Penyebab Nyeri Perut Pada Bayi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Karena belum bisa berbicara dan mengomunikasi perasaannya, saat bayi merasa sakit perut, ia tidak bisa bilang pada Anda. Anda mungkin bisa mengetahui bahwa ia sedang sakit perut, tapi apa penyebabnya?

Ada beberapa kemungkinan.

Kolik

Disebut juga sakit perut, biasanya terjadi pada bayi antara usia sepuluh hari sampai tiga bulan. Sampai saat ini tidak ada yang tahu pasti apa penyebabnya, namun kolik tampaknya merupakan hasil kontraksi cepat dan berat pada usus sehingga menyebabkan nyeri pada bayi. Nyeri pada bayi ini paling parah terjadi di sore hari menjelang malam dan awal malam hari, dan bisa disertai dengan tangisan, menarik kaki mendekati dada, sering buang gas, dan rewel. Anda dapat mencoba berbagai pendekatan untuk mengatasi kolik, seperti mengayunkan bayi Anda , berjalan sambil menggendong bayi, membedongnya dalam selimut, atau memberikan dot.

Intususepsi

Ini adalah suatu kondisi langka yang dapat menyebabkan sakit perut pada bayi. Intususepsi  adalah penyakit perut yang paling umum pada anak di bawah usia dua tahun. Masalah ini terjadi ketika salah satu bagian dari usus terselip ke dalam bagian lain dari usus lalu terperangkap, usus pun tersumbat dan menyebabkan sakit parah. Anak akan sering kali menangis dan menarik kaki ke arah perutnya. Hal ini akan diikuti oleh periode tenang tanpa rasa sakit perut dan sering tanpa mengalami stress apapun. Anak mungkin juga muntah dan memiliki feses yang berwarna gelap, berlendir, dan berdarah, sering terlihat seperti selai blackberry. Rasa sakit ini sering parah, dengan periode menjerit diikuti oleh periode tenang atau bahkan lesu. Penting untuk mengenali penyebab sakit perut ini dan bicarakan dengan dokter anak Anda segera.

Dokter akan memeriksa dan mungkin akan memberikan sinar X-ray yang disebut enema udara atau barium enema. Kadang-kadang melakukan tes ini tidak hanya memastikan diagnosis tetapi juga melepaskan usus yang terllilit. Jika enema tidak melepaskan lilitan usus, operasi darurat mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Infeksi virus atau bakteri dari usus (gastroenteritis)

Biasanya berhubungan dengan diare atau muntah. Sakit perut yang datang dan pergi juga sering terjadi. Kebanyakan kasus virus tidak memerlukan pengobatan dan akan hilang dengan sendirinya setelah seminggu atau lebih. Rasa sakit itu sendiri umumnya berlangsung satu atau dua hari dan kemudian menghilang kecuali jika infeksi disebabkan oleh parasit Giardia lamblia. Parasit ini dapat menghasilkan nyeri periodik berulang dan tidak terlokalisasi pada salah satu bagian perut saja. Jenis sakit perut ini dapat terjadi selama beberapa minggu atau bulan, dan dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan turunnya berat badan. Pengobatan dengan obat yang tepat dapat menyembuhkan infeksi ini sekaligus nyeri perut yang menyertainya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Mungkin Anda bingung harus kapan memulai lagi untuk mencoba hamil lagi setelah keguguran. Namun, itu semua tergantung pada kondisi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Anda Mengidap Kista Ovarium? Cari Tahu Gejalanya di Sini

Biasanya kista ovarium bisa hilang sendiri dan tanpa gejala. Namun, kista ovarium yang besar dapat menunjukkan gejala. Apa saja gejala yang mungkin timbul?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Mendekati hari-H melahirkan, Anda mungkin jadi gugup dan takut. Hal ini wajar, tapi jangan sampai kecemasan ibu hamil menjelang persalinan bikin stres.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Melahirkan, Kehamilan 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melahirkan normal tanpa rasa sakit

Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit