Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

2

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini

    DISPONSORI OLEH:

    Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini

    Ketika batuk, biasanya dokter akan memberi anjuran untuk tidak sering keluar malam, banyak beristirahat, dan menghindari stres. Selain itu, mematuhi pantangan makanan dan minuman yang dilarang saat batuk juga bisa bantu meredakan batuk supaya kondisi tubuh tidak semakin parah. Mau tahu penjelasan lengkapnya? Yuk, simak di bawah!

    Apa saja makanan dan minuman yang dilarang saat batuk?

    Batuk adalah salah satu cara tubuh membersihkan paru-paru dan saluran udara yang juga merupakan refleks protektif yang dapat menghilangkan zat yang mungkin terhirup, seperti debu.

    Saat seseorang mengalami batuk, perlu dilakukan pengobatan sesuai dengan gejala maupun kondisi yang dialami, baik itu batuk berdahak atau batuk kering.

    Namun, pengobatan batuk baik melalui obat batuk nonresep (over-the-counter/obat bebas), maupun obat batuk alami, tidak akan efektif apabila beberapa pantangan batuk, seperti konsumsi makanan dan minuman berikut ini diabaikan begitu saja.

    1. Makanan yang digoreng

    makanan yang digoreng dilarang saat batuk

    Olahan makanan yang digoreng patut dihindari saat batuk karena minyak yang digunakan untuk menggoreng bisa memperparah kondisi batuk.

    Minyak, terutama minyak jelantah yang telah dipakai berulang kali, akan menghasilkan senyawa akrolein yang akan memicu rasa gatal menyiksa di tenggorokan.

    Tidak hanya itu, tekstur kasar dari gorengan juga bisa membuat dinding tenggorokan mengalami iritasi, hal ini akan berdampak lebih parah pada kondisi batuk kering.

    Makanan yang digoreng pun dapat menyebabkan naiknya asam lambung dan alergi makanan. Akibatnya, refluks asam lambung yang naik memicu penyempitan saluran napas hingga membuat refleks batuk.

    2. Minuman yang mengandung kafein

    perut perih setelah minum kopi jadi makanan yang dihindari saat batuk

    Minuman mengandung kafein perlu dihindari konsumsinya secara berlebihan saat batuk karena kafein dapat memicu gas asam dari lambung naik kembali ke tenggorokan.

    Kondisi ini bisa menyebabkan tenggorokan terasa gatal dan membuat keluhan batuk semakin memburuk dan tidak kunjung sembuh.

    Kafein juga dapat ditemukan di dalam teh dan soda, sehingga penting untuk membatasinya saat mengalami batuk.

    3. Makanan olahan

    makanan olahan yang dilarang saat batuk

    Pencegahan batuk agar tidak semakin parah dapat pula dilakukan dengan menjauhi makanan olahan, seperti makanan kemasan, fast food, dan keripik.

    Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh British Journal of Nutrition, nutrisi memiliki peran penting untuk mendukung kerja sistem kekebalan tubuh yang akan melawan infeksi, seperti saat mengalami batuk.

    Sementara itu, makanan olahan cenderung tidak padat gizi dan sebaiknya coba untuk beralih mengonsumsi dengan nutrisi lengkap ketika sakit, seperti kacang kedelai dan sayuran yang kaya protein nabati.

    4. Makanan pemicu alergi

    Selain infeksi virus, batuk bisa menjadi salah satu gejala dari reaksi alergi yang terjadi ketika adanya reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap zat di dalam makanan.

    Beberapa makanan penyebab alergi yang berpotensi memperburuk kondisi batuk antara lain berupa makanan laut, telur, atau kacang.

    Selain menyebabkan batuk, terus mengonsumsi makanan penyebab alergi juga dapat memicu reaksi alergi yang lebih serius seperti kejang dan sesak napas.

    Pantangan untuk mencegah batuk semakin parah

    dampak merokok

    Untuk meminimalisir tingkat keparahan batuk, gaya hidup tidak sehat juga perlu dihindari.

    Selama gejala batuk belum mereda, berhentilah melakukan beberapa kebiasaan yang berdampak buruk bagi kesehatan ini.

    1. Merokok

    Asap rokok dapat mengiritasi lapisan tenggorokan dan paru-paru sehingga batuk semakin parah pemulihan bahkan dapat meningkatkan risiko kanker.

    Saat mengalami batuk akibat infeksi pernapasan biasa seperti pilek, merokok bisa menyebabkan masalah paru-paru, seperti bronkitis.

    Tidak hanya perokok aktif yang perlu mewaspadai bahaya merokok saat batuk, perokok pasif juga perlu sebisa mungkin menghindari asap rokok, jika ingin batuknya segera mereda dan tidak mengalami komplikasi penyakit pernapasan.

    2. Makan banyak saat malam hari

    Saat batuk, usahakan untuk jangan makan berlebihan pada malam hari, terutama saat menjelang tidur.

    Makan terlalu banyak sebelum tidur dapat memicu batuk menerus pada orang yang mengalami gastroesophageal reflux (GERD) alias penyakit asam lambung.

    Akibatnya, asam lambung bisa mengalir kembali ke bagian atas saluran pencernaan dan menyebabkan iritasi sehingga memicu batuk.

    Jarak makan dan waktu tidur yang ideal minimalnya adalah 2 jam.

    3. Tidur telentang

    Posisi tubuh ketika tidur merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kondisi batuk, karena dapat memicu batuk di malam hari, terutama jika Anda memiliki batuk berdahak.

    Posisi tidur ini bisa menyebabkan dahak menumpuk di saluran pernapasan sehingga memicu batuk menerus.

    Untuk mencegah batuk, cobalah tidur dengan posisi miring sehingga dahak dapat mengalir.

    4. Bekerja terlalu larut

    Lembur dan melakukan aktivitas berlebihan hingga terlalu malam juga perlu dihindari saat kondisi tubuh batuk.

    Kelelahan akibat lembur bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh yang sangat berperan penting dalam melawan infeksi atau bakteri penyebab batuk.

    Jenis makanan yang dianjurkan saat batuk

    asupan makanan selama masa nifas

    Berikut ini ada beberapa jenis makanan yang disarankan untuk mengatasi dan meredakan batuk.

    • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan sehari-hari.
    • Minum obat batuk alami dari campuran madu, teh herbal, dan lemon secara rutin.
    • Mengonsumsi makanan berkuah hangat dan kaya protein, seperti sup ayam. Makanan berkuah membantu mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernapasan. Selain itu, kombinasi sayuran dan kaldu dapat menjadi bahan ampuh yang membantu meredakan inflamasi di saluran napas.
    • Memperbanyak cairan agar terhindar dari dehidrasi sehingga proses penyembuhan bisa berlangsung lebih cepat.

    Selain hal-hal di atas tadi, kondisi batuk berdahak juga bisa diatasi dengan mengonsumsi SILADEX ME.

    SILADEX Mucolytic & Expectorant merupakan sirup obat batuk, tanpa alkohol dan bebas gula sehingga aman bagi penderita diabetes.

    SILADEX Mucolytic & Expectorant mengandung Bromhexine HCL, Guaifenesin sebagai mukolitik dan ekspektoran yang membantu meredakan batuk berdahak dan mempermudah pengeluaran dahak.

    SILADEX memiliki berbagai varian lain seperti, SILADEX Antitussive dengan kemasan warna merah yang aktif untuk redakan batuk tidak berdahak yang disertai alergi agar Anda bisa tetap beraktivitas dengan nyaman.

    siladex

    Bila di malam hari Anda mengalami batuk terus menerus dan sulit untuk istirahat gunakan SILADEX DMP dengan kemasan berwarna kuning dan biru. Sedangkan untuk meredakan batuk pilek, Anda bisa menggunakan SILADEX Cough and Cold dengan kemasan biru.

    SILADEX Flu dengan kemasan warna ungu cocok untuk membantu meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin serta batuk berdahak. SILADEX Cough Herbal juga dapat membantu meredakan batuk, menghangatkan dan melegakan tenggorokan.

    SILADEX dapat dibeli di apotik, toko obat dan juga di e-commerce favorit Anda.

    Dengan menghindari makanan yang dilarang saat batuk dan mengonsumsi makanan sehat, sistem imun akan lebih kuat untuk melawan infeksi yang terjadi pada tubuh.


    Lawan COVID-19 bersama!

    Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Solomons, N. (2007). MALNUTRITION AND INFECTION: AN UPDATE. British Journal Of Nutrition, 98(S1), S5-S10. doi: 10.1017/s0007114507832879

    Thomas Campbell, MD. (2014). Diet and the Common Cold – Center for Nutrition Studies. Retrieved 6 May 2020, from https://nutritionstudies.org/diet-common-cold/

    Bartley, J., & McGlashan, S. (2010). Does milk increase mucus production?. Medical Hypotheses, 74(4), 732-734. doi: 10.1016/j.mehy.2009.10.044

    Calder, P., & Kew, S. (2002). The immune system: a target for functional foods?. British Journal Of Nutrition, 88(S2), S165-S176. doi: 10.1079/bjn2002682

    Cleveland Clinic. (2019). What to Eat When You’re Sick. Health.clevelandclinic.org. Retrieved 6 May 2020, from https://health.clevelandclinic.org/what-to-eat-when-youre-sick/

    Cleveland Clinic. (2020). Chronic Cough Overview Prevention. Retrieved 12 June 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15048-chronic-cough-overview/prevention

    Asthma UK. (2020).Food as an asthma trigger. Retrieved 12 June 2020, from https://www.asthma.org.uk/advice/triggers/food/

    CDC. (2019). Common Colds Prevention. Retrieved 12 June 2020, from https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui Aug 22
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
    Next article: