home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini

Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini

Ketika batuk, selain minum obat, Anda biasanya dianjurkan untuk tidak sering keluar malam, banyak beristirahat sampai menghindari stres. Tujuannya tentu untuk segera meredakan batuk menerus ataupun gangguan kesehatan lain yang menyertai. Tak hanya itu, mematuhi pantangan makanan dan minuman yang dilarang saat batuk juga bisa membantu mencegah batuk atau memperparah kondisi Anda.

Apa saja makanan dan minuman yang dilarang saat batuk?

Secara umum batuk adalah salah satu gejala penyakit flu. Meskipun batuk yang disebabkan oleh flu biasanya bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, sebaiknya jangan pernah menyepelekan kondisi tersebut. Selain membuat tubuh tidak nyaman, batuk berkepanjangan bisa memicu infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga kondisi batuk semakin serius.

Pengobatan batuk baik melalui obat batuk nonresep (over-the-counter/obat bebas), maupun obat batuk alami tidak akan efektif apabila Anda tidak menaati beberapa pantangan batuk, salah satunya dengan terus mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat memperparah kondisi batuk.

Menghindari makanan dan minuman yang dilarang saat batuk bisa membantu Anda mempercepat penyembuhan. Tak hanya itu, menaati pantangan makanan juga membantu Anda mencegah kondisi ini semakin memburuk

1. Makanan yang digoreng

makanan yang digoreng dilarang saat batuk

Mungkin Anda sering kali mendengar anjuran untuk menghindari makanan yang digoreng saat batuk. Ternyata, hal ini memang benar adanya. Sebenarnya bukan makanannya yang memperparah batuk, melainkan minyak yang digunakan untuk menggoreng.

Minyak, terutama minyak jelantah yang telah dipakai berulang kali, menghasilkan senyawa akrolein yang akan memicu rasa gatal menyiksa di tenggorokan. Semakin sering dan banyak jumlah minyak yang digunakan, akan semakin buruk pula kualitas minyak. Hal itu tentu membahayakan kesehatan.

Tidak hanya itu, tekstur kasar dari gorengan juga bisa membuat dinding tenggorokan mengalami iritasi. Dampaknya akan lebih parah jika Anda mengalami batuk kering.

Alasan lain kenapa gorengan menjadi makanan yang perlu dihindari saat batuk, yaitu makanan ini dapat menyebabkan naiknya asam lambung dan alergi makanan. Refluks asam lambung yang naik dapat memicu terjadinya penyempitan saluran napas kemudian menyebabkan batuk.

Jadi, selama kondisi batuk belum juga membaik, sebaiknya hindarilah konsumsi makanan yang dilarang saat batuk ini untuk mencegah kondisi ini semakin parah.

2. Minuman yang mengandung kafein

perut perih setelah minum kopi jadi makanan yang dihindari saat batuk

Selain makanan, terdapat juga jenis minuman yang perlu dihindari konsumsinya secara berlebihan saat batuk. Minuman mengandung kafein adalah beberapa di antaranya.

Hal ini disebabkan karena kafein dapat memicu gas asam dari lambung naik kembali ke tenggorokan. Kondisi ini bisa menyebabkan tenggorokan terasa gatal. Akibatnya, batuk Anda semakin memburuk dan tidak kunjung sembuh.

Kafein terdapat dalam kopi, teh, dan soda yang perlu dihindari konsumsinya selama batuk berlangsung. Untuk meredakan batuk, Anda tidak harus berhenti mengonsumsi minuman kafein sama sekali. Namun, penting bagi Anda untuk membatasinya.

3. Makanan olahan

makanan olahan yang dilarang saat batuk

Anda bisa mencegah batuk semakin memburuk dengan menjauhi makanan olahan, seperti makanan kemasan, fast food, dan keripik. Bukan tanpa alasan, sebuah studi yang diterbitkan oleh British Journal of Nutrition, menyatakan bahwa nutrisi punya peran penting untuk mendukung kerja sistem kekebalan tubuh yang akan melawan infeksi.

Dengan kata lain, asupan nutrisi yang optimal dalam tubuh bisa memperkuat sistem imun untuk melawan batuk. Makanan olahan cenderung tidak padat gizi. Itu sebabnya, cobalah mengonsumsi dengan nutrisi lengkap ketika sakit.

Jika bingung makanan olahan apa saja yang dilarang saat batuk, Anda bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan protein nabati, seperti kacang kedelai dan sayuran. Makanan ini dapat membantu melawan infeksi virus penyebab batuk.

4. Makanan pemicu alergi

Berbagai masalah kesehatan dapat menyebabkan batuk. Selain infeksi virus, batuk menjadi salah satu gejala dari reaksi alergi. Kondisi alergi terjadi ketika adanya reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap zat di dalam makanan.

Ada beberapa makanan penyebab alergi sehingga memperburuk kondisi batuk Anda. Makanan tersebut dapat berupa makanan laut, telur, kacang, dan lainnya. Mengenali makanan yang bisa memicu alergi dalam tubuh sekaligus menghindarinya, adalah salah satu cara tepat untuk meredakan atau bahkan mencegah batuk sama sekali.

Selain menyebabkan batuk, terus mengonsumsi makanan penyebab alergi juga dapat memicu reaksi alergi yang lebih serius seperti kejang dan sesak napas. Makanan pemicu alergi dengan bahan dasar susu juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada anak-anak dan balita.

Pantangan untuk mencegah batuk semakin parah

dampak merokok

Saat terserang batuk memang banyak pantangan makanan dan minuman yang harus diikuti. Agar semakin meminimalisir tingkat keparahan batuk, selain memperhatikan apa yang dikonsumsi Anda juga perlu menghindari gaya hidup tidak sehat.

Selama gejala batuk belum mereda, berhentilah melakukan beberapa kebiasaan yang berdampak buruk bagi kesehatan ini:

1. Merokok

Asap rokok dapat mengiritasi lapisan tenggorokan dan paru-paru sehingga batuk semakin parah pemulihan bahkan dapat meningkatkan risiko kanker. Apabila Anda mengalami batuk akibat infeksi pernapasan biasa seperti pilek, merokok bisa menyebabkan masalah paru-paru, seperti bronkitis.

Tidak hanya perokok aktif yang perlu mewaspadai bahaya merokok saat batuk. Perokok pasif juga perlu sebisa mungkin menghindari asap rokok jika ingin batuknya segera mereda dan tidak mengalami komplikasi penyakit pernapasan.

2. Makan banyak saat malam hari

Saat batuk, usahakan untuk jangan makan berlebihan pada malam hari, terutama saat menjelang tidur. Makan terlalu banyak sebelum tidur dapat memicu batuk menerus pada orang yang mengalami gastroesophageal reflux (GERD) alias penyakit asam lambung.

Akibatnya, asam lambung bisa mengalir kembali ke bagian atas saluran pencernaan dan menyebabkan iritasi sehingga memicu batuk. Jarak makan dan waktu tidur yang ideal minimalnya adalah 2 jam.

3. Tidur telentang

Posisi tubuh ketika tidur merupakan salah faktor yang memengaruhi kondisi batuk Anda. Tidur telentang dapat memicu batuk di malam hari, terutama jika Anda memiliki batuk berdahak. Posisi tidur ini bisa menyebabkan dahak menumpuk di saluran pernapasan sehingga memicu batuk menerus. Untuk mencegah batuk, cobalah tidur dengan posisi miring sehingga dahak dapat mengalir.

4. Bekerja terlalu larut

Lembur dan melakukan aktivitas berlebihan hingga terlalu malam sebaiknya dihindari saat Anda tengah batuk. Kelelahan akibat lembur bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Padahal imunitas tubuh berperan penting dalam melawan penyakit yang menyebabkan Anda batuk.

Jenis makanan yang dianjurkan saat batuk

asupan makanan selama masa nifas

Selain perlu menghindari konsumsi makanan yang dilarang saat batuk, Anda sebaiknya juga menambah konsumsi makanan lain sehingga batuk cepat teratasi, seperti:

  • Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan sehari-hari.
  • Minum obat batuk alami dari campuran madu, teh herbal, dan lemon secara rutin. Jika terlalu banyak mengonsumsi teh, Anda bisa mengganti teh herbal dengan air hangat.
  • Mengonsumsi makanan berkuah hangat dan kaya protein, seperti sup ayam. Makanan berkuah membantu mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernapasan. Selain itu, kombinasi sayuran dan kaldu dapat menjadi bahan ampuh yang membantu meredakan inflamasi di salauran napas.
  • Memperbanyak cairan agar terhindar dari dehidrasi sehingga proses penyembuhan bisa berlangsung lebih cepat.

Penting untuk diingat, menerapkan pola makan sehat dengan menu makanan bernutrisi tidak lantas menghentikan batuk berkepanjangan yang Anda alami. Namun, dengan menghindari makanan yang dilarang saat batuk dan mengonsumsi makanan sehat, sistem imun Anda untuk melawan infeksi akan meningkat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Solomons, N. (2007). MALNUTRITION AND INFECTION: AN UPDATE. British Journal Of Nutrition, 98(S1), S5-S10. doi: 10.1017/s0007114507832879

Thomas Campbell, MD. (2014). Diet and the Common Cold – Center for Nutrition Studies. Retrieved 6 May 2020, from https://nutritionstudies.org/diet-common-cold/

Bartley, J., & McGlashan, S. (2010). Does milk increase mucus production?. Medical Hypotheses, 74(4), 732-734. doi: 10.1016/j.mehy.2009.10.044

Calder, P., & Kew, S. (2002). The immune system: a target for functional foods?. British Journal Of Nutrition, 88(S2), S165-S176. doi: 10.1079/bjn2002682

Cleveland Clinic. (2019). What to Eat When You’re Sick. Health.clevelandclinic.org. Retrieved 6 May 2020, from https://health.clevelandclinic.org/what-to-eat-when-youre-sick/

Cleveland Clinic. (2020). Chronic Cough Overview Prevention. Retrieved 12 June 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15048-chronic-cough-overview/prevention

Asthma UK. (2020).Food as an asthma trigger. Retrieved 12 June 2020, from https://www.asthma.org.uk/advice/triggers/food/

CDC. (2019). Common Colds Prevention. Retrieved 12 June 2020, from https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html


Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 15/01/2021
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x