home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selain Meningkatkan Produksi ASI, Ini Beragam Manfaat Susu Almond untuk Ibu Menyusui

Selain Meningkatkan Produksi ASI, Ini Beragam Manfaat Susu Almond untuk Ibu Menyusui

Di samping baik untuk ibu hamil, minum susu almond bisa Anda lanjutnya saat menyusui karena dinilai punya berbagai manfaat. Salah satu manfaat susu almond yang populer adalah sebagai minuman pelancar ASI. Namun, tidak hanya itu, susu almond juga menyimpan manfaat lain untuk kesehatan ibu menyusui, lho! Berikut penjelasan lengkapnya.

Manfaat susu almond untuk ibu menyusui

susu almond untuk ibu hamil

Susu almond menjadi salah satu pilihan untuk ibu menyusui yang memiliki alergi terhadap susu sapi.

Ibu yang menjalani gaya hidup vegetarian juga bisa mengganti asupan susu sapi dengan susu almond.

Lalu, seperti apa kandungan gizi di dalam susu almond? Mengutip dari U.S Department of Agriculture, 100 ml susu almond mengandung nutrisi berikut.

  • Energi: 15 kkal
  • Protein: 0,55 gram (g)
  • Kalsium: 173 miligram (ml)
  • Fosfor: 30 ml
  • Magnesium: 6,8 ml

Bila melihat kandungan gizi di atas, susu almond memiliki manfaat untuk ibu menyusui yang ingin menaikkan kadar kalsium tetapi tetap rendah kalori.

Untuk lebih jelasnya, berikut manfaat susu almond untuk ibu menyusui.

1. Meningkatkan produksi ASI

Manfaat susu almond yang satu ini tentu sudah tidak asing bagi ibu. Bagaimana bisa susu almond meningkatkan produksi ASI?

Mengutip dari Sanford Health, kacang memiliki kandungan protein, serat, dan lemak yang tinggi, termasuk kacang almond.

Kacang almond juga mengandung asam lemak omega 3 yang bisa merangsang hormon prolaktin sehingga bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Bagi ibu yang memiliki alergi susu sapi dan ingin meningkatkan produksi ASI, coba mulai rutin minum susu almond setiap hari.

2. Tidak menaikkan kadar gula darah

Susu almond tidak mengandung gula tambahan sehingga baik untuk kesehatan gula darah ibu.

Berdasarkan data dari U.S Department of Agriculture, susu almond termasuk minuman rendah karbohidrat.

Pada 100 ml susu almond mengandung 3,43 gram karbohidrat. Sebagai perbandingan, untuk susu sapi rendah lemak mengandung 12 gram karbohidrat.

Ini membuat susu almond memiliki manfaat untuk ibu menyusui dengan kondisi diabetes.

Ibu menyusui yang sedang menjalani pola makan rendah karbohidrat juga bisa rutin minum susu almond.

3. Meningkatkan kekuatan tulang

Kandungan kalsium dan fosfor dalam susu almond memang tidak setinggi susu sapi.

Namun, untuk ibu menyusui yang memiliki intoleransi laktosa, susu almond sangat cocok untuk melengkapi kebutuhan kalsium.

Di dalam 100 ml susu almond, mengandung 173 kalsium, 30 miligram fosfor, dan 6,8 miligram magnesium.

Ketiga jenis mineral dalam susu almond memiliki manfaat untuk kekuatan tulang dan gigi ibu menyusui.

Ini penting karena mengutip dari National Institute of Health, menyusui bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan tulang ibu.

Setidaknya, 3-5% massa tulang ibu bisa hilang selama menyusui bayi.

Pasalnya, selama ibu menyusui si kecil, ia mengambil kalsium dalam tubuh ibu.

Ketika kebutuhan kalsium ibu tidak terpenuhi, tubuh akan mengambil cadangan kalsium yang ada dalam tulang.

Maka dari itu, ibu menyusui membutuhkan asupan nutrisi dari susu atau suplemen tambahan.

4. Meningkatkan kesehatan jantung

Berdasarkan penelitian dari jurnal Nutrients, mengonsumsi kacang secara teratur bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Susu almond mengandung minyak tak jenuh yang memiliki manfaat mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah ibu menyusui.

Penurunan kadar kolesterol jahat tersebut berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Tim peneliti dalam penelitian terbitan Nutrients menjelaskan bawa vitamin E dalam almond memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung.

5. Meningkatkan kekuatan otot

Tahukah Anda kalau vitamin D berperan dalam menurunkan risiko kerapuhan tulang, kelelahan, sampai otot yang lemah?

Nah, salah satu sumber vitamin D yang bisa ibu menyusui dapatkan adalah susu almond. Dalam satu cangkir susu almond, sekitar 170 ml mengandung 2,62 mikrogram vitamin D.

Angka tersebut memenuhi 13% dari kebutuhan vitamin D harian ibu menyusui.

Jika ingin mendapatkan manfaat vitamin D ini, ibu bisa mulai minum susu almond secara teratur selama masa menyusui, bahkan sejak kehamilan.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Breastfeeding superfoods for moms | Sanford Health News. (2019). Retrieved 26 July 2021, from https://news.sanfordhealth.org/womens/top-10-breastfeeding-superfoods/

Almond milk, unsweetened, plain, shelf stable. (2021). Retrieved 26 July 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1750338/nutrients

Pregnancy, Breastfeeding and Bone Health | NIH Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center. (2018). Retrieved 26 July 2021, from https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/bone-health/pregnancy

Barreca, D., Nabavi, S., Sureda, A., Rasekhian, M., Raciti, R., & Silva, A. et al. (2020). Almonds (Prunus Dulcis Mill. D. A. Webb): A Source of Nutrients and Health-Promoting Compounds. Nutrients, 12(3), 672. doi: 10.3390/nu12030672

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 30/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x