home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

8 Minyak Esensial Alami yang Bisa Anda Coba untuk Mengatasi Batuk

8 Minyak Esensial Alami yang Bisa Anda Coba untuk Mengatasi Batuk

Belakangan ini, minyak esensial—atau Anda mungkin lebih akrab dengan essential oil—memang tengah naik daun. Berbagai khasiat yang dibawa, menjadikan minyak ini “jagoan” baru untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali batuk. Apa saja pilihan essential oil untuk mengatasi batuk? Simak ulasannya berikut ini.

Essential oil untuk mengatasi batuk

minyak esensial

Berbagai penyakit yang menyerang sistem pernapasan dapat menjadi penyebab batuk, termasuk pilek, flu, atau peradangan akibat infeksi yang menyebabkan dahak menumpuk dan menyumbat saluran napas. Selain minum obat batuk, essential oil juga dapat dijadikan terapi alternatif yang bisa membantu mengatasi batuk dan gangguan pernapasan.

Berikut beberapa pilihan essential oil yang dapat membantu mengatasi batuk:

1. Minyak kayu putih

Banyak orang menggunakan minyak esensial kayu putih untuk mengatasi batuk dan penyakit pernapasan lainnya, seperti faringitis, bronkitis, dan sinusitis.

Minyak kayu putih mengandung senyawa eucalyptol atau cineole. Kedua senyawa tersebut memiliki sifat antimikroba, sehingga dapat melawan bakteri penyebab penyakit. Menurut salah satu studi pada Journal of Natural Products, senyawa eucalyptol juga dapat membantu mengurangi peradangan, mengurangi rasa sakit, dan meredakan ketegangan otot yang dapat disebabkan oleh pilek atau flu.

2. Rosemary

Minyak esensial rosemary juga mengandung senyawa cineole yang dapat membantu untuk mengencerkan lendir ketika batuk dan mengurangi peradangan.

Untuk mengatasi batuk, essential oil ini dapat menenangkan otot-otot di tenggorokan, melegakan pernapasan bahkan membantu mengatasi sesak napas akibat asma. Minyak esensial ini paling sering dicampur dengan minyak pelarut dan digunakan dengan cara dioleskan ke kulit.

3. peppermint

Essential oil peppermint mengandung mentol, yang memunculkan sensasi hangat dan dingin untuk melegakan atau meredakan tenggorokan yang gatal selama batuk. Oleh sebab itu, jika Anda sedang sakit tenggorokan atau batuk, menghirup minyak esensial oil ini bisa menjadi membuat Anda merasa lebih baik.

Sebuah penelitian dari menunjukkan bahwa orang yang sehat menggunakan minyak peppermint, dapat membantu melemaskan otot-otot batang tenggorokan, yang dikenal sebagai otot bronkus. Hal ini menjelaskan alasan essential oil peppermint dapat berguna untuk melegakan saluran pernapasan pada orang batuk.

4. Kayu manis

Kayu manis sering digunakan sebagai bumbu masak. Namun, kayu manis yang diekstrak menjadi essential oil juga bisa berguna untuk melindungi tubuh dari bakteri yang dapat menyebabkan masalah pernapasan, seperti batuk.

5. Pala, bergamot, dan cyprus

Ketiga essential oil ini sama-sama mengandung molekul camphene untuk mengatasi batuk atau meredakan sakit tenggorokan. Menghirup minyak esensial ini membantu mengencerkan cairan di saluran pernapasan.

6. Thyme

Sebuah penelitian dari jurnal Phytotherapy Research menemukan bahwa minyak esensial thyme dapat digunakan sebagai agen antimikroba untuk saluran pernapasan.

Para peneliti mempelajari thyme dan minyak esensial lainnya untuk menentukan cara terbaik menggunakannya untuk melawan bakteri yang menginfeksi saluran pernapasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa thyme bisa membantu melawan infeksi karena memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri yang menyerang saluran pernapasan.

7. Oregano

Minyak esensial oregano mengandung senyawa carvacrol, yaitu agen antimikroba yang bermanfaat untuk melawan berbagai jenis bakteri atau virus penyebab batuk. Oleh karena itu, minyak esensial ini dipercaya dapat mengatasi batuk dan masalah pernapasan lainnya.

8. Geranium

Ekstrak geranium dapat membantu mengatasi infeksi di saluran pernapasan atas, termasuk bronkitis. Peneliti dalam studi Herbal Medicine for Cough mengamati beberapa penelitian yang telah menguji manfaat ekstrak geranium untuk menyembuhkan batuk. Hasilnya hampir semua penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan ekstrak geranium untuk menghilangkan gejala batuk.

Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak geranium berpotensi membantu meredakan gejala pilek dan memperpendek durasi penyakit. Maka dari itu minyak esensial yang mengandung ekstrak geranium dapat digunakan untuk meredakan batuk akibat pilek.

Cara menggunakan essential oil untuk batuk

Cara menggunakan minyak esensial untuk batuk

Minyak esensial dapat digunakan dalam berbagai cara. Namun, minyak esensial tidak bisa digunakan secara langsung karena efeknya cukup kuat. Oleh karena itu, essential oil ini perlu diencerkan dengan minyak pelarut sebelum digunakan untuk mengatasi batuk. Minyak pelarut yang digunakan dapat berupa minyak kelapa atau minyak zaitun.

Cara menggunakan minyak esensial untuk mengatasi batuk dan gejala gangguan pernapasan lainnya adalah:

  1. Larutkan minyak esensial dengan minyak pelarut dengan takaran: 3-5 tetes minyak pelarut untuk 1 tetes minyak esensial.
  2. Tambahkan minyak esensial ke semangkuk air panas untuk menghirup uap.
  3. Anda bisa menghirupnya larutan ini secara langsung atau mengoleskannya ke area dekat hidung dan dada sehingga efek hangatnya bisa memberikan sensasi lega.
  4. Hindari menghirupnya terlalu lama dan jangan mengoleskan minyak esensial ke area dekat mulut.
  5. Masukan larutan ke dalam diffuser atau humidifier agar aroma minyak esensial menyebar di ruangan. Cara ini bisa membersihkan sekaligus meningkatkan kelembapan udara di sekitar ruangan. Udara yang kotor dan kering bisa merangsang terjadinya batuk.
  6. Anda juga bisa mencampur larutan minyak esensial ini dengan air dalam bak mandi atau dengan produk spa lainnya untuk memberikan efek rileks selama berendam.
  7. Minyak esensial sekalipun telah dilarutkan tetap tidak bisa dikonsumsi secara langsung.

Akan tetapi, pemakaiannya tidak boleh sembarangan karena belum ada panduan medis khusus untuk menentukan dosis yang aman agar minyak esensial bisa ampuh untuk menyembuhkan batuk.

Meskipun begitu, asalkan digunakan dengan tepat tidak ada salahnya untuk mencoba manfaat dari minyak esensial sebagai pengobatan batuk alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ben-Arye, E., Dudai, N., Eini, A., Torem, M., Schiff, E., & Rakover, Y. (2011). Treatment of upper respiratory tract infections in primary care: a randomized study using aromatic herbs. Evidence-based complementary and alternative medicine : eCAM, 2011, 690346. https://doi.org/10.1155/2011/690346

Ramos Alvarenga, R. F., Wan, B., Inui, T., Franzblau, S. G., Pauli, G. F., & Jaki, B. U. (2014). Airborne antituberculosis activity of Eucalyptus citriodora essential oil. Journal of natural products, 77(3), 603-610. https://doi.org/10.1021/np400872m

Ribeiro-Santos, R., Andrade, M., Madella, D., Martinazzo, A., de Aquino Garcia Moura, L., de Melo, N., & Sanches-Silva, A. (2017). Revisiting an ancient spice with medicinal purposes: Cinnamon. Trends In Food Science & Technology, 62, 154-169. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2017.02.011

Fabio, A., Cermelli, C., Fabio, G., Nicoletti, P., & Quaglio, P. (2007). Screening of the antibacterial effects of a variety of essential oils on microorganisms responsible for respiratory infections. Phytotherapy Research, 21(4), 374-377. https://doi.org/10.1002/ptr.1968

Kenia, P., Houghton, T., & Beardsmore, C. (2008). Does inhaling menthol affect nasal patency or cough?. Pediatric Pulmonology, 43(6), 532-537. https://doi.org/10.1002/ppul.20797

Ueno-Iio, T., Shibakura, M., Yokota, K., Aoe, M., Hyoda, T., & Shinohata, R. et al. (2014). Lavender essential oil inhalation suppresses allergic airway inflammation and mucous cell hyperplasia in a murine model of asthma. Life Sciences, 108(2), 109-115. https://doi.org/10.1016/j.lfs.2014.05.018

PDQ Integrative, Alternative, and Complementary Therapies Editorial Board. (2019). Aromatherapy With Essential Oils. Bethesda (MD): National Cancer Institute (US).  Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK65820/

Bauer, Brent A. (2020). Aromatherapy: Is it worthwhile? Retrieved 26 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/expert-answers/aromatherapy/faq-20058566

NCCIH Clinical Digest. (2020). The Common Cold and Complementary Health Approaches: What the Science Says. Retrieved 26 June 2020, from https://www.nccih.nih.gov/health/providers/digest/the-common-cold-and-complementary-health-approaches-science

National Institute of Health. (2020). Cinnamon. Retrieved 26 June 2020, from https://www.nccih.nih.gov/health/cinnamon

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita