Pilihan Obat Batuk untuk Bayi dari yang Diresepkan Dokter Hingga Alami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Saat si kecil batuk ibu tak boleh memberikan sembarang obat. Pasalnya, tak semua obat bisa dan boleh digunakan untuk anak, terutama bayi.  Salah-salah, bukannya sembuh, kondisi si kecil malah akan semakin parah. Untuk itu, yuk simak berbagai obat batuk untuk bayi dari mulai obat resep hingga alami.

Jenis-jenis batuk

cara menghilangkan dahak pada anak

Sebelum mencari tahu obat batuk untuk bayi, cari tahu dahulu jenis batuk yang dialami oleh buah hati Anda. Sebab, berbeda jenis batuk berbeda pula obat yang diberikan.

Howard Balbi, MD., direktur departemen penyakit menular anak di Nassau County Medical Center di East Meadow, New York menyatakan batuk sebenarnya menjadi salah satu cara alami tubuh untuk menjaga saluran udara tetap bersih. Secara umum, ada dua jenis batuk yaitu:

Batuk kering

Batuk kering biasanya muncul sebagai respons tubuh untuk membantu membersihkan postnasal drip (akumulasi mukus/lendir di belakang tenggorokan) atau iritasi akibat sakit tenggorokan. Umumnya, batuk kering muncul saat bayi mengalami pilek atau alergi.

Batuk berdahak

Batuk berdahak adalah kondisi yang terjadi saat seseorang mengalami penyakit pernapasan akibat infeksi bakteri. Akibatnya, tubuh memproduksi dahak atau lendir di saluran pernapasan.

Tujuan diproduksinya dahak yaitu untuk membantu melawan kuman penyebab penyakit. Ini karena di dalam dahak terkandung sel darah putih.

Catherine Dundon, M.D., seorang dosen pediatri klinis di Vanderbilt University Medical School menyatakan bahwa anak yang berusia di bawah 4 bulan biasanya sangat jarang mengalami batuk. Namun, jika intensitasnya cukup sering tandanya ada masalah serius di baliknya.

Sebaliknya, Anda tak perlu terlalu khawatir jika di usia lebih dari 1 tahun anak mengalami batuk. Biasanya hal ini disebabkan karena anak sedang pilek.

Penyebab batuk pada bayi

obat pilek bayi

Saat bayi batuk, ada banyak hal yang menjadi penyebabnya. Berbagai penyebab inilah yang nantinya akan menentukan jenis pengobatan yang paling tepat. Itu sebabnya Anda tak boleh sembarangan memberikan obat batuk pada bayi. Berikut berbagai kondisi yang menyebabkan bayi batuk:

Flu

Batuk biasanya menjadi salah satu gejala yang muncul saat anak terserang flu. Kondisi ini umumnya disertai dengan hidung tersumbat, mata berair, nafsu makan menurun, dan demam ringan. Untuk masalah yang satu ini dokter akan memberikan obat yang bisa meringankan gejala flu untuk sekaligus mengatasi batuk pada bayi Anda.

Respiratory syncytial virus (RSV)

Kondisi ini biasanya paling sering terjadi pada bayi dan anak kecil. Gejalanya mirip pilek tetapi umumnya disertai dengan batuk yang cukup parah dan sulit bernapas.

Namun, virus yang satu ini juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan yang lebih serius, seperti bronkiolitis dan pneumonia. Masalah kesehatan yang satu ini terutama paling sering muncul saat bayi berusia kurang dari satu tahun.

Batuk atau mengi yang disebabkan oleh bronkiolitis biasanya disertai dengan gejala seperti demam ringan dan hilangnya nafsu makan.

Croup

Croup terjadi ketika kotak suara (laring), batang tenggorokan (trakea), saluran udara ke paru-paru (bronkus) mengalami iritasi dan pembengkakan. Akibatnya, anak akan mengalami batuk yang parah. Batuk croup cukup khas karena menyebabkan suara seperti siulan bernada tinggi ketika anak bernapas atau suara ngik-ngik.

Batuk croup umumnya akan semakin memburuk di malam hari. Berbagai gejala lain yang menyertai masalah kesehatan yang satu ini yaitu:

  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Demam
  • Napas cepat atau tersengal-sengal

Dengan obat batuk yang tepat masalah pernapasan pada bayi Anda bisa teratasi.

Alergi

Alergi muncul ketika sistem kekebalan tubuh anak bereaksi abnormal terhadap zat yang ada di sekitarnya. Makanan, obat, hingga paparan bahan kimia tertentu bisa menyebabkan masalah yang satu ini.

Alergi bisa menyebabkan hidung tersumbat disertai batuk akibat postnasal drip yang terus-menerus.

Asma

Anak yang memiliki asma biasanya cenderung mengalami batuk terutama di malam hari. Jika buah hati Anda mengidap asma, ia juga akan mengalami sesak napas dan mengi. Asma biasanya dipicu oleh berbagai hal, dari mulai udara dingin hingga infeksi virus.

Sinusitis

Sinusitis bisa muncul karena adanya bakteri pada rongga sinus yang membuat lendir terus mengalir ke belakang tenggorokan. Akibatnya, hal ini memicu refleks anak untuk batuk. Biasanya sinusitis ditandai dengan batuk dan pilek yang berlangsung lebih dari 10 hari.

Pertusis

Pertusis atau batuk rejan ditandai dengan batuk tanpa henti selama 20 sampai 30 detik. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan diawali dengan bersin, pilek, dan batuk ringan sebelum batuk rejan dimulai.

Batuk rejan merupakan kondisi yang cukup parah terutama pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun. Pasalnya, batuk pertusis bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Hal ini tak jarang berakibat pada komplikasi serius, seperti apnea, penurunan oksigen, kejang, dan kematian. Dikarenakan komplikasinya bisa mengancam jiwa anak disarankan untuk mendapatkan vaksin pertusis.

Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi paru yang membuat kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Jika tidak ditangani dengan tepat penyakit ini bisa mengakibatkan paru-paru basah. Ini karena paru dalam kondisi dipenuhi air atau cairan lendir.

Selain batuk yang disertai dahak, pneumonia biasanya disertai dengan gejala-gejala seperti:

  • Demam
  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Susah bernapas
  • Nafsu makan menurun
  • Jantung berdetak lebih cepat dari biasanya

Bronkitis

Selain pneumonia, bronkitis pada anak juga bisa menjadi salah satu penyakit yang membuat bayi batuk terus-menerus. Pasalnya, bronkitis menyebabkan peradangan pada lapisan saluran bronkial karena infeksi.

Anak dengan bronkitis biasanya mengalami batuk dengan lendir atau dahak yang tebal. Kondisi ini kerap menjadi salah satu masalah kesehatan yang muncul setelah anak terserang pilek atau flu.

Sumbatan di saluran napas

Batuk juga bisa muncul karena saluran napas si kecil tersumbat. Sumbatan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal termasuk benda dan mainan anak. Ini karena bayi cenderung suka memasukkan apa pun ke dalam mulutnya.

Bisa jadi tanpa sepengetahuan ibu, si kecil memasukkan benda keras ke dalam mulutnya hingga akhirnya tersangkut di saluran napasnya.

Cystic fibrosis

Dalam kasus yang cukup jarang, batuk terus-menerus pada anak bisa menandakan kondisi yang lebih serius seperti cystic fibrosis. Penyakit ini termasuk genetik atau diwariskan yang menyebabkan kerusakan parah pada paru, sistem pencernaan, dan organ lainnya.

Adapun berbagai gejala lain dari cystic fibrosis selain batuk terus menerus yaitu:

  • Mengi, suara napas mirip siulan tinggi seperti ngik-ngik
  • Infeksi pernapasan berulang
  • Hidung tersumbat
  • Sesak napas
  • Feses berbau busuk dan berminyak
  • Berat badan menurun
  • Pertumbuhan terhambat
  • Sembelit parah
  • Masalah dalam proses buang air besar khususnya pada bayi yang baru lahir  (meconium ileus)

Nantinya, dokter akan menentukan obat batuk yang sesuai untuk bayi Anda berdasarkan penyebabnya.

Kapan harus ke dokter?

dokter anak

Saat si kecil batuk Anda memang tak selalu harus pergi ke dokter. Namun, segera periksakan buah hati Anda ke dokter jika:

  • Anak berusia di bawah tiga bulan
  • Batuk tak juga membaik setelah 10 hari
  • Batuk semakin memburuk di minggu ketiga
  • Anak bernapas lebih cepat dari biasanya
  • Sering berkeringat di malam hari
  • Mengalami kesulitan bernapas atau bernapas mengi
  • Memiliki dahak berwarna kuning, hijau, atau berdarah
  • Mengalami demam 38,3 derajat Celcius untuk anak usia 3 hingga 6 bulan
  • Mengalami demam 39,4 derajat Celcius untuk anak usia 6 bulan ke atas
  • Memiliki penyakit kronis seperti jantung atau paru-paru
  • Batuk sangat keras hingga muntah
  • Batuk terus menerus setelah tersedak sesuatu

Pilihan obat batuk untuk bayi

obat batuk

Sebenarnya, tidak semua batuk pada bayi membutuhkan obat. Namun, jika anak mulai sulit tidur dan bahkan membuatnya lemas ada beberapa pilihan obat yang bisa diberikan.

Bahkan, obat yang diberikan pun sebenarnya bukan obat pereda batuk, melainkan untuk meredakan gejala lain yang menyertai batuk. Pasalnya, berdasarkan pedoman The American College of Chest Physicians, obat batuk dan pilek tidak disarankan untuk anak di bawah umur 15 tahun karena efeknya yang berbahaya untuk tubuh.

Untuk anak di bawah usia 15 tahun, para ahli merekomendasikan obat-obat antiradang, seperti salah satunya ibuprofen untuk mengatasi batuk yang disertai demam.

Obat dokter yang membantu meringankan batuk pada bayi

Acetaminophen

Acetaminophen atau paracetamol termasuk obat pereda nyeri yang biasa diresepkan dokter saat si kecil batuk disertai demam. Meski bukan obat batuk, acetaminophen bisa meredakan gejala lain yang biasanya muncul bersamaan dengan batuk. Dengan mengatasi gejala lain yang menyertainya, batuk pun perlahan akan hilang dengan sendirinya.

Acetaminophen mulai bisa diberikan untuk anak usia tiga bulan ke atas dalam bentuk sirup. Akan tetapi, Anda tidak diperbolehkan memberikan acetaminophen yang dijual di pasaran untuk bayi. Obat ini wajib diberikan berdasarkan resep dari dokter.

Pasalnya, acetaminophen bisa menjadi racun bagi hati jika terlalu banyak diminum. Dokter akan menyesuaikan jumlah obat yang dibutuhkan dengan berat badan anak, bukan pada usianya. Untuk itu, jangan sembarangan memberikan acetaminophen yang dijual bebas di pasaran tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Acetaminophen bisa membahayakan jika berikan pada:

  • Anak di bawah usia dua bulan
  • Memiliki masalah hati atau ginjal
  • Minum obat untuk epilepsi
  • Minum obat untuk tuberkulosis

Parasetamol jarang sekali menimbulkan efek samping jika diberikan dalam dosis yang tepat. Namun, obat pereda nyeri ini bisa bereaksi negatif dengan obat-obatan lain. Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memberikannya pada bayi Anda.

Ibuprofen

Selain acetaminophen, ibuprofen juga biasanya diresepkan dokter untuk membantu meredakan batuk pada bayi yang disertai demam. Obat ini biasanya diberikan untuk bayi yang berusia tiga bulan ke atas dengan berat lebih dari 5 kg dalam bentuk sirup.

Dibandingkan dengan acetaminophen, ibuprofen termasuk golongan obat yang lebih kuat. Pasalnya, selain meredakan nyeri dan menurunkan demam, obat ini juga mampu mengatasi peradangan di dalam tubuh.

Ibuprofen memiliki tingkatan kekuatan yang berbeda bergantung dengan dosisnya. Untuk itu, dosis yang diberikan dokter akan disesuaikan dengan usia anak. Biasanya, efek ibuprofen bisa dirasakan 20-30 menit setelah diminum.

Namun, tidak semua bayi bisa minum obat ibuprofen saat batuk atau demam. Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter jika anak memiliki:

  • Alergi obat termasuk ibuprofen
  • Cacar air
  • Asma
  • Memiliki masalah hati atau ginjal
  • Memiliki penyakit radang usus seperti Crohn atau kolitis ulseratif

Untuk anak, ibuprofen biasanya diberikan 3-4 kali sehari dengan jeda 4-6 jam setiap dosisnya. Ibuprofen bisa menyebabkan efek samping ringan seperti sakit perut, gangguan pencernaan, dan mulas.

Tetes saline

Tetes hidung saline bisa menjadi cara tepat untuk meredakan sumbatan di jalur napas yang disebabkan oleh pilek dan infeksi saluran napas. Tetes saline membantu membersihkan lendir berlebih di saluran hidung dan sinus yang kerap memicu batuk.

Produk perawatan ini sering direkomendasikan dokter karena tidak mengandung obat apa pun yang bisa membahayakan bayi.

Anda hanya perlu meneteskan obat sebanyak 2 sampai 3 kali ke masing-masing lubang hidung. Lalu, tunggu selama 60 detik. Setelah itu, biasanya lendir akan keluar melalui proses bersin atau batuk.

Obat batuk alami untuk bayi

Madu

Madu menjadi salah satu obat batuk alami untuk anak. Madu membantu mengencerkan lendir hingga akhirnya bisa meringankan batuk.

Namun perlu diingat bahwa hanya anak yang telah berusia di atas 1 tahunlah yang bisa diberikan madu. Pasalnya, dilansir dari laman Healthy Children, madu bisa menyebabkan penyakit botulisme jika diberikan pada anak di bawah satu tahun.

Botulisme adalah penyakit yang disebabkan oleh racun Clostridium botulinum. Kondisi ini termasuk penyakit langka serius yang menyerang saraf tubuh dan membuat seseorang menjadi sulit bernapas hingga lumpuh otot.

Untuk anak di atas usia 1 tahun, berikan 5 ml madu atau satu sendok teh sebelum tidur. Penelitian menunjukkan bahwa madu bahkan jauh lebih baik dibandingkan dengan obat batuk untuk meringankan kondisi yang satu ini.

Air putih

Air putih menjadi obat alami yang sangat bagus untuk meringankan batuk pada bayi. Ketika anak terhidrasi dengan baik, otomatis lendir yang dibuat tubuh menjadi jauh lebih encer. Dengan begitu, lendir jadi lebih mudah dikeluarkan.

Selain air putih Anda juga bisa memberikan jus dan sup hangat untuk si kecil. Keduanya sama-sama mampu menghidrasi tubuh dan mengencerkan lendir sehingga jalan napas menjadi lebih lancar.

Pilihan perawatan batuk lainnya pada bayi

cara membersihkan humidifier

Selain dengan obat batuk dokter dan alami, sebaiknya lakukan beberapa hal ini untuk bayi Anda:

Melembapkan udara

Pelembap udara membuat anak lebih mudah bernapas karena lendir menjadi lebih encer. Ketika lendir lebih encer maka akan lebih mudah dikeluarkan sehingga tak lagi menyumbat jalan napas.

Untuk itu, lembapkan udara rumah dengan bantuan humidifier. Anda juga bisa menyediakan mangkuk berisi air panas agar uapnya dapat dihirup oleh si kecil. Lakukan hal ini di bawah pengawasan Anda.

Meninggikan kepala bayi

Untuk membantu bayi bernapas lebih lega, usahakan untuk meninggikan kepalanya saat tidur. Tambahkan bantal yang lembut dan empuk untuk membuat kepala bayi lebih tinggi dari tubuhnya. Jika bayi bisa bernapas dengan sempurna, refleks batuknya pun secara otomatis akan berkurang.

Banyak beristirahat

Untuk membantu memulihkan tubuh si kecil, kondisikan ia untuk cukup beristirahat. Usahakan untuk membuat tidurnya menjadi lebih nyaman misalnya dengan mengusap punggungnya atau menidurkan anak di pangkuan Anda hingga terlelap. Selain itu, jangan membawa si kecil bepergian ke luar rumah hingga kondisinya membaik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca