Perlukah Minum Susu Pelancar ASI Selama Menyusui?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Persediaan ASI yang melimpah selama masa menyusui menjadi harapan besar bagi setiap ibu. Demi mewujudkan hal tersebut, tidak sedikit ibu menyusui yang rela mengonsumsi aneka jamu, makanan, maupun minuman yang disebut-sebut ampuh untuk memperbanyak produksi ASI. Susu pelancar ASI, misalnya, yang katanya bisa memperbanyak jumlah ASI. Namun, benar atau tidak, manfaat dari susu pelancar ASI ini?

Benarkah susu pelancar ASI bisa bekerja secara efektif?

susu menyebabkan kanker

Susu pelancar atau penambah ASI merupakan salah satu dari beberapa upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada payudara selama masa menyusui. Dalam hal ini, susu penambah ASI masuk ke dalam laktogogue.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), laktogogue adalah suatu bahan maupun zat yang dipercaya dapat membantu merangsang, mempertahankan, serta meningkatkan produksi ASI.

Ini karena rendahnya produksi ASI biasanya menjadi alasan utama mengapa para ibu menyusui terpaksa harus menghentikan pemberian ASI eksklusif.

Atas dasar inilah, dicari berbagai makanan dan minuman yang dapat membantu mengatasi masalah ini, salah satunya dengan minum susu penambah ASI.

Susu ini bisa diolah dari berbagai macam bahan utama. Sebenarnya, efektif atau tidaknya susu sebagai pelancar atau penambah jumlah ASI belum terbukti sepenuhnya secara ilmiah.

Namun, melihat dari bahan utama yang kerap dijadikan andalan dalam susu pelancar ASI, ada beberapa komposisi utamanya.

Biasanya, susu ini berasal dari olahan susu sapi, kacang kedelai, maupun kacang almond. Berikut penjelasan masing-masing bahan di dalam susu penambah ASI dan keterkaitannya dengan produksi air susu:

Susu sapi

Melihat dari kandungan utamanya, susu sapi kaya akan kalsium dan asam lemak esensial alias essential fatty acids (EFA). Kedua kandungan di dalam susu sapi ini yang dipercaya sebagai pelancar produksi ASI selama masa menyusui.

Bukan itu saja, susu pelancar ASI yang diolah dari susu sapi umumnya juga mengandung banyak zat besi di dalamnya.

Nyatanya, kadar zat besi yang rendah di dalam tubuh bisa berpengaruh terhadap penurunan jumlah ASI ibu menyusui.

Oleh karena itu, susu sapi termasuk ke dalam salah satu bahan dasar dalam susu pelancar ASI. Namun demikian, tetap pertimbangkan kemungkinan alergi susu sapi pada bayi Anda. Jika bayi Anda mengalami alergi susu sapi, sebaiknya hindari susu pelancar yang mengandung susu sapi.

Kacang kedelai

Selain susu sapi, bahan lain yang kerap dijadikan “bintang” utama dalam susu penambah ASI yakni kacang kedelai.

Sebuah penelitian di tahun 2018 dalam Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang menjelaskan mengenai hal ini.

Penelitian yang dilakukan pada 40 peserta ibu menyusui tersebut mendapatkan hasil bahwa pemberian susu kedelai ternyata bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Berangkat dari sinilah susu kedelai dijadikan salah satu kandungan di dalam susu pelancar ASI. Hal ini diperkirakan karena kacang kedelai memiliki kandungan isoflavon di dalamnya.

Isoflavon adalah asam amino berisi vitamin dan aneka zat gizi yang memperkaya kandungan kacang kedelai. Ada beragam manfaat yang ditawarkan oleh isoflavon bagi kesehatan tubuh.

Mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengendalikan tekanan darah, menjaga kadar kolesterol, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, menurut penelitian tersebut, isoflavon yang ada pada olahan kacang kedelai diyakini bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Bahkan, zat isoflavon juga mampu menurunkan risiko kanker payudara pada ibu menyusui. Itulah beberapa alasan mengapa kacang kedelai dijadikan bahan dasar di dalam susu pelancar ASI untuk ibu menyusui.

Kacang almond

Jenis kacang-kacangan lainnya yang biasa diolah menjadi susu pelancar ASI yaitu kacang almond. Pasalnya, kandungan dari kacang-kacangan dikenal dapat dijadikan bahan utama untuk melancarkan produksi ASI.

Selain itu, alasan kacang almond dijadikan kandungan bahan di dalam susu pelancar ASI yakni untuk menjaga kepekatan warna ASI pada ibu menyusui.

Lebih dari itu, kacang almond juga dilengkapi oleh zat gizi seperti lemak, protein, vitamin, mineral, dan serat di dalamnya.

Dengan begitu, kandungan kacang almond bisa membantu mencukupi kebutuhan gizi harian Anda.

Menariknya lagi, lemak yang ada di dalam kacang almond merupakan asam lemak tak jenuh rantai tunggal. Jenis lemak yang satu ini tergolong sehat karena dapat menurunkan kadar lemak “jahat” atau LDL dan menggantinya dengan lemak “baik” LDL.

Hal ini menjadi alasan lain mengapa kacang almond dimanfaatkan sebagai salah satu bahan di dalam susu penambah ASI.

Rajin menyusui, cara jitu untuk meningkatkan produksi ASI

kebutuhan asi bayi kebutuhan asi bayi baru lahir

Upaya untuk memperbanyak produksi ASI tidak hanya dengan minum susu pelancar ASI. Cara lainnya, Anda bisa meningkatkan frekuensi atau waktu menyusui bayi setiap beberapa jam sekali maupun rutin memompa ASI.

Entah memompa dengan pompa elektrik maupun manual. Ini karena semakin sering Anda menyusui maupun memompa ASI, otomatis persediaan ASI di payudara lebih cepat habis.

Peningkatkan frekuensi menyusui ini juga disertai dengan semakin tingginya kadar hormon prolaktin di dalam tubuh.

Hormon inilah yang membantu meningkatkan produksi ASI pada payudara. Artinya, bukan tidak mungkin produksi ASI pada payudara akan ikut berkurang jika tidak rutin dikosongkan.

Begitu pula ketika Anda sering menyusui maupun memompa ASI, tentu akan berpengaruh terhadap peluang meningkatnya produksi ASI.

Terapkan metode supply and demand

Peningkatan produksi ASI seiring dengan peningkatan frekuensi menyusui dan memompa ASI sebenarnya sama dengan teori supply and demand.

Jadi, selain dengan rutin minum susu pelancar ASI, frekuensi pemberian ASI turut menjadi salah satu faktor kelancaran ASI Anda.

Ini berarti semakin banyak permintaan bayi alias semakin sering Anda menyusui dan memompa, produksi atau persediaan ASI di dalam payudara juga akan mengikutinya.

Kuncinya, biarkan bayi menyusu sampai setidaknya payudara Anda terasa lebih lunak. Begitu pula saat Anda memompa ASI usahakan sampai payudara tidak lagi terasa keras.

Jika saat bayi sudah menunjukkan tanda kenyang menyusu, seperti bersendawa, coba tawarkan untuk menyusu kembali. Bayi yang masih merasa lapar biasanya akan kembali menyusu, sementara ia akan menolak bila sudah kenyang.

Lain lagi ceritanya apabila bayi terus-terusan menyusu di salah satu sisi payudara, khususnya selama beberapa minggu pertama.

Sadar atau tidak, kondisi ini dapat membuat ukuran salah satu payudara Anda lebih besar sebelah ketimbang sisi lainnya saat masa menyusui.

Jika Anda mengalami kondisi ini, usahakan untuk memompa sisi payudara lain yang tidak digunakan bayi untuk menyusui.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan sekaligus menjaga agar produksi ASI tetap berjalan dengan lancar di sisi payudara ini.

Sebisa mungkin Anda dapat mengusahakan agar bayi tetap menyusu secara bergantian dari kedua sisi payudara.

Meski begitu, sebenarnya tidak masalah untuk berusaha meningkatkan produksi ASI dengan rutin minum susu pelancar ASI.

Hanya saja, pastikan Anda sudah mengonsultasikannya dan mendapat persetujuan dari dokter untuk minum susu yang satu ini.

Dokter biasanya akan memastikan seberapa butuh Anda untuk minum susu penambah ASI dan menyesuaikannya juga dengan kondisi kesehatan Anda.

Penting untuk dipahami, usahakan tidak hanya memperbanyak ASI dengan minum susu pelancar ASI. Namun, pastikan Anda juga rutin menyusui si kecil di samping minum susu pelancar ASI.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 3, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 20, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca