuan pun juga akan berbeda. Orangtua bisa membandingkan pengukuran panjang atau berat badan bayi sesuai dengan jenis kelamin.

Apabila hasilnya masih berada dalam rentang sesuai usianya, pertumbuhan si kecil termasuk dalam kategori normal atau panjang badan bayi ideal.

Pertumbuhan berat badan bayi 0-12 bulan yang ideal

berat badan bayi

Penting untuk mengetahui apakah pertumbuhan berat badan bayi Anda sudah ideal atau belum.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan RI, berikut patokan berat badan bayi ideal untuk usia 0-12 bulan atau 1 tahun.

Berat badan bayi baru lahir

Dokter juga akan mengukur berat badan si kecil sesaat setelah bayi lahir.

Hal ini bertujuan guna mengetahui apakah kondisi berat dan tinggi badan bayi berada di kisaran normal, kurang, atau berlebih.

  • Berat badan bayi laki-laki: 2,5-3,9 kg.
  • Berat badan bayi perempuan: 2,4-3,7 kg.

Bobot badan yang tergolong kecil tersebut dapat menandakan bahwa bayi mengalami berat badan lahir rendah (BBLR).

Namun, hasil pengukuran ini hanya berlaku untuk bayi yang lahir di usia kehamilan normal atau di usia kehamilan 37-40 minggu.

Untuk bayi yang lahir prematur atau kurang dari usia kehamilan normal, berat badannya memang akan cenderung rendah atau di bawah 2,5 kg.

Berat badan bayi usia 1-3 bulan

Pada beberapa bulan pertama usianya, pertumbuhan berat badan bayi biasanya tampak cukup pesat.

Saat bayi berusia 1 bulan, rata-rata berat badannya yaitu:

  • Bayi laki-laki: 3,4-5,1 kg.
  • Bayi perempuan: 3,2-4,8 kg.

Kemudian, pada usia bayi 2 bulan, bobot badan ideal bayi yaitu:

  • Bayi laki-laki: 4,3-6,3 kg.
  • Bayi perempuan: 3,9-5,8 kg.

Hingga pada usia bayi 3 bulan, pertumbuhan bobot badan bayi ideal yaitu:

  • Bayi laki-laki: 5-7,2 kg.
  • Bayi perempuan: 4,5-6,6 kg.

Berat badan bayi usia 4-6 bulan

Tiba di bulan ke empat atau tepatnya usia bayi 4 bulan, bobot tubuh bayi ideal yaitu:

  • Bayi laki-laki: 5,6-7,8 kg.
  • Bayi perempuan: 5,0-7,3 kg.

Sementara itu saat si kecil menginjak usia 5 bulan, berat badan idealnya adalah:

  • Bayi laki-laki: 6,0-8,4 kg.
  • Bayi perempuan 5,4-7,8 kg.

Lalu, sekitar usia bayi 6 bulan, bobot badan bayi ideal yaitu:

  • Bayi laki-laki: 6,4-8,8 kg.
  • Bayi perempuan: 5,7-8,2 kg.

Berat badan bayi usia 7-9 bulan

Saat usia bayi 7 bulan, bobot tubuh bayi ideal yaitu:

  • Bayi laki-laki: 6,7-9,2 kg.
  • Bayi perempuan: 6,0-8,6 kg.

Selanjutnya, di usia bayi 8 bulan, bobot tubuh bayi ideal adalah:

  • Bayi laki-laki: 6,9-9,6 kg.
  • Bayi perempuan 6,3-9 kg.

Hingga tiba di usia bayi 9 bulan, pertumbuhan berat badan bayi ideal yaitu:

  • Bayi laki-laki: 7,1-9,9 kg.
  • Bayi perempuan: 6,5-9,3 kg.

Berat badan bayi usia 10-12 bulan

Genap di bayi 10 bulan, berat badan bayi ideal berdasarkan jenis kelaminnya adalah:

  • Bayi laki-laki: 7,4-10,2 kg.
  • Bayi perempuan: 6,7-9,6 kg.

Selanjutnya, usia bayi 11 bulan, pertumbuhan berat badan bayi adalah sebagai berikut:

  • Bayi laki-laki: 7,6-10,5 kg.
  • Bayi perempuan: 6,9-9,9 kg.

Pada usia bayi 12 bulan atau satu tahun, perkembangan bobot badan bayi ideal yaitu:

  • Bayi laki-laki: 7,7-10,8 kg.
  • bayi perempuan 7,0-10,1 kg.

Hal yang perlu orangtua pahami, setiap bayi memiliki pertumbuhan berbeda. Oleh karena itu, kurangi untuk membandingkan berat badan si kecil dengan teman seusianya.

Pertumbuhan lingkar kepala bayi usia 0-12 bulan

lingkar kepala bayi

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ukuran pertumbuhan lingkaran kepala normal pada bayi sejak lahir sampai berusia 2 tahun atau 24 bulan yakni 35-49 sentimeter (cm).

Mulai dari bayi lahir sampai nantinya berusia 2 tahun, lingkaran kepala si kecil akan terus berkembang dengan pesat.

Lingkar kepala si kecil akan terus berkembang dengan pesat selama dua tahun usia awal mereka.

Berikut rata-rata ukuran lingkar kepala normal pada bayi menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai usia bayi 12 bulan atau 1 tahun.

Lingkar kepala bayi baru lahir

Ketika bayi baru lahir, ukuran lingkar kepala normal berdasarkan jenis kelaminnya yaitu:

  • Bayi laki-laki: 31,9-37,0 cm.
  • Bayi perempuan: 31,5-36,2 cm.

Angka hasil pengukuran lingkaran kepala si kecil akan terus berkembang sampai ia dewasa kelak, sebagai tanda ukuran otaknya tumbuh dengan baik.

Lingkar kepala bayi 1-3 bulan

Memasuki usia bayi 1 bulan, ukuran lingkaran kepala si kecil tentu sudah semakin membesar dan berbeda dari saat ia baru lahir.

  • bayi laki-laki: 34,9-39,6 cm dan
  • bayi perempuan: 34,2-38,9 cm.

Sebulan setelahnya yakni di usia bayi 2 bulan, ukuran lingkar kepala bayi yang ideal yaitu:

  • bayi laki-laki: 36,8-41,5 cm, dan
  • bayi perempuan: 35,8-40,7 cm.

Hingga tiba di usia bayi 3 bulan, pertumbuhan lingkaran kepala bayi yang normal adalah:

  • bayi laki-laki: 38,1-42,9 cm dan
  • bayi perempuan: 37,1-42,0 cm.

Lingkar kepala bayi 4-6 bulan

Sekarang usia bayi 4 bulan, maka idealnya, ukuran lingkaran kepalanya yang normal adalah:

  • bayi laki-laki: 39,2-44,0 cm dan
  • bayi perempuan: 38,1-43,1 cm.

Bertambah 1 bulan yaitu usia bayi 5 bulan, lingkar kepala normal bayi adalah:

  • bayi laki-laki: 40,1-45,0 cm dan
  • bayi perempuan: 38,9-44,0 cm.

Kini usia bayi sudah 6 bulan, pertumbuhan lingkar kepala semakin bertambah besar.

  • bayi laki-laki: 40,9-45,8 cm dan
  • bayi perempuan: 39,6-44,8 cm.

Lingkar kepala bayi 7-9 bulan

Usia 7 bulan, biasanya bayi sudah mulai belajar duduk. Ukuran lingkar kepala bayi yang normal adalah:

  • bayi laki-laki: 41,5-46,4 cm.
  • bayi perempuan: 40,2-45,5 cm.

Menginjak usia bayi 8 bulan, lingkar kepala bayi berdasarkan usianya adalah sebagai berikut:

  • bayi laki-laki: 42,0-47,0 cm.
  • bayi perempuan: 40,7-46,0 cm.

Sampai tiba usia bayi 9 bulan, pertumbuhan lingkar kepala bayi sesuai jenis kelaminnya yaitu:

  • bayi laki-laki: 42,5-47,5 cm.
  • bayi perempuan: 41,2-46,5 cm.

Lingkar kepala bayi 10-12 bulan

Ketika usia bayi 10 bulan, ukuran lingkar kepalanya pertumbuhan lingkar kepalanya sekitar:

  • bayi laki-laki: 42,9-47,9 cm
  • bayi perempuan: 41,5-46,9 cm.

Selang sebulan setelahnya yaitu usia bayi 11 bulan, pengukuran lingkaran kepala normal pada bayi tetap sesuai jenis kelaminnya.

  • bayi laki-laki: 43,2-48,3 cm.
  • bayi perempuan: 41,9-47,3 cm.

Akhirnya tiba di usia bayi 1 tahun. Pada usia ini, pertumbuhan ukuran lingkaran kepala bayi yang normal sesuai jenis kelaminnya adalah sebagai berikut:

  • bayi laki-laki: 43,5-48,6 cm.
  • bayi perempuan: 42,2-47,6 cm.

Kenali gagal tumbuh pada bayi

Failure to thrive atau gagal tumbuh adalah terhambat atau terhentinya pertumbuhan fisik seorang anak, sehingga tampak tidak normal.

Anak kemungkinan besar mengalami gagal tumbuh, ketika perubahan berat serta tinggi badan tidak setara dengan teman-teman sebayanya.

Gagal tumbuh sebenarnya bukan suatu penyakit khusus, melainkan kondisi perkembangan berat dan tinggi badan jauh dari rata-rata normalnya.

Kurang tercukupinya kebutuhan gizi harian bisa menjadi penyebab anak mengalami kegagalan pertumbuhan.

Dengan kata lain, failure to thrive dapat terjadi karena anak tidak menerima, menyimpan, atau menggunakan kebutuhan zat gizi yang seharusnya.

Padahal, nutrisi tersebut sangat penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi

Di samping itu, berbagai masalah kesehatan lainnya juga bisa mengakibatkan gagal pertumbuhan pada bayi, seperti:

  • genetik yang terganggu, seperti Down syndrome,
  • gangguan organ tubuh,
  • masalah hormon,
  • gangguan pada otak atau sistem saraf pusat,
  • masalah pada jantung atau paru-paru,
  • anemia maupun kelainan darah lainnya,
  • masalah pada sistem pencernaan yang mengganggu penyerapan nutrisi,
  • infeksi jangka panjang,
  • gangguan pada metabolisme tubuh, dan
  • Berat badan lahir rendah (BBLR).

Namun yang perlu orangtua bahwa pertumbuhan tiap bayi berbeda-beda, untuk lebih jelasnya, konsultasikan ke dokter anak secara rutin.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak [JDIH BPK RI]. (2021). Retrieved 31 August 2021, from https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/152505/permenkes-no-2-tahun-2020

Training Course on Child Growth Assessment WHO Child Growth Standard. (2008). [Ebook]. Switzerland. Retrieved 12 February 2020, from https://www.who.int/childgrowth/training/module_c_interpreting_indicators.pdf

Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). (2020). Retrieved 12 February 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1 

Length/height-for-age: Child growth standards. (2020). Retrieved 12 February 2020, from https://www.who.int/childgrowth/standards/height_for_age/en/

Training Course on Child Growth Assesment. (2020). Retrieved 3 June 2020, from https://www.who.int/childgrowth/training/module_c_interpreting_indicators.pdf

Infant Nutrition. Retrieved 12 February 2020, from https://www.nutrition.org.uk/nutritionscience/life/infant-nutrition.html

Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). (2016). Retrieved 3 June 2020, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1

Principles of Nutritional Assessment. (2020). Retrieved 3 June 2020, from https://books.google.co.id/books?id=lBlu7UKI3aQC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false

Medline Team. (2020). Head circumference: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 3 June 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/002379.htm

Craig, E., Bland, R., Ndirangu, J. and Reilly, J. (2014). Use of mid-upper arm circumference for determining overweight and overfatness in children and adolescents. Archives of Disease in Childhood, 99(8), pp.763-766.

Who.int. (2017). WHO | Mid-upper arm circumference at age of routine infant vaccination to identify infants at elevated risk of death: a retrospective cohort study in the Gambia. [online] Available at: http://www.who.int/bulletin/volumes/90/12/12-109009/en/  [Accessed 30 Oct. 2017].

Weight-for-age Child growth standards. (2020). Retrieved 3 June 2020, from https://www.who.int/childgrowth/standards/weight_for_age/en/

Average Newborn Weight – American Pregnancy Association. (2012). Retrieved 3 June 2020, from https://americanpregnancy.org/first-year-of-life/newborn-weight-gain/

Growth Charts – Clinical Growth Charts. (2020). Retrieved 3 June 2020, from https://www.cdc.gov/growthcharts/clinical_charts.htm

Head circumference: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 20 February 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/002379.htm

Harris, S. R. (2015). Measuring head circumference: Update on infant microcephaly. Canadian Family Physician, 61(8), 680–684.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2020. Retrieved 20 February 2020, from https://paralegal.id/peraturan/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-2-tahun-2020/

Head Circumferance for Age. Retrieved 20 February 2020, from https://www.who.int/childgrowth/standards/hc_for_age/en/

Measuring Head Circumference. Retrieved 20 February 2020, from https://www.cdc.gov/zika/pdfs/microcephaly_measuring.pdf

Pentingnya Pengukuran Lingkar Kepala dan Ubun-ubun Besar. Retrieved 20 February 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pengukuran-lingkar-kepala-dan-ubun-ubun-besar

Sindhu, K.N., Ramamurthy, P., Ramanujam, K. et al. Low head circumference during early childhood and its predictors in a semi-urban settlement of Vellore, Southern India. BMC Pediatr 19, 182 (2019). https://doi.org/10.1186/s12887-019-1553-0

Failure to Thrive (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 3 June 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/failure-thrive.html

Failure to Thrive. (2020). Retrieved 3 June 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/failure-to-thrive

default – Stanford Children’s Health. (2020). Retrieved 3 June 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=failure-to-thrive-90-P02297

Cole, S., & Lanham, J. (2011). Failure to Thrive: An Update. American Family Physician, 83(7), 829-834. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2011/0401/p829.html

Failure to Thrive. (2020). Failure to thrive: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 3 June 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000991.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x