home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Let Down Reflex, Kondisi Payudara Kencang yang Membuat Aliran ASI Meningkat

Let Down Reflex, Kondisi Payudara Kencang yang Membuat Aliran ASI Meningkat

Pernahkah ibu merasakan sensasi payudara kencang seperti kesemutan saat sedang menyusui si kecil? Itu adalah let down reflex (LDR). Menyusui memang memberi perubahan pada tubuh ibu, salah satunya payudara. Bagaimana LDR bisa memengaruhi aliran ASI? Apakah ada cara untuk merangsang refleks ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu let down reflex (LDR)?

Mengutip dari Pregnancy, Birth & Baby, let down reflex adalah rangsangan yang membuat aliran ASI lebih lancar. Prosesnya, ketika bayi mengisap payudara, saraf-saraf kecil ikut terstimulasi.

Hal ini memicu pelepasan dua hormon prolaktin dan oksitosin ke aliran darah ibu. Hormon prolaktin bertugas membantu menghasilkan ASI.

Sementara itu, oksitosin atau hormon bahagia membuat payudara mengeluarkan ASI. Kemudian susu tersalurkan melalui puting ibu.

Tanda dan gejala let down reflex

Di bawah ini beberapa tanda yang menunjukkan ibu menyusui sedang mengalami let down reflex.

  • Rasa kesemutan pada payudara,
  • Payudara terasa penuh dan sesak.
  • ASI merembes dari payudara.

LDR bisa ibu rasakan sesaat setelah melahirkan si kecil. Namun, ibu bisa belum merasakannya sampai beberapa minggu setelah menyusui. LDR bisa berbeda pada setiap ibu.

Selain saat menyusui si kecil, let down reflex bisa terjadi pada beberapa kondisi, seperti:

  • ibu membayangkan atau memikirkan si kecil,
  • melihat foto si kecil,
  • mendengar atau menonton video tingkah anak,
  • mendengar bayi lain,
  • ibu sedang memompa ASI, dan
  • saat ibu atau pasangan menyentuh payudara atau puting.

LDR bisa terjadi dua sampai tiga kali dalam sehari sesuai jadwal menyusui. Meski begitu, refleks ini tidak selalu konsisten.

Namun, setelah ibu rutin menyusui selama beberapa minggu, LDR menjadi respon otomatis dalam kegiatan sehari-hari.

Cara menstimulasi let down reflex (LDR)

Refleks ini sangat mudah terpengaruh oleh stres, kelelahan, dan rasa nyeri pada tubuh. Bila ibu merasa ingin memberi rangsangan atau stimulasi LDR, berikut beberapa hal yang bisa ibu coba.

Pijat punggung

International Journal of Science and Research menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pijat punggung bisa merangsang LDR.

Peneliti melakukan penelitian pada 20 ibu di India yang melahirkan dengan operasi caesar. Responden terbagi menjadi dua bagian, 10 orang mendapat pijat punggung dan 10 berikutnya tidak.

Para responden yang tidak mendapat pijat punggung tetap menerima makanan tambahan untuk meningkatkan produksi ASI.

Hasilnya, 10 ibu yang menerima pijat punggung mengalami peningkatan LDR selama tiga hari observasi.

LDR membuat aliran ASI lebih banyak dan membuat si kecil mendapat gizi yang cukup. Bayi akan merasa kenyang, berat badan bertambah, dan tumbuh secara sehat.

Melakukan kegiatan yang ibu sukai

Percaya atau tidak, suasana hati ibu bisa memicu peningkatan produksi ASI dengan LDR.

Mengutip dari situs resmi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), suasana hati yang senang bisa memicu hormon oksitosin sebagai pendorong LDR.

Lakukan kegiatan yang ibu senangi. Sebagai contoh, bermain, berkumpul dengan teman, bernyanyi, berendam air hangat, atau makan banyak.

Bila ibu mengalami ASI rembes saat melakukan kegiatan yang ibu sukai, itu tandanya let down reflex sedang bekerja.

Mengingat si kecil

LDR bisa terjadi meski ibu tidak sedang menyusui si kecil. Bagaimana bila ibu memancing refleks ini? Caranya dengan mengingat si kecil dengan berbagai cara.

Mengutip dari Pregnancy, Birth and Baby, videocall, telepon, atau melihat foto bayi bisa memicu LDR pada ibu.

Bahkan, melihat bayi orang lain yang bukan anak sendiri juga bisa merangsang let down reflex.

Saat melihat bayi, tubuh menghasilkan hormon oksitosin yang memicu LDR. Ibu merasa senang dan rindu saat mengingat si kecil, inilah yang memicu hormon oksitosin.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

LOW MILK SUPPLY – Bagaimana Memahami dan Menyikapinya?. (2021). Retrieved 6 April 2021, from https://aimi-asi.org/layanan/lihat/low-milk-supply-bagaimana-memahami-dan-menyikapinya#:~:text=Semakin%20sering%20payudara%20dikosongkan%2C%20semakin,prolaktin%2C%20semakin%20banyak%20ASI%20dihasilkan.&text=Sementara%20hormon%20oksitosin%20berperan%20dalam,rasakan%20saat%20menyusui%20atau%20memerah

IDAI | Manajemen Laktasi. (2021). Retrieved 6 April 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/manajemen-laktasi

Too Much Milk and Oversupply – La Leche League GB. (2015). Retrieved 6 April 2021, from https://www.laleche.org.uk/too-much-milk-and-oversupply/

staff, f. (2000). Breastfeeding: Hints to Help You Get Off to a Good Start. Retrieved 6 April 2021, from https://familydoctor.org/breastfeeding-hints-to-help-you-get-off-to-a-good-start/amp/

Let-down reflex. (2021). Retrieved 6 April 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/let-down-reflex

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 09/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita